
Dion's Pov
Sebelumnya lo semua pasti udah tau nama gue siapa, gue skolah dimana dan kegantengan gue seperti apa. Karena, kakak tercinta gue tentunya udah ngenalin gue diawal. Kenapa gue bilang kakak tercinta, ya karena gue bener - bener sayang sama dia, dibandingkan gue sayang sama mama atau papa, tapi gue bukan anak durhaka lo
Singkat cerita, gue ini seorang yang cukup tenar disekolah. Bisa dikatakan seperti itu karna gue seorang kapten basket, eyuhh.. kenapa disetiap cerita yang paling ngetren itu seorang kapten basket, gue juga bingung
Gue menduduki jabatan sebagai kapten basket udah dua tahun, g ada yang bisa ngalahin gue main, bukannya gue sombong tapi itu memang kenyataan. cewek? gue g punya cewek, jangan lo pada bilang semua gue g laku ya. Yang suka sama gue banyak, yang deket sama gue banyak, yang udah nembak gue kalau dihitung juga banyak. Tapi yang cuma bisa bikin mata gue g lepas merhatiin dia cuma satu orang, lo tau siapa? Riela Elfania. Lo tau, untuk tau namanya gue harus bantuin temen gue bersihin garasi mobilnya, kenapa gue harus ngelakuin itu karena cewek yang gue lirik ini bukan satu sekolah sama gue. Lebih tepatnya dia sekolah ditempat musuh bebuyutan gue sekolah, aishh.. dan kapan gue ketemu dia? ya saat gue tanding sama tu skolah, tapi sayangnya yang deket sama tu cewek musuh gue ELO namanya kalau g salah. Bagi gue nama orang itu g penting, kecuali teman dan sahabat gue tentunya satu lagi, keluarga. Hehe
Hari ini seperti biasa gue harus bangun pagi dan ngantari kakak tersayang gue sekolah. Dari sekolahnya dia gue mampir bentar disekolah musuh gue dan seperti biasa, cewek yang gue incer baru keluar dari mobil musuh gue, aishhh. Gue mesti sabar dan tawakal. hahah
Guepun melajukan motor gue ke sekolah, sesampai disekolah gue disambut oleh kedua sahabat gue Kevin dan Ardi
"so, apa rencana kita selanjutnya nih kapten"tanya gue ke kevin. Benar saja pertandingan dihari dimana kakak tercinta gue kecelakaan sekolah gue menang dan yang masukin point terakhir itu kevin, sebagai hadiah buat dia, gue nyerahin jabatan gue ke dia. Dan dia sampai g bisa tidur karena g berhenti senyum - senyum sendiri. Bahkan adiknya sendir jadi jengkel karena melihat kelakuan abngnya yang aneh
"hmm.. kalau sekarang belum ada rencana sih, kayaknya kita masih latihan kayak biasannya dulu"
"oya, kemaren dilapangan liat tu cewek g"tanya dion
"ya, dia pulang bareng musuh lo lagi, kayaknya mereka berdua bener - bener pacaran deh, romantis gilaa"ucap kevin semangat, sedangkan yang bertanya hanya diam
"lo apaan sih vin, jaga perasaan dion dikit napa"ucap ardi sambil mengelus punggung dion
"iih, lo apaan sih di, gue masih normal ya dan gue g butuh belaian lo"ucap dion sedikit ngeri
"oya, kayaknya gue ada rencana deh buat lo"ucap kevin sambil tersenyup licik
"apa"ucap dion dan ardi serentak
"sini, gue bisikin"
"APAAAAA..."teriak ardi
"lo gila ha? gue g mau dia jadi bahan taruhan, itu bukan gaya gue man. Meskipun gue tau yang bakalan menang itu gue"ucap dion bangga
"trus gimana?"ucap kevin bingung
"gue bakal ketemu sama tu cewek dan ngomong sama dia"ucap dion mantap
"yakin lo, lo g takut bakal dihajar habis sama elo"
"gue kan g ngapa - ngapain, lagian lo kayak g tau gue aja. Percuma donk gue sama saudara gue sering latihan karate bareng"ucap dion bangga
"aish, sombongnya keluar"ejek ardi
"yaudah lo semangat aja deh, terserah lo aja, yang penting jangan pantang menyerah ya"
"oke"ucap dion mantap dan sedikit ragu dihatinya
-----------
"hallo kak"sapa dion diseberang sana
"ada apa lo"tanya fira balik
"gue mau makan kue tempat mama ni, lo ikut g kalau ia gue jemput ni"tawar dion
"lo ada maunya kan?"
"eheh, lo tau aja. gue jemput ya"
"gue tunggu lo, 10 menit belum sampai gue pulang"ucap fira
"gue udah digerbang sekolah lo"ucap dion
"aish, iaiai"ucap fira mematikan sambungan telfon
"Siapa?"tanya gavi
"Itu, dion ajakin makan tempat mama"
"Mau gue antar?"tanya gavi balik
"G usah, tu bocah udah digerbang. Lo ikut?"Tawar fira
"Hmm, ntar deh habis ini. Lo duluan aja. Kasihan dion undah nunggu"ucap gavi
"Oke, kalau g jadi kasih tau gue ya, biar g gue tunggu, hahaah"tawa fira
"Nyindir lagi lo ya"ucap gavi keras dan terdengar oleh fira
-----------
"Lo mau cerita apa dan dikasih solusi apa?"tanya fira langsung
"Hahaa, lo bisa aja kak. Oya lo masih ingat g sebelum lo kecelakaan lo nyuruh gue buat ngumpulin data tentang cewek yang gue suka?"dan fira hanya angguk - angguk
"Nah, gue udah dapet ni"ucap dion semangat
"Tolong dibacakan, apa aja yang lo tau"ucap fira
"Namanya Riela Elfania, kelas 3 di SMA Angkasa, suka warna merah sama kayak gue, g suka mie instant, g suka bakso. Suka nasi goreng dan nasi putih pakai kerupuk. Sering minum air putih, suka jus mangga dan melon. G suka jus alpukat karena lengket. Heheh.. Dia tinggal bareng kedua orang tuanya, keduanya sama - sama pekerja disebuah perusahaan. Dia pendiam, g suka banyak bicara. Kalau ngomong irit, tertawa seadanya namun banyak yang ingin berteman dengannya, dia pintar, atlit renang, dan yang terakhir merupakan yang paling g mau gue bilang sama lo..."ucap dion
"Apa?"tanya fira penasaran
__ADS_1
"Ada cowok, bukan lebih tepatnya musuh bebuyutan gue yang slalu nempel sama dia, namanya elo"
"Trus"tanya fira sambil memakan kuenya
"Lah kok trus sih kak"ucap dion jengkel
"Lo udah cari info tentang si elo itu"ucap gavi membuat keduannya menoleh
"Siapa yang undang lo"tanya dion menatap gavi dengan tatapan tajam, sama seperti sebelumnya. Dion, tak menyukai gavi
"Gue yang ajak, kenapa emang. Bisa jadi gavi bantu lo kan"
"Euh.."ucap dion malas
"So, lo g bakal cari info tentang elo"
"Gue g suka cari info tentang dia, dia itu musuh gue. Apa kata orang gue nanya - nanya dia. Takutnya dia malah anggap gue suka sama dia,iii ngeri"ucap dion dengan exspresi yang dibilang tak enak dilihat
"Lo udah temuin tu cewek belum"tanya gavi
"Belum"ucap dion cepat
"Makanya, temuin dia dulu. Ajak jalan"Ucap fira
"ini juga lagi gue usahain buat ajak dia jalan, dia itu bareng elo terus tau, takut gue dibilang nyulik anak orang"ucapan dion membuat fira dan gavi tertawa
"Kok ketawa sih"
"Lo itu ya, masalah cewek lempem banget, hhhahh"ucap fira sambil tertawa
"Gue tunggu cerita lo selanjutnya bareng dia ya, oya namanya siapa?"tanya gavi
"Rie..gue manggilnya rie"ucap dion
"Nice name"ucap gavi dihadiahi anggukan oleh fira
---------
Sekarang adalah hari yang ditunggu - tinggu dion, dengan keringat yang bercucuran dan nafas yang ngos - ngosan bukan berarti dia habis latihan basket atau lari. Dia malahan hanya bolak balik ditempat parkiran sma angkasa menunggu seseorang, ya seseorang yang berhasil bikin dia jadi uring - uringan seminggu ini.
Mata dion menangkap sosok yang di tunggu..
RIELA
Namun sepertinya cewek itu sedang berlari dan sesekali melihat kebelakang.
"Ada apa sih"batin dion dan kemudian mengikuti arah pandang riela
"Kucing?"ucap dion bingung dan tertawa dalam hati, dia takut kucing satu nilai tambah untuk dion
"puss,,puss... meong.. sinisini"ucap dion memanggil kucing yang mengikuti riela sedari tadi, sontak membuat riela menatap dion penuh tanya
"Makasih"ucap riela membuat dion berdiri dan mengancungkan tangannya
"Gue dion"ucap dion memperkenalkan dirinya
"Anu...hm.. gu..gue..."Ucap riela sedikit gugup.
"Gu..gue riela"ucap rila membalas ancungan tangan dion dan segera melepasnya, sedangkan dion hanya tertawa
"G usah takut atau gugup, gue orang baik - baik kok"ucap dion membuat riela sedikit mengurangi ketegangannya
"Lo cari siapa disini? Gue g pernah liat lo sebelumnya"ucap riela mulai biasa dengan keberadaan dion
"Gue cari lo"ucapan dion membuat riela kembali takut
"G usah takut gue bilang, oya lo mau pulang kan? Sama gue yuk"tawar dion
"Kita baru kenal dan lo ngajak gue pulang bareng?"tanya riela tak percaya
"Eh.. i..iiyaa"ucap dion gugup
"G ah, gue bisa pulang sendiri"ucap riela lalu meninggalkan dion
"Gue traktir cake deh"teriak dion keras membuat riela membalikan badan
"Oke, sebelum jam 7 gue udah harus nyampe dirumah"ucap riela membuat dion tersenyum lebar dan segera bergegas mengambil motor merahnya
----------
"Ayo buruan masuk"ucap dion menggandeng tangan riela, membuat gadis itu tersentak
"Lo pilih apa, kue disini enak - enak lo"ucap dion semangat
"Yang rasa melon ada g?"tanya riela antusias sambil melihat daftar menu
"Ada donk,, buka halaman 6 deh, disana ada beberapa menu berbahan dasar melon"ucap dion sambil tersenyum karena melihat pergerakan cepat dari riela yang cepat membalik daftar menu
"Waaa, aku mau yang ini, ini juga trus minumnya ini, Ini juga boleh deh"ucap riela membuat dion tersenyum senang
"Gpp kan pesan banyak?"tanya reila hati - hati
"Kalau g biar gue aja yang bayar sendiri ntar"tambahnya, sedangkan dion hanya geleng - geleng kepala
Kemudian dion memesankan pesanan riela
"Lo pesan apa?"
__ADS_1
"Red and blood cake"ucap dion tersenyum ke riela
"Red and blood cake? Kuenya merah ada darah?"ucap riela sedikit ragu
"Ya, liat aja ntar"ucap dion tertawa kecil karena membuat gadis didepannya sedikit ngeri melihatnya
"Pesanan untuk meja 2"ucap seseorang paruh baya
"Lah, kok mama yang antar"ucap dion membuat riela kaget karena mendengar kata mama, mama dion pelayan? Ucapnya dalam hati
"Kamu g tau karyawan disini aja, kalau anak mama yang datang pasti mereka pada kasak kusuk, kalian kan makannya banyak. Jadi stock kue jadi menipis kalau kalian yang makan"ucap mama dion sambil tertawa kecil
"Ini siapa dion?"tanya mama dion sambil tersenyum ramah
"Maaf tante, saya riela"ucap riela sambil menjabat tangan dea
"Yaudah, mama g mau ganggu. Mama keblakang dulu ya, have fun ya sayang"goda mama dion lalu meninggalkan dion dan riela
"Mama kamu kerja disini ya"tanya riela, dan dion hanya mengangguk
"Pelayan disini?"tanya riela hati - hati, sedangkan yang ditanya hanya tertawa
"Kok ketawa sih"tanya riela bingung
"Ayo makan dulu kuenya, oya lo mau nyoba cake gue g?"tanya dion, sedangkan riela langsung menggeleng kuat
"Ini, liat ya"ucap dion lalu membelah cakenya, dan keluarlah cairan kental berwarna merah seperti darah
"Euh..."ucap riela
"A..."ucap dion menyuruh riela membuka mulutnya, dan riela hanya geleng - geleng
"Coba dulu"ucap dion, dan kemudian riela mengunyah cake yang diberikan dion
"Ini..."
"Ia, isinya selai strawbery, bluebery, dan sedikit lemon"ucap dion tersenyum kembali
"Enak bangetttt, pasti yang melon jauh lebih enak"ucap riela semangat dan kemudian memakan cakenya
"Huaaa, ini enak bangett. Enak banget"ucap riela memekik senang dan dengan cepat melahap cakenya cepat, satuhal yang bisa dia tangkap dari riela, dia tidak jaim.
"Oya, lo tau g siapa pencetus cake red and blood cake?"
"Siapa? Pasti hebat banget yang punya ide"ucap riela semangat
"Gue dan kakak gue tentunya"ucap dion bangga
"Lo?"ucap riela kaget
"Kebanyakan untuk cake disini yang bikin idenya itu kakak gue, dan yang nyicip experimentnya selalu gue"
"Jadi.."
"Ia, yang punya toko ini nyokap gue"ucap dion tersenyum
"Lo kok g bilang"ucap riela cemberut
"Emang kenapa"
"Kalau gitu kan gue bisa pesen banyak"ucapan riela membuat dion tertawa dan mengacak rambut riela
"So, buat apa lo cari gue"ucap riela ditengah keheningan
"Gue suka sama lo"ucap dion langsung, namun tak membuat riela kaget
"Jangan suka sama gue"ucap riela
"Kenapa? Lo punya pacar? Siapa? Elo?"ucap dion langsung, sedangkan yang ditanya hanya diam
"Salah satunya itu"ucap riela
"Maaf ya di"ucap riela lirih
"Its okey, gue bakal nunggu dan perjuangin lo"ucap dion kembali rilex
"Lo harus berhadapan dengan dia dulu"
"Siap--"
"La, gue bilang tunggu gue diskolah jangan keluyuran, gue gila cariin lo tau. Lo g kenapa - kenapa kan?"tanya seseorang
"Gue gpp lo, gue cuma makan cake diajakin dion"seakan melupakan keberadaan dion
"Lo?"
"Hh..hhaai"sapa dion sedikit cemas
"Ngapain lo ajak - ajak dia ha, emang lo siapa?"taya elo tajam, ya laki - laki itu adalah elo
"Udah deh lo, kita pulang aja, dion g ngapa - ngapain kok, dia teman gue"ucap riela menenangkan elo
"Jangan pernah deketin ela lagi, awas lo"ancam elo membuat dion sedikit takut
__ADS_1
"Setidaknya gue bakal ngerebut rie dari lo"batin dion