Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 21


__ADS_3

2,5 Tahun kemudian



"Keponakan gue manaaaaaa????"



"Apaan sih lo kak baru nyampe juga, g meluk gue.."



"Apaan sih, lilo mana? gue banyak bawa oleh - oleh ni buat dia"ucap fira sambil menenteng blanjaannya dan menghiraukan dion



"Lo bawain dia mobil-mobilan?"tanya dion dan fira mengangguk



"Lo disana makan apaan sih, lilo itu baru lahir, lo malah beliin dia mobil - mobilan? Dan satu lagi namanya Adilo bukan lilo tau"ucap dion membenarkan



"Suka - suka gue donk, gue kan aucha nya"ucap fira sambil meninggalkan dion dan berlari kekamarnya



"Itu kakak lo makin cantik aja, bohayy"ucap ori



"Ih, itu mah adek lo kali bang, dilo mana? Fira nyariin tu"



"Sama lily noh diatas"



"Cie, yang jadi bapak - bapak sekarang"



"Kayak lo aja yang g ntar nya, oya kabar ela gimana?"tanya ori



"Aman kok"ucap dion santai



"Lanjut kan?"



"Oh, tentu tapi gue mau nunggu kakak tercinta gue dulu lah, lagian masih kuliah dianya"ucap dion menjelaskan ke ori



"Abaaaannngggggg....."teriak fira dari atas, lalu berlari kebawah. Kebiasaan, g berubah



"Itu, si lilo mirip lo banget bang, senyumnya itu lo. Bikin gue meleleh"ucap fira lebay



"Sini lo"ucap ori menyuruh fira duduk disampinya



"Apaan bang?"



"Lo apa kabar?"tanya ori sambil merangkul fira



"Wah, baik gue mah, jadi kaya gue sekarang,haahhh"tawa fira



"Kayaan gue kaleee..."ucap dion bangga



"Halaahhh, buka bengkel doang, berduaan sama saudara sipacar. Ah, uangnya dibagi - bagi. Liat gue noh, udah buka toko cabang disana"



"Ia dah, ia berkat lo gue g bakalan dapat berdiriin tu bengkel"ucap dion pasrah



"Oya dek, lo bakal netap disini?"tanya ori



"Sepertinya, gue mau lanjut kuliah, dan rencana mau buka cabang lagi disini"



"Cabang lagi?"ucap dion tak percaya



"Baguslah kalau gitu, bantuin lily disini lo"



"Itumah aman bang, lilo itu kan anak gue juga"ucap fira



"Lo bener - bener masih fira yang dulu"bantin ori



-------------



"Kak, lo bakalan pergi reunian besok?"tanya dion



"Pergi lah, ila kan balek sini, bawa calon lagi. Kenapa emanganya?"tanya fira



"G ada sih, hum.."ucap dion berfikir



"Mau apaan lo, duit lagi?"tanya fira to the point



"Kagaklah, kangen aja gue sama lo, selama kerja disana lo mana pernah hubungi gue, palingan sms doank"ucap dion sendu



"Aish, sejak kapan adek gue yang ganteng ini melow, sini pelukan sama gue"ucap fira menyuruh dion mendekat



"Gue kangen kak"ucap dion bersandar disamping fira



"Nih,gue ada disamping lo peluk gih"ucap fira dan dion langsung memeluk fira



"Adek gue udah dewasa sekarang ya, jangan pernah sombong dan saling bantu orang ya"



"Pesan lo itu mulu kak, bosen gue"ucap dion



"Gue sukses karna itu ion, yaudah tidur gih. Besok lo temenin gue liat toko ya"



"Toko yang mana? Toko lo kan banyak"



"Ah, lo g tau maksud gue toko mana"



"AGALAA kah?"tanya dion



"Yup, gue mau kesana"



"Sampai kapan lo mau nungguin dia terus kak?"



"Gue g tau, yang jelas hati gue masih nunggu dia dan gue g capek ion"ucap fira



-------



Eakk..eak..



"ishh, siapa sih pagi - pagi udah berisik"ucap fira kesal



Eakkk.. eak...


"ish.."ucap fira bangun dari tidurnya, dan berjalan keluar



"ih, siap-lilooo?"teriak fira kencang



"omegoott liloo, sini nak sama aucha, sini sayang"ucap fira sambil menggendong adilo



"ish, mandi gih sana, main gendong - gendong anak orang aja"ucap ori sambil mengambil dilo dari gendongan fira



"ish, abang apaan sih, mandi g mandi akumah tetap kece bang"ucap fira centil



"eh, udah bangun kamu ra"ucap kak lily mengambil dilo dari ori



"udah kak, mau ke toko rencana, dilo kenap ya kak?"tanya fira



"biasa, lapar dia"ucap lily



"yaudah, aku mandi dulu ya kak"ucap fira ke lily dan ori



-------



"kak, udah siap belom? Gue mau ke bengkel dulu ni"teriak dion dari bawah



"tunggu bentar napa, kayak g pernah nunggu ela dandan aja"teriak fira tak kalah kencang, kemudian turun kebawah



"hoaaa, makin cantik aja lo kak, natural dan g lebay seperti biasanya"ucap dion jujur



"apaan sih, lo kayak g tau gue aja, dandan menor - menor bukan tipe gue, yuk cabut"ucap fira menarik dion



"eh.."ucap fira dan dion memberhentikan langkahnya



"apan?"tanya dion jengkel



"gue belom cium lilooo gue"ucap fira ngacir kedalam dan mencari keberadaan lilo



"nah, aucha udah cakep ini, cium cium"ucap fira mendekat ke lilo



"bang ori udah berangkat ya kak?"tanya fira ke lily



"udah dari tadi, kamu aja yang kelamaan mandi"



"oya kak, kapan ni aku diundang kerumah barunya kakak"tanya fira



"tunggu aja deh, kamu pasti suka"ucap lily



"yadah aku pamit ya kak, bye lilooo"ucap fira sambil dadadada



------



"kebiasaan leletnya"ucap dion didalam mobil



"biasa aja, yuk berangkat"ucap fira semangat, diperjalanan fira tak henti - hentinya berceloteh membuat dion sedikit kesal dengan kakaknya, sejak kapan fira secerewet ini, semua yang dilihat pasti diceritain



"udah sampai dan jangan bikin keributan, gue mau nemuin orang dulu"ucap dion meninggalkan fira



"okee sipp boss"ucap fira hormat kedion



"stt..stt..."ucaP seseorang



"apaan sih"ucap fira menatap keselilingnya



"hy cewek"goda seseorang, dan firapun melihat kesampingnya



"eloo?"teriak fira g percaya



"lo tau gue?"tanya orang yang dipanggil fira dengan elo, dengan kuat fira memukul kepala elo dan menjambak rambutnya



"ih, lepasin napa, dasar cewek barbar"



"lo bilang gue apaan?"tanya fira tak terima



"cewek barbar"ucap elo mengulang



"rasain ini, lo udah ngata - ngatain gue"ucap fira memukul kuat elo



"udah - udah, ampun gue mah, lo siapa sih? Cari siapa disini?"tanya elo nyerah



"lo bener g kenal sama gue ha?"ucap fira kesal dan berapi - api



"kagak, emang siapa"tanya elo santai



"iihh, lo ini..gue ini fira kakaknya dion"ucap fira menarik - nerik rambut elo kembali karena kesal



"kak fira? Lo kak fira?"tanya elo lagi



"iya, puas lo katain gue cewek barbar?"ucap fira ngambek



"hoaaa, lo cantik banget kak, bohay.. gue kira lo siapa. Sumpah lo beda banget sekarang g kurusan lagi"ucap elo jujur sambil menggoda fira



"apaan sih, g mempan gue kenak goda lo, anterin gue liat - liat ni bengkel napa"ucap fira ke elo



"oke, sip boss cantik"ucap elo merangkul fira, bagi elo sekarang keluarga fira sama pentingnya dengan ela serta keluarganya



-------



"udah napa mesra - mesranya, lo jadi ke toko kan?"ucap dion tak terima karena melihat elo dan fira tertawa seperti orang pacaran



"cie, cemburu ya? Sini - sini"ucap fira ke dion, dan dion pun mau tak mau mendekat



"gue sayang lo berdua tau"ucap fira merangkul kedua adiknya



"yadah yuk, kita ke toko"ucap fira lalu menarik dion



"byee, lo besok gue kerumah ya sampein salam ke ela sama mak dan bapak lo ya"

__ADS_1



"oke sip, hati - hati kak, bro"ucap elo



"oke"ucap dion lalu melajukan mobilnya ke toko



Sesampai ditoko



"wah, g ada yang berubah ya dari ni toko"ucap fira ke dion



"ya, gue Cuma ngecat ulang aja"ucap dion memperjelas



"yuk, masuk g sabar gue"ucap fira melangkahkan kakiknya kedalam toko



"nice place"ucap fira sambil tersenyum hangat



"gue Cuma ngatur ulang letak foto - foto lo, gpp kan?"ucap dion



"gpp"lirih fira



"gue g mau lo melow yak"ucap dion



"malu diliatin karyawan"tambah dion



"gue Cuma kangen aja"ucap fira ke dion



"sampai sekarang bang gavi g tau lo punya toko ini"ucapan dion membuat fira melirik kearah dion



"gavi g ada pulang ke sini?"tanya fira, dan dion hanya menggeleng



"sama kayak lo, ditelan bumi dan g balek ke kampung halaman"ucap dion sedikit lemah



"gue pulang, dia bakalan pulang kok, tenang aja . gue yakin"ucap fira mantap sedangkan dion hanya tersenyum, sekarang kakaknya benar - benar berubah menjadi sosok yang lebih dewasa, terakhir dia menangis adalah saat melepas kepergian bang gavi, dan saat komunikasi mereka putus dan tak saling berhubungan lagi, kakaknya tak pernah memasang raut wajah sedih atau lebay kayak dulunya



-------



"selamat siang, dengan saya melani saya membawa daftar menu untuk anda"ucap pelayan toko menyerahkan daftar menu ke fira dan dion



"ehm.."ucap dion batuk



"eh?"ucap pelayan toko bernama melani kaget karena yang dilayaninya saat ini adalah bosnya



"maaf"ucapnya menunduk



"tolong panggilkan semua karyawan yang ada untuk berkumpul diruangan"ucap dion dingin



"ba - baik"ucap melani lalu meninggalkan meja fira dan dion



"biasa aja kali"ucap fira sedikit takut dengan sikap dion



"gue lucu aja liat tu anak, dia takut banget sama gue"ucap dion sambil tertawa kecil



"yuk, gue G sabar mau liat ruangan baru gue"ucap fira semangat sambil menggandeng dion


Bisik - bisik terdengar oleh telinga fira



"eh, itu pacar barunya pak dion ya?"



"lah, bukannya pacarnya itu yang kemaren ya, yang sering kesini?"



"bukan, noh liat mereka gandeng tangan"



"mereka mirip lo"



"kata orang kalau mirip itu jodoh lo"



"dasar, udah tau pak dion udah punya pacar, masih aja dideketin"



"ehm.."ucap dion menghentikan percakapan karyawannya



"hari ini, yang akan menggantikan saya sebagai bos adalah KAKAK saya, Afira Aslla dan dia adalah pemilik toko yang sebenarnya. Apa kalian tak mengenali dia? Saya rasa fotonya banyak terpajang disini"ucap dion keras dikata kakak, semua yang mendengar kaget, apalagi para karyawan yang bergosip ria dan mengatakan fira yang tidak - tidak



"perkenalkan saya Afira Aslla, kalian bisa panggil saya fira dan saya tak suka dipanggil buk, karena saya masih muda dan belum menikah"ucap fira tersenyum ramah



"ada yang ingin ditanyakan?"ucap dion dingin



"kalau tidak ada, kembali ketempat kalian"ucap dion tegas, dan semua karyawan keluar dari dalam ruangan



"gilaaa, lo sadis amat dek"ucap fira heran dnegan adiknya



"biasa, bawaan boss"ucap dion merebahkan badanya ke sofa



"g balek ke bengkel lo?"tanya fira



"ogah, gue disini aja. Ada menu baru g? Bikin kue yok"ajak dion



"menu baru?"ucap fira berfikir



"ia"ucap dion meyakinykan



"sepertinya ada"ucap fira tersenyum dan kemudian berjalan kearah dapur diikuti dion dari belakang, semua karyawan memerhatikan bos mereka



"loves moon"ucap fira



"nama yang bagus"ucap dion dan mereka berduapun sibuk dengan kegiatan mereka kembali



-------



"hoaa, jadi"ucap fira puas dengan kue bikinannya



"rasa manis melon dan asam strawbery jadi satu"ucap dion tak kalah senang



"mau icip?"tanya fira



"pasti donk"ucap dion semangat lalu memasukan sepotong kue kedalam mulutnya




"beneran?"ucap fira memasukan satu potong kue buatannya kedalam mulut



"gilaaa, aseeemmm"ucap fira lalu tertawa bersama dion



"kayaknya ini bakal masuk daftar menu deh"ucap dion



"pasti donk, banyak yang lain lo"ucap fira



"resep baru? Lo banyak resep baru? Hoaa, bener - bener kerenn lo"



"ia donk, gue. Oya bagiin ke karyawan noh, mereka pada ngintipin kita"ucap fira membuat para karyawan yang melihat kedua bosnya menjadi salah tingkah



"masuk aja"ucap fira ramah, benar - benar berbeda dengan dion



-------



"kak, lo g beli baju gitu"



"buat apaan emang?"



"kan mau reunian besok"ucap dion



"ia, lo butuh gue traktir g?"ucap ori ikut - ikutan nimbrung



"gue punya duit kali, dan baju gue masih banyak yang bagus - bagus"ucap fira menerangkan



"yaudah deh, acaranya besok kan? Gue anter yak?"tawar dion



"tumben baik lo"ucap fira curiga



"lah, baik sama kakak sendiri apa salahnya"ucap dion tak terima



"yaudah, istirahat gih kalian berdua"ucap ori



"bapak - bapaknya keluar, serem"ucap dion berlari diikuti fira



"hahaha, becanda bang"teriak dion dari atas



"anak gue tidur woii"teriak ori keras



"sayaaaaang, diloo kebangun"ucap lily dari kamar



"mampus lo"ucap fira tertawa



-------



"yaudah, hati - hati yak, ntar hubungi gue aja kalu udah kelar"ucap dion



"oke, makasih ion, hati - hati dijalan. Sampe bengkel kasih tau gue"ucap fira keluar dari mobil dion



"kak"panggil dion



"yaa?"tanya fira



"lo cantik hari ini, manis dan natural. Jadi pd aja okey"ucap dion memberi semnagat



"aman, itulah gue"ucap fira bangga



Firapun melangkahkan kakinya kedalam, sebuah gedung yang menjadi saksi betapa dekatnya fira dengan gavi, dan ini adalah tempat pertama kali fira bertemu dengan gavi, sahabat sekaligus orang yang dia sayangi



"permisi kak, isi buku tamunya dulu"ucap salah satu junior fira



"hm"ucap fira mengisi buku tamu



"udah banyak yang didalem ternyata"ucap fira pelan dan masuk kedalam



"FIRAAAAAAA"suara itu



"ILAAA?"ucap fira berlari dan memeluk sahabatnya ini



"Yaampun ra, gue sempat g mau nyapa lo karna lo beda banget, untungnya tampang bloon sama sedih lo masih melekat diwajah, jadi gue bisa ngenalin lo"



"Basi looo"ucap fira cemberut



"Becanda kali, gimana kerjaan disana?"



"Ya, aman - aman aja sih"



"Kapan balek ke sana lagi?"tanya ila



"Hum, sepertinya gue bakal netap disini deh"ucap fira tersenyum jahil



"Seriusan ra?"ucap ila keras



"G usah pake toa kalee, gue udah keluar, mintak berhenti gue"ucap fira



"Kenapa? Lo ada masalah? Atau udah bosen?"tanya ila kepo



"Keponya keluar, mana ada gue masalah disana, toh tahun ini gue bakal naik jabatan tapi gue tolak, gue mau disini aja, kuliah sambil jaga toko, lagian kasihan kak lily dia jaga lilo dirumah sendirian, sekarang itu rumah cuma gue sama saudara gue yang huni, mak sama bapak gue mah dikampung terus udah pensiun mereka"terang fira



"Hm, gitu ya bagus deh gue juga ada temen disini"



"Laki lo mana?"tanya fira



"Tadi dia nganterin gue aja, dia mau jemput adeknya, mau tinggal sama gue"



"Bagus donk, g kesepian lagi lo"



"So pasti, apalagi lo ada disini. Oya, udah makan?"tanya ila



"Belum sih, lo kalau mau makan, makan aja dulu. Gue mau putar - putar dulu"

__ADS_1



"Yaudah, hati - hati ya, ntar gabung aja sama yang lain, noh"tunjuk ila ke teman - teman sekelasnya. Rame


-------



Firapun mulai melangkahkan kakinya mengitari sekolah, dimulai dari lapangan sekolah yang menjadi saksi pertengaran dia dengan gavi, ruang 3 dan 4, tempat pertemuan mereka pertama, kelas rsbi dimana mereka menghabiskan waktu 3 tahun bersama teman - temanya. Tak terasa mata fira memanas.



"Gue g boleh nangis"lirih fira



Firapun masuk kedalam kelas rsbi lamanya, ternyata ruangan itu berubah, tak seperti dulu, fasilitasnya sudah tak seperti dulu lagi. Namun goresan itu masih ada, terukir rapi disudut pintu



"Afira Agavian"ucap fira sambil mengelus ukiran tersebut, tak terasa senyumPun terukir dibibirnya



"Apa kabar gav"ucap fira lirih, dia ingin menangis sekarang. Berkunjung kesekolah adalah hal yang salah, sangat salah



Setelah mengitari sekolah dan berfoto ria diberbagai sudut, firapun melangkahkan kakinya kebawah dan menghampiri teman - temanya



"Wow, coba kita lihat siapa yang datang"ucap joe tersenyum hangat dan lalu memeluk fira



"Apa kabar joe"ucap fira tak kalah hangat



"Seperti yang lo liat"ucap joe, kemudian fira menyapa satu persatu temanya, dan mereka hanyut dalam nostalgia kembali



"Joe.."panggil seseorang, namun tak ada yang menghiraukan suara tersebut kecuali satu orang, fira



"Joee, lo budeg atau apa sih"ucap orang itu lagi



"Apaan?"ucap joe masih sibuk berbicara dengan yang lain



"Eh tunggu"ucap joe membuat teman - temannya berhenti berbicara, sedangkan fira sudah berhenti dari tadi



"GAVI?"teriak semua orang, dan yang paling lebay joe



"Baru sadar lo"ucap gavi sambil memeluk teman - teman yang cowok



"Gila, sampai kapanpun rambut landak itu tetep nangkring dikepala lo ya"ucap reren



"So pasti inikan khas gue"ucap gavi bangga



Kemudian pembicaraanpun berlangsung kembali, tentunya lebih riuh karena telah lengkap semua, kecuali fira. dia masih diam dan memerhatikan orang yang dirindukannya sekarang sedang tertawa dihadapannya. Merasa diperhatikan gavipun melihat keseliling dan saat itu, matanya dan mata fira bertemu.


Tercetak jelas diraut wajah mereka berdua keterkejutan yang luar biasa, dan dimata mereka berdua terpampang jelas kerinduan yang mendalam.


Karena merasa air matanya akan turun, firapun mengangkat kepalanya keatas dan melihat langit yang tak berawan, mencegah air matanya tumpah.



"La, gue mau ke wc dulu ya"ucap fira



"Lo kenapa? Perlu gue temenin?"tawar ila



"Mau bab juga mau lo temenin, emang gue apaan, ahah"ucap fira berusaha tertawa kemudian berjalan ke arah wc



"Kejar gih, sebelum terlambat"ucap joe memukul pundak gavi, dengan cepat gavipun mengejar fira



Karena tak tau diikuti, sepanjang jalan air mata fira turun, kerinduannya selama ini dia curahkan melalui tangisan, belum sampai di tempat tujuan fira telah luruh kelantai, menangis tertahan sungguh menyakitkan.


Melihat fira begitu lemah membuat gavi ingin menangis, betapa rindunya dia dengan sahabat ini, sekaligus orang yang disayangi. Ya, gavi menyayangi fira.sangat



"Stt..jangan nangis"ucap gavi menarik fira dalam pelukannya, sontak fira kaget dan menangis kencang, tak terasa air mata gavipun ikut turun bersama air mata fira yang deras



"Gue..gu.."



"Stt... gue kangen sama lo"ucap gavi serak, firapun mempererat pelukannya



"welcome home aga"ucap fira ditengah tangisnya,membuat gavi tersenyum, aga.. fira masih mengingat namanya



"Welcome home too aflaa"ucap gavi memeluk erat fira dan kemudian melepaskannya secara lembut



"Apa kita perlu pulang diam - diam dan menghabiskan waktu berdua? Dari pada mewek gini "ucap gavi sambil mengapus air mata fira, membuat fira tersenyum dan kemudian mengangguk



"Yuk,,"ajak gavi dan menarik tangan fira, menggenggamnya kuat dan tak ingin melepaskannya


-------



"La.."ucap gavi pelan



"Hm.."ucap fira membalasa singkat



"Lo lagi mikirin apa?"tanya gavi



"gue g tau mau mikir apa, ketemu sama lo udah hal yang luar biasa bagi gue, hal yang slalu gue tunggu - tunggu"ucap fira sambil mempererat rangkulan tangannya pada lengan gavi, dan menyandarkan kepalanya, nyaman



"Gue sempat g bisa ngomong saat liat lo la"ucap gavi



"So.."



"So?"tanya gavi



"Hhah, g ada. gimana kabar disana? Kerja lo?"tanya fira



"Kerja gue aman mah, jabatan gue naik beberapa bulan yang lalu, lo gimana?"



"Gue udah berhenti, mau nambah kuliah lagi trus sama ngurus toko disini"ucap fira lirih



"Kenapa sedih gitu?"tanya gavi



"Lo seenaknya, datang tiba - tiba dan pergi lagi"sungut fira



"Tapi gue pergi untuk kembali la"ucap gavi mengelus puncak kepala fira



"Kapan kembali? Kenapa g cari kerja disini aja"



"Tunggu waktu yang tepat la"



"Maksudnya?"tanya fira lagi



"Tunggu aja deh, sekarang kita kemana? Udah sore lo. Belum makan kan?, makan yuk?"


Ajak gavi



"Gue punya tempat makan yang bagus buat lo"ucap fira tersenyum jail



"Okeh"ucap gavi langsung manerik fira dan merangkulnya, membuat muka fira seketika merah



"Rasanya gue sering ngerangkul lo deh ra, kenapa masih malu - malu"tanya gavi



"Kan konteksnya beda"ucap fira keras lalu berlari kearah mobil gavi



"G pernah berubah"batin gavi


-------



"AGALAA RESTO?"tanya gavi ke fira, sedangkan fira hanya tersenyum dan berjalan kedalam duluan



Saat gavi membuka pintu dan melangkahkan satu kakinya kedalam, matanya langsung tertuju pada satu dinding, ya semua kenangan gavi dan fira tercurahkan melalui lembaran - lembaran foto yang tersusun rapi.


Gavipun melangkahkan kakinya kearah dinding tersebut dan melihat satu persatu foto yang ada. Tak kalah senyum lebarnyapun terukir indah



"Tunggu waktunya la"batin gavi lagi



"Hai"sapa fira dari belakang, sontak gavi melihat ke arah sumber suara, dan tanpa babibu gavi langsung menarik fira kedalam pelukannya



"Ga---"



"Biarin kayak gini dulu, gue kangen"ucap gavi lembut membuat fira mau tak mau menitikkan air mata lagi



"Jangan nangis"



"Tapi, lo ngizinin gue nangis kalau ada lo, sekarang lo disini. Apa salahnya gue nangis"ucap fira sambil memukul dada gavi



"Mau dipeluk terus ni ceritannya"goda gavi



"Apaan sih, yuk duduk dulu"ajak fira sambil menghapus air matanya



"Lo mau kemana?"



"Skali - skali gue jadi pelayan lo gpp kan?"goda fira balik ke gavi, membuat gavi tersenyum tipis


------



"Menu baru lo kapan nemu?"tanya gavi sambil mengendarai mobilnya menuju arah rumah fira



"baru nyampe sini langsung bikin tu menu"ucap fira bangga



"Yelah, selalu ada kejutan dari lo, udah sampai ni"ucap gavi tersenyum hangat ke fira



"Lo mesti turun"ucap fira menarik paksa gavi, mau tak mau gavipun turun



"Firaaa pulaanng"teriak fira semangat dan keras membuat gavi geleng-geleng kepala



"Lo ke kamar dion aja, dia pasti ada didalem, gue ganti baju dulu, gerah"ucap fira dihadiahi anggukan dari gavi,gavipun melankahkan kakinya ke kamar dion



Tok..tok..tok.


"Siapaa? Masuk aja keles, lo ya kak"teriak dion dari dalam kamar



Cklek



"Kak, besok pinjam duit dah buat beli bahan, kurang ni bahannya, setelah gue hitung - hitung"ucap dion sambil memperhatikan tabnya



"Butuh berapa"tanya gavi



"5 juta doank kak, besoknya gue ganti"ucap dion masih fokus



"Transfernya kemana?"tanya gavi lagi



"Kerekening gue aja kak, eh lo sakit ya kak suara lo kok berubah gitu"ucap dion masih asyik sama pekerjaannya



Hap..


Gavipun mengambil tab dion, membuat si empunya marah



"Kebiasaan deh gang--"



"Gang gang apa ion"ucap gavi tersenyum hangat



"Hoaa, abang"teriak dion lalu memeluk gavi



"Apa kabar adik jagoan"tanya gavi



"Baik donk, baik banget malahan"ucap dion senang



"Udah dewasa aja lo, kemaren baru bau kencur"



"Lo keren sekarang bang, makan apa lo disana? Kapan nyampe?"



"Baru tadi nyampe"ucap gavi tidur disofa dion



"Kemana aja sama kak fira?"tanya dion



"pantai, AGALAA RESTO hehee, makasih ya restonya bagus"puji gavi



"Apaan sih, oya status lo sama kak fira gimana?"tanya dion langsung



"Sekarang masih sahabatan"ucap gavi tergantung



"Besok?"tanya dion penasaran, sedangkan gavi hanya tersenyum jahil, dion sangat tau apa artinya



"Bang lo tidur disini aja yak?"tawar dion



"Lah, g ah gue pulang aja, orang dirumah nungguin gue"jawab langsung dari gavi



"Ayolah bang, lo belum ketemu bang ori sama dilo kan"



"Dilo siapa?"



"Anaknya bang ori sama kak lily donk"


__ADS_1


"Wow, punya anak? Ahha, g sabar ketemu dia"


__ADS_2