
"Kasihan banget lo dek, yang sabar ya"ucap fira sambil tertawa mendengar cerita adik kesayangannya
"Lo, kok gue malah diketawain sih kak, emang lo sama gavi gavi itu aman - aman aja? Ntar dilabrak lagi lo sama ceweknya"ucapan dion membuat fira diam tiba - tiba
"Gue becanda, jangan dimasukin ke hati. Setidaknya kita sama - sama berjuang aja oke"
"Okelah"ucap fira lemah
"So, sekarang jadi kan nemenin lo cari kebaya sama baju buat perpisahan ntar?"tanya dion
"Ya begitulah. Kita pergi sekarang aja gimana? Biar ntar sore gue bisa tidur nyenyak"ucap fira, kemudian dion mengangguk , mengambil kunci motornya dan langsung melesat ke toko kebaya
"Gue maunya lo pakai yang ini kak"
"Gue g suka warna pink"
"Tapi ini bagus buat lo, lo kan kurus tu. Pake yang kembang - kembang gini kelihatan berisi"
"Lo ngeledek gue ya"
"Kan emang kenyataan kan"
"Kayak lo aja yang g, badan aja yang tinggi"
"Duh, maaf ya adek - adek, ada yang bisa saya bantu"
"saya mau cari kebaya tan, warna biru ada g tan"
"Pink fanta tan, jangan biru"
"Duh, gini aja kita ada kebaya perpaduan warna biru sama pink fanta, apa mau dilihat dulu"
"Ya"ucap dion dan fira serentak, kemudian pelayan toko menyerahkan kebaya yang dipilih fira dan dion tadi
"Langsung bungkussss"ucap fira dan dion serentak, lalu bertos ria sedankan pelayan toko hanya bisa geleng - heleng kepala. . .
"Sekarang gimana? Cari baju buat perpisahan lo lagi kan?"
"Iaia, tapi jangan yang wah,kali ya, cukup buat wisuda gue aja yang wah"
"Okelah"
"Eh, bentar ada telfon dari bang ori, gue angkat dulu ya"ucap fira lalu dion hanya mengangguk
"Hallihalli bg"ucap fira semangat
"Hallo kali dek, oya lo berdua kemana sih kok g ada dirumah. Sepi woi"teriak ori dari ujung sana
"Ini, habis dari toko kebaya, buat wisuda besok. Habis ini mau ketoko baju lagi, cari buat yang perpisahan"terang fira
"Gue ikut deh, lo tunggu gue dideket lampu merah sebelum pasar itu ya"ucap ori
"Jangan lama - lama"
"Siip, ra"
"Apa kata bang ori?"
"Dia mau nyusul, tunggu di lampu merah sebelum pasar aja"
"Okelah, pakai helmnya"ucap dion memerintah
"Ia bawel"ucap fira sedikit jengkel namun tersenyum karena perhatian adiknya
---------
"Gilaaaaaa, lo lama banget bang"ucap dion frustasi
"Lo g liat kita kringetan gara - gara lo"
"Haha, maaf ntar gue traktir makan siang deh. Sekarang jalan yuk, keburu laper ntar. Kita ke toko mana ra"
"Diesy aja bang"ucap fira, dan kemudian merekapun mengarahkan motornya ke diesy toko
"Pilihin yang bagus ya, jangan mahal - mahal"ucap fira memerintah
"Oke bosss"ucap ori dan dion serentak, mereka memang peduli dengan apa yang digunakan fira, tak boleh terbuka, tak boleh lebay atau mewah, dan harus bagus dilihat oleh mata
"Gue nemu ini dan ini"ucap ori mengangkat 2 baju berwarna merah dan pink
"Gue nemu ini juga"ucap dion mengangkat baju berwarna pink dan hijau
"Huaa, pertama gue g suka warna pink, lo pada lupa ya. Kedua, merah.. lo kira gue dendeng balado apa. Dan satu lagi, hijau. Hijau itu warna sekolah gue dion. Lo mau nyamain baju gue sama tembok sekolah"
"Trus lo mau warna apa?"tanya ori
"Biru kalau g ungu deh"ucap fira dan kemudian dion dan ori langsung melesat mencari baju sesuai keinginan fira
"Nah..eh.."
__ADS_1
"Eh, bang..."
"Gue yang nemu ini baju duluan"ucap ori
"Gue kali yang lihat"
"Gue"
"Gue"
"Gue"
"Ih, oke kita kasih sama sama ke fira"ucap ori pasrah
Kemudian mereka berdua menyerahkan satu buah dress, berwarna ungu dengan rompi berbatik ke fira
"Wah, ini bagus..bag..bag..g jadi lah"ucap fira lesu
"Kenapa emang? Katanya bagus"ucap ori
"Harganya 450rb, uang gue tinggal 240rb, masih kurang yang lain aja deh, yang murahan dikit"
"No"ucap dion dan ori serentak
"Pakai uang kita"ucap mereka kembali serentak
"Huaaa, makasih ya sayang - sayang ku"ucap fira senang
"Haaha,ternyata bawa mereka berdua bisa jadi sumber dana"ucap fira tertawa dalam hati
"Kenapa senyum - senyum kak?"
"g, seneng aja gue"Ucap fira kembali tersenyum
---------------
"Baaaaaaaanngggggg"teriak fira kerasss
"Apaan sih berisik ra"
"Gimana?"ucap fira sembil melenggak lenggokan badannya, sekarang adalah hari perpisahan disekolah fira
"Gila, lo siapa?"ucap ori tak percaya
"Ini gue, adek lo"ucap fira gemes
"Apaan sih bg, gimana?"
"Muantap banget dek, lo make up sendiri?"
"Ia lah, trus siapa? Noh dibantu sama itu orang"ucap fira menunjuk dion adiknya
"Huahahhah... hahaha.."tawa ori pecah, bagaimana tidak, sekarang dion adiknya telah menggunakan make up fira kewajahnya
"Gue cantik g bang?"goda dion
"Ih, geli gue.. sumpah. Lo mirip fira banget kalau kayak gini, cepetan cuci. Gue anti banget sama bencong"ucap ori dengan tampang jijiknya
"Tapi kak fira cantikkan?"tanya dion ke ori
"Belajar dimana lo?"
"You tube kan ada, wellk"ejek dion lalu pergi berlari kekamar mandi membersihkan wajahnya
"Oya, ada satu tambahan lagi buat lo"ucap ori
"Apaa?"
"Bentar ya, gue ambil dulu dikamar"ucap ori, sedangkan fira hanya diam dikamar menunggu kedatangan kakaknya
"Nih, pake buat lo"
"Hahh, wow... kalung yang bagus. Nyuri dimana lo bg?"
"Gue beli tau, mau dipakein atau pake sendiri"
"Dipakein donk, biar romantis kayak difilm - film"
"Korban film lo dek"ucap ori lalu memasangkan kalung berbentuk hati kefira, ada ukiran namnya disana
"Udah mesra - mesranya woi, gavi udah lumutan nunggu lo tau"ucapan dion membuat fira kaget
"Jangan salting kak. Lo cantik, pd aja"
"Okelah"
"Oya, gue mau bilang satu hal sama lo, tapi jangan kaget ya"ucap ori
"Apa?"
__ADS_1
"Gavi pake kemeja warna ungu lo, dasi hitam dan jas hitam tentunya. Serasi banget sama lo dek"goda ori
"Apaan sih bang"ucap fira malu
"Buruan sana"usir dion dan ori
dengan tergesa - gesa fira turun dan satu langkah lagi
HAAAP...
"untung gue tangkap,kalau g kita bakalan kerumah sakit dulu"ucap gavi
"Eh..hm.. maa-- makasih gav"ucap fira gugup
"Lo cantik ra"bisik gavi
"Eheemm..."ori batuk
"Kayaknya udah jam 7 malam ya bg ya"ucap dion melirik jam
"Kayaknya kita bakalan TELAT deh"ucap ori keras dikata telat, sontak fira dan gavi berlari keluar menuju mobil gavi
"Sumpah bg, tu orang lucu banget"ucap dion sambil tertawa
"Haha, g liat jam apa tu orang. Masih jam 6 juga"ucap ori dan kembali tertawa
---------
"Gav, kayaknya kita terlalu cepat deh datangnya"ucap fira sambil melihat kekiri kekanan, memastikan teman - temannya saat ini dimana
"Gpp, yuk kesana"tunjuk gavi kearah beberapa temannya
"G ah, laki semua. Gue disini aja nunggu ila bentar lagi otw dia"
"Yaudah, gue kesana dulu ya, gabung sama yang lain. Kalau udah mau pulang kasih tau gue ya"ujar gavi dan fira hanya mengangguk
"Dan satu lagi, lo cantik. Jadi jangan malu atau kaku gitu ya"ucap gavi menggoda fira
"Apaan sih, kesana buruan"ucap fira mendorong gavi, sumpah dia Malu banget
-----------
"Bengong aja lo dari tadi, kalau mau kesana, kesana aja. Percuma raga lo sama gue tapi hati dan fikiran lo ke gavi"ucap ila sambil meminum minumannya
"Apaan sih la, gue cuma mikir aja ntar habis dari sini apa gue bakal ketemu sama lo dan gavi lagi"
"Tergantung lo"
"Kok tergantung gue sih"
"Kalau lo tetap jaga komunikasi sama kita, dijamin kita bakalan ketemu kedepannya"
"Gitu ya, eh.. pembacaan nominasinya mau dimulai tu"
"Mau kesana?"tanya ila
"Ya, bisa jadi gue salah satunnya kan, haha"ucap fira bangga dan kembali ceria, dia yakin tak akan pernah kehilangan 2 sahabatnya ini jika dia bisa menjaganya
"kakak terfavorit jatuh kepada AFIRA ASLLA, kepada kakak kita persilahkan"ucap mc
"Apa gue bilang, ahhaah"ucap fira bangga dan berjalan anggun kedepan
"Biasa aja kelessss ra"ucap ila sambil tersenyum. Bagaimana tidak fira jadi kakak terfavorit. Meskipun fira pemarah, tapi marahnya itu kebanyakan untuk mendidik adik - adiknya, bahkan saat fira ulng tahun juniorlah yang paling heboh merayakannya.
Berbicara, bercerita apalagi curhat dengan fira merupakan hal yang ditunggu - tunggu oleh seniornya. Sebenarnya fira tak kalah cantik dengan Kenya yang notabennya adalah kakak tercantik. Tapi bagi fira menjadi yang terfavorit tentu sudah cukup dan membanggakannya.
"Selamat ra"ucap ila sambil memeluk fira
"Sama - sama, makasih ya la"ucap fira kemudian melirik kegavi, disana gavi memandanginya dan kemudian tersenyum
"Good job ra"ucap putri berlari
"Eah, lo cantik banget, gue kira lo g bakal pake ni baju, haha. Keliatan banget cewek lo"ujar putri membuat fira sedikit jengkel
"La, pulang yuk"itu gavi, g a v i
"Ha?"ucap fira,putri serta ila berbarengan
"Pulang la, pulang. Udah mau malam juga"
"Gue"tunjuk ila
"Bukanlah, fira maksud gue"
"Kok lo manggil la si"tanya putri
"Gue kadang - kadang manggil dia aflaa, panggilan sayang"ucap gavi sedikit berbisik ke fira dan sukses membuat fira bulshing
"Apaan sih, yaudah kita pamit ya.. da la, put.. daaaa..."ucap fira menarik gavi yang masih cengengesan
"Gue yakin mereka berdua bakalan nikah suatu saat nanti"
__ADS_1
"Pasti"ucap ila mantap kemudian tersenyum