
Menjelang subuh,,
Seorang gadis duduk sendiri di depan meja makan dalam keadaan gelap. Sementara itu, Soef dan Firdaus berniat untuk mengambil wudhuk.Tiba-tiba,,,
"HANTUUUUU!!!" jerit mereka berdua. Semua keluar dari bilik dengan kelam kabut.
"Mana hantu?" tanya Ibu Maya dengan penyapu nya yang siap memukul 'hantu'.
"Tu!" Soef menunjuk ke arah gadis tersebut.
Chera pun terus tertawa besar sambil menuju ke arah 'hantu'tersebut.
Chera mendekati nya dan berbisik sambil tersenyum jahat.
'Hantu' itupun berdiri dengan raut wajah yang mengerikan dan berlari mengejar Soef dan Firdaus.
"TOOLOOOONGG!!" Soef dan Firdaus berlari lintang pukang. Yang lain sudah faham dengan keadaan itu pun tertawa.
" Adik, sudah! kesian abang-abang kamu," Yani pun berhenti.
"Tu lah! cantik-cantik macam ni dipanggil hantu," ujar Yani.
"Sudah ya, subuh tak lama lagi ni. Selesai solat,kita sarapan,okay?" ujar Ibu Maya.
"Okay ibu!"
Mereka pun solat dan di imamkan oleh Mikhael.
Setelah selesai,,
"Abang,"
"Iya?"
"Adik nak tanya ni.."
"Tanya apa?"
__ADS_1
"Abang yang urus semalam?"
"Urus apa?"
"Abang,jangan terlalu mengeluarkan tenaga. Banyak lagi benda yang harus di lakukan kedepannya," jelas Yani kepada Mikhael.
"Em" ucap singkat Mikhael dan pergi meninggalkan Yani.
"Abang!" Mikhael tak menoleh dan membuat Yani rasa bersalah.
"Kau ni kan tak pernah berubah," Yani menoleh kebelakang.
"Gail,kau tak-"
"Tak faham lagi? Yani, kau fikir kau jak manusia yang paling memahami di muka bumi ni? semua orang tak faham kau dan hanya kau yang faham mereka? kau tak rasa kalau kau tu pentingkan diri sendiri?" Yani terasa dengan pertanyaan yang di tujukan pada dirinya.
"Gail, aku tau setiap langkah ku,keputusan ku atau apapun yang aku buat nampak selfish. Tapi aku mau kau ingat satu hal, bukan aku jak yang hidup di muka bumi ni. Bukan cuma aku yang perlu dilindungi,Gail. Kamu semua ada kehidupan sendiri,perjuangan sendiri dan impian sendiri. Cukup aku menyusahkan kamu semua dengan membawa kamu semua ikut projek ni, tak payah lagi tambah dengan masalah baru. Aku yang rasa segan Gail," jelas Yani dengan nada sendu. Chera pun memeluknya.
"Sejak kami tau kau ada masalah, kami sudah tekad terjun bersama dengan kau untuk menghadapi masalah ini. Yan, kami semua buat ni untuk menimbulkan kembali rasa percaya diri mu. Dan masalah semalam, cuba kau fikir kalau Abang Mikhael tak turun tangan? kau tak kan rasa namanya perjuangan dan kau tak kan rasa betapa nikmatnya hasil perjuangan,Yan. Ingat satu hal Yan,kalau tak mampu bayar kami dengan duit,bayarlah kami dengan kejayaan dari hasil perjuangan kita ataupun lebih sedap di dengar, perjuangan mu. Kami tak perlu apa-apa selain penghargaan dari kau yang berupa kejayaan dari hasil perjuangan ini," jelas Joy yang bersama Jessica menghampiri Yani.
"Sudahlah sayang,jangan pertanyakan lagi. Terkadang memang ada pertolongan yang memang kita harus pertanyakan,tapi kamu kan sudah tau siapa Mikhael? kamu pun sudah kenal lama dengan dorang semua. Jadi agak pelik kalau kamu pertanyakan hal itu," jelas Ibu Maya. Yani hanya redhakan hatinya untuk menerima semua.
Mereka pun kembali kumpul dengan yang lain di ruang makan. Meskipun nampak tenang,namun Yani tau kalau Mikhael sangat tersinggung.
Selesai makan, Yani berbisik dengan Nira dan Nira pun mengangguk faham.
"Kenapa?" tanya Hairul kepada Nira.
"Sibuk jak hal perempuan!" bentak Nira yang membuat semua menertawakan Hairul.
" Orang kan cuma tanya," ucap Hairul sambil membuat reaksi merajuk.
"Bukan semua hal boleh di kongsi," celah Chera dengan muka datar. Dia pun berdiri menyusul Yani.
"Apa lagi masalah dua teletubis tu?" batin Enzi.
"Mal,kau rasa?" tanya Soef yang merasakan kalau abang sulung Yani tau sesuatu.
__ADS_1
"Biarlah mereka berdua," ucap Kamal sambil mengambil semua barang untuk projek mereka.
"Kau kenapa?"
"Aku takut Gail,"
"Takut pasal apa?" tanya Jessica yang tiba-tiba muncul.
"Perjuangan ni sia-sia," ucap singkat Yani.
"Yan,kau duduk dulu. Aku ambil kan teh suam dulu," Chera berdiri mengambil teh untuk Yani.
Tak lama kemudian Chera kembali dengan teh suam nya.
"Nah minum ni, aku nampak kau dah macam kena kejutan elektrik," Chera pun memberikan kepada Yani.
"Em," Yani pun meminum nya.
"Okay,sekarang kau cerita apa yang membuku di hati mu? jujur ah Yan,walaupun kau kawan baik ku tapi aku susah untuk faham selok belok cara fikiran kau tu," jelas Jessica dengan serius.
"Aku pun tak tahu tapi yang aku pasti aku hilang identiti aku sendiri," ujar Yani dengan sendu.
"Aku rasa kau perlu rawatan lagi ni Yan," ucap Jessica
"Aku setuju," ucap Chera.
"Aku tak setuju!" ucap Joy yang membuat Chera dan Jessica menjadi bingung.
"Kalau kita buat terapi terus,aku tak yakin kalau tu boleh memulihkan mental Yani. Malah akan terjadi sebaliknya," tambah Joy lagi.
" Abang setuju dengan Joy," Yani dan kawan-kawannya terkejut mendengar suara itu.
"Habislah riwayat kita," Batin mereka bertiga. Maklumlah,sehati sejiwa..
Bersambung~
Sorry sangat guys pasal 1bulan tak update..hehehe,,maklumlah ada masalah peribadi..InSyaAllah mulai sekarang aku dah rajin update..love you all and thnks cause always support my........karya😆😆Assalamualaikum💞
__ADS_1