Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 9


__ADS_3

Entah apa yang salah dengan hubungan fira dan gavi, namun sekarang mereka terlihat seperti pasangan kekasih. Dimana - mana selalu berdua. Bagaimana tidak, ketua dan sekretaris, pembawa bendera dan pengibar, sahabatan, trus apalagi?



Mereka memang harus berdua, dan slalu tentunya. Setiap hari mereka bersama. Sebenarnya sulit bagi fira menahan semuanya, tapi...



Flashback on



"bang.."cicit fira dipintu kamar ori



"ada apa dek? masuk gih"ucap ori sambil menutup bukunya



"so mau cerita apa?"ucap ori to the point, dia tau adiknya ini akan bercerita padanya



"itu, gavi"lirih fira sambil menunduk



"lo suka dia?"ucap ori langsung dihadiahi gelengan oleh fira



"trus?"tanya ori lagi



"gue, gue g bisa jauh - jauh dari dia. Gue nyaman sama dia bang"



"sejak kapan? MOS?"tanya ori



"ya"ucap fira mengangkat kepalanya dan menangis sejadi - jadiya didalam pelukan ori



"huaaaa, gue g suka lagi sama dia bang, gue sayang sama dia, gue, gue cinta sama dia. gue nyaman sama dia bg, dia udah bikin gue ketawa, marah, nangis dalam waktu yang sama. gue suka dia gangguin gue bang, gue suka dia ngacak - ngacak rambut gue, gue suka semua hal tentang dia bang, tapi gue g brani ngomong kedia. Karna dia punya seseorang bang, seseorang yang beruntung dapetin dia. huaaa, gue harus gimana bang"



"cup.cup.. yang sabar ya dek, gue cuma mau bilang satu hal sama lo, g selalu orang yang sama dia sekarang bakal jadi pendamping hidupnya kelak dek"ucap ori membuat fira melepaskan pelukan dari abngnya



"maksudnya?"



"gini, gue tau gavi punya pacar namanya kalau g salah Tyla Devina kan? pacaran udah dari smp kan?"



"lah kok abng tau?"ucap fira kaget



"apa yang lo cari tau, gue juga tau dek, jadi lo g perlu nutupin apapun dari gue"



"trus gue harus gimana?"



"lo sabar aja dek, selagi gavi masih aman dan g merasa aneh atau keganggu ada lo disampingnya lo jalani aja, mana tau nanti lo dan gavi bakalan slalu bersama"



"beneran bang?"ucap fira



"ya, dan misalkan kalau g, gue siap kok nungguin lo sampai lo dapat suami baru gue nikah"ucap ori tertawa



"lo mau jadi perjaka tua apa"ucap fira memukul lengan ori



Flashback off



"hoi..."



"eh.."ucap fira tersadar dari lamunannya



"lo ngelamunin gue ya?"serang gavi



"mau banget lo dilamunin"ucap fira menetralkan jantungnya



"oya, udah siap perlengkapan buat besok? 2 minggu lo"



"udah kok, lo gimana?"tanya fira balik



"udah donk, hehe... jangan lupa bawa jacket ya. didalam bus dingin soalnya"ucap gavi membuat senyum tipis dibibir fira



"sippp, lo juga"ucap fira



"pulang yuk"ucap gavi sambil menggenggam tangan fira namun segera ditepis fira



"ko---"



"bentar ada yang nelfon"ucap fira langsung menjaga jarak dari gavi, sebenarnya fira hanya mengelak bukan menerima telfon beneran

__ADS_1



------------



hari ini sekolah fira mengadakan study banding ke jakarta - surabaya - bandung - yogya - bali, dam tentunya menjadi sebuah anugrah bagi mereka yang bersekolah disini karena dapat mengunjungi industri - industri besar dan jalan - jalan tentunya. Namun sayangnya gavi dan fira tidak satu bus dan berpisah selama 2 minggu. Waktu yang lama



"udahlah ra, besok juga bisa pergi bareng gavi"ucap ila menghibur



"mana mungkin, ini udah 1 minggu lebih dan g ada waktu berduaan sama gavi"ucap fira lesu



"ajakin aja kali gavinya, besok dibali"



"apa dia mau?"



"lo kayak g tau gavi aja"



"tapi diakan bareng temannya"



"g masalah itu ra"ucap ila menyemangati fira



"gue coba telfon ya"ucap fira ragu



"harus, semangat"ucap ila mengankat tangannya keatas menyemangati fira



AyAga's Calling



"hallo"ucap gavi diseberang sana



"..."



"hallo la?"ucap gavi memanggil fira



"eh, iya gav"



"ada apa?"



"besok.."




"itu, eh g jadi. telfonnya gue tutup ya"ucap fira grogi dan dihadiahi plototan oleh ila



"kok g jadi, kenapa ra? bilang aja, masak sama gue pake tutup - tutup segala"



"besok seharian sama gue jalan - jalan ya dari pagi sampai sore, temenin gue kepantai dan makan ,gue g mau tau pokoknya gue mau jalan sama lo berdua, besok, titik, telfonnya gue tutup, bye"ucap fira cepat lalu menutup telfon



"bagusss"ucap ila sambil mengajukan kedua jempolnya



diseberang sana



"aneh"ucap gavi memandang hpnya



"siapa yang nelfon?"ucap joe sahabat gavi



"si, aflaa"



"aflaa?"beo joe



"maksud gue fira"ucap gavi sambil cengengesan



"oya, ngomong tentang fira, lo ada hubungan apa sama dia?"tanya joe membuat gavi terdiam lalu duduk disamping temannya



"ntahlah joe"



"lo punya Tyla gav"



"gue tau joe"



"fira? lo ada hubungan apa sama dia?"



"sahabatan"ucap gavi datar

__ADS_1



"sahabatan g ada yang kayak gitu gav, lo tau sendiri cewek kalau dideketin dan dikasih perhatian bakalah kayak gimana"



"gue tau"ucap gavi singkat



"gue cuma ngasih saran aja sama lo, kasihan fira kalau dia suka sama lo. Lo tau sendiri gimana Tyla ke elo kan? Kalau ada sesuatu yang g dia suka dia langsung marah g jelas. Dan gue g mau fira kenapa - kenapa. Fira orangnya baik gav"ucap joe



"betul kata joe"ucap reren a.k.a sahabat gavi



"lo g boleh ngasih fira harapan palsu kalau lo g bisa ngabulin apa yang dia inginkan. Dia suka sama lo gav. Bukan, lebih tepatnya sayang atau cinta sama lo. Gue bisa lihat dari matanya natap lo, gerak gerik dia dekat lo. Gue tau dan gue harap lo g nyakitin dia gav"



"gue tau, gue punya tyla disini. Tapi fira, gue juga nyaman dekat sama dia. Gue g tau sekarang harus gimana"ucap gavi frustasi



"tadi, fira bilang apa?"



"dia minta gue seharian besok bareng dia di bali"ucap gavi nanar



"lo kabuliin gih permintaan dia, sebelum lo atau dia g bisa bersama lagi"ucap joe



"lo bilang apa sih"ucap gavi dengan nada tinggi



"g ada yang g mungkin, sebentar lagi tyla pasti bakalan tau gimana kedeketan lo sama fira"



"ya, dan gue harap lo sabar saat waktunya tiba"ucap reren lalu meninggalkan gavi diikuti joe



-----------



Duaaaarr....



"ehhehhee"tawa gavi meledak karena sukses membuat fira kaget dan mengeluarkan isi didalam mulutnya



"lo..."geram fira



"hehe, sini gue bersihin"ucap gavi mengambil tisu dan melap wajah fira



"ish, apaan sih lo pakai lap - lap segala"ucap fira marah dan menetraklan jantungnya cepat



"so, kita mau kemana sekarang? eh eh, tunggu kok sama - sama pake baju warna merah ?"ucap gavi menggoda fira lagi



"lo tanya ke joe atau reren ya gue pake baju apa?"tambahnya lagi



"semauu lo lah, yuk"ucap fira pergi disusul oleh gavi



"jadi kita mau kemana dulu la?"



"kemana aja yang penting sa---"ucapan fira terhenti



"saa?"ulang gavi



"ah, lewatin aja"ucap fira malu sendiri



"yang penting sama gue kan?"ucap gavi lalu menggandeng tangan fira erat, terserah apa kata orang yang penting sekarang gavi harus membuat fira bahagia, apapun caranya karna nanti kedepan dia tidak akan tau bagaimana hubungannya dengan fira apakah berjalan lancar atau tidak



benar saja, seharian ini fira bersama gavi, dan sampai saat ini, hanya tinggal hitungan detik matahari akan terbenam



"indah"lirih fira



"sama kayak lo"ucap gavi membuat fira melirik kearah gavi kemudian kembali melihat matahari yang akan terbenam



"hangat dan nyaman"ucap fira pelan namun masih bisa didengar oleh gavi, tanpa menunggu lama gavi memeluk fira erat



"hangat dan nyaman"ucap fira lagi, tak terasa air matanya mulai menetes



"makasih la"



"makasih gav, makasih karna slalu ada buat gue dan maafin gue selalu kasar sama lo"



"gue janji bakal jagain lo la"


__ADS_1


"makasih gav, makasih"ucap fira mempererat pelukannya



__ADS_2