Pernikahan Bobrok

Pernikahan Bobrok
Bab 11 - Malam Pertama


__ADS_3

...༻♡༺...


Satu per satu orang pergi meninggalkan rumah Zafran dan Lika. Kini dua sejoli itu hanya berduaan.


Zafran yang bersemangat langsung menutup pintu. Lalu menggendong Lika dengan ala bridal.


"Zafran!" Lika reflek memekik. Dia juga tidak berhenti tertawa. Lika begitu karena merasa sangat bahagia. Hal yang sama tentu dirasakan Zafran. Setelah melewati beberapa purnama, akhirnya cinta mereka dapat bersatu.


Zafran segera membawa Lika ke kamar. Dia merebahkan sang istri ke atas ranjang.


"Zaf, biarin aku..." belum sempat Lika selesai bicara, Zafran sudah menyambar bibirnya dengan ciuman. Lelaki itu memposisikan diri ke atas badan Lika. Memberikan pagutan lembut yang membuat Lika tidak kuasa menolak.


Lika merasakan perutnya menggelitik ketika Zafran terus memberi sentuhan. Dia mulai kesulitan mengatur nafas.


Namun saat Zafran beralih mecumbu leher, Lika tiba-tiba mendorongnya dengan kuat. Gadis itu tertawa dan langsung memegangi leher.


"Geli, Zaf!" ujar Lika.


"Jangan ngajak bercanda deh. Waktunya nggak tepat," sahut Zafran. Dia ingin melanjutkan cumbuannya.


Lika kembali mendorong Zafran. Kini gadis itu merubah posisi menjadi duduk. Berusaha berhenti tertawa.


"Bentar, Zaf. Aku merasa geli banget pas kamu cium leherku. Mungkin nanti saja ya. Lagian aku juga merasa agak capek," imbuh Lika. Membuat mata Zafran terbuka lebar. Lelaki tersebut tidak tahu harus bagaimana untuk menanggapi.


Zafran mendengus kasar. Ia menghempaskan diri ke ranjang.


"Kamu nggak marah kan?" tanya Lika.


Zafran memaksakan dirinya tersenyum. Ia mencoba bersabar. "Enggak," sahutnya dengan raut wajah cemberut. Dia enggan menatap Lika.


"Yang benar? Mukanya cemberut gitu kok." Lika beringsut mendekati Zafran. Memastikan apakah suaminya benar-benar marah atau tidak.


"Terus mau gimana coba? Kalau kamu nggak mau, ya aku nggak bisa maksa," ucap Zafran sambil mendengus kasar.


Lika terkekeh. Dia segera duduk ke atas perut Zafran. Apa yang dilakukannya sukses membuat ekspresi cemberut lelaki itu memudar. Ia justru terkesiap.

__ADS_1


"Kalau begini aku mungkin tidak akan merasa geli," ucap Lika. Dia membungkukkan badan. Perlahan dirinya mencium lembut bibir Zafran.


Ciuman panjang terjadi. Zafran yang bersemangat perlahan menegakkan kepala. Hingga dia berakhir dalam posisi duduk. Sekarang Lika merasa lebih nyaman dengan posisi begitu. Zafran dan Lika saling memeluk sambil tidak berhenti berciuman.


Merasa waktunya sudah pas, tangan Zafran segera bergerak untuk melepas pakaian Lika. Istrinya itu tampak hanya mengenakan bra dan celana pendek.


Zafran menelan salivanya sendiri. Begitu pun Lika. Gadis itu tersenyum dan melepas kancing kemeja Zafran satu per satu. Tubuh atletis lelaki tersebut terpampang nyata.


"Aku kira tadi malam pertama kita tidak akan berlanjut," celetuk Zafran. Ia dan Lika kembali berciuman. Saat itulah Zafran mengambil kesempatan untuk melepaskan bra milik Lika.


Tahu leher adalah titik geli Lika, Zafran melewatkan bagian tubuh tersebut untuk dicumbu. Ia langsung mengulum buah dada istrinya secara bergantian.


Lika memejamkan mata sambil mendongakkan kepala. Darah disekujur badannya berdesir hebat. Ia menggigit bibir bawahnya karena sudah merasa bergairah. Tidak ada rasa geli yang terasa.


"Akh..." lenguhan pertama Lika keluar begitu saja. Tepat ketika cumbuan Zafran kian mengganas.


Perlahan Zafran menghempaskan Lika ke ranjang. Sekarang dia yang berada di atas badan sang istri. Zafran sigap melepas seluruh pakaian yang tersisa pada dirinya dan Lika.


Selama dua detik lebih Zafran sengaja mematung. Mengamati lekuk tubuh indah Lika tanpa busana. Matanya terlihat sayu karena hasrat yang semakin membara. Zafran sudah berapa kali telan ludah sendiri.


Zafran tersenyum lembut. "Tidak ada yang salah. Ini justru sangat sempurna bagiku..." ungkapnya. Setelah itu, Zafran menciumi setiap jengkal tubuh Lika.


Suara kecup mengecup serta sentuhan bibir Zafran sekali lagi berhasil membuat sekujur badan Lika merinding. Nafasnya menderu-deru.


Mata Lika membulat saat Zafran mulai membuka lebar dua kakinya. Lalu segera menyatukan tubuh dengannya.


Wajah Lika mengerucut. Karena masih perawan, tentu dia merasakan sakit. Meskipun begitu, Lika mencoba menahan rasa sakit itu sebisa mungkin. Sampai akhirnya dirinya mulai menikmati aktifitas intim yang terjadi.


Malam yang panas membuat Zafran dan Lika tak bisa tidur semalaman. Mereka sibuk bermesraan dan melakukannya sampai dua ronde.


...***...


Waktu menunjukkan jam 09.25 pagi. Akan tetapi Zafran dan Lika masih betah di ranjang. Keduanya saling berpelukan dengan erat. Mereka sama-sama sedang telanjang bulat.


Orang yang pertama kali terjaga tidak lain adalah Lika. Meskipun sudah tidak tidur, dia masih memejamkan mata. Sebenarnya Lika terbangun karena merasakan ada sesuatu yang bergerak di telapak kakinya.

__ADS_1


Awalnya Lika mengira kalau Zafran sengaja menggelitiki telapak kakinya.


"Zafran! Sengaja ya?" Lika membuka mata. Dia tergelak kecil. Lalu menoleh ke arah Zafran. Tetapi suaminya itu terlihat masih asyik terlelap.


Lika sontak dirundung rasa takut. Terlebih dia masih merasakan ada yang bergerak di telapak kakinya.


Dengan tekad yang berani, Lika perlahan duduk. Kemudian memeriksa apa yang ada di telapak kakinya. Anehnya, saat Lika mengamati telapak kakinya, tidak ada apapun di sana.


"Kau kenapa?" tegur Zafran. Dia baru saja terbangun. Mengerjapkan matanya berulang kali.


Lika tersentak kala Zafran memberikan teguran. Dia segera memberitahukan apa yang tadi di alaminya.


"Aku takut, Zaf..." Lika meringiskan wajah takut.


"Sini biar kulihat telapak kakinya." Zafran turun dari ranjang. Dia memakai celana pendek terlebih dahulu. Lalu memegang kedua kaki Lika.


"Zafran! Apaan sih... Geli tahu!" protes Lika tatkala Zafran menyerang telapak kakinya dengan kecupan. Dia bahkan sampai tergelak lepas.


"Nih! Mungkin tadi itu cuman gambaran masa depanmu," ujar Zafran yang ikut tertawa bersama Lika.


Puas saling bercanda, Lika segera mengenakan kemeja putih Zafran. Matanya membulat ketika melihat seekor kecoak tampak bertengger di selimut yang sejak tadi menutupi tubuhnya dan Zafran.


"Aaaarkkhhh!!!" Lika langsung berteriak histeris. Ia juga reflek melangkah mundur.


Mendengar Lika berteriak, tubuh Zafran kaget sampai berjengit. Dia segera menoleh ke arah Lika.


"Kenapa?!" tanya Zafran panik.


"A-ada kecoak di selimut!" pekik Lika sembari menunjuk ke arah kecoak berada.


"Kecoak?!" Zafran kaget bukan kepalang. Ia segera berlari ke pintu keluar. Sebab dirinya sama takutnya seperti Lika.


"Zafran! Jangan tinggalin aku!" panggil Lika. Saat melihat Zafran berlari ke pintu. Lelaki itu otomatis berbalik dan bergegas menghampiri Lika.


Sekarang Zafran dan Lika berpelukan dengan erat. Ketika keduanya hendak melangkah bersama menuju pintu, saat itulah kecoak yang sejak tadi membuat mereka takut mendadak terbang.

__ADS_1


"Aaaarkkkhhh!!!" Zafran dan Lika urung melangkah. Mereka berteriak layaknya berhadapan dengan sesuatu yang sangat berbahaya. Padahal alasan utama mereka hanyalah karena merasa jijik.


__ADS_2