Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 25


__ADS_3

Ini sudah siang dan mereka berdua masih stay diatas kasur sambil berpelukan, menghiraukan bunyi dan getar hp mereka yang tak henti-hentinya berdering



"Aihh, bisa g itu hp dibuang aja la"ucap gavi geram



"Hehe, udah siang juga ga"ucap fira membuat gavi makin menggulung badannya ke fira, menghirup aroma tubuh fira dalam



"G, gue g mau. Gue mau kayak gini aja seharian"ucap gavi membuat fira tertawa



"Anak anak banget sih gav"ucap fira mengelus pelan rambut gavi



"Kan cuma sama kamu aku kayak gini ay"goda gavi



"Ay?"ucap fira binggung



"Ayang maksudnya"ucap gavi sambil tertawa dan kemudian duduk. Wajahnya serius membuat fira ikut duduk



"ada apaan gav?"ucap fira yang mendadak serius



"Minggu besok kita nikah ya"ucap gavi membuat fira diam dengan sederetan kata tersebut dan kemudian berteriak



"Se- seminggu lagi?"tanya fira tak yakin



"Bacanda kali, mupeng banget"ucap gavi sambil mencolek dagu fira



"Ah, males gue sama lo. Ih.. awas kalau ngajak nikah lagi ya, gue tolak baru tau rasa"ucap fira hendak turun dari kasur namun ditahan gavi, kini tubuh fira tepat berada dibawah tubuh gavi, kedua tangannya telah dikunci oleh gavi


Dengan takutnya fira angkat suara



"Ga.. gavi"ucap fira dengan gugup, namun gavi hanya diam



"Lo, apaan sih. Marah? G usah kayak gini"ucap fira sambil menggerakkan badannya namun tak bisa



"Diam dulu"ucap gavi datar membuat fira diam dan berhenti bergerak



"Hampir 8 tahun kita sama-sama, selama itu kita banyak melalui cobaan. Sampai akhirnya kita terpisah oleh waktu. Namun detik ini juga kita dipertemukan. Penantian lo, penantian gue. Kerinduan kita udah terbalas sekarang. Bagaimanapun caranya, lo harus jadi milik gue la, lo g perlu jadi pacar gue. Cukup jadi istri dan ibu untuk anak - anak gue"ucap gavi dengan mata teduhnya, namun membuat fira menangis terisak.


Gavipun panik dan melepas dekapannya ke fira



"La, kenapa?"tanya gavi lembut



"Hikshiks, jangan kasarin gue kayak tadi. Gue kan takut. Gue becanda gavi. Habisnya lo ngerjain gue. Jangan bikin gue takut gav"ucap fira terisak



"Astaga la, gue kira lo kenapa kenapa. Maafin gue ya"ucap gavi memeluk fira



"Lo mah jahat, jahat"ucap fira sambil memukul dada gavi



"Hei, udah. Yuk mandi dulu kamunya biar aku yang bikin makanan jangan mewek mulu" namun fira berdiri dan memelototi gavi



"Disini yang jadi istri bukan kamu, tapi aku. Yang bakal nyiapin makanan disini aku. Kamu yang mandi duluan sana. Aku yang masakin kamu"ucap fira keluar dari kamar. Sedangkan gavi hanya tersenyum tipis


__ADS_1


"Istri, suami"membayangkannya saja perut gavi terasa berisi kupu - kupu. Apalagi kalau beneran. Ah tidak sabar rasanya menikahi fira



Setelah selesai mendi gavi berusaha mencari fira didapur. Namun tak menemukannya



"La, kamu dimana la"teriak gavi panik



"La, kamu dimana"panggil gavi lagi



"Aghu dishini"ucap fira tak jelas karena dimulutnya sekarang telah berisi potongan keju



"Astaga la, ngapain kamu makan dibawah sana"ucap gavi sambil menjulurkan tangannya ke fira



"Habisnya ini enak"ucap fira memperlihatkan satu batang keju



"La, gue g bakalan mintak. Kalau lo suka yaudah makan. Gpp lo g kasih gue. Aduh lo bikin gue khawatir aja"ucap gavi lalu menarik fira dalam pelukannya, membuat fira berhenti mengunyah. Nyaman dan hangat



"Ga, nasi goreng sama lemonteanya ntar dingin lo"ucapan fira membuat gavi melepas pelukannya



"Oh ia, sini"ucap gavi menarik fira dan menyuruhnya duduk dipangkuan gavi



"Gav, gue kan bisa duduk disebelah lo"ucap fira kikuk



"No, mulai sekarang kalau kita berduaan makan, lo mesti gue pangku kayak gini"ucap gavi dan fira hanya pasrah



"Enak, seperti biasa"ucap gavi seraya mengecup pipi fira, membuat fira salah tingkah




"Apaan sih, gue mau mandi"ucap fira berdiri namun ditahan gavi



"Stt..."ucap gavi membuat fira diam



CUP..



Satu ciuman mendarat di bibir merah fira



"Manis, noh buruan mandi"ucap gavi sambil mendorong badan fira pelan, membuat fira berjalan kaku setelahnya


Gavi hanya bisa tertawa pelan



"Huh, akhirnya"ucap gavi sambil meminum lemontea buatan fira



---------------



Dikatakan suasana tegang dan mencekam ia, dikatakan ini suasana haru dan bahagia bisa jadi. Hehe


Bagaimana tidak, saat mereka berdua sampai dirumah fira kedua keluarga telah berkumpul. Tentunya keluarga fira dan gavi.


Membuat keduanya terkejut, namun masih ada senyum tercetak di bibir gavi.



"Tangan lo tolong dilepas dari tangan adek gue"ucap ori geram


__ADS_1


"Dan jangan sok sok pakein jacket lo ke kakak gue"ucap dion tak kalah geram



"Lo duduk, dan lo dek. Duduk dekat dion"ucap ori datar..membuat seisi rumah diam. Kalau ori marah dion marah, habis sudah



"Apa yang udah lo lakuin ke adek gue agavian, kenapa baru pulang sekarang"tanya ori



"Gue g ada ngapa-ngapain adek lo bang, gue cuma peluk dia, rangkul dia, pegang tangan dia, nyium pipi dan bibir dia, tidur bareng dia, dan makan bareng dia. Itu aja, kenapa bang?"tanya gavi santai



"Astaga, lo tidur bareng adek gue, lo nyium bibir dia? Astaga gavi"ucap ori berapi-api



"Kan gpp bang, emang salah ya"



"Salah, lo bukan muhrimnya fira, dan sekarang gue marah lo malah santai. Mau lo apa sih?"



"Hum, mau gue ya bang?"ucap gavi melirik fira, membuat fira salah tingkah



"Apa? Jangan ancam-ancam adek gue"ucap ori



Gavipun berdiri, dan duduk bersimpuh dikaki fira, memegang tangan fira kuat



"Gue kenal fira hampir 8 tahun. Kita dekat dari sma. Satu tempat kuliah dan tamat bareng. status kita disini adalah sebagai sahabat. Meskipun kadang jarak dan komunikasi memisahkan kita, kita selalu berfikir yang positif. Hampir dua tahun kita berdua terpisah. Namun nyatanya fira masih nunggu gue, dan gue balik ke fira. Sahabat hanya status. Tapi perasaan siapa yang tau, dulu hanya fira yang berjuang sendiri. Dia rela tersenyum walau hatinya perih. Dan gue g bakal ngelakuin kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, membuat hati orang yang slama ini ada disamping gue, yang memberikan kekuatan dan selalu sabar buat ngarahin gue, hingga gue bisa berdiri sekarang dihadapannya. Dia adalah orang yang gue sayangi, dan gue mencintainya. Inilah saat yang gue tunggu - tunggu dari beberapa tahun yang lalu. Tan, om, bang ori, dan ion. Izinin gavi untuk menjaga fira, izinin gavi melindungi dan membalas semua kebaikan fira. Dan izinkan gavi menjadikan fira sebagai istri dan ibu untuk anak - anak gavi. Ma, pa, put, meliani. Dialah orangnya, dia yang membuat gavi seperti ini. Tolong jangan larang gavi untuk membahagiakan fira"ucap gavi jelas dan tegas. Membuat fira yang sedari tadi mendengar menangis kemudian melirik kearah kedua orangtuanya dan kedua saudaranya



"Ma..pa.."ucap fira serak. Mamanya ikut menangis



"Yang terbaik untuk mu, kamu yang menentukan fira"ucap papa fira lalu tersenyum hangat, sedangkan mama fira hanya mengangguk anggukan kepala sambil menghapus air matanya



"Bang? Ion?"ucap fira melirik kedua saudaranya



"Lo harus bahagia kak sama bang gavi"ucap dion lalu memeluk kakaknya



"Dan lo harus jagain fira, kayak janji lo ke gue"ucap ori lalu memeluk gavi



"Makasih bang"ucap gavi dengan sura serak



"G usah mewek, peluk noh fira"ucap ori menunjuk fira yang sudah terisak karena terharu, gavi melamarnya tepat dihari persahabatan mereka


Tanpa aba-aba fira langsung memelul gavi



"Gavi.. gavi.. hiks.. ga"ucap fira sambil menangis kencang



PLETAK..!!



"aw.."ucap fira memegang kepalanya yang sakit, dan berhenti menangis



"Hai kakak ipar"ucap putri dan meliani langsung memeluk fira



"Siap jadi koki?"tanya fira



"SIAP..."ucap mereka serentak

__ADS_1


__ADS_2