Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 23


__ADS_3

Gavi's POV



hari itu gue rencana mau nemuin fira di ruang dosen, namun langkah gue terhenti,gue denger fira mohon - mohon sama dosen, dan akhirnya gue nguping



"pak, apa g bisa diperlama dikit keberangkatannya kesana?"tanya fira,



"keberangkatan? keberangkatan apa?"tanya gue dalam hati



"g bisa fira, perusahaan lagi butuh orang sekarang, kurang lebih dua minggu lagi kamu akan kami berangkatkan ke sana"ucap salah satu dosen gue, ternyata fira dipanggi kerja.



guepun pergi dan lebih memilih menunggu fira dikelas, dan beberapa menit kemudian fira gue lihat datang dengan wajah bantalnya dan cemberut tentunya. pasti fira g mau cerita sama gue



"kenapa?"tanya gue



"kagak ada, lagi bad mood aja"ucap fira, lah dia g mau ngomong sama gue



"Kenapa? Lo g mau cerita sama gue"guepun nawarin diri



"Ogah, ngomong sama lo g ada gunanya"ucap sahabat gue sambil manyun



"Pulang yuk, capek ni"ajak gue dan dia hanya mengangguk, antar fira pulang kerumah merupakan rutinitas gue sekarang, bukan tukang ojek sih, tapi emang keinginan gue buat anter dia, soalnya pulang sama gue rasanya dia lebih aman dari pada pakai angkot



"Yaudah gue langsung balek ya la"ucap gue



"Lah g masuk dulu, istirahat disini aja napa"tawarnya



"G ah, g ada siapa - siapa dirumah lo, ntar terjadi hal hal yang diinginkan gimana?"gode gue dan sukses bikin dia malu



"Apaan sih, yaudah pulang sono, kalau nyampe kabarin gue"ucap fira



"Sip, hati hati dirumah ya, kenapa kenapa hubungi gue"tawar gue seperti biasanya



"Basi lo gav, pulang sana"usir fira ke gue, guepun memasang helm gue dan cus ke rumah


Sesampai dirumah, gue udah nemuin beberapa surat tergeletak mengenaskan diatas meja,dan salah satunya gue kenal karena dilihat dari logonya


Saat gue buka tu surat


BOOOMMMM....


gue diterima di perusahaan yang ada dijawa, dan mereka nyuruh gue kesana 1 minggu lagi



"What?"teriak gue g terima



"Apaan sih bang. Bersisik"ucap putri turun kebawah



"Berisik kali dek, oya mama mana, dia udah baca ni surat? Soalnya segelnya udah g ada"tanya gue ke putri



"Udah kok, tu surat datang tadi pagi, setelah lo brangkat tu surat datang"



"Trus gue dibolehin kan ke jawa?"



"Kata mama sih terserah lo, kan lo yang bakal jalani"



"Yaudah, lo g ada kerjaan kan? Bantu gue packing"



"What, lo packing? Lo beneran mau pergi" tanya putri kaget ke gue



"Yaiyalah"



"Trus pacar lo?"tanya putri, aish pacar mulu ditanyain



"Mau bantu atau kagak?"tanya gue ke putri dan dia langsung nurut, adik pinter



Malamnya gue kepikiran gimana reaksi fira kalau tau gue bakal ke jawa, pasti sedih banget dianya yak, tapi kan dia juga pergi kerja. Hum, kayaknya g usah dikasih tau deh, biarin dia marah-marah sama gue. Eh, g deng



Guepun mengambil hp gue dan menghubungi bg ori, abngnya fira



"Hallo gav"sapa suara disana, ini bg ori



"Bang, gue mau ngomong nih sama lo"



"Hm, ngomong aja, menyangkut fira kah?"tanya bang ori



"Lo kok tau?"tanya gue



"Nyampe rumah dia uring - uringan terus, ada masalah sama lo?"tanya ori



"Jadi dia belum cerita ya sama lo"



"Belum, emang kenapa?"



"Dia dapat panggilan kerja didumai, dua minggu lagi dia bakal didrop kesana"



"Beneran lo?"teriak bang ori g percaya



"Jangan larang dia bang, fira udah besar. Tu perusahaan bener - bener dinanti fira"



"Okeoke, gue bakal bicara sama dia besok, jadi masalah sama lo?"



"Dia g ngasih tau gue, gue nguping dia diruangan dosen tadi. Dan parahnya nyampe rumah gue dapat surat, gue juga dapat surat panggilan ke jawa, dan waktu gue disini cuma satu minggu lagi"terang gue frustasi



"Lo udah bilang sama fira"



"Nah, itu yang mau gue bilang sama lo bang, gue g bakal bilang sama fira, gue takut dia bakalan sedih dan gue g jadi berangkat karna dia nangis galauin gue, gue titip dia sama lo bang"



"Huft, heran gue sama lo berdua, dekat kayak suami istri tanpa status, dan sekarang bakalan pisah, gue g janji g bakal bilang ke fira kalau lo pergi"



"Ia bang, setidaknya gue titip fira ya, suruh dion juga"



"Iaia, tanpa lo suruh gue bakala jagain dia, lo kapan brangkat?"



"Jam 10 hari kamis bang, senin gue udah kerja"



"Yaudah, hati - hati lo disana, dan mantepin hati lo buat adek gue, kalau g dia bakal gue kawinin sama teman gue"terang bang ori buat gue sedikit kaget



"Fira bakalan nunggu gue bang"ucap gue pasti



"Terserah lo deh, udahan apa telfonnya gue mau nelfon bini gue nih"ucap bang ori jengkel ke gue



"Ia dah, langgeng yak bang, makaseh"ucap gue lalu menutup telfon



-----------



ini adalah hari keberangkatan gue ke jawa, dan gue sama sekali g bilang apa - apa kefira masalah keberangkatan ini. gue tau ini salah tapi gue g sanggup liat dia nangis. yang tau keberangkatan gue cuma bang ori, keluarga gue dan barusan gue ngasih kabar ke jo. selagi menunggu keberangkatan gue sibuk ngeliat hp gue yang isinya foto fira semua, tiba - tiba gue denger ada yang manggil gue, tunggu dia manggil gue aga, berarti ini..



yup, dia fira sahabat terbaik gue. Menggunakan pakaian rumah dan sudah berurai air mata



"la.."ucap gue lembut, tapi dia malah marah - marah ke gue sambil nangis



"lo jahat, lo jahat. lo janji g bakal ninggalin gue lagi, lo janji bakalan ada ada buat gue terus. lo janji kita bakalan sama - sama, tapi -- tapi lo ninggalin gue gavi"ucap fira sambil terisak dalam pelukan gue



"maaf"cuma kata itu yang bisa gue ucapin karna jujur gue juga g mau jauh dari fira



"maaf, lo kira dengan kata maaf gue bakal mau lo pergi, g gav jangan pergi jangan tinggalin gue kayak dulu lagi, gue mohon"ucap fira ke gue. gue g tega kalau dia kayak gini, kayaknya gue g bakal jadi pergi ke jawa kalau liat dia kayak gini



"gue g kemana - kemana la, gue ada dihati lo. gue ke jawa mau kerja disana. gue dapat panggilan, dan lo tau gue juga berat saat gue tau lo bakalan ke dumai buat kerja. tapi ini keinginan lo kan?"dia nampak kaget



"lo.."ucapnya sambil natap gue



"g ada satupun yang g gue tau dari lo la, gue tau lo diterima kerja disana. dan saat itupun dihari yang sama gue juga dapat panggilan kerja di jawa. setelah gue fikir - fikir apa salahnya kita bekerja ditempat yang berbeda, toh kita masih bisa trus berkomunikasi"ucap gue bijak



"tapi.."ucapnya ragu



"jangan takut la, gue g bakal menghilang lagi"



"gaa.."



"gue pergi untuk kembali la"ucap gue lembut dan dia kembali menitikan air mata, gue paling g suka liat dia nangis,apalgai karna gue



"tadi bang ori bilang apa yang slama ini gue pendam harus gue bilang ke elo"terangnya



"bilang la, gue siap dengerin lo"ucap gue sambil menggenggam tangannya kuat, memberikan kekuatan untuknya



"gue sayang sama lo gav, dari dulu. dari saat kita ketemu sampai sekarang perasaan itu masih ada dan utuh buat lo. gue emang egois gav, gue pengen lo ada slalu buat gue, berada disisi gue selamanya. bukan sebatas sahabat. maafin gue gav, gue terlalu egois"ucap fira membuat gue sedikit kaget, karena dia masih menyimpan perasaannya selama ini untuk gue, dan pasti sangat sulit bagi dia saat gue berbicara tentang tyla



"its oke ra, gue juga sayang sama lo melebihi sayang lo ke gue"ucap gue jujur, karna yang tau perasaan gue ke dia cuma gue seorang



"ga.."ucapnya tampak kaget



"hm, sepertinya pesawat gue mau berangkat deh, pesen gue sama lo ya jangan telad makan, istirahat yang cukup, minum vitamin sama susu lo secara teratur dan jangan pernah nagis kalau gue g ada didekat lo meskipun itu bikin lo sakit. jangan pernah nagis tanpa ada gue, dan gue pengen lo sukses la"ucap gue lembut sambil mengusap kepalanya



"gue, gue janji gav. gu janji"ucapnya mantap dan langsung menghambur ke pelukan gue, dan gue juga meluk dia erat - erat, menyimpan aroma tubuhnya di hidung gue, hehe



"gue sayang sayang sama lo afira aslla"ucap gue lembut



"gue sayang sama lo agavian pradipta"balasnya, dan guepun melepas pelukan gue dan pergi untuk beberapa tahun lamanya, meninggalkan sahabat sekaligus orang yang gue sayang



--------------



disinilah gue sekarang, duduk sambil menatap layar handpone, barusan sahabat gue joe ngasih kabar ke gue kalau duga keluarga a.k.a ospek disma gue akan diadakan beberapa hari lagi, dan semua akan berkumpul disana. teman - teman gue yang merantaupun juga bakal pulang, termasuk sahabat gue tersayang, fira. apa kabar dia apa dia sehat? apa dia makin cantik? dibenak gue terus terngiang nama fira.



masalah komunikasi, gue sama fira berhenti komunikasi sejak setahun lebih yang lalu, bukan tak bisa komunikasi hanya saja kita terlalu sibuk, apalagi gue bakala naik jabatan. setelah gue fikir - fikir ini waktu yang tepat untuk ketemu fira, bisa jadi dia g bakal pulang lagi dan netap disana dan nikah. fikiran gue kacau, apa gue ambil cuti saja ya? guepun bergegas memencet nomor boss gue



"hallo"sapa orang diujung sana



"bos, saya ambil cuti 2 minggu boleh ya"ucap gue langsung, gue sama bos emang dekat



"kenapa selama itu?"



"bos, saya mau ketemu dia bos"ucap gue langsung, dan bos tentu saja mengerti siapa dia, karena alasan gue kerja adalah untuk fira, sahabat sekaligus orang yang gue sayang



"oke, habis itu kamu langsung masuk kerja"ucapnya



"baik boss, terima kasih"ucap gue langsung mematikan telfon dan segera mempacking baju gue,huh akhirnya pulang



---------------



sesampai di kota kelahiran gue, gue g langsung pulang. gue langsung otw ke sekolah lama gue, tempat dimana gue bertemu teman - teman terbaik gue dan tentunya bertemu dengan fira. saat gue masuk kedalam terlihat kumpulan teman gue yang sedang asyik berbicara, tentu dengan bimbingan dan arahan sahabat gila gue jo, ya sekarang dia tambah tinggi dan putih tentunya. guepun mendekat dan memanggil joe



"Joe.."ucap gue ke joe



"Joee, lo budeg atau apa sih"ucap gue sedikit jengkel karena dicuekin



"Apaan?"ucapnya dan masih sibuk berbicara dengan yang lain, namun detik kemudian dia berhenti brbicara



"Eh tunggu"ucapnya baru conect membuat semuanya terdiam



"GAVI?"teriak semua orang, dan yang paling lebay itu joe



"Baru sadar lo"ucap gue sedikit jengkel dan memeluk satu persatu teman gue kecuali yang cewek ya



"Gila, sampai kapanpun rambut landak itu tetep nangkring dikepala lo ya"ucap reren sahabat gue yang satunya



"So pasti inikan khas gue"ucap gue bangga



Kemudian pembicaraanpun berlangsung kembali, tentunya lebih riuh karena telah lengkap semua. tiba - tiba gue merasa diperhatikan guepun melihat keseliling dan saat itu, mata gue dan matanya ketemu. mata fira.


Tercetak jelas diraut wajah gue dan fira keterkejutan yang luar biasa, dan dimata gue berdua terpampang jelas kerinduan yang mendalam.


Karena merasa air matanya akan turun, firapun mengangkat kepalanya keatas dan melihat langit yang tak berawan, mencegah air matanya tumpah. sumpah gue juga mau nangis kalau liat fira kayak gini



"La, gue mau ke wc dulu ya"ucap fira ke ila, lah dia mau kemana coba



"Lo kenapa? Perlu gue temenin?"tawar ila dan gue bisa denger itu, sumpah karna fira ketutup yang lain gue baru conect dia ada dan yang merhatiin gue dari tadi dia, maaf la



"Mau bab juga mau lo temenin, emang gue apaan, ahah"ucap fira berusaha tertawa kemudian berjalan ke arah wc, g pernah berubah



"Kejar gih, sebelum terlambat"ucap joe memukul pundak gue, dengan cepat guepun mengejar fira



guepun ngikutin fira, dan belum sampai di wc dia udah luruh kelantai dan megangin dadanya.


Melihat fira begitu lemah gue rasanya pengen nangis, betapa rindunya gue dengan sahabat gue ini, sekaligus orang yang gue sayangi. Ya, gue menyayangi fira.sangat



"Stt..jangan nangis"ucap gue menarik fira dalam pelukannya, sontak fira kaget dan menangis kencang, tak terasa air mata guepun ikut turun bersama air mata fira yang deras



"Gue..gu.."ucapnya terbata - bata karena menangis terisak



"Stt... gue kangen sama lo"ucap gue serak, firapun mempererat pelukannya ke gue



"welcome home aga"ucap fira ditengah tangisnya,membuat gue tersenyum, aga.. fira masih mengingat nama gue



"Welcome home too aflaa"ucap gue akhirnya



"Apa kita perlu pulang diam - diam dan menghabiskan waktu berdua? Dari pada mewek gini "ucap gue membuat fira tersenyum dan kemudian mengangguk, inilah yang gue suka dari fira, dia cepat mengembalikan moodnya



"Yuk"ajak gue dan menarik tangan fira, menggenggamnya kuat dan tak ingin melepaskannya lai



oya, jangan tanya kenapa gue berani bilang gue sayang smaa fira dan kenapa gue memperlakukan layaknya dia seperti pacar gue. kalian belum tau kan gosip gue putus sama tyla? haha, yang tau cuma joe. kalian tau kenapa dia mutusin gue, dan kapan dia mutusin gue?



ya, saat dia tau kalau mata gue ngelirik ke fira terus, dan gue sering nyuekin dia. awalnya dia marah banget sama gue dan gue merasa bersalah. tapi mau gimana lagi, yang dekat dan buat gue nyaman sekarang fira, bukan dia lagi. tapi setelah gue dan dia g ada ngomong dia ajak gue ketemuan dan dia ngelepas gue gitu aja. dan mau g mau gue harus nerima dan gue bakal mempergkan fira dan tak ada yang tau soal ini. dan beberapa minggu kemudian gue dapat kabar kalau tyla udah ada pengganti gue dan gue bukan marah. malahan bersyukur dia udah nemuin yang lebih cocok untuk dia, bukan gue



---------



"La.."ucap gue pelan



"Hm.."ucap fira membalasa singkat



"Lo lagi mikirin apa?"tanya gue karena dia diam mulu dari tadi



"gue g tau mau mikir apa, ketemu sama lo udah hal yang luar biasa bagi gue, hal yang slalu gue tunggu - tunggu"ucap fira sambil mempererat rangkulan tangannya pada lengan gue, dan menyandarkan kepalanya, nyaman, gue nyaman dengan posisi kayak gini



"Gue sempat g bisa ngomong saat liat lo la"ucap gue jujur



"So.."tanya fira



"So?"tanya gue sedikit bingung



"Hhah, g ada. gimana kabar disana? Kerja lo?"tanya fira membuat gue sedikit bingung



"Kerja gue aman mah, jabatan gue naik beberapa bulan yang lalu, lo gimana?"tanya gue balik



"Gue udah berhenti, mau nambah kuliah lagi trus sama ngurus toko disini"ucap fira lirih buat gue bingung



"Kenapa sedih gitu?"tanya gue akhirnya



"Lo seenaknya, datang tiba - tiba dan pergi lagi"sungut fira membuat gue sedikit kaget



"Tapi gue pergi untuk kembali la"ucap gue mengelus puncak kepala fira



"Kapan kembali? Kenapa g cari kerja disini aja" ucap fira dengan nada kesal



"Tunggu waktu yang tepat la"jawab gue seadanya



"Maksudnya?"tanya fira lagi, mungkin dia bingung



"Tunggu aja deh, sekarang kita kemana? Udah sore lo. Belum makan kan?, makan yuk?"


Ajak gue agar mengalihkan pembicaraan



"Gue punya tempat makan yang bagus buat lo"ucap fira tersenyum jail



"Okeh"ucap gue langsung manerik fira dan merangkulnya, membuat muka fira seketika merah



"Rasanya gue sering ngerangkul lo deh ra, kenapa masih malu - malu"tanya gue ke fira



"Kan konteksnya beda"ucap fira keras lalu berlari kearah mobil gue



"G pernah berubah"batin gue dan mengejarnya



----------



"AGALAA RESTO?"tanya gue ke fira, sedangkan fira hanya tersenyum dan berjalan kedalam duluan dan ninggalin gue diparkiran



Saat gue membuka pintu dan melangkahkan satu kaki kedalam, mata gue langsung tertuju pada satu dinding, ya semua kenangan gue dan fira tercurahkan melalui lembaran - lembaran foto yang tersusun rapi.


Guepun melangkahkan kakinya kearah dinding tersebut dan melihat satu persatu foto yang ada. Tak kalah senyum lebarnyapun terukir indahdi wajah gue



"Tunggu waktunya la"batin gue lagi

__ADS_1



"Hai"sapa fira dari belakang, sontak gue melihat ke arah sumber suara, dan tanpa babibu gue langsung menarik fira kedalam pelukan gue



"Ga---"ucapnya terputus



"Biarin kayak gini dulu, gue kangen"ucap gue lembut membuat fira mau tak mau menitikkan air mata lagi



"Jangan nangis"ucap gue menghibur



"Tapi, lo ngizinin gue nangis kalau ada lo, sekarang lo disini. Apa salahnya gue nangis"ucap fira sambil memukul dada gue, sakit woi, becanda kali



"Mau dipeluk terus ni ceritannya"goda gue dan dia langsung melepas pelukan gue



"Apaan sih, yuk duduk dulu"ajak fira dengan wajah merah



"Lo mau kemana?"tanya gue bingung



"Skali- skali gue jadi pelayan lo gpp kan?"goda fira balik ke gue, mau g mau gue pasti tersenyum



-------------------



"Menu baru lo kapan nemu?"tanya gue sambil mengendarai mobilnya menuju arah rumah fira



"baru nyampe sini langsung bikin tu menu"ucap fira bangga, dia selalu membanggakan keahliannya didepan gue



"Yelah, selalu ada kejutan dari lo, udah sampai ni"ucap gue tersenyum hangat ke fira



"Lo mesti turun"ucap fira menarik paksa tanga gue, mau tak mau guepun turun



"Firaaa pulaanng"teriak fira semangat dan keras membuat gue geleng-geleng kepala



"Lo ke kamar dion aja, dia pasti ada didalem, gue ganti baju dulu, gerah"ucap fira dan gue cuma bisa ngangguk, guepun melankahkan kaki gue ke kamar dion



Tok..tok..tok.


"Siapaa? Masuk aja keles, lo ya kak"teriak dion dari dalam kamar membuat gue sedikit tertawa



Cklek



"Kak, besok pinjam duit dah buat beli bahan, kurang ni bahannya, setelah gue hitung - hitung"ucap dion sambil memperhatikan tabnya



"Butuh berapa"tanya gue dan menahan tawa



"5 juta doank kak, besoknya gue ganti"ucap dion masih fokus



"Transfernya kemana?"tanya gue



"Kerekening gue aja kak, eh lo sakit ya kak suara lo kok berubah gitu"ucap dion masih asyik sama pekerjaannya, yaampun anak ini



Hap..


Guepun mengambil tab dion, membuat si empunya marah



"Kebiasaan deh gang--"



"Gang gang apa ion"ucap gue tersenyum hangat



"Hoaa, abang"teriak dion lalu memeluk gue, dasar bocah



"Apa kabar adik jagoan"tanya gue, gue udah anggap adik fira kayak adek gue sendiri



"Baik donk, baik banget malahan"ucap dion senang



"Udah dewasa aja lo, kemaren baru bau kencur"



"Lo keren sekarang bang, makan apa lo disana? Kapan nyampe?"



"Baru tadi nyampe"ucap gue sambil tidur disofa dion



"Kemana aja sama kak fira?"tanya dion



"pantai, AGALAA RESTO hehee, makasih ya restonya bagus"puji gue



"Apaan sih, oya status lo sama kak fira gimana?"



"Sekarang masih sahabatan"ucap gavi tergantung



"Besok?"tanya dion penasaran, sedangkan gue hanya tersenyum jahil, dion sangat tau apa artinya



"Bang lo tidur disini aja yak"tawar dion ke gue



"Lah, g ah gue pulang aja, orang dirumah nungguin gue pasti"jawab gue langsung



"Ayolah bang, lo belum ketemu bang ori sama dilo kan"



"Dilo siapa?"



"Anaknya bang ori sama kak lily donk"ucap dion membuat gue sedikit kaget



"Wow, punya anak? Ahha, g sabar ketemu dia"ucap gue



-------------



"Humm..huum,huum.."sungut fira



"Biasa aja kali kak ekspresinya"ucap dion



"Ia, biasa aja la"ucap gue menambahkan



"Gue nyampe sini juga heran, kenapa tu ps bisa nyangkut di kamar gue, kirain g dipake lagi. Ternyata jadi tempat main ya kamar gue sama lo sekarang"ucap fira berapi- api, haha yang punya kamar marah



"Udah, kakak liatin aja kita main, dan jangan berisik"ucap dion membuat fira kesal dan kembali melanjutkan aktifitasnya, membaca novel



Setelah larut malam, gue dan dion menghentikan permainannya



"Kayaknya gue g bisa ngalaihin lo deh bang"ucap dion lemah



"Haha,ia donk gue gitu lo"ucap gue bangga



"Yaudah gue kekamar yak"ucap dion membuat gue sedikit kaget



"Lah gue?"



"Angketin kakak gue ke atas kasur napa, kasihan tu tidur dilantai"ucap dion menunjuk fira yang sudah tertidur dilantai dengan nyenyak



"Tap--"ucap gue terputus karna dion telah menghilang duluan


Guepun mengangkat fira ke atas kasur dan menyelimutinnya



"Tidur aja lo tetep manis la"ucap gue tulus sambil mengelus kepala fira



"Gaa..."panggil fira pelan, dia sedang mengigau ternyata



"Jangan pergi"ucap fira lagi, satu tetes air matanya turun



"Sstt.. la, gue disini dan gue g pergi"ucap gue menggenggam tangan fira kuat.


Kantukpun tiba - tiba menyerang gue tanpa fikir panjang gue langsung nangkring disamping fira



"Skali-skali tidur sama lo gpp kan la, gue g macam-macam kok"ucap gue lalu berbaring disebelah fira berusaha melepaskan genggaman tangan fira dan memeluknya. Nyaman



"Gue sayang sama lo la, tunggu gue ya"ucap gue mempererat pelukan dan mencium kening fira lembut, penuh dengan kasih sayang dan kemudian tertidur


-------



Pagi hari...


"Pagi la..."ucap gue serak sehabis bangun tidur



"Huum.."ucap fira sambil melakukan peregangan pada badannya



"Lo kalau tidur imut yak, kayak bayi"ucap gue sedikit tertawa



"Ia donk, gue dalam keadaan apapun tet.. te.. tet.."



"Tet.. tet.. tet..?"ulang gue dan menahan tawa



"Hoaaaa.... lo ngapain dikamar gue, huaaa lo dikasur gue. Kita tadi malam ngapain? Huaa, keluar g, keluar g.. gavi..."ucap fira brutal sambil memukul gue dengan bantal




"Lo kan bisa tidur tempat dion"



"Gimana mau tidur tempat dion, semalaman lo g mau lepas tangan lo dari gue"



"Maksdunya"ucap fira bingung.



"Lo itu megang tangan gue, erat-erat, ngigo manggil-manggil nama gue, mana tega gue ninggalin lo. lagian gue g apa-apain lo kok. Gue g bakalan macan-macam sama lo kok"ucap gue terhenti dan membuat fira bingung



"Untuk sekarang"ucap gue meninggalkan fira yang masih bengong


Dan kemudian dia tersadar



"Gaviiiiii, maksud lo apaa haa???"ucap fira baru conect, sedangkan gue hanya tertawa terbahak - bahak



"kenapa bang? tidur nyenyak kah?"tanya dion jahil



"menurut lo? pinjam kamar mandi yak, mau mandi gue"ucap gue dihadiahi anggukan oleh dion



"ion, ada apaan sih ribut -ribut"tanya ori keluar dari kamarnya



"oh, itu kak fira sama bang gavi brantem"



"gavi? gavi teman smanya itu? udah balek dia?"tanya ori bingung



"udah tidur bareng juga kale sama kak fira"ucap dion jahil



"tidur bareng? maksud lo apa?"tanya ori dengan nada yang tinggi



"abang tanya aja deh sama mereka berdua aku mah g ikut - ikut"ucap dio tertawa jahil lalu bergegas kebawah



"mampus lo kak"ucap dion dalam hati



-----------



disinilah gue dan fira berada sekarang, diruang keluarga dan didepan bang ori yang mukanya menakutkan minta ampun. Dan natap gue horor



"eh bang, lama g ketemu yak. pas ketemu udah jadi bapak - bapak aja"ucap gue mencairkan suasana



"gue lagi g becanda gavi"ucap ori tegas, dan gue sedikit merinding



"abang apaan sih, kita g ngapa - ngapain kok"ucap fira membela diri



"beneran bang kita g ngapa - ngapain, cuma pegangan tangan sama pelukan, adaw"ucap gue jujur namun malah dapat cubitan dari fira



"lo jujur banget"bisik fira



"kalian berdua pagi - pagi sudah bikin masalah, tidur bareng apalagi"



"tapi gue g ngapa - ngapain adek lo kok bang, serius"ucap gue sambil mengankat kedua tangannya dan jarinnya membentuk huruf V



"Ia, sekarang g ngapa - ngapain, tapi nanti? ah, sudahlah kalian udah dewasa"ucap ori memegang kepalanya yang tidak sakit



"lah, cuman itu bang marahnya?"tanya dion g terima



"IOONNN"geram gue dan fira berbarengan, ini dia asal muala masalah



"haahha, becanda kali kak, bang. sebenernya kemaren malam itu bang gavi mau tidur dikamar gue. tapi karna kak fira tidur di lantai gue nyuruh bang gavi angkat kak fira, lah taunya tuh kak fira malah ngigo, megang tangan bang gavi. mau g mau bang gavi harus tidur dong disamping kakak, udah malam juga"ucap dion panjang lebar dihadiahi anggukan oleh fira, gavi dan ori



"tunggu - tunggu.."ucap gue



"ada yang mengganjal"ucap fira membenarkan



"LO NGINTIP KITAAA?"teriak gavi dan fira berbarengan



"yoi donk"ucap diom bangga namun beberapa detik kemudian dia mendapatkan cubitan dan glitikan dari gue dan fira



"awas lo ya, gue sebarin foto lo ke ela"ucap fira sinis



"lah, jangaaaann"rengek dion, namun dihiraukan fira karena dia berjalan ke dapur



"ehm, apa kabar lo gav?"tanya bg ori



"seperti yang lo liat, lebih baik dari sebelumnya"



"kapan nyampe? dan kerjaan lo disana gimana?"



"kemaren gue nyampe dan langsung ke skolah, gue naik jabatan"ucap gue lirih diakhir kalimat



"berarti lo bakal pergi lagi?"



"cuma setahun"ucap gue cepat



"jangan bikin kecewa adek gue lagi, dia terlalu lama sendiri. gue yakin dia tiap hari nungguin kabar dari lo, lo pulang kapan dan gimana keadaan lo disana"



"gue tau, temen gue ada yang kerja bareng fira, tapi fira aja yang g tau. gue denger dari dia fira sering ngelamun kalau jam istirahat, makannya gue pulang sekarang. karna gue dapat kabar kalau fira berhenti kerja"



"ya, terlalu lama dia disana bisa bikin dia stres"ucap ori



"gue janji bakal memperbaiki semuannya"ucap gue mantap



"jangan skaiti dia lagi"ucap ori, dan gue hannya mengangguk



"ayo lihat, siapa yang datang nak"ucap lily sambil menggendong adilo



"wow, ini anak lo bang, mirip lo banget"ucap gue mendekat dan menggendong adilo



"lo udah cocok gav, gendong anak"



"ia donk"ucap gue tersenyum sambil bermain dengan dilo



"jangan nakal kayak om gavi nak"ucap lily



"ahah, nakal dikit gpp kan kak"ucap gue tersenyum lalu membawa dilo ke fira dan dion



"hoaaaa, liloo aucha udah cakep, sini sama aucha sayang"ucap fira mengambil alih dilo



"yah, kan gue yang gendong duluan la"ucap gue cemberut



"ini kan keponaan gue"



"lah, kan juga bakal jadi keponakan gue juga"ucap gavi



"lah?"uca fira kaget



"kan gue sahabat lo, keponakan lo keponakan gue juga kan?"ucap gue dan fira hannya mengangguk. sedangkan ori dan dion hanya tersenyum dan mengangguk



------------



"so kita mau kemana ni?"tanya gue ke fira



"kita ke toko bentar gpp kan?"tanya fira



"boleh boleh"ucap gue bersemangat



"g boleh gratis, harus bayar"ucap fira membuat gue langsung cemberut



"yaahhh, kok gitu sih"ucap gue tak terima, karena dia tau maksud terselubung gue di toko



"gue aja yang punya toko bayar makan, apalagi lo"ucap fira sedangkan gue hanya angguk - angguk g terima



sesampai ditoko, fira langsung bergegas ke dapur



"pelan - pelan la, g usah lari - lari"icap gue berteriak



"ehhhehe, ia masuk aja dulu gav, pesen aja kuenya"teriak fira, sedangkan gue hanya geleng - geleng kepala g ada yang berubah



beberapa menit kemudian fira menghampiri gue

__ADS_1



"maaf ya gav, kelamaan didapur"



"resep baru kak?"tanya gue



"hum, g sih cuman ada yang perlu diperbaiki aja didapu, kayaknya penuh banget tu dapur"ucap fira lemas



"capek yak?"tanya gue lagi



"g sih, lagian kan emang tugas aku, oya habis ini kita kemana?"tanya fira



"gue belum pulang kerumah ni"ucapan gue emmbuat fira sedikit bingung



"pulang kerumah maksud gue, dari kemaren adek- adek tanyain gue terus, kermah yuk"ajak gue



"gue? kerumah lo?"tunjuk fira ke dirinya dengan ekspresi, uhh..



"ia, kenapa? lo belum pernah kerumah gue sama skali kan? udah delapan tahun lo, palingan lewat depan doank"ucap gue sambil tertawa



"ogah, ogah g mau gue mah"ucap fira dengan ekspresi takut



"iih, gitu banget lo sama rumah gue, apa yang lo takutin sih"



"ntar gue ditannya yang g g sama keluarga lo"tanya fira



"g bakalah, lagian mereka juga udah tau sama lo kan, yuk"ajak gue menarik fira langsung



"gavi, gavi.. g mau g mau"ucap fira mererengek namun mulutnya gue bekap



"gue culik skali - skali gpp kan la"ucap gue tersenyum jahil, sedangkan fira hanya pasrah masuk kedalam mobil



didalam mobil fira tak henti - hentinya melirik kaca



"udah la, udah lo udah cantik"ucap gue sambil tertawa



"apaan sih, gue grogi tau"sungut fira



"lah, emanga mau ngapain? pake grogi segala"ucapan gue sukses membuat fira diam



"yelah, yelah. awas kalau ntar lo bikin malu gue didepan orang tua lo, gue gigit lo"ucap fira ganas



"apaan sih, yuk turun. santai aja kali"ucap gue menenagkan



"iaia, huuhh"ucap fira sambil menarik nafas



"abang?"teriak seseorang dari dalam sana, lah ini dia adek kesayangan gue



"hai adek kecil, apa kabar?"tanya gue lembut



"ish abang gue mah udah 17 tahun tau"ucap putri tak terima, aish kayak fira



"yaudah, mana yang lain?"tanya gue



"ada didalem, eh itu siapa bang?"tanya putri, gue luoa ada fira, namun firaalangsung memoerkenalkan dirinya



"hay, gue fira, temen smanya gavi""ucap fira sambil mengancungkan tangannya



"oya, gue putri adek kesayangan bang gavi"ucap putri membalas acuan tangan fira



"yaudah ayo masuk"ajak putri ramah, fiuhh



"wah - wah coba kita lihat siapa yang g pulang - pulang dan nyampe rumah langsung bawa cewek, tumben"tanya seseorang yang memegang adonan ditangannya,siapalagi kalau bukan mama



"apaan sih ma"ucap gue mendekat kearah mama dan mencium pipinya



"masih inget alamat rumah kamu"tanya wanita mama lagi



"mama apaan sih, ya masih lah. oya yang lain mana?"tanya gue celingak celinguk



"kangen sama gue lo?"ucap seseorang dari atas yang menuruni anak tangga dengan angkuh



"kagak, gue g kangen sama lo"ucap gue santai



"ih, abang apaan sih lo"ucap cewek tiu merajuk lalu memeluk gue



"aman?"tanya gue ke dia



"aman boss"ucap cewek itu hormat dan kemudian melirik ke arah fira



"siapa bang?"tanya cewek tiu lagi, kan gue lupa ada fira lahi.



"astaga, gue hanpir lupa sama lo la"ucap gur pura - pura panik



"basi lo"sungut fira jengekel



"ma, mel kenalin ini teman gavi waktu sma"ucap gue memperkenalkan fira



"siang tante, saya afira, bisa dipanggil fira"ucap fira sopan,sedangkan gue hanya tertawa terbahak - bahak



"apaan sih lo gav"ucap fira marah



"eh, maaf tante"ucap fira kembali tenang



"ahhaa, biasa aja kali la, g usah kaku gitu sama keluarga gue"ucap gue menenangkan



"ehhe, iaia"ucap fira tersenyum



"yaudah ma, aku keatas dulu. titip fira ya"ucap gue membuat fira kelabakan. Mampus lo ra, hahaha



"lah, gav.. gav gue kok.. aishh"ucap fira kembali tersenyum ramah ke mama gue, sedangkan kedua adik gue malah mengekori gue ke kamar



"kamu bisa masak?"tanya mama yang masih dapat gue denger



"eh, bisa tan"ucap fira semangat dan gue bisa denger dari kamar



"masak kue bisa?"tanya mama gue lagi, duh mama salah ngancam ni



"hehehe, bisa banget tan, aku suka masak. apalagi bikin kue"ucap fira bangga kan



"yaudah, bantu tante bikin kue gih, tu anak berdua kagak bisa masak kue"ucap mama memperjelas dan sedikit kesal guepun langsung mempelototi kedua adik gue



"hehe, kan bisa belajar tan, ntar fira ajarin mereka bikin kue deh"ucap fira menawarkan,bagus



"yaya, mudah - mudahan kamu g nyerah ya, adik - adik gavi itu bandelnya minta ampun, apalagi tu si meliani. kamu lihat kan gayanya gimana? duh bikin pusing"ucap mama, bener mereka bandel ucap gue masih melirik meliani dan putri



"itumah masalah gampang tan, eheh.. meskipun aku g punya adek cewek tapi aku punya kakak kok, dan aku banyak belajar drai dia gimana cara ngurus adek cewek,hehe yaudah tan, aku bantu yang mana"



"kamu lanjutin aja ya, tante mau kesebelah dulu"yes, dia ditinggal. Hahahh



"lah, kok akunya ditinggal"ucap fira lesu



"katanya bisa masak kue kan? yaudah tante kasih ke kamu ja ya"ucap mama lalu meninggalkan fira, kasihan



"aish, tapi gpp lah, bikin gue bukan masalah yang besar"ucap fira kemudian sambil berkutat dengan alat dapur. Gue suka fira yang semangat dan g mudah putus asa



beebrapa menit kemudian putri den meliani menghampiri fira yang tengah sibuk dengan alat dapurnya karena gue paksa mereka, fira benar - benar tidak menyadari bahawa kedua adik gue memperhatikannya



"kakak pacarnya bang gavi ya?"tanya putri polos, anak ini.. argh.



"g kok cuma sahabat"jawab fira masih asyik dengan pekerjaannya, kebiasaan



"udah kenal lama ya sama abng?"tanya melianai



"kurang lebih delapan tahun, kenapa?"tanya fira masih sibuk



"kakak suka ya sama abang?"tanya putri



"lebih dari suka"jawab fira lagi, masih serius namun tiba - tiba berhenti karena ada yang ganjil. Haha, lucu dianya



"eh? kalian berdua sejak kapan disini?"tanya fira heran, kan lemot.



"duh, aneh deh masak bang gavi ngajak orang yang beginian sih kerumah"ucap melani dan sukses bikin gue ngakak



"kakak itu udah jawab pertanyaan kita dari tadi, kakak itu sahabat abng, kenal abang udah hampir 8 tahun dan kakak suka sama abang, malahan lebih"ucap putri



"ha? gue bilang gitu?"ucap fira bingung.lah kan lemot banget dia



"yaelah kak, kemana aja"ucap melani lalu duduk diatas meja makan



"cewek g baik duduk dimeja mel, g baik"ucap fira



"lah, mama aja g larang. masak kaka yang tamu ngelarang"ucap melani g terima



"turun atau kakak yang nurunin"ucap fira datar membuat melani turun.wah hebat tu fira, mama aja g berhasil nyuruh meliani turun dari meja



"bagus, mendingan kalian bantu kakak ngias ni kue"ucap fira membuat melani dan putri mendekat dan membantu fira menghias kue



"kakak suka bikin kue?"tanya putri



"g suka lagi, malahan ini hobby kakak, sehari itu g bikin kue gimana gitu rasanya"



"ajarin donk kak"ucap putri semangat



"boleh kok, main aja kerumah ntar kakak ajarin dirumah alat sama bahannya banyak"ucap fira semangat



"lo ikut g ntar kerumah kak fira"tanya putri kie meliani



"liat dulu lah, gue sibuk"ucap meliani



"dirumah gue ada cowok ganteng lo, ada anak kecil juga"ucap fira membuat meliani melirik ke arah fira, pasti dia tertarik.dia kan suka anak kecil



"anak kecil? yang bener?"tanya meliani



"makanya main kerumah, dan liat ada anak kecil atau g"ucap fira tersenyum jahil



"okeoke, ntr kalau ada waktu gue kesana sama putri"ucap meliani, cepat banget berubah



"ehm.."ucap gue



"sibuk banget cewek - cewek"ucap gue lagi



"emang lo, ninggalin gue sendiri disini. kan udah gue bilang tadi jangan tinggalin gue, gue kan baru disini"sungut fira.dan gue hanya tersenyum



"lah, lo kan cuma dirumah gue la bukan ditengah hutan"



"tapi kan ini baru pertama gue kerumah lo, lagian gue mana bisa langsung sksd sama keluarga lo"



"ih, buktinya lo kan g kenapa - kenapa gue tinggal la, jangan marah donk"



"g ta ah, ngambek gue sama lo"ucap fira ngambek lalu membawa kuenya kearah ruang keluarga, labil dan masih sama kayak dulu



"parah bang, menakutkan cewek lo"ucap meliani lalu mengikuti fira



"gue suka dia"ucap putri lalu mengikuti meliani dari belakang. Apa lagi gue dek



------------



"assalamualaikum"ucap suara bariton dari arah luar, papa



"waalaikumsallam"ucap semuanya termasuk fira



"wah, ada tamu . siapa ya?"tanya papa



"saya fira om, teman smanya gavi"ucap fira ramah



"oh, temen toh"ucap papa melirik kearah gue yang mulai salah tingkah



"beneran teman kok pa, sahabat deh. jangan liatin aku kayak gitu"ucap gue merajuk



"lah siabang kalau malu mah malu - maluain"ucap putri



"so, karna papa udah pulang gimana kalau kita makan kue buatan fira"ucap mama semangat



"wah, ada kue ya. jadi nunggu saya datang ni?"tanya papa



"ayolah pa, ma keburu dimakan semut kuenya"ucap putri semangat



"ia, sabaran dikit nak"ucap mama dan fira hanya tersenyum. saat semua orang telah mendapatkan potongan kue buatan fira dan memakannya fira angkat bicara



"tan, om gimana kuenya?"ucap fira hati - hati, sedangkan yang ditannya malah diam, begitu juga dengan putri dan meliani. fira pun melirik kearah gue, sedangkan gue hanya mengankat kedua bahu



"ini kok rasanya mirip kue langganan mama ya"ucap mama heran



"ia, beneran mirip ma"ucap papa menambahkan



"kamu yakin kamu yang bikin ra?"tanya mama lagi



"ia ma, kak fira yang bikin toh aku sama kak meliani yang bantu hias kuenya"ucap putri memebela fira, bagus



"emang mama langganan kue dimana?"tanya gue



"Orlydo cake"ucap mama



"lo tau orlydo cake la?"tanya gue, sedangkan yang ditanya malah senyum senyum



"kok kamu ketawa fira"tanya papa bingung



"orlydo cake itu, ori lily dilo om tan"



"maksudnya?"tanya mama dan papa berbarengan



"astaga, gue bener bener g tau toko yang itu la"ucap gue tersenyum dan menggaruk kepalannya yang tak gatal



"duh, apaan sih g jelas tau"ucap meliani mulai bingung



"duh, gimana mau bilang ya AGALAA Resto, Asla Cake, Aflaa Cake, D'on Cake, Agalove Cake, Orlydo Cake dan yang lainnya itu tu punyanya fira ma, pa, dek"ucap gue memperjelas



"D'on cake? itu punya lo kak?"tanya meliani



"ehhe, ia sering makan disana ya?"tanya fira



"ya jelas lah, itu tempat makan favorit gue"ucap meliani semangat



"tunggu - tunggu, abang nyebut Agalaa Resto ya?"tanya putri



"kenapa emang?"tanya gue



"hoaaaaa,,, benerkan itu fotonya abang, gue kira itu buka lo bang yang ada difoto"ucap putri bersemangat menceritakan



"cake bersahabat"ucap fira



"hoaa, ia cake bersahabat menu andalan disana, hoaaaa kak ajarin aku bikin kue ya, yayaya"ucap putri semangat



"its okey, itu mah gampang"ucap fira tersenyum ramah



setelah ercerita banyak dengan keluarga gavi, firapun minta izin untuk pulang, karena sudah jam 10 malam



"hoa, kakak tidur disini aja"ajak putri



"lah, jangan sekarng belum mintak izin sama abang soalnya, besok deh kakak kesini lagi"ucap fira dan putri hanya mengangguk



"om, tante saya pamit. makasih ya atas waktunya"ucap fira ramah



"sering - sering datang kesini ya ra, bikin kue lagi buat kita"ucap mama



"anterin fira sampai rumah dengan selamat ya gav"pesan papa



"pasti pa, yaudah gavi brangkat dulu ya"ucap gue lalu menarik fira kearah mobil



"huaa, legaaa"ucap fira mengusap dadanya

__ADS_1



"apaan sih lebay"ucap gue lalu mengelus kepala fira


__ADS_2