
...༻♡༺...
Kabar tentang menghilangnya Lika telah tersebar. Terutama kepada Tama yang juga turut hadir dalam acara pernikahan.
Tama mencoba menghubungi Selia. Namun istrinya itu tidak mengangkat telepon. Tama lantas memberitahukan semuanya lewat pesan.
Belum sempat menunggu satu menit, Selia sudah menelepon. Ia menanyakan kebenaran mengenai Lika.
"Berita yang kau sebutkan itu tidak benar kan?" tanya Selia dari seberang telepon.
"Itu benar. Aneh bukan? Padahal kita tahu sendiri kalau Lika sangat serius dengan Zafran," tanggap Tama sembari mengerutkan dahi.
Di sisi lain, Selia tengah berpikir. Dia sebenarnya sependapat dengan Tama. Keponakannya tidak mungkin melarikan diri lagi untuk kali kedua.
Perlahan kemarahan Selia berubah menjadi rasa cemas. Dia ingin memastikan sendiri keadaan Lika. Selia akhirnya memutuskan untuk mendatangi lokasi acara pernikahan Lika dan Zafran.
Selia juga sesekali menghubungi Lika. Tetapi nomor Lika sedang tidak aktif.
Sambil sibuk memainkan ponsel, Selia terus menginjak pedal gas. Hingga mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Ketika bunyi klakson mobil bersahutan di sekitar, barulah Selia sadar. Dia dibuat kaget karena didepannya ada lampu merah.
__ADS_1
Mata Selia membulat sempurna. Ia langsung menginjak rem. Namun sayang, mobilnya yang terlalu laju harus menerobos lampu merah.
Mobil Selia bertabrakan dengan mobil lain. Sebuah kecelakaan terjadi. Sampai menyebabkan Selia tidak sadarkan diri.
Di waktu yang sama, Lika baru saja tersadar. Penglihatannya langsung disambut oleh Zayn yang tampak sibuk bicara dengan ponsel.
Dahi Lika berkerut dalam. Ia mencoba menggerakkan kaki dan tangan. Akan tetapi semuanya dalam belenggu tali.
"Zayn! Apa-apaan ini?!" timpal Lika. Membuat Zayn langsung menoleh ke arahnya. Lelaki itu baru tahu kalau Lika sudah sadar.
"Eh, si pengkhianat sudah bangun," ujar Zayn dengan seringai yang mengembang.
"Kenapa kau melakukan ini?! Apa kau gila?! Kau itu seperti psikopat tahu nggak!" tukas Lika seraya berupaya keras melepas ikatan tali di tangan dan kaki.
"Karena itukah?! Apa properti bangunan milik kami sepenting itu?!"
"Iya, memang sepenting itu. Kau juga sudah membuatku dan keluargaku malu setengah mati. Kini aku ingin memberikan karma untukmu dan Zafran." Zayn mendekat. Ia melepas ikatan kaki Lika. Dirinya menyuruh Lika untuk duduk.
Dari arah pintu tiba-tiba muncul seorang lelaki. Dia tidak lain adalah asisten Zayn. Ia membawa sepaket makanan dan minuman di tangannya.
"Letakkan di meja!" titah Zayn sambil melipat tangan di depan dada. Perintahnya langsung dituruti sang asisten.
__ADS_1
Sekarang Zayn menatap Lika. Dia mengambil sesendok makanan dan menyuapkannya kepada Lika. Namun perempuan itu lekas membuang muka. Menolak makanan yang disodorkan Zayn.
"Makanlah! Karena setelah ini kau pasti akan kelaparan. Kau harus melewati lautan selama beberapa hari," imbuh Zayn.
Kening Lika sontak mengernyit. "Laut? Aku akan dibawa kemana?!" timpalnya.
"Kau pikir aku akan memberitahu? Kau akan tahu sendiri nanti. Makanlah!" Zayn memaksa Lika untuk makan. Dia menyumpal makanan ke mulut perempuan tersebut.
Lika mendelik. Dia yang sangat marah, tidak terima dengan makanan pemberian Zayn. Lika memuntahkannya dan terus membuang muka.
Merasa memiliki kesempatan, Lika berlari ke depan jendela. Dia segera berteriak, "Tolong! Siapapun kumohon! Aku dicul--"
Zayn buru-buru membekap mulut Lika. Kemudian mendorong Lika menjauh dari jendela.
"Kau ternyata benar-benar menyebalkan!" geram Zayn sembari menggulung lengan bajunya satu per satu. Lalu mengambil lakban untuk menutupi mulut Lika. Dia kembali menjerat kedua kaki perempuan itu karena kesal.
"Kau mau tahu aku akan membawamu kemana?! Aku akan menjualmu! Kau akan diselundupkan dengan kapal, Lika! Aku jamin siapapun tidak akan menemukanmu!" pungkas Zayn.
..._____...
Catatan Author :
__ADS_1
Maaf kemarin nggak bisa double up. Tapi author akan bayar hari ini ya...