
disepanjang jalan menuju rumah fira dan gavi hanya diam tak ada yang memulai untuk berbicara. gavipun mengarahkan mobilnya bukan ke arah rumah
"lah kok belok sini gav, rumah gue disana"ucap fira bingung dan menunjuk arah rumahnya
"temenin gue jalan bentar"ucap gavi membuat fira kembali diam
"kok diam lagi ra"tanya gavi
"hm?"tanya fira g conect
"lo lagi mikirin apa sih"tanya gavi bingung
"g ada sih gav, masih aneh aja rasanya bisa ketemu sama deket lo lagi"ucap fira membuat gavi tersenyum
"g ah, gue biasa aja rasanya ketemu sama lo lagi"ucap gavi membuat fira melongo
"maksud lo? lo g seneng gitu ketemu sama gue?"ucap fira marah
"ish, kesimpulannya jauh amat la masak gue g seneng ketemu sama lo. malahan gue mau nangis tau liat muka lo. mau dipeluk langsung saking kangennya"ucap gavi tak percaya fira akan marah
"beneran?"tanya fira menyelidiki
"ya ampun ra, kayaknya kita harus cerita deh"ucap gavi memutar mobilnya
"lah mau kemana?"tanya fira lagi
"liatin aja napa"ucap gavi sambil terawa karna sukses membuat fira marah
"terserah deh, gue ngantuk mau tidur"ucap fira dan gavi hanya bisa tersenyum, dia tau kemana akan membawa fira sekarang dan sebelumnya ada seseorang yang harus ditelfonnya
"hallo"ucap gavi
"lo bawa kemana adek gue ha sampe jam segini belum pulang, itu sidion udah susah nyariin dia"ucap ori, ya yang ditelfon gavi adalah ori, abang fira
"tenang aja, adek lo aman sama gue bang, gue bawa ke bukit yak"ucap gavi santai
"astaga lo mau apain adek gue disana gav, astaga balikin g adek gue. gue lapor ke polisi lo"ucap ori sambil membentak gavi
"halah bang, lo kayak g tau gue aja, kemaren aja gue g ada apa - apain fira kan, tenang aja dah. izinin gue sama dia yak. paling lama dua hari deh"ucap gavi masih santai
"astaga gavi, lo ini lagi telfonan sama siapa sih santai bener"ucap ori bingung
"sama abang calon istri gue"ucap gavi membuat ori berhenti berbicara
"woi bang, lo masih disana kan?"tanya gavi cemas
"eh,iaia bawa sana hati - hati jagain dia yak"ucap ori cepat
"hahaha, g usah kaget kali bang sebelum gue pergi gue udah rencanain ini semua"ucap gavi
"yayaya, bawa adek gue dengan selamat. awas kalau macem - macem lo"ucap ori sambil tertawa
"oke, makasih big bro"ucap gavi lalu menutup telfonnya
"sabar ya la, bentar lagi"ucap gavi mengelus kepala fira lembut, gavipun fokus terhadap setirnya dan jalanan yang mulai dibasahi hujan, gavipun memelankan mobilnya, mematikan ac dan menyelimuti fira dengan selimut yang memang sengaja dia bawa dari rumah
__ADS_1
"gue sayang sama lo"ucap gavi mengelis pipi fira dan kembali melanjutkan perjalanan yang membutuhkan waktu 2 jam tersebut
setelah 2,5 jam menempuh perjalanan karena macet, akhirnya gavi dan fira sampai di tujuan. fira masih nyenyak dengan posisi tidurnya dan gavi enggan membangunkannya. gavipun mengangkat tubuh fira dan masuk kedalam sebuah vila, tempat ini memang sengaja dipesan gavi untuk mereka berdua. gavipun merebahkan badan fira keatas kasur dan menyelimutinnya. gavi sangat suka dengan ekspresi wajah fira yang tertidur, seperti bayi.
gavipun berjalan ke kamar mandi, untuk cuci muka dan gosok gigi tentunya,hehehe. saat dia kembali alangkah terkejutnya gavi saat melihat fira tak lagi memakai bajunya hanya menggunakan pakaian dalamnya saja
"astaga ra"ucap gavi dan langsung menutup cepat badan fira dengan selimut dan langsung menjauh dari fira, karna mendengar teriakan dari gavi, fira pun merasa keganggu dan membuka matanya
"Hm.. gavi"ucap fira serak, khas bangun tidur
"Ii..iiyaa ra"ucap gavi gugup
"Kita lagi dimana?"ucap fira bangun dan duduk dikasur, sontak selimut yang menutupi badan fira tadi turun kebawah
"Anu..anuu.. itu kita..kita"ucap gavi gugup karena melihat badan fira
"Lo kenapa gugup gitu, emang gue kenap--- astagaaa"teriak fira karena mendapati dirinya tidak memakai baju dan langsung menarik selimut dan menutupi badanya
"Astaga.. astaga gavi. Lo nyentuh gue. Astagaa gavi.. mesum. Pergi g lo keluar dari kamar ini, gavi.. argh... lo apain gue"teriak fira brutal sambil melempar bantal kearah gavi
"Ra, dengerin gue dulu, aduh.. lo sendiri yang lepas baju lo karena kepanasan. Acnya belum gue nyalain dan kita baru nyampe"
"Argh, gue g mau tau. Badan gue udah g suci lagi. Udah lo liat, gue benci sama lo, ih gavi keluar sana keluar. Hua, gue bilang apa sama suami gue besok kalau badan gue udah pernah dilihat orang lain, hiaaaa..."ucap fira ngamuk, namun gavi mendekat dan memberikan baju fira yang tergeletak dilantai
"Pakai bajunya"ucap gavi datar, membuat fira bingung dan berhenti teriak, gavi serem
"Kenapa sih gav"tanya fira lalu memakai bajunya
"G kenapa - kenapa, lo kayak yang liat badan lo orang lain aja, pake teriak - teriak gitu, gue kan sahabat lo ra, dan gue pasti g bakal macam - macam sama lo"ucap gavi pelan dan naik keatas kasur, disamping fira
"Jangan teriak kayak tadi lagi, apalagi bilang benci sama gue"ucap gavi pelan
"Maafin gue ga"ucap fira mendekat dan memeluk gavi
"Tapi lo sexy juga ya kalau kayak gitu, lagi donk"goda gavi
"Astaga gavi mesum gue kira lo ngambek beneran,ih ..."ucap fira sambil mencubit kecil gavi.
Inilah yang membuat hubungan persahabatan mereka awet, saat ada yang salah, yang lain harus siap mendengarkan. Tak ada yang memotong pembicaraan dan saling mengerti. Apalagi gavi, dia sangat tau bagaimana cara merubah mood fira yang sedang tidak baik. Pasangan yang sempurna bukan.
"Ra.."panggil gavi
"Hm.."ucap fira
"Sini, deket sama gue napa, g mau gue peluk"ucap gavi sambil merentangkana tangannya, dan fira pun masuk kedalam pelukan gavi, kepalanya tepat berada didepan dada gavi, sehingga detak jantung gavi terdengar jelas
"Jantung lo bunyinya keras banget, cepat lagi"ucap fira
"Hehe, cuma bereaksi kalau didekat lo aja ra"ucap gavi mengelus kepala fira
"Gav,gue mau lo cerita"
"Cerita apa?"tanya gavi
"Apa yang terjadi saat lo disana, gimana hubungan lo sama tyla, dan kenapa lo sebegitu dekatnya sama gue kayak gini"ucap fira sambil meras baju gavi, seperti biasa.
__ADS_1
"Lo harus dengerin gue sampe selesai ya"ucap gavi dan fira mengangguk pasti
"Gue ketemu cewek ajaib waktu smk ra, dia beda sama cewek lain. G menye - menye dan g manja. Dia slalu nantangin gue dan ngelawan gue. Suatu hari gue sama tu cewek bikin kesepakatan gimana kalau kita sahabatan aja, dan dia mau ra. Dan saat itu kita sekelas, dia sekretaris gue waktu itu, gue seneng bisa deket sama dia. Jahilin bahkan gangu dia udah jadi hobby sama gue ra, kalau dia ketawa itu jadi moodboster gue banget. Gue suka dia marah-marah, gue suka liat dia ketawa. Sampai akhirnya dia punya pacar, dan hubungan kita agak renggang karna pacarnya g suka sama gue. Dia pacaran g lama, dia putus dan kita kembali kayak dulu. Ntah firasat gue benar atau g, gue ngerasa sahabat gue itu narok hati ke gue. Saat itu gue seneng banget karena secara tidak langsung hati gue juga ada didia. Namun gue sadar, gue saat itu punya pacar. Ada yang harus gue jaga perasaannya. Dia dan pacar gue. Saat kita tamat smk, gue sama dia g ada lagi komunikasi, dan waktu itu gue lagi males malesnya buat ngapa - ngapain. Tamat smk gue ngelanjutin kuliah, tempat yang sama dengan dia, namun saat gue ngeliat dia, dia ngerasa ngejahuin gue. Dan gue pun merasa bersalah dan ikut ikutan g nyapa dia. Satu semester gue diaman terus sama dia, sampai akhirnya kita bicara dan kita dekat lagi. Bahkan lebih dekat dari sebelumnya. Namun waktunya g pas lagi, dia diterima kerja, gue pun juga. Kita beda provinsi. Mau g mau gue harus ngelepas. Namun saat itu gue udah buat janji sama diri gue sendiri, saat gue balek yang harus gue temui dia. Gue bakal fokus kerja disini, dan gue bakal dan harus deket lagi sama sahabat gue itu. Masalah pacar gue, sebelum gue brangkat dia mutisin gue, gue juga kaget namum gue ambil kesimpulan kalau dia g mau ngerusak kebahagiaan gue. Dia ngelepas gue gitu aja. Dan dari sana gue yakin tujuan hidup gue sekarang lo ra, bukan dia lagi"ucap gavi
"Gav.."ucap fira serak, sekarang air matanya sudah turun, tak percaya gavi akan bercerita sepanjang ini
"Iya la"ucap gavi lembut
"Jangan pergi lagi, jangan tinggalin gue lagi"ucap fira sambil menangis
"Ada sayaratnya ra"ucap gavi sambil mengecup puncak kepala fira
"Apapun, apapun bakal gue laksanain sayaratnya. Demi lo" ucap fira mantap
"Yakin?"tanya gavi, sontak fira duduk dan menatap gavi
"Gue yakin, apapun itu asalkan lo jangan pergi lagi"
"Nikah sama gue ya"ucap gavi sambil menghapus air mata fira
"Ni..ni..nikah?"ucap fira terbata
"Lo g mau jauh dari gue kan? Yaudah ayok kita nikah"ucap gavi sambil mengacak rambut fira
"Lo mau gue jawab apa lagi gav"ucap fira tersenyum dan memeluk gavi kuat
"Bilang sesuatu la,jangan nangis"ucap gavi lambut
"Gue sayang sama lo dan gue g mau kehilangan lo untuk yang kesekian kalinya gav"ucap fira sambil terisak
"Gue juga sayang sama lo la, sayang banget. Mungkin sayang gue lebih besar dari pada sayang lo ke gue. Dan gue g bakalan hilang lagi la"ucap gavi seraya mengelus puncak kepala fira
"Huum.."gumam fira
"Tidur yuk, udah malam. Besok kita harus balek lagi. Gue g mau digantung bang ori sama dion"ucap gavi sambil membayangkan ori dan dion yang akan menggantungnya
"Hoaam.."ucap fira seraya menutup mulutnya
"Kan udah ngantuk. Sini ayang aga peluk"ucap gavi sambil memeluk fira kuat
"G ada pelukan yang nyaman dan buet jantung gue deg-degan selain lo gav"ucap fira pelan namun didengar gavi
"La.."panggil gavi
"Huum gav"ucap fira sambil menutup matanya
"Cium boleh?"
"Cium?"ulang fira
"Disini ya"ucap gavi menyentuh bibil mungil merah fira, firapun membukanya dan menatap mata gavi dalam
"Lindungi gue ga"ucap fira lirih, dan bibir merekapun bertemu, saling mencurahkan rasa rindu dan kasih sayang
Cukup lama hingga mereka berdua kehabisan nafas dan tertawa
"First"ucap mereka berbarengan dan kembali tertawa, gavipun makin mempererat pelukannya dan membawa fira ke alam tidur bersama.
__ADS_1
Hari yang indah bukan. . .