Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 18


__ADS_3

"lo dari pulang jalan kemaren sampai sekarang kok liatin hp mulu kak, nunggu kabar dari siapa?"tanya dion



"dari gavi, dia g ada hubungi gue. Gue sms bahkan gue telfon g ada jawaban"



"lah, sabar aja kak, mungkin dia lagi jalan - jalan kan, dan g pengen diganggu"ucap dion menenangkan fira



"tapi ini udah dua bulan lebih ion, gue g tau keberadaan dia dimana. Besok gue udah kuliah, dan pasti gue bakal fokus ke kuliah gue dan takutnya gue bener - bener kehilangan dia"



"gue percaya gavi lo itu g bakal hilang gitu aja tanpa sebab kak, udah donk galaunya napa"ucap dion sambil mencolek fira



"oya, gue ada kabar bagus buat lo"ucap dion semnagat



"apaan?"



"besok gue bakal ketemu sama riela lagi, dia bilang elo lagi tanding keluar"ucap dion semangat



"hoalah, kirain apa. Lo kapan maju sih ion, sampai kapan lo mau bawa ela diam - diam dibelakang elo. Lo mau diinjek sama dia kalau dia sampe tau lo nyuri pacarnya?"ucap fira membuat dion menggaruk tengkuknya



"noh, liat abang lo muka memar habis dipukuli abangnya kak lily tapi g mundur - mundur. Sekarang gimana akhirnya? dia pacaran kan? dan bisa gue bilang abang kita sama noh abang kak lily jadi csan sekarang. Gila kan"ucap fira apa adanya



"yaudah besok gue usaha deh buat ketemu elo"ucap dion pelan



"harus, yang brani dikit napa"ucaP fira mengejek dion



----------



"so buat apa lo ngaja gue kesini? lo ajak gue kencan ya?"ucap elo sinis dan dengan nada mengejek tentunya



"gue mau ngomong sesuatu sama lo"ucap dion langsung



"apaan? gue g suka basa basi"ucap elo membuat dion menelan ludahnya



"gue mau lo ngelepas riela, gue bakalan ngelindungi dia. bukan lo lagi"ucap dion mantap



"riela? lo mau ngelindungi dia? wow, hebat banget lo DIONI ASLLAN"ucap elo menganggap remeh dion



"gue serius elo, gue udah lama suka sama cewek lo. Dan sekarang waktu yang pas buat gue, karna gue tau. Gue dan riela bakalan 1 sma, dan lo? lo g masuk sma yang sama dengan riela kan?"ucap dion sedikit lantang



"lo tau dari mana?"



"gue tau riela, gue udah lumayan lama merhatiin dia"



"lama mana gue dari pada lo?"ucap elo sedikit santai



"gue g tau, bagaimanapun riela bakalan jadi milik gue"



"taruhan main basket, lo menang ambil riela but lo. Dan kalau lo kalah, lo cari sma lain dan jangan pernah ganggu riela"



"shit.."ucap dion marah dan berdiri, membuat elo sedikit terkejut



"lo kira riela barang taruhan ha? seenaknya lo bikin taruhan sama gue dan dikasih iming - iming menang dapat riela? no, itu bukan cara gue bro"ucap dion dengan nada tinggi



"sebenarnya lo sayang g sih sama cewek lo? segitunya lo bisa jadiin dia barang taruhan? riela itu cewek baik, polos, dan g suka dipermainin. Dia paling sering nangis dan asal lo tau dia nangis diam - diam dan g pernah nunjukin ke semua orang. Lo kira gue g sedih liat dia kayak gitu ha? atau jangan - jangan lo yang sering bikin dia nangis ha?"ucap dion berapi - api, sedangkan elo hanya tertawa, tertawa besar



"kalau gue sering bikin dia nangis lo mau apa ha?"ucapan elo mebuat dion naik darah



BUGHH...



"lo..."geram elo tak terima



"apa? sakit? sakit mana hati riela lo jadiin barang taruhan ha? dari pada pukulan gue"ucap dion dengan marahnya



BUGHH...



"aishh, cuma segitu kemampuan lo?"ucap dion menyeka sudut bibirnya yang terluka



"lo rasain ni pukulan gue dion"ucap elo berapi - api



STOOP...!



"berhenti... berhenti gue bilang. Rie turunin tangan lo dari krah dion"



"tapi..."



"g ada tapi - tapian rie, lo udah kelewatan. Gue liat dari awal dan ini semua memalukan, g seharusnya lo pakai cara ini rie"



"baguslah kalau gitu"ucap dion tertawa remeh



"lo, apa yang lo ketawain ha, mau gue hajar satu kali lagi ha?"ucap elo marah



"RIELO ELFAN...!"



"iya sayang ku RIELA ELFANIA, what happen honey?"ucap elo semanis mungkin membuat dion mencibirkan lidahnya



"ngapain lo melet - melet?"ucap elo lagi



"suka - suka gue donk, putusin aja cowok kayak gitu la"ucap dion membuat riela mengkerutkan dahinya



"pacar?"ucap riela



"ia, lo pacaran sama elo kan?"ucap dion membuat riela tambah bingung dan kemudian melirik tajam elo



"lo bilang gue pacar lo lagi? OMG elo lo g laku atau gimana sih"ucap riela sedikit frustasi melihat tingkah laku elo



"gue kan jagain lo honey, dari laki - laki buaya darat kayak dion"tunjuk elo



"tunggu, maksud lo pacar lo lagi apa la?"

__ADS_1



"gue harus cerita dari mana"ucap riela menarik nafasnya dalam



"biar gue aja yang cerita, lo pesan gih sana pesenin kue yang kemaren lagi ya, enak soalnya"ucap elo ke riela



"awas lo main nonjok orang lagi"ucap riela mengancam elo dan kemudian pergi



"lo sering makan disini?"ucap dion



"lumayan, kenapa emangnya? gue suka sama kue yang kayak darah itu, ehhee"ucap elo sambil tertawa, aneh



"lo sering kesini?"tanya elo



"lo nanya gue sering kesini? ahahha, emangnya riela g pernah cerita sama lo?"ucap dion



"cerita apa?"



"lo, ini kue yang lo pesan"ucap riela memotong pembicaraan



"gue makan dulu, laper. sayang kue enak gini dianggurin, siapa sih yang bikin resep yang beginian? lo mau?"ucap elo menawari dion dan riela yang sedari tadi senyum - senyum



"itu resep gue yang bikin"ucap dion membuat elo mengeluarkan isi mulutnya



"mak -- "



"ini toko punya keluarga gue, kebanyakan yang nyiptain menu yang aneh - aneh gini gue sama kakak gue noh"ucap dion menunjuk fira yang baru saja masuk



"oh, i see, i see"



"lo udah cerita ke dion?"



"cerita apaan?"tanya elo



"riee..."geram riela



"oke - oke gue bakalan cerita tapi jangan sampai ada yang tau, gue sama riela saudaraan"ucap elo pelan



"lebih tepatnya kita kembar"ucap riela menambahakan



"oh, gitu ya, pantesan kalian mirip dan nama kal-- WHATTT? kalian kembar? ASTAGA, jadi slama ini gue cemburu sama saudara kembar lo la? ASTAGA, so gue boleh pacarin saudara lo kan?"ucap dion semangat dan langsung langsung saja



"tergantung dia"ucap elo menunjuk riela



"gue mah mau - mau aja asal lo g ngelarang"ucap riela ke elo



"aishh, susah banget sih. sekarang lo jadi pacar gue ya? oke fix. 2 Agustus 2014 di toko keluarga gue, kita resmi pacaran"ucap dion menarik riela kedalam pelukannya



PLETAAK..!



"au.."ucap dion tertahan




"rasain lo"ucap elo mengejek



"ampun kak, namanya juga lagi seneng, noh liat aja riela aja malu - malu tu"ucap dion menggoda riela



"apaan sih dion"ucap riela malu - malu



"oya, kenalin ini kakak kece badai gue, Afira Aslla lo bisa manggil dia kak fira"



"kamu riela dan kamu elo kan? musuh bebuyutan dion?"tanya fira polos



"ih, sekarang g musuhan lagi kak"ucap dion merajuk



"yaudah, lanjut gih sana, ntar lagi bang ori sama kak lily bakal kesini jemput kue. gue mau siap - siapin dulu. lanjut deh kalian, yang akur ya"ucap fira lalu meninggalkan mereka bertiga



"itu kakak lo kan?"tanya elo



"kenapa?"



"gilaa, manis banget udah punya pacar belum? boleh g gue gandeng"



"ihh, rieee"ucap riela gemas



"becanda kali rie"



"eh, tunggu lo manggil nama saudara kembar lo sama - sama rie?"tanya dion dan keduanya mengangguk



"trus kalau ortu manggil salah stau dari kalian gimana?"



"dia rie one, gue rie two"jawab riela yang membuat dion tambah bingung, dan kemudian ditertawai oleh elo



------------



hari ini, adalah hari ke 4 fira menginjakkan kaki dikampusnya, karena 3 hari yang lalu dia telah selesai melaksanakan MOM (masa orientasi mahasiswa), saat ini fira sedang disibukkan dengan pengisian krs untuk mata kuliah yang akan dia ambil dan mencari dosen pembimbing tentunya.



namun kakinya berhenti melangkah, dan genggaman tangannya pada tas menguat



"gavi.."lirih fira



ya, dia gavi. orang yang selama ini menghilang entah kemana,keberadaannya tak pernah jelas, tak pernah memberi kabar dan sekarang tiba - tiba hadir didepan fira tanpa sedikutpun melirik kearah fira



"dia bukan gavi"ucap fira pelan lalu meninggalkan gavi dan teman - teman barunya



---------



"hai.."sapa seseorang ke fira

__ADS_1



"hai"jawab fira lesu



"lo kenapa? gue perhatiin dari tadi lo kayak orang linglung. udah penuh krs lo?"



"udah, gue lagi capek aja"



"oya, gue ona, ona tiantika"



"oh, gue fira, afira aslla"ucap fira masih tanpa semangat



"oya, gue perhatiin dari tadi lo bikin nama gavi terus dibuku lo, itu siapa?"tunjuk ona kearah buku fira



"eh.."ucap fira sedikit kaget



"hm.. dia bukan siapa - siapa"ucap fira lalu menutup bukunya



"oya, kayaknya kita bisa jadi temen deh, dilihat jadwal kita sama semua"ucap ona cengengesan



"hm, terserah lo. selagi lo bisa nyikapi sikap gue, why not kan?"ucap fira akhirnya. bukan sombong atau giamana, namun moodnya memang tidak enak sekarang, memikirkan kenapa gavi berubah tiba - tiba



karena kebetulan ini hari pertama kuliah, jadwal yang ada didaftar tak sepenuhnya terlaksana. alhasil ona dan fira lebih memilih pulang kerumah dari pada nongkrong di kampus g jelas.



namun saat fira hendak keluar dari gerbang kampus, dia sempat melirik gavi, ditempat yang sama dengan beberaa teman cewek tentunya



"dia lupain gue"ucap fira pelan



"dan gue tau diri, gue mesti jauh - jauh dari gavi sekarang"ucap fira mantap lalu pergi ke kampus ori, dia butuh ori dan dion sekarang



----------



"hallo bang"sapa fira dari ujung sana



"ya, ada apa dek tumben lo nelfon gue kangen ya?"



"lo sibuk g?"tanya fira



"hm, g juga sih cuma lagi bikin tugas aja. g dikumpul sekarang sih. kenapa? lo dimana?"tanya ori



"gue didepan kampus lo"



"ha? ngapain lo? iaia, gue kedepan. gue cari lily bentar pamit pulang"ucap ori bergegas



"jangan lama"



"sipp"ucap ori lalu menutup telfonnya



beberapa menit kemudian ori datang dan duduk tepat disamping fira



"g kuliah lo"tanya ori



"belum masuk dosennya, kan baru masuk"



"ada apa nih lo nyamperin gue?"



"jalan yuk"ucap fira membuat ori mengangguk



"kemana?"



"kemana aja asal sama lo bang"ucapan fira membuat ori geleng - geleng kepal



"galau dia, pasti"batin ori



------------



"lo kenapa sih dek, dari tadi juga dipanggilin g denger"



"gue galau tau bang"



"galau kenapa?"



"lo tau g gavi sekarang dimana?"



"kagak, lo nyariin gavi lagi? sampai kapan ra?"



"ih, gue sama gavi itu satu kampus dodol"



"nah, trus masalah lo apa? bukannya itu yang lo mau?"



"gavi g ngenalin gue, dia ngacuhin gue bang"



"maksud lo?"



"dia g ada ngelirik ke gue sedikitpun, dia berubah"ucap fira menahan air matanya



"apaan sih tu anak, main cari maslaah aja sama lo. atau lo sapa gih dianya"ucap ori membuat fira geleng - geleng kepala



"ogah bang, dia sekarang udah punya teman baru, gue g mau ganggu dia. dan tiba - tiba datang sok sksd sama dia bang"



"sksd? lo kenal dia dekat fira, 3 tahun lo bareng di terus. nah sksd dari mana. heran gue sama lo. kenapa lo mau bertahan demi cowok yang jelas - jelas udah punya pacar dan sekarang dia nyuekin lo kayak g kenal lo sama sekali. lo bodoh tau dek"ucap ori membuat fira menangis pelan



"gue g suka liat lo nangis dek"ucap ori lembut



"setidaknya kalau lo mau ta kepastian lo sama gavi gimana, lo beraniin diri lo nyapa dia. tanyain kemana aja dia selama 2 bulan ini"



"g bang, hiks.. gue.. gue mesti jauhin dia. gue bakal move on bg"ucap fira disela tangisnya


__ADS_1


"bagus deh"ucap ori sambil mengacak rambut fira pelan, dia tau adiknya ini takkan mampu melupakan gavi


__ADS_2