
...༻♡༺...
Usai bicara dengan Zayn, Lika bersembunyi ke kamar mandi. Dia benar-benar kesal dengan semua yang terjadi. Bersamaan dengan itu, Lika mendapat telepon dari Zafran. Lelaki tersebut memberitahu kabar mengejutkan.
"Kau melakukan apa?!" Lika tentu kaget. Dia terdiam sejenak. Dirinya memikirkan situasi yang terjadi.
Lika tiba-tiba memikirkan kejadian di masa lalu. Masa saat Zafran mengungkapkan hubungannya kepada semua orang. Bahkan di hadapan Selia. Parahnya kala itu Lika lebih memilih keluarganya dan mencampakkan Zafran.
Apa yang dilakukan Zafran sekarang benar-benar memberikan perasaan yang sama seperti di masa lalu. Namun bedanya hubungan Lika dan Zafran sudah menikah. Hal itulah yang membuat Lika terpikir untuk tidak melakukan kesalahan sama.
"Sayang? Kau istriku bukan?" panggil Zafran dari seberang telepon. Menanti jawaban Lika yang tak kunjung terdengar.
Lika terkesiap. Ia tersenyum dan berkata, "Tentu saja! Jika kau sudah mengaku kepada keluargamu, maka aku juga akan melakukan hal sama."
"Benarkah? Perlukah aku menemanimu?" tanya Zafran.
"Tidak perlu. Aku akan ke apartemenmu dengan menggunakan taksi," jawab Lika. Pembicaraannya dan Zafran berakhir di sana.
Lika mendengus kasar. Dia mengumpulkan keberanian sebelum bertidak. Setelah benar-benar siap, Lika melangkah keluar kamar mandi. Ia kembali bergabung ke tempat semua orang berkumpul.
Sebuah gelas diambil oleh Lika. Dia mendentingkan gelas itu dengan sendok. Dalam sekejap, seluruh pasang mata tertuju ke arahnya.
__ADS_1
"Ada apa, Lik?" tanya Selia.
"Ada yang ingin aku katakan. Ini terkait rencana pertunangan yang disebutkan Zayn," ujar Lika. Memasang raut wajah serius. Ia melanjutkan, "aku ingin mengatakan kalau pertunangan itu tidak akan terjadi. Karena aku sudah menikah dengan lelaki lain."
Semua orang berseru kaget mendengar pernyataan Lika. Terutama Selia dan Zayn. Mata mereka membulat sempurna. Keduanya tentu tidak menyangka Lika akan berucap begitu.
"Lika! Kau bicara apa?! Jangan bercanda!" kata Selia yang tak mengerti.
"Aku tidak bercanda! Kalian mau tahu alasan aku melarikan diri dari acara pernikahan? Itu karena lelaki yang sekarang sudah menjadi suamiku. Aku minta maaf sebelumnya kepada Zayn dan keluarganya. Tapi aku sudah lelah berbohong. Kebohongan yang berkepanjangan hanya akan menyebabkan sakit hati," ungkap Lika panjang lebar. Ia menatap nanar Selia. Merasa bersalah dengan apa yang terjadi. Tantenya itu terlihat mematung di tempat. Masih merasa tak percaya.
"Lika! Kau kenapa? Kau pasti bercanda kan?" Zayn mendekat dan memastikan. Dia memberikan kode dengan tatapan matanya. Sebab setahunya Lika sudah sepakat akan bekerjasama.
"Maaf, aku berubah pikiran. Aku melakukan ini karena tidak mau mengkhianati Zafran lagi," ucap Lika. Dia memilih beranjak dari ruangan. Melangkah cepat meninggalkan rumah. Lika bahkan enggan menoleh ke belakang. Hal itu dia lakukan karena tidak kuasa menyaksikan kekecewaan yang ditampakkan semua orang. Apalagi Selia.
"Lika!" panggil Selia sembari berlari. Ketika sudah di tengah halaman rumah, dia berhasil meraih pundak Lika. Selia memutar tubuh keponakannya tersebut menghadap ke arahnya.
"Kenapa kau tidak pernah bilang kalau sudah memiliki lelaki lain? Setidaknya aku tidak perlu melakukan acara perjodohan begini!" tukas Selia dengan dahi yang berkerut samar.
"Aku tidak mengatakannya karena lelaki itu adalah orang yang kau benci," jawab Lika.
"Apa maksudmu?" Selia menuntut jawaban.
__ADS_1
"Aku akan kembali dan memperkenalkannya kepadamu. Tapi izinkan aku pergi sebentar." Lika tersenyum tipis. Dia lanjut melangkah maju. Meninggalkan Selia dengan rasa penasaran.
Karena pengakuan Lika tadi, Zayn dan keluarganya marah besar. Mereka pergi dengan mimik wajah cemberut. Mereka juga langsung mencabut semua kerjasama yang telah terjadi pada antar perusahaan.
Selia pasrah terhadap semua yang terjadi. Dia justru mengkhawatirkan Lika. Selia serta Tama juga dirundung rasa penasaran yang mendalam.
...***...
Lika masuk ke dalam apartemen. Di sana sudah ada Zafran yang menunggu. Lelaki itu langsung berdiri dan memeluk Lika. Keduanya merasa sama-sama lega karena sudah mengungkapkan hubungan mereka.
"Semuanya akan baik-baik saja kan?" tanya Lika.
"Iya, tentu saja. Selama kita bersama, semunya akan baik-baik saja." Zafran mengelus pelan pundak Lika. Perlahan dia melepas pelukan dan menatap lembut sang istri.
"Kita mulai dari keluargamu atau keluargaku?" tanya Zafran.
"Kita bisa lakukan besok. Untuk sekarang, lebih baik kita beristirahat ke kamar," tanggap Lika sembari mengalungkan tangan ke leher Zafran. Dia menyempatkan diri untuk mengecup singkat bibir lelaki tersebut.
"Aku pikir yang tersulit adalah keluargamu. Jadi kita temui mereka lebih dulu. Bagaimana?" usul Zafran. Dia menuntun Lika berjalan menuju kamar. Masih dalam posisi saling berpelukan.
"Baiklah." Lika menjawab sambil menghela nafas. "Kau benar, berbohong membuat lelah. Harusnya sejak awal kita katakan hubungan ini. Gara-gara aku semuanya tidak berjalan baik. Kau bahkan sampai harus pergi ke luar negeri," sambungnya yang mendadak merasa bersalah.
__ADS_1
"Ya, kau dulu memang jahat sekali," tanggap Zafran. Membuat ekspresi Lika seketika berubah cemberut. "Tapi aku sudah melupakan itu semua. Karena yang terpenting sekarang kau sudah berubah," tambahnya. Menyebabkan sebuah senyuman mengembang di semburat wajah Lika. Keduanya harus bersiap menghadapi reaksi keluarga masing-masing saat besok nanti.