
...༻♡༺...
Zayn sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan. Sepertinya dia benar-benar serius akan menjual Lika.
Sedangkan Lika sendiri, dia sejak tadi terus muntah-muntah. Dia merasakan pusing dan mual tidak tertahan.
"Lihat kan akibatnya? Dikasih makan kok ditolak," gerutu Zayn. Menyindir Lika tanpa menoleh.
Lika hanya bisa mendelik. Dia benar-benar marah terhadap segala sikap Zayn. Dirinya hanya berharap bisa diselamatkan secepat mungkin.
Setelah melewati perjalanan selama dua jam, tibalah Zayn di pelabuhan. Dia harus bertemu dengan kenalannya di dekat tumpukan bunker besar.
Dua asisten Zayn segera menyeret Lika. Perempuan itu dihempaskan ke hadapan orang yang akan membelinya.
"Lihat! Dia sangat cantik bukan. Seperti yang kubilang," ujar Zayn sambil memasukkan dua tangan ke saku celana.
"Ada apa denganmu, Zayn? Baru kali ini kau menjual seorang manusia. Aku sungguh tidak menduga," tanggap Rio. Kenalan Zayn yang bersedia membayar mahal Lika. Badannya tampak dipenuhi dengan tato.
"Aku benci wanita ini. Aku tidak mau melihat wajahnya lagi!" sahut Zayn sembari menendang Lika yang jatuh tersungkur di tanah.
Bersamaan dengan itu, Lika kembali muntah. Dia merasa badannya mulai lemas.
__ADS_1
"Angkat tangan kalian!" seru suara seorang polisi yang mendadak muncul. Dalam sekejap, polisi-polisi lain segera berdatangan. Mengelilingi keberadaan Zayn dan Lika sekarang.
Zayn kaget bukan kepalang. Dia bingung kenapa gerak-geriknya bisa ketahuan dengan cepat. Sampai dia akhirnya berhasil menyaksikan kehadiran Zafran di antara para polisi.
Zayn mencoba menghampiri Zafran, namun polisi sigap menghentikannya. Lelaki itu dan beberapa orang yang terlibat segera diborgol oleh polisi.
Zafran bergegas menghampiri Lika. Dia langsung memeluk erat istrinya dengan penuh haru.
"Aku tahu surat itu bukanlah tulisanmu..." ungkap Zafran. Matanya berembun dan meneteskan beberapa cairan bening. "Maafkan sikapku terakhir kali. Mulai sekarang aku tidak peduli dengan siapa yang memulai kemesraan. Yang jelas aku akan terus memanjakanmu," sambungnya bersungguh-sungguh.
Lika menghamburkan tangis. Dia sangat lega bisa melihat Zafran lagi. Padahal dirinya sempat mengira akan dibawa pergi jauh selamanya.
Zafran mengangguk. Dia menggendong Lika dengan ala bridal. Istrinya tersebut lagi-lagi merasa mual.
Lika menutup mulut kuat-kuat. Ia ingin muntah tetapi tidak bisa.
"Sayang? Kau baik-baik saja kan?" tanya Zafran. Dia sudah membawa Lika masuk ke mobil. Membiarkan sang istri duduk menyandar dengan tenang.
"Aku merasa pusing dan mual..." jawab Lika sembari memegangi perut.
"Aku akan membawamu ke rumah sakit!" seru Zafran. Dia bergegas menjalankan mobil.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Lika langsung mendapat permeriksaan. Anehnya dokter yang memeriksa tampak tersenyum.
"Kenapa Dokter tersenyum? Apa ada yang lucu?" timpal Zafran. Dia yang sedang gelisah serta emosi, merasa tersinggung menyaksikan dokter itu tersenyum.
"Bukan begitu, Tuan Zafran. Saya tersenyum karena akan memberi kabar bahagia. Selamat, istri anda hamil. Sepertinya dia harus diperiksa langsung oleh dokter kandungan," jelas dokter berkacamata itu.
"Apa?!" Lika dan Zafran kaget bersamaan. Keduanya segera saling bertukar pandang. Kemudian mematri senyuman lebar.
Zafran menghampiri Lika. Dia mencium punggung tangan sang istri berulangkali.
"Kau hamil, Sayang!" kata Zafran kegirangan.
"Iya... Aku tahu... Tapi apa kamu merasa semuanya terlalu cepat?" tanggap Lika meragu.
"Tidak juga. Kau hamil di waktu yang tepat. Tapi sayangnya lelaki bajingan itu sudah membuatmu harus kelelahan begini. Sekarang bertahu suamimu tercinta ini. Kau mau apa? Aku akan berikan apapun yang kau mau," tukas Zafran. Mengangkat dua alisnya dengan antusias.
..._____...
Catatan Author :
Sekitar dua bab lagi kemungkinan novel ini tamat ya guys... Makasih buat yang udah baca sampai sini. Jangan lupa komeng ya, 😊
__ADS_1