Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 10


__ADS_3

"gue tau lo seneng banget ra, tapi plis ra gue g mau ngerusak kasur hotel ra, gue mohon berhenti loncat - loncat sekarang juga"cegah ila


benar saja sepulang jalan - jalan dengan gavi fira tidak berhenti tersenyum, ketawa dan loncat - loncat. gila



"gue seneng banget ila, lo tau g tangan gue digenggam gavi, gue dipeluk dia, gue liat sunset bareng dia, makan juga sama dia, huaaa.... mimpi apa gue semalem ilaaa"ucap fira histeris



"iaia, gue ngerti. Tapi sekarang udahan ya, kita tidur oke .Besok udah harus bangun pagi - pagi dan jam 6 kita keluar dari ini hotel. So kita tidur ya, besok lo puas - puasin deh cerita sama gue, oke"



"okaaayyyy"seru fira semangat lalu dengan cepat merebahkan badannya kekasur dan beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus fira



"gilaaaaaaa, cepat banget ni anak tidur"ucap ila gelang - geleng kepala



----------



"gimana gav?"ucap joe



"gimana apanya?"ucap gavi setengah tersenyum



"jalan lo sama fira?"



"seperti yang lo lihat?"ucap gavi merentangkan tangannya lalu menghempaskan badannya ke kasur



"gue bahagia bisa ngebahagiain fira, fira beda dan gue harus akui hati gue ada sedikit didia"ucap gavi lalu tertidur pulas



"aish, tu anak sampai kapan bakalan kayak gini, bakala ada dua hati yang tersakiti nantinya"decak joe



"setidaknya dia udah ngebahagiain fira"ucap reren lalu ikut tertidur bersama gavi



-----------



seperti hari - hari kemaren setelah kejadian dibali entah siapa yang memulai mereka mulai membuka perasaan masing - masing dan saling jujur tentunya.



Fira dengan buru - buru menggambil hpnya yang berbunyi benar saja dia sekarang sedang menunggu balasan sms dari gavi tentunnya dan hal hasil



1 pesan masuk



Gavi : "someone in my life, ini semua karna gue sayang, dan gue ngerasain itu. Jujur gue bacanya sampe hati gue berbunga - bunga tau. Gue seneng banget malam ni, thanks ya la. makasih AS (aflaa sayang) ku. Selamat tidur, nice dream :* gue sayang sama lo aflaa"



begitulah sms gavi akhir - akhir ini, satu hal yang fira tau, cintanya tak bertepuk sebelah tangan



"woiiii"ucap bang ori dari kamarnya, mau tidak mau fira dan dion harus kekamarnya



"apaan"ucap gue jutek



"mama sama papa kayaknya betah deh tempat nenek"



"trus?"ucap dion



"mulai sekarang yang ngatur uang jajan kalian itu gue, dan apapun kegiatan kalian itu harus seizin gue"



"lahh, kok gituu"ucap fira pasrah



"kalau g nurut uang jajan dipotong"



"ah, pemerasan lo"ucap dion tak mau kalah



"mau gimana lagi, dan satu lagi. Kata mama kalau lo pada ke toko jangan lupa bayar dan jangan makan kuenya banyak - banyak dan yang paling penting buat lo berdua jangan cari ribut . oke"



"keeeee..."jawab fira dan dion pasrah, lalu pergi dari kamar ori



"lo ngapain ikutin gue ion"ucap fira sambil membalikkan badan



"mau curhaaatttt"ucap dion dengan wajah yang.. hmm.. diartikan seperti bayi besar mintak permen mungkin



"hahahaha, lo mau curhat apa? tumben banget lo? hhaha"tawa fira



"kagak jadi kalau gitu"ucap dion lalu pergi meninggalkan fira, namun langsung dicegah oleh fira



"oke, oke lo mau cerita apa"ucap fira mendorong dion masuk kedalam kamarnya



"gini lo tau banget kan sifat gue gimana?"tanya dion



"cool, sok kegantengan, jaim, sinis, pemarah, egois hm.. apa lagi ya kaku mungkin"ucap fira bingung



"nah lo tau kan gue kayak gimana - gimananya?"dan fira hanya angguk - angguk kepala



"gue suka sama seseorang"ucap dion dengan suara pelan



"hahahha, lo suka sama cewek? hahah, sial banget tu cewek"ucap fira ngakak



"ishh, dengerin gue napa"



"iaia, trus trus?"



"gimana cara deketin dia?"tanya dion



"hahaha, lo nanya kegue gimana cara deketin cewek? hahaha"tawa fira lagi


__ADS_1


"ah, cerita sama lo g asyik, gue cerita sama bang ori aja"



"hahha, iaia gini gue kasih saran aja sama lo dulu ya, g bukan itu. Gue sekarang nugasin lo buat mata - matain dia selama 1 minggu, lo catat gimana sifatnya, trus apa yang dia suka dan yang G dia suka. Lo cari tau dimana dia tinggal. Teman - temannya siapa aja, bisa?"ucap fira serius



"gue usahain"



"bagus, nanti dari data yang lo kasih gue bisa liat kriteria cewek yang lo suka gimana, sifatnya gimana baRu gue bisa ngasih saran sama lo. Takutnya semua cewek kan beda gimana cara deketinnya"ucap fira dengan seriusnya



"makasih ya, gue bakal ngumpulin semua informasi tu cewek"



"namanya siapa?"tanya fira



"hm.. itu..hm.."



"jangan - jangan lo g tau namannya ya?"tanya fira kaget



"ehhe, kagak. Lo kayak g tau gue aja disekolah gimana"



"okelah, gue berdoa yang terbaik aja buat lo ya, dan satu lagi jangan sampai dia curiga. oke?"



"siipp, makasih ya. Gue balik kamar dulu"ucap dion meninggalkan fira, namun baru sampai pintu dion balik arah dan menatap fira lagi



"lo sama gavi udah jadian ya?"tembak dion



"dia punya cewek kali"ucap fira langsung



"jangan terlalu berharap, simpan dalam - dalam aja prasaan lo itu ya"ucap dion membuat fira terdiam dan kembali tersenyum



"g, sebelum gavi nikah dia masih milik bersama"ucap fira tersenyum



"terserah lo"ucap dion sedikit jengkel



--------------



"lo..."geram fira



"apa aflaa ku"goda gavi



"pindah sekarang juga, gue lagi marah sama lo"rajuk fira



"ra udah donk, gavi kan g sengaja"ucap ila menenangkan sahabatnya



"g, gue lagi marah dan itu bukan g sengaja. tapi DISENGAJAIN"teriak fira marah



"iaiai, tadikan mau jailin lo aja, eh taunya tumpah tu tinta kebaju lo"




"hehe, yuk. Habis ini kita cari baju ya, buat kamu"



"ogah.."



"ntar gue kasih es krim giih"



"g mempan gavi"



"ayolah ra, gue merasa bersAlaah ni"ucap gavi



"kan lo emang salah, lo g liat apa gue lagi isi tinta spidol. Dan seenak jidat lo, lo malah nyenggol gue, gue kaget dan numpahin ni tinta ke baju. Aaaaaaaaaaaaaaa"teriak fira lalau meninggalkan ila dan gavi



"rasain, mak lampir marah"ucap ila ke gavi



"duh, nih la. Ntar temenin fira beli baju ya gue g sengaja,beneran lo"ucap gavi menyerahkan beberaPa lembar uang ke ila



"kalau dia g mau?"



"bilang aja lo yang traktir, oke?"ucap ila ke gavi dan ila hanya bisa mengangguk



------------------



"lo tunggu disini aja la, biar gue yang kedalem"ucap fira



"ni, uangnya. DaRi gavi"



"g usah, balikin aja sama dia"ucap fira



"lah, kok gue yang balikin? lo aja, kan lo yang berurusan sama dia"ucap ila memasukan uang yang diberi gavi kesaku fira



"aish, yaudah tunggu bentar ya"uap fira lalu masuk kedalam toko untuk membeli baju baru tentunya



beberapa menit kemudian fira keluar dari toko baju dan menenteng dua plastik yang berbeda



"loh, kok dua?"tanya ila bingung



"oh, ini buat dion"ucap fira



"lo jadi kakak baik ya, ehehe"


__ADS_1


"meskipun dia kayak gitu sama gue. Dia tetep adek gue la. Kebetulan gue suka sama warnanya dan kayaknya dion juga suka yaudah gue beli aja"ucap fira mantap



"banyak uang lo ya?"goda ila



"lo mau dibelin apa emang? tabungan gue masih banyak, uang yang dikirim papa diam - diam ke gue masih tersimpan rapi kok"tawar fira serius



"haha, gue becanda kali ra"ucap ila



"gpp kok la, kalau mau tinggal bilang aja sama gue, selagi itu positif dan benar - benar kebutuhan"



"tapi, kok lo terus pake duit bg ori atau dion sih kAlau belanja. Mereka g nanya tabungan lo?"



"gue jawab abis, hehe lo tau sendiri kan kartu atm gue banyak,eheeh"tawa fira



"iaia yang kayaaa"ucap ila



"bukan kaya la, gue aja yang bisa ngatur uang, hahaha"ucap fira tertawa kembali



------------



setelah sampai dirumah, fira langsung bergegas kekamar, mandi dan turun kebawah untuk makan. Rumah memang selalu sepi karena masing - masing pemilik kamar dirumah ini memiliki kehidupan masing - masing, termasuk fira.



Setelah membungkus rapi belanjaan tadi, fira lalu bergegas kekamar dion



"diooooonnnn..."teriak fira sambil memukul kencang pintu dion



grubuk..grubug..puk..puk..



"...."



"dion, lo ada didalam g? buka pintu donk. Eh g dikunci"ucap fira masuk kekamar dion



"diooon, kamu dimana? kok gelap?"tanya fira bingung lalu menghidupkan lampu kamar dion



ASTAGAAAA



"diooonnnn..!"pekik fira kaget



"dion, lo kenapa? astaga dion"pekik fira



ASTAGAAAA...! teriak ori



"dion, lo kenapa?"ucap ori ikut - ikutan



"huaaaaaaaa...."rajuk dion memeluk fira



"lo kenapa sih? kamar brantakan, tisu dimana - mana. Tu muka lo sama idung lo kenapa merah?"ucap fira bingung



"huaa, cewek yang kemaren gue bilang itu tiap hari diantar jemput cowok. Lebih keyen dari gue aaaa...."teriak dion frustasi, dalam hitungan detik ori dan fira tertawa terbahak - bahak melihat kekonyolan dion



"hahhaha, lo lucu banget dek"ucap ori sambil menggelengkan kepalanya



"huaaa, kalian jahat semua. lo tau kan ini pertama kalinya gue bisa suka sama cewek"



"ya, tapi sayang ceweknya udah punya pacar"ucap fira menambahkan sambil tertawa terbahak - bahak



"oya, tangkap"ucap fira melempar sesuatu yang dibungkusnya tadi ke dion



"ini apa?"ucap dion bingung



"buka aja"ucap fira lalu melompat ke kasur dion, sedangkan ori hanya geleng - geleng dan mengambil tisu yang berserakan dilantai



HUAAAAAAAA...! teriak dion histeris



"lo.. lo dapat dimana? huaaaa, keren bangeettt. besok gue pake"ucap dion senang



"bisa gue pinjem g?"ucap ori



"mana bisa, emang lo bisa main basket apa? pake pinjam - pinjam baju segala. huuu, makasih ya. Pasti ni baju mahal banget ya"ucap dion



"so pasti lah, karena gue suka hiasan hitamnya dan lo suka warna merah yaudah gue beliin buat lo satu"ucap fira



"maksih ya, gue pake ya?"ucap dion langsung memakai baju basket baru yang diberi fira



"waahhhh, bagus banget. Pokoknya gue bakal pakai ini besok, huaaa, g sabar gue. Yaudah gue ma tidur udah ngantuk. Bajunya gue bawa tidur ya?"ucap dion ke fira



"terserah do leh"ucaP fira bingung lalu menyeret ori keluar



"Takut gue liat dion sumpah"ucap ori dengan gaya takutnya



"gue juga kali bang"ucap fira takut



"cepat kali dia lupain masalahnya tadi"



"haha, palingan ntar juga bakalan nangis lagi. hahaha"ucap fira lalu masuk kekamarnya



HUAAAAAA....

__ADS_1



"kan, apa gue bilang"ucap fira sambil geleng - geleng kepala


__ADS_2