
Semua sangat tak menyangka bahawa orang yang sangat di percaya adalah salah satu dalang di balik kejahatan ini.
"Tak sangka," ucap Asn Nawi.
"Kenapa harus handalkan orang lain kalau boleh tanya tuan punya badan?" tanya Mikhael.
"Tanya Shah lebih baik," jawab Yani yang seolah mencabar Mikhael.
"Ehem," Makcik Intan memberi signal kepada Mikhael untuk tidak memancing pergaduhan.
"Selepas kami tau kalau Abang Adrian adalah anak kandung Abi,kami dah tak boleh santai lagi pasal kami sudah masuk dalam hal ni. Kena lagi ni semua memang ada kaitan dengan penculikan masa lalu dan perampasan hak kami sebagai anak didik Tok Aziz," ucap Yani dengan serius.
Semua mata memandang Yani dengan serius. Aura Yani yang sesungguh sudah keluar.
"Yani versi dewasa," bisik Nira kepada Safura yang tidak kalah terpegun melihat keseriusan Yani.
"Tu belum lagi," bisik Jessica kepada kedua kakak angkatnya itu.
"Sekarang abang terus terang jak apa tujuan abang kumpul kami semua di sini selain untuk bagitau status abang?" seketika Adrian terpaku.
"Sekarang keadaan tak selamat lagi. Kena lagi Yani dan Chera adalah incaran mereka sekarang," jawab Adrian.
"Lebih tepat lagi Yani,Chera,Jessica dan Joy," ucap Kamal.
"Selain Jake,mereka berlima termasuk Denel adalah anak didik kepercayaan Tok Aziz. Segala rahasia semua di pegang oleh mereka. Jadi tak heran lah kalau mereka jadi incaran," sambung Enzi.
"Tapi kalau tak silap yang kena culik kan cuma Yani dan Chera kan?" tanya Hairul yang masih bingung.
"Begini,ibarat kan Yani dan Chera ni umpan dan mereka menargetkan dua cacing ni kerana mereka sudah tau rencana jahat Mike," jelas Soef.
"Kalau Joy dan Jessica ni pula ibaratkan macam pemain simpanan yang datang saat kedaan memang sudah memudaratkan," sambungnya lagi.
Soef banyak tahu hal kerana dia salah satu sahabat Kamal yang selalu ikut serta menjaga 'sotong-sotong' berkaki dua itu.
"Padahal aku rencana tak nak masuk kan mereka berlima termasuk Brian dalam hal ni. Mereka masih muda dan aku takut kalau lama kelamaan mereka terbiasa dengan kekerasan," Yani dan sahabatnya hanya tersenyum mendengar ucapan Adrian.
"Okay,terserah abang. Yang penting sekarang ni kami nak rehat. Besok ada kelaaaaass!" Mereka berlima pun berdiri dan di bawa oleh Makcik Intan ke bilik mereka.
"Bro,aku rasa ucapan kau buat mereka tersinggung," ucap Firdaus yang merasa pelik/aneh dengan tingkah laku mereka.
"Kalau kamu semua rasa hanya Yani yang sukar di ramal itu sebenarnya salah dan mesti kamu semua tanya 'aik?kenapa?' kan?" Semua mengangguk.
"Lima sotong tu mempunyai kepribadian yang sukar untuk di teka. Terkadang juga kepribadian dorang tu tertukar. Kalau cakap perbezaan lagi lah jauh. Hanya dengan satu persamaan yang membuat mereka punya persahabatan bahkan mempunyai chemistri yang kuat.Iaitu keberanian meneroka ataupun menjelajah ertinya kekerasan. Dorang tu dah terbiasa dengan namanya kekerasan baik secara buli atau sebagainya. Jadi aku rasa kau tak perlu takut ataupun risaukan dorang," sambung Enzi.
"Dari dulu aku rasa mereka berlima tu misteri bahkan lagi misteri dari keluarga Mikhael," ucap Nawi.
"Okay,jadi apa perancangan seterusnya?" tanya Safura.
"Projek kita pun tak siap-siap pasal kes ni,jadi kita terpaksa berpecah menjadi dua kumpulan," jawab Adrian.
"Kita kan semua ada 16 orang ni,jadi setiap kumpulan ada 8 orang. Mikhael,Kamal,Soef,Yani,Jessi,Nawi,Safura dan Brian satu kumpulan. Yang tersisah pula satu group dengan aku." Semua setuju dengan pembahagian kumpulan.
Di bilik-
"Yan,kau okay tak?" tanya Chera yang risau melihat keadaan Yani seperti anak patung yang bernyawa.
"Yan?" Joy dan Jessi memanggil Yani namun tiada respon darinya.
"Kali ni kita harus jaga Kak Nira." Tiba-tiba Yani bersuara dan membuat tiga sahabatnya terkejut.
"Maksud mu?" tanya Jessi
__ADS_1
"Kak Clara adalah kakak Abang Adrian dan pertempuran kecil tadi terjadi kerana mereka tu target Kak Clara. Tidak mustahil target seterusnya adalah Kak Nira," jawab Yani dengan muka serius.
"Kalau begitu, kenapa bukan Chera? kan dia kekasih Abang Adrian?" tanya Joy tanpa rasa bersalah dan Chera langsung bagi tatapan tajam.
"Sebenarnya hubungan mereka hanya kita yang tau. Lain cerita dengan aku dan Abang Mika. Pasal dia adalah anak kandung dari Tuan Mike,jadi tak mustahil juga kan kalau semua aktivitas Abang Mika selalu di pantau," jelas Yani.
"Tapi kan Shah ada cakap ni kalau dia tau pasal group Joker kan? kenapa pula yang lain tu tak tahu kalau Abang Adrian tu anak Abi Aziz?" tanya Brian.
"Kita kenal dia macam mana kan? orang lain baru nak bincang,dia dah mula tindakan," jawab Yani.
"Yan,kau tak nak buat perhitungan kah dengan si Apik tu?" tanya Jessica yang dari tadi tak puas hati dengan lelaki munafik itu.
"Aku tau selain dia ada orang lain yang patut aku buat perhitungan," Yani pun mengambil sapu tangannya dan dompet nya lalu dia pun turun di ikuti dengan Chera dan Jessica.
"Kita macam mana?" tanya Brian.
"Kita kan ikan," jawab Joy tanpa rasa berdosa.
Mereka bertiga pun turun.
"Ehk! kamu tiga mau pi mana?" tanya Enzi.
"Iya,macam mau buat perhitungan jak ni tapi dengan siapa?" tanya Kamal.
"Cari angin," ucap Yani dengan datar.
"Jangan lah jalan dulu,adik kan masih sakit?" Yani hanya mengabaikan ucapan Nira.
"Chera,Jessica?" Adrian menatap tajam kearah mereka berdua.
"Jangan risau lah," Chera pun terus keluar menarik Yani dan Jessica.
"Tak payah lah susah-susah kejar mereka. Kalau bukan dengan cara ini,memang susah kita nak buat kerja lain.Sekurang-kurangnya ada salah satu masalah selesai," ucap Joy.
"Tapi kenapa kau tak ikut?" tanya Soef.
"Sedangkan mereka bertiga tu pun dah kira lebih dari cukup bang. Kalau aku ikut,silap-silap aku hanya jadi penonton pasal tak terbagi bahagian," jelas Joy lagi dan akhirnya yang lain faham.
Tempat lain.
"Kau yakin kah dia selalu lepak sini?" tanya Jessica.
"Yakin!" tegas Yani.
Mereka berada di depan restoran Ibu Sarina kerana di situlah tempat lepak orang yang mereka tuju.
"Mereka hanya berdua,macam mana kita nak bagi?" tanya Jessica dengan muka polos nya.
"Pasal Yani belum stabil,aki dengan Yani dan aku tau kau boleh handle kan?" Jessica dengan semangat memberikan ibu jari tangannya .
Mereka pun memakai masker dan berjalan menuju Daus dan Akram.
"Hi,long time no see," ucap Chera sambil menyiram air kopi panas di muka Daus.
"Binatang!" Daus ingin menampar Chera namun tangan nya langsung di tangkap oleh Chera.
"Sini kau!" Yani pun datang mengheret Daus pergi keluar restoran.
"Kamu semua ni siapa ha!?" teriak Akram.
"Diam kau!" Jessica menendang mulut Akram.
__ADS_1
"Aku tau kamu berdua ada kaitan dengan budak joker kan?" tanya Chera sambil menarik rambut Daus.
"Kami tak-" belum sempat menjawab,Yani terus melayangkan tamparan ke pipi Daus.
"Kalau kau ada masalah dengan aku,jangan kau libatkan orang sekeliling ku!" teriak Yani.
"Apa maksud mu ni?!" teriak Akram.
"Sekarang kau jujur atau aku lemparkan kau ke dalam sumur?" ugut Jessica.
"Kami tak kan bagitau!" ucap Daus yang sudah lemah.
"Okay. Chera!l,Jessica! lepaskan dorang!" Mereka berdua pun lepaskan cengkaman dari leher baju Daus dan Akram.
Seperti dugaan Yani,mereka berdua pun langsung bertindak menyerang Yani,Chera dan Jessica. Dengan kepekaan dan kepantasan yang mereka ada,mereka pun dapat mengelak dari serangan itu.
"Jangan fikir kami takut!" ucap Jessica.
"Semenjak kita putus,kau jadi liar Yani!" Yani hanya tersenyum sinis.
Yani mengambil langkah siap sedia kerana Akram maju kearah nya. Akram pun terus melayangkan tumbukkan nya namun di elak oleh Yani.Yani langsung menendang bawah perutnya dan Akram pun terjatuh.
"Tiada guna jadi lelaki," ucap nya lalu mengambil telefon milik Akram.
"Terima kasih untuk buktinya," ucap Yani sambil menampar pelan pipi Akram.(Dia pakai sarung tangan.)
"Tendangan ni untuk kau yang sudah menjatuhkan maruah sahabat kami!" Daus pun mendapat tendangan duo dari Chera dan Jessica.
"Jes,ambil telefon nya!" Jessica pun mengambilnya.
"Tunggu hukuman selanjutnya!" teriak trio gadis kecil cili padi itu.
Di rumah Adrian.
"Uish! lama juga tiga manusia tu," ucap Hairul.
"Long,aku tak dapat hubungi mereka pula," ucap Enzi yang sudah dari tadi panik.
"Tu lah! ibu sudah pesan kan jaga adik-adik kamu tu!!" Kamal dan Enzi hanya tunduk.
"El,Hairul dengan Adrian pun sama!" bentak Umi Maimunah.
"Ini bukan salah dorang. Aku yang tak bagindorang ikut," ucap Joy.
"Kalau terjadi apa-apa macam mana?" tanya Ibu Maya dengan suasana paniknya.
"Doa jak bu semoga baik-baik," ucap Joy tanpa rasa berdosa.
"Budak niiii!!" Safura mencubitnya kerana geram.
Tak lama kemudian Yani pun datang.
"Assalamualaikum," ucap Yani dengan muka yang pucat.
"Haii," Chera dan Jessica pun datang dengan muka yang kelelahan.
"Astagfirullah!" Semua berlari ke arah Yani yang terbaring pengsan.
"Kamal! bawa Yani ke bilik cepat!" teriak Mikhael.
Bersambungggg~😊
__ADS_1