
Sudah satu minggu fira dan gavi tinggal dirumah barunya, namun perpisahan sekarang malah menerjang mereka, gavi akan kembali bekerja dijawa. Sedangkan fira masih ingin stay disini.
"gue gpp gav"ucap fira lirih, berpisah dengan gavi membuatnya takut
"Kalau g lo ikut sama gue ya, tinggal dikontrakan gue aja dulu"ucap gavi
"G gav, disini masih ada dion, ada ela juga sekarang disini"ucap fira dengan mata berkaca - kaca
"Hey, cuma 4 bulan dan gue bakal balik secepatnya"ucap gavi membuat fira menangis
"Pergilah gav, dan cepat pulang"ucap fira memeluk gavi kuat
"Jaga diri lo baik-baik ya, gue udah pesan ke dion buat tinggal disini bareng lo"ucap gavi lembut
"Gue masih ingat ucapan lo gav, gue g boleh nangis kalau g ada lo. Gue harus minum susu dan vitamin gue"ucap fira menghapus air matanya, dia tak ingin gavi cemas akan dirinya
"Gue sayang sama lo la, sayang banget, secepatnya gue bakalan balik. Jaga diri lo, tiap 2 jam gue usahain nelfon lo ya"ucap gavi pasti
"Gue tunggu"ucap fira membelai wajah gavi dan mengecup kening gavi lama
"Gue sayang lo gav, cepat pulang karna gue masih mau berduaan sama lo"ucap fira membuat gavi tersenyum dan mengacak rambut fira, kemudian mengecup bibir fira lama. Membuat fira kembali menangis
---------
1 bulan kemudian
"Kak badan lo pucet banget, lo sakit? Astaga badan lo panas kak"ucap dion memegang kening fira
"Gue gpp ion"ucap fira lemas dan kembali merapatkan badannya ke guling
"La..."panggil dion, ya yang dipanggil dion adalah riela, setelah kepergian gavi, ela dan dion menempati rumah fira dan gavi dan ini atas izin gavi dan ketiga kubu keluarga tentunya, keluarga gavi, fira dan ela.
"Ia ion, ada ap-- astaga kak, lo pucet banget. Keringat dingin lagi. Ion kakak kenapa?" Tanya ela panik
"Siapin kak fira ya, gantiin bajunya, kita bawa kerumah sakit aja. Gue mau hubungi elo dulu suruh jemput. Itu anak g balik-balik dari tadi"ucap dion sedikit marah, kemudian keluar dari kamar fira
"Kak, ayuk ganti bajunya. Ela bantuin"ucap ela lembut sambil mengusap keringat fira
"G la, kakak tidur aja"ucap fira menutup matanya
"Kakak g boleh sakit, kasihan bang gavi kerja disana, sampai lembur demi cepat pulang buat ketemu kakak, eh kakak malah sakit"ucap ela membujuk, mau tak mau fira mengangguk.
Selesai fira berganti pakaian, elo datang.
Dion bergegas membawa fira kedalam mobil. Diikuti ela dan elo tentunya
Sesampai dirumah sakit, elo langsung meminta kursi roda ke suster, karena keadaan fira yang lemas membuatnya tak kuat berjalan
"Makasih lo"ucap fira pelan namun masih terdengar oleh elo, dion dan ela tentunya
Firapun segera diperiksa oleh dokter, tentunya dion,elo dan ela ikut masuk kedalam meski dilarang oleh suster. Namun mereka bersikeras. Karena mereka tak ingin kakaknya kenapa - kenapa, akhirnya suster menyerah dan mempersilahkan mereka masuk.
Setelah fira diperiksa, dokter memasangkan cairan infus dan memberi obat tidur untuk fira. Membuat fira beristirahat sebentar karena tubuhnya sangat lemah.
"Diantara kalian berdua, suaminya saudari fira yang mana?"tanya dokter, membuat ela bingung
"kerja dok, kita bertiga adiknya"ucap dion langsung
"Adik kandung?"tanya dokter itu lagi
"Kalau saya adik kandungnya dok, tapi mereka berdua g. Tapi saya mau nikah sama cewek ini dok, dan berhubung ini kembarannya jadi sekarang kita bertiga adiknya kak fira dok"ucap dion panjang lebar membuat dokter tertawa
"Jadi kakak kenapa dok"tanya ela
"Kakak kamu g kenapa - kenapa, hanya kelelahan dan kekurangan asupan gizi. Dan ada yang sedang dia fikirkan sehingga dia jadi lemah dan mem--"
"Apa gue bilang, lo aja yang bantu kak fira ditoko, bengkel biar gue yang nanganin"ucap elo ke dion
"Lo kayak g tau kak fira aja keras kepala. Dia g mau dibantu. Dia malah nyuruh gue bantu lo"ucap dion
"Setidaknya, lo bantu apa kek ditoko selain masak"ucap elo
"Mau bantu apa lagi coba kalau g masak?"tanya dion mulai marah
"Stopppp...."ucap ela
"Kalian berdua, g dirumah, di kafe didepan dokter berantem. G malu apa, dokternya belum selesai bicara udah kalian potong, lanjut dok"ucap ela, membuat dion dan elo diam
"Gpp nak, sudah biasa itu, jadi gini, saya tuliskan resep obat, dan beberapa vitamin untuk fira. Dan ini merk susu ibu hamil yang harus kalian beli. Pastikan kakak kalian meminumnya secara teratur. Agar janinnya kuat. 1 minggu lagi. Tolong bawa dia kesini"terang dokter, membuat ela, elo serta dion melongo
"Kalian mengerti?"tanya dokter itu lagi sambi tertawa
"Dok mak..maksud dok.. ter"ucap dion terbata
"Ia, kakak kalian hamil, ini sudah masuk minggu ke empat"pernyataan dokter tersebut membuat elo,ela serta dion berlonjak - lonjak senang
"Hiaaa, bang gavi emang top"
"Yeyeyyy, keponakan lagi"
"Pasti cewek ini, pasti"ucap ela semangat
"Enggak,cowok"ucap dion dan elo serentak dan bertos ria
"Sebaiknya temui kakak kalian dulu, dia belum tau kabar bahagia ini"ucap dokter lalu meninggalkan mereka bertiga
----------
Saat fira bangun, yang dilihatnya adalah ruangan dan tirai putih
"Hey kak"sapa elo.
"Dirumah sakit ya lo, kakak kenapa"tanya fira
"Kakak kecapekan doank, lagian kakak yang bos kok kakak yang capek"ucap elo sambil tertawa
"Dion sama ela mana?"
"Kita disini kak"ucap dion sambil mengangkat belanjaannya
"Lo dari mana?"tanya fira
"Nih liat gue beli apa aja buat lo"ucap dion mengeluarkan isi belanjaannya
"Gue g tau lo suka rasa apa, jadi gue beli semua, ini susu ibu hamil rasa coklat, yang ini setraaawberry, hehe, ini vanila dan ada melon juga. Terserah lo mau yang mana. Ini ada vitamin juga. Vitamin termahal gue mintak buat ibu hamil"ucap dion panjang lebar, membuat fira bertanya
"Siapa yang hamil?"
"Astaga kak, lo hamil. Usia keponakan gue, eh keponakan kita udah 4 minggu. Lo g boleh kecapekan. Asupan gizi harus masuk, minum susu dan vitamin. Pesan dokter ke kita"
"Gu..guue ha..hamil ion?"ucap fira dengan suara bergetar
"Ia kak, selamat ya"ucap ela memeluk fira, diikuti dion dan elo
"Kita janji bakal jagain kakak"ucap ela
"Ia,kita janji"ucap elo dan dion berbarengan, membuat fira tersentuh
"Kak, bang gavi?"
"Biar ini jadi rahasia dulu"ucap fira tersenyum hangat
--------
"Kak, susunya ini udah"
__ADS_1
"Kak ini vitaminnya dikunyah dulu"
"Kak ayo aku pijitin sini"
"Kak sin---"
"STOOPPPPP"teriak fira
"Hei, gue cuma hamil oke. Kata dokter kandungan gue udah kuat jadi kalian tenang aja"ucap fira menenangkan ketiga adiknya
"Kaakkk..."ucap elo,ela dan dion berbarengan
"Oke, susunya gue minum"ucap fira memgambil dari tangan elo
"Sini vitaminnya la"ucap fira meminum vitamin pemberian ela
"Dan lo, sini pijitin gue"ucap fira menyuruh dion
"Jiah, ditaktor"ucap dion
"Apa? Lo bilang apa ion?"tanya fira
"Eh, g kok kak. Lo gemukan sekarang"
"Gimana g, minum susu 2x sehari. Makan gue banyak. Vitamin juga. Olah raga trus bareng kalian, yang hamil gue. Yang semangat kalian"ucap fira frustasi, karena badannya sudah gendutan sekarang, pasti gavi akan kaget nantinya
"Kak, ini udah mau masuk 4 bulan lo, lo g ngidam apa - apa?"tanya dion
"Sebenernya gue banyak ngidam, tapi entah kenapa. Saat kalian ngasih gue makan sama buah - buahan banyak. Ngidam gue beralih ke makanan yang kalian bawa"ucap fira cengengesan
"Ini semua berkat mama, mertua sama adik ipar lo yang tiap hari isiin kulkas penuh"ucap dion
"Ion, gue lagi ngidam bikin kue nih kayaknya, denger lo bilang kulkas penuh,yuk"ajak fira
"Astaga, bertanda buruk"batin dion
Setelah beberapa jam mereka berempat berkutat didapur merekapun mengemas kue buatan fira, ya elo dan ela ikut membantu
"Kita apakan kue sebanyak ini kak"tanya dion
"Udah bungkus aja rapi - rapi, lo ada meja kecil itu taro dihalaman, bawa kursi juga. La kasih alasnya sama bawa nih bunga"ucap fira mengarahkan
"Mau lo jual kak?"tanya dion
"G mau gue bagi - bagiin"tanya fira sambil melangkah keluar halaman membuat ela,elo dan dion melongo
"Ini bisa dapet 1 juta lebih uang ini. dan kakak lo malah dibagi - bagi"ucap elo
"Kakak lo juga kali, ayok buruan kasihan dia nunggu"ucap ela
Jam sudah menunjukan pukul setengah 5, kue yang dibagikan firapun sudah habis. Namun tiba - tiba ada yang datang saat fira sedang membereskan barang - barang
"masih ada g mbak"
"Duh, maaf ya. Udah habis semua, tadi diborong anak - anak sekolahan. Besok datang aja ke agala resto. Disana lagi promo juga"ucap fira masih sibuk tanpa menghiraukan orang yang bertanya
"Tapi saya maunya mbak Bukan kuenya"ucap orang itu dan fira baru sadar dan mengangkat kepalanya
"GAVIIIII....!"Teriak fira kencang dan segera berlari kearah gavi dan memeluknya kuat
"Miss you la"ucap gavi lalu mencium kening fira
"Miss u too gav, welcome home aga"ucap fira kembali memeluk gavi kuat, menghirup aroma tubuh gavi sekuatnya
"Hei, tambah gendutan sekarang ya semenjak gue tinggal. Seneng banget kayaknya. Nih pipi cubby banget"ucap gavi sambil mencium pipi fira beberapa kali
"Kayak apa la?"
"Kayak orang lagi hamil"bisik fira ditelinga gavi
1..
2..
3..
4..
5..
6..
Hitung fira dalam hati
"La, lo hamil?"tanya gavi histeris, kaget dan tak percaya
"Ia, udah empat bulan"ucap fira sambil mengelus perutnya yang sudah membesar, gavipun segera berjongkok, kepalanya dan perut fira sekarang sejajar dengan kepalannya
"Hei anak ayah, ini ayah. Maaf ayah g tau kalau kamu ada sayang, bunda g ngasih tau ayah kabar gembira ini, baik-baik disana ya, sekarang ayah udah ada, kalau anak ayah mau minta sesuatu kasih tau ayah ya.."ucap gavi sambil menghapus air matanya,dia benar benar terharu dan masih tak percaya,dan kemudian dia berdiri menatap fira
"Kenapa g bilang la"ucap gavi sendu
"G mau ganggu lo kerja ga, maaf"ucap fira menunduk
"Jangan mintak maaf, gue yang pergi, saat lo jaga anak kita sendirian gue merasa bersalah banget, maafin gue la. Jadi yang selama ini jagain lo siapa la"tanya gavi
"Noh"tunjuk fira kearah ela, elo dan dion yang sedang memperhatikan mereka
"Mereka ngasih gue susu ibu hamil 2x sehari, ngasih gue makan 4 sampai 5x sehari, mereka bukain gue buah. Ngasih gue vitamin. Nemenin gue senam ibu hamil. Mama sama adek adek lo trus ngisi kulkas biar makanan gue teratur"terang fira, gavipun berjalan kearah ela,elo dan dion. Lalu memeluk mereka sekali tiga
"Makasih banyak, gue hutang sama lo semua"ucap gavi melepas pelukannya
"G perlu hutang hutang, fira itu kakak kita, kita semua mesti jaga dia"terang dion
"Berhubung gavi datang, gue jadi mau masak buat lo, tunggu ya. La bantu kakak"ucap fira kemudian menarik ela ke dapur
"Mampus dah kita lo"ucap dion
"Mau gimana lagi"elah elo
"Ada apa sih"
"Bini lo, kalau masak g liat keadaan bang, bikin makanan banyak terus, gue sama dion mau muntah karna kekenyangan"ucap elo
"Yaudah sekarang gue yang bantuin habisin, g ada makanan yang seenak buatan fira ataupun lo ion"ucap gavi kemudian masuk kedalam rumah
"Panggil putri sama meli aja ya, kayaknya kita bakal makan besar lagi, berhubung yang datang bang gavi"ucap dion dan elo hanya mengangguk dan masuk kedalam. Dionpun mengeluarkan hp dari dalam saku
"Hallo dek lagi dimana?"
"Lagi dirumah ini, ada apa? Kangen yak"ucap meli
"Najissss, buruan kerumah"ucap dion
"Kerumah mana, rumah lo atau rumah kak fira"tanya meli
"Kerumah kak fira lah, udah buruan ajak putri"ucap dion
"Iaia, bawel amat lo bang, 15 menit lagi gue nyampe. Ada nitip g?"
"Kagak, kak fira bikin makanan banyak lagi. Buruan gue udah dipanggil elo"ucap dion lalu memutuskan telfon sepihak
Beberapa menit kemudian putri dan meli datang
"Abang?"teriak putri tak percaya
"Hai, kalian baru datang?"tanya gavi
__ADS_1
"Abang kenapa ndak kasih tau kita kalau udah sampe ha"ucap meliani marah
"Kan kejutan"ucap gavi santai lalu mengacak kedua rambut adiknya
"Yuk, buruan masuk. bantu kakak kalian, dia g boleh kecapekan"
"Abang udah tau?"tanya putri kaget
"Ya, dan kalian merahasiakannya, buruan bantu sana"ucap gavi mendorong kedua adiknya
--------
Disinilah mereka semuanya, para anak - anak berkumpul, termasuk ori dan kak lily yang tak sengaja datang karena ingin melihat keadaan fira
"Mendingan lilonya dibawa kekamar aja kak"ucap fira ke lily
"Gpp kok dia disini aja, biar bisa lihatin. Dia suka bangun mendadak"terang lily dan fira hanya mengangguk
"Yaudah,yuk makan"ucap gavi semangat
"Ayoooo"ucap para anak kecil semangat, fira memang banyak membuat makanan, jenis sayuram saja ada 4 macam, ada daging sapi, ayam dan ikan. Ada mie goreng juga, ada sup pokoknya banyak. Dan itu hanya dengan jentikan jari fira maka semua terselesaikan
"Kalau gini lo bikin rumah makan aja ra, dari pada mubazir kan"
"G ah, udah cukup tokonya. Sekarang fokus ke ini dulu"ucap fira menunjuk perutnya
"Kalau udah besar, baru bangun toko lagi. Ia kan ion"ucap fira, yang ditanya malah memasukan ayam, dan ikan secara bersamaan kemulutnya, membuat orang tertawa kecuali ela, dia sedikit ngeri dengan dion. Kenapa bisa dia bertahan dengan orang seperti dion.hehe
Sudahlah, ela merasa senang sekarang, keluarganya banyak
Setelah acara makan besar selesai, ori dan lily kembali kerumahnya, putri dan melianipun sudah diantar dion.
Elo dan ela sudah kembali ke kamarnya masing-masing, elo memang sering tidur dirumah fira, alasan karena dia tak ingin hal hal buruk terjadi pada kembarannya karena dion ada dirumah
Sedangkan fira dan gavi, mereka memutuskan untuk mengobrol dulu dikamar sebelum tidur
"Balik lagi gav"tanya fira pelan
"G kok, gue berhenti kerja"jawab gavi santai
"Apa? Serius gav. Lo berhenti kerja?"ucap fira dengan suara tinggi
"Ia, tapi dipindahin kesini"ucap gavi sambil tersenyum lebar
"Beneran?"tanya fira semangat
"Ia, kebetulan posisi atasan disini diganti, dan kebetulan gue keluar. Yaudah gue aja lagi yang jadi atasan disini"ucap gavi bangga
"Hum.."ucap fira kembali sendu
"Selain itu, gue g bakal ninggalin istri cantik gue lagi. Apalagi lagi ngandung anak gue sekarang"ucap gavi mengelus perut fira
"Anak ayah, jangan bandel disana ya, kasihan bunda kalo kesakitan"Ucap gavi
"ia ayah, aku g nakal kok"ucap fira sambil menirukan suara anak kecil dan kemudian tertawa bersama gavi
---------
5 bulan setelah kedatangan gavi
"Dioonnnn"teriak fira kencang, sekarang berteriak merupakan kebiasaan fira, membuat seisi rumah jadi kaget mendadak. Berhubung kandungan fira sudah menginjak 9 bulan. Dan diperkirakan 1 minggu lagi akan melahirkan. Membuat seisi rumah jadi ribet mengurusi fira.
dirumah sekarang sudah ada dion, elo, ela, putri dan meliani yang siaga.
Gavi? Dia pergi kerja tentunya.
Pernah suatu saat fira ngidam dibelikan oven, lalu menyuruh gavi masak kue. Hal hasil kue yang dihasilkan gavi bantat dan fira menyuruh adik adiknya memakan kue buatan gavi, parah
"Kak lo dimana sih"teriak dion karna tak menemukan fira
"Gue disini goblok"ucap fira dari dapur. Selain berteriak fira suka mengeluarkan kata kata pedas untuk semua orang yang dia kehendaki. Kecuali gavi, dia akan langsung luluh.
"Ngapain lo disana kak? Buruan berdiri. Hati hati"ucap dion membantu kakaknya berdiri
"Eeeh, eh.. kok malah pipis sih..iih"ucap dion jijik
"Hehe, kelepasan gu-- aduh..duh ion perut gue sakit"rintih fira
"Astaga, lo mau bab kak?"tanya dion
"Bab pala lo, keponakan lo mau keluar setan. Bawa gue kerumah sakit sekarang"ucap fira galak
"Astaga lo mau lahiran? Laaa..laaa.. eloooo.. duh mana sih.. elo..lo"teriak dion
"Apaan sih rib-- ASTAGA kak, lo pipis ya"tanya elo dan kemudian tertawa
"Mati anak gue woi kelamaan, duh.. hooss..huh.."ucap fira ngosngosan
"Goblok siapin mobil, kakak mau lahiran sekarang"ucap dion kesal karna keleletan elo
"Aaakkk.. cepetan goblok"ucap fira, kemudian ela dan putri datang karna mendengar keributan. mereka Membantu fira berjalan. Mereka tidak panik seperti dion dan elo.
Sedangkan meliani menyiapkan keperluan fira. Kemudian mereka menuju kerumah sakit
"Astaga, bawa mobilnya ngebutan dikit anak gue hoosshosss..."ucap fira ngosngosan
"Tarik nafas, buang kak"ucap putri
"Ngapain, hoos.. nafas gue.. hoshoss.. bauk haa?"ucap fira marah
"Dih, kak fira serem ah. Eh, abang udah ditelfon?"tanya putri
"Astaga, suami gue manaa?"jerit fira diatas mobil, membuat dion dan elo menutup telingannya
"Abang otw rumah sakit"ucap meliani
Dan merekapun sampai dirumah sakit
"La.."ucap gavi sambil mengiringi fira menuju ruang bersalin. Gavi lebih dulu sampai dibandingkan fira, jadi langsung stay ditempat
"Sakit gav"ucap fira lirih namun dikuatkan gavi
"Ayok sayang, semangat"ucap gavi lembut
"Baik bu, apa bisa kita mulai proses melahirkannya?"tanya dokter
"Belum, adek-adek saya mana dok, suruh mereka masuk. Aduhh.. cepat dok..gav panggil mereka"ucap fira menahan sakit
Mau tak mau kelima adik fira masuk kedalam ruang bersalin. Menyaksikan fira melahirkan.
Sekarang mereka berlima juga bersimbah keringat dingin. sama seperti gavi dan fira.
bagaimana tidak, mereka Melihat proses melahirkan secara langsung, dan membuat mereka hampir pingsan
"Eeak..eakk..."suara bayi terdengar
"Selamat pak, anaknya perempuan. Sehat dan lengkap"ucap sang dokter, membuat gavi meneteskan air mata dan mengecup kening fira
"Makasih sayang, udah bertarung nyawa demi anak kita"ucap gavi ditengah tangisnya
"Jangan nangis"ucap fira lembut
"Terharu ra, sekarang aku beneran jadi ayah, dan kamu beneran jadi bunda"ucap gavi, membuat hati fira menghangat dan diapun ikut meneteskan air mata. Tak terasa 5 bocah tadi keluar dengan perasaan haru. Merekapun mengeluarkan hpnya dan mendial nomor mamanya masing masing
"Ma, elo dan ela sayang mama"ucap si kembar
"Ma, Ion sayang mama. Maafin salah ion ya ma. Ion janji g bakal nakal dan bersikap dewasa. Ion kanji bakal ngebahagiain mama"ucap dion
"Mama, hikshiks.. maafin kita.. mama udah bertarung nyawa buat lahirin kita,hiaa"ucap putri dan meliani
__ADS_1