Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 3


__ADS_3

"A-APA?" ucap fira kaget tak terima


"kenapa lo? Maju gih sana?"ucap gavi mendorong fira


"loh, kok gue sih kak. Gue g mau ah, yang lain aja"ucap fira dengan tampang lelahnya


"selanjutnya Gavi, Bimo, Fadlan, Toni, Putri, Riani dan yang terakhir Elvi"ucap bang joseo a.k.a ketua pasus angkatan 9, dan dia tentunya mengabaikan fira yang sedari tadi ngomel - ngomel tak jelas


"lo kenapa sih g mau banget kepilih jadi pasus"ucap gavi


"gue capek tau, waktu gue kebuang buat yang beginian"ucap fira pasrah


"salah lo sendiri kenapa diawal lo ikut"cibir gavi


"ya, kan gue milih doa, g jadi pasukan khusus kayak yang beginian"ucap fira lemah


Ya benar saja, dia terpilih menjadi anggota pasus angkatan 10 , tentunya bersama ketujuh temannya termasuk gavi


"mimpi apa gue ketemu satu kelompok sama lo ra"ucap gavi saat istirahat


"dan ketiban apa gue bisa jadi satu anggota yang g jelas Gini sama lo gav"ucap fira, kemudian mereka hanya bisa tertawa


......................


Hari H


"topi, udah.. kaus kaki, udah.. lambang, udah.. "ucap fira merapikan dirinya didepan cermin


"udah cantik kali"ucap gavi


"apa yang kurang lagi gav?"ucap fira Sambil membalikan badannya menghadap gavi


"kagak ada, kalau gue?"


"hm...."ucap fira meneliti gavi dari atas ke bawah


"lambang garuda lo mana monyong"ucap fira kembali jutek


"oh iya nih, tolong pasangin"ucap gavi


"Gimana sih lo ini, belum mulai upacaranya udah banyak masalah yang hampirin lo, apalagi nanti. Ntar hati - hati lo ngerek benderannya"ucap fira


Sekarang upacara 17 agustus, tentu saja fira dan gavi menjadi pelaksananya, gavi sebagai pengerek, fadlan sebagai pengibar, toni yang mengikat bendera, riani pembawa bendera merah putih, bimo, putri dan elvi sebagai pengiring, sedangkan fira sebagai pembawa bendera pusaka


......................


"Cepat kali ya upacaranya, g kerasa aja"ucap fira sambil mengipas ngipas badannya


"Lo g capek apa"ucap gavi


"Capek lah megang baki seberat itu, untung aja g jatoh"


"Lo pulang sama gue ntar ya"ucap gavi sambil mengacak rambut fira lalu meninggalkan fira yang masih bengong


"Jangan mangap woii"teriak gavi dari ujung koridor, membuat fira kembali tersadar


"Mampus lo gav"geram fira lalu tersenyum


......................


"So, lo mau anter gue atau kagak?"ucap fira ketus


"Ia, g sabaran kali"ucap gavi


"Masalahnya kalau g jadi gue bisa hubungi dayang - dayang gue"


"Cih, dayang - dayanh segala, ambilin jaket gue di kelas donk gue masih beresin ini dulu"tunjuk gavi pada setumpuk kabel

__ADS_1


"Iaia, bawell"ucap fira lalu berjalan kearah kelas, gelap, Sunyi.


"Dia tarok dimana sih jaketnya"ucap fira bingung


PRAANNG...


"Eeh, kok ditutup pintunya" ucap fira bingung


"Kalian kira gue takut apa"ucap fira sambil mencoba membuka dan mendobrak pintu


NYIIIT....


"gue kagak takut sama ya begituan, so tarik nafas, buang.. tarik nafas.. buang"ucap fira mengatur nafasnya


"Satu.. dua.. tiga.. WOI YANG DILUAR BUKAIN GUE PINTU, KALAU G ADA YANG DENGER LO SEMUA BUDEG"ucap fira teriak sambil memukul pintu keras


Kriuk..kriuk


"Aish, pake acara lapar segala"helah fira


"Nunggu penyelamat datang aja deh"ucap fira lagi


Beberapa menit kemudian terdengar langkahan kaki, dan fira kembali berteriak


Cklek..


"Ma.. gavii.huaaaa"ucap fira lalu berlari kearah gavi


"Maksih makasih lo udah nyelamatin gue,gue bisa mati kelaparan didalam"


"Kok pintunya bisa dikunci?"ucap gavi bingung


"Kagak tau, yaudah pulang yuk tapi makan dulu kita, dan lo yang traktir"


"Lo, kok gue"


......................


"dek besok pemilihan kelas ya?"tanya ori


"Hm"


"Niat masuk kls RSBI kagak?"


"G"


"Aish, lo napa sih bengong aja dari tadi"


"Lagi bingung aja sih bang"


"Kenapa lo? Jatuh cinta?"


"Ogah bang, gue masih jomblo kaleee"


"Trus kenapa lo"ucap ori bingung sambil berjalan kearah adiknya


"Tadi sore gue kekunci dikelas, gue g tau yang ngunci siapa. Trus ada bunyi - bunyi apa gitu, kata temen - temen skolah gue rada - rada gimana gitu. Ada makhluk halusnya. Ngerikan bg, tapi mana ada makhluk halus yang mau ngunci gue. Lo tau sendirikan gue gimananya"ucap fira panjang lebar


"Teman lo kali yang usil"


"Nah, masalahnya cuma ada gue, dan gavi disana"


"Gavi siapa?"ucap ori menggoda


"G usah pasang tampang gitu, gavi itu teman baru gue"


"Trustrus"

__ADS_1


"G terus- terus gue juga rada - rada aneh sama tu skolah, hawanya beda"


"Siapa yang bukain pintu? Gavi?"


"Lah, terus siapa lagi? Makhluk halusnya? Dasar bego, sana deh keluar dari kamar gue, ganggu aja"


"Yee, malah ngusir. Tadi curhat ke gue. Oya, lo sama ion gimana? Masih diaman?"


"Hm.."gumam fira


"Lo tau sendirikan gimana marahnya dion dan cara balikin dia gimana?"tanya ori


"Hm, ialah ntar gue kekamarnya deh. Gue juga kangen sama dia bg"ucap fira lesu


......................


Setelah kepergian ori, fira memberanikan dirinya kekamar ion, perihal meminta maaf


Tok.. tok.. tok..


"Ion.. gue boleh masuk"ucap fira langsung


"...."


"Lo ada didalam kan?"ucap fira lagi


"...."


"Gue masuk ya?"ucap fira lagi, lalu masuk kedalam kamar dion, dan terlihat dion sedang bermain dengan laptopnya


"Siapa yang bolehin lo masuk?"ketus dion


"G ada, kenapa? Lo mau usir gue? "Ucap fira dengan suara yang sedikit pelan tentunya


"Hm.."


"Maafin gue ion"ucap fira to the point, namun yg diminta maaf hanya bisa diam


"Gue kemaren benar - benar kesal dan takut. Lo taukan gue baru sekolah disana, dan gue g tau gimana lingkungan disana. Dan lo tanpa kabari gue datangnya telat. Bg oripun g ada hubungi gue. Gue takut kemaren gue kenapa - kenapa. Tadi disekolah gue kekunci dikelas ion, gue takut. So, maafin gue atas bentakan dan marahan gue ke lo kemaren. Kalau lo g mau maafin gue juga gpp, setidaknya lo tau gue marah karna gue takut"


"...."


"Gue balik lamar dulu"ucap fira cepat, karna sebentar lagi air matanya akan turun. Dia begitu sayang dengan dion, sebenarnya amukan atau marahan fira ke dion hanya sebatas becandaan saja. Cuman dion kadang menganggapnya serius


"Lo..."ucap dion menggantung, dan fira membalikan badannya


"Ada g tempat lain yang senyaman pelukan gue ketika lo nangis atau sedih?"tanya dion sambil merentangkan tanggannya, dengan cepat fira berhambur kepelukan dion


"Huaaaaa.... maafin gue ion. Maafin gue, gue sayang sama lo.. hiaaaa... "tangis fira pecah


"Stt.. gue juga mintak maaf sama lo udah ngebentak lo hari itu"ucap dion mengelus kepala kakaKnya


"gue tidur disini, bareng lo ya"ucap fira


"Its okey, yuk.. udah malam juga"ucap ion sambil merapikan kasurnya"


Disisi lain


"Haha,benerkan ma, pa mereka tu masalahnya seputar itu aja, trus baikkannya kayak gini, lucu tau"


"Hiks. .hiks..."


"Lah, mama kenapa?"


"Terharu kali ri"ucap papa


"biasanya gitu juga"ucap ori, lalu mereka bertiga tertawa bersama

__ADS_1


__ADS_2