Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 6


__ADS_3

Mungkin hari ini adalah hari terburuk bagi fira, terlihat dari cuaca yang sama seperti hatinya, mendung.



Beberapa menit yang lalu fira dapat informasi dari teman - teman gavi kalau gavi punya pacar dari kelas 1 smp, berarti sekarang mereka sudah pacaran kurang lebih tiga tahun lamanya. Ntah apa yang dirasakan fira, yang jelas dia merasakan sosok gavi nantinya akan jauh darinya.



Tak terasa fira menangkap sosok gavi yang baru masuk kedalam kelas, seperti biasa dia selalu tersenyum kepada semua orang, beda dengan fira yang hanya cuek. Bukan dia sombong atau apalah, yang jelas dia tak ingin memulai percakapan dulu. Oleh karena itu teman dekat perempuannya hanya ila saja.



"Pagi ra"ucap gavi senyum - senyum, sedangkan fira langsung keluar dari kelas



"Tu anak kenapa sih?"ucap gavi bertanya pada teman - temannya



"Lagi pms dia mungkin"ucap ila langsung, takut yang lain tau kalau fira tiba - tiba berubah karena mengetahui seorang gavi memiliki pacar



"Oh, gitu ya"ucap gavi lalu duduk dikursinya



-----------



"Woi..."ucap putri mengagetkan fira



"Kagak kaget gue put"ucap fira membuat putri mendengus kesal



"Lagi apa lo? Merhatiin orang main basket atau bengong?"



"Keduanya"ucap fira langsung



"Kebawah yuk, liat senior main basket, lumayan cuci mata"ucap putri menarik fira



"Tap..."



"G ada tapi - tapian"ucap putri menyeret fira



---------



"Stt... ra.. ra"panggil putri



"Yang itu, yang itu liatin lo terus"ucap putri mengguncang tubuh fira



"Lah malah bengong lo"ucap putri pasrah



"Yang mana?"ucap fira baru conect



"Itu, yang putih itu, yang tinggi ganteng banget gila"ucap putri histeris



"Lumayanlah"ucap fira datar

__ADS_1



"Lo kenapa sih dari tadi g ada ekspresi" ucap putri mulai jengkel



"Gue balek kelas ya"ucap fira membuat putri makin jengkel



"Ya ya ya, balik sanaa.. hushus.. dasar aneh"ucap putri lalu berjalan ke kelasnya. Moodnya tiba - tiba hilang karna melihat fira



-----------



"Ra lo---"ucap gavi terputus



"Gue udah dijemput"ucap fira pergi lalu meninggalkan gavi yang masih bingung, tanpa ba bi bu be bo gavi mengejar fira dan menarik tas fira seperti biasa



"Lo apa - apaan sih gav"teriak fira didepan gavi, gavipun kaget dan melepas tangannya dari tas fira



"Lo kenapa sih? Ada masalah apa sama gue"ucap gavi dengan sedikit penekanan



"G ada"jawab fira singkat



"Lo berubah ra, gue salah apa? Cerita sama gue ra"ucap gavi lirih



"Fira.."panggi seseorang dari gerbang sekolah




"Kenapa sih tu anak, trus itu siapa coba"ucap gavi kesal



---------



Diperjalanan pulang fira hanya diam, membuat dion jadi salah tingkah dan g tau harus berbuat apa, idepun muncul dikepala dion, motornya dibelokkan ke salah satu toko kue langganan fira, toko apa lagi selain toko mamanya



"Turun"ucap dion ke fira



"Udah nyampe rumah ya?"ucap fira bengong



pletaak...!



"Aw, sakit bego"ucap fira mengusap kepalannya



"Lah, kok tempat mama"ucap fira melongo lagi



"Mama ada kue baru, dan gue denger itu ada kejunya"ucap dion lalu meninggalkan fira diparkiran



Tik..tok.. tik..tok..

__ADS_1



"Aaaa... kejuuu"Teriak fira



"Baru conect dia"ucap dion sambil mengehela nafas, sebenarnya dion sayang banget sama fira. Terbukti sekarang dia mengajak fira ke toko mama, dia tau fira lagi ada masalah. Namun bagaikan anjing dan kucing tak ada hari mereka untuk tidak bertengkar, hal hasil ori kelelahan mengurus kedua adiknya.



"Ini spesial buat kalian berdua"ucap mama



"Makasih ya ma"ucap dion dan fira serentak



Beberapa gigit saja kue yang dihidangkan sudah habis dimakan fira



"Maaa..."teriak fira



"Ambil sendiri gih"ucap mama fira, dia tau anaknya akan nambah pastinya



"Gue juga lebihin"ucap dion mengangkat piringnya dan dihadiahi anggukan dari fira



Tiba - tiba suasana hening, fira telah menghabiskan 5 potong kue, sedangkan dion hanya 3



"Lo kalau kenapa - kenapa bisa ngomong atau cerita sama gue"ucap dion menghilangkan ketegangan diantara keduannya



"Gue g kenapa - kenapa"



"Gue tau lo luar dalam"ucap dion tajam, lalu fira menghela nafas panjang



"G tau, tiba - tiba mood gue berubah sejak tau gavi punya pacar, dan itupun dari smp, pastinya hubungan mereka awet banget"ucap fira menundukkan kepalannya



"Lo suka sama dia?"tembak dion, sedangkan fira hanya geleng - geleng kepala



"trus?"



"Gue baru resmi sahabatan sama dia kemaren makannya gue senang banget tapi saat gue tau dia ada pacar gue takut langkah gue sama dia jadi terhambat, gue seganlah"ucap fira lagi



"Jalani aja kali, toh pacarnya g satu sekolah sama lo kan, dan lo g punya niat buat ngerusak hubungan mereka"ucap dion



"Tap..."



"G ada tapi - tapian, lo harus biasa aja sama dia, jangan jauhi dia karna kalian bakalan sakit hati ntar"


Fira hanya mengangguk - angguk lesu



"Yaudah kita balik yuk"aja dion, sambil mengeluarkan uang dari dompetnya namun ditahan fira



"Biar gue yang bayar"ucap fira langsung menuju kasir. Sebenarnya fira maupun dion tak usah membayar kue yang mereka makan, toh yang punya emak mereka. Namun yang namanya berjualan g ada yang gratis meski yang beli adalah keluarga sendiri

__ADS_1




__ADS_2