Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 26


__ADS_3

Semua terkejut sekaligus menganga, Merasa tak percaya dengan apa yang ada ditangan mereka. Terdapat sebuah undangan pernikahan berwarna hijau toska bertuliskan nama orang yang tak asing bagi mereka



- AGAVIAN PRADIPTA DAN AFIRA ASLLA -



"Gue emang bodoh, seharusnya gue tau ini bakalan terjadi"



"Bullshit tu sigavi, bilang cuma sahabatan doank tapi sekarang nikah"



"Aih,padahal gue punya niat buat deketin fira, andai aja gavi g ada. Fira udah jadi milik gue"



"Mana mungkin, mereka itu udah deket dari 8 tahun yang lalu"



"Gue g nyangka mereka bakal berakhir dipernikahan"



"Gue sempat nangis waktu ila ceritain gimana perjuangan fira waktu itu, dia nungguin gavi bertahun - tahun"



"Gue masih g nyangka, beneran"



"Mereka udah sepertinya seperti ini"



"Gue mesti datang"



"Bukan lo aja, kita mesti datang"



"Baiklah"ucap mereka serentak



---------



"Astaga kak, kenapa coba lo harus dikamar gue dan bolak balik didepan gue"Ucap dion tak terima



"Gue pusing tau, lo tempat bang ori aja, jangan disini"tambah dion panik melihat fira tak kunjung berhenti bergerak



"Ion, gue g nyangka gue bakalan nikah hari ini"



"Astaga kak, kita udah bahas ini berkali - kali sejak lo dilamar bang gavi, apa segila ini efeknya"ucap dion frustasi



"Ini lebih menakutkan dari sidang ion"



"Seharusnya yang cemas itu bang gavi, bukan elo kak"ucap dion membuat fira berhenti bergerak



"Suara mobil, gavi datang"ucap fira histeris



"Astaga, kenapa gue punya kakak kayak lo, aduh.. buruan tarik nafas"ucap dion sambil memegang tangan fira, dan firapun menarik nafasnya



"Keluarkan"ucap dion dan dilakukan oleh fira



"Oke, pegang tangan gue, dan jangan dilepas sampai lo duduk disamping bang gavi, lo cantik. Cantik seperti tahun tahun sebelumnya saat lo wisuda dan ini yang paling cantik"ucap dion menyemangati membuat fira tersenyum dan lebih rilex.


Hanya dion yang bisa membuatnya tenang, oleh karena itu fira tak mau ke kamar ori.



"Astaga gavi"ucap fira pelan namun masih terdengar oleh dion



"Please jangan pingsan disini kak, bentar lagi sampai. Lo harus bersikap dewasa. Oke"ucap dion mendekati gavi, lalu menduduki fira tepat disebelah gavi



"Gue hampir gila tau"ucap dion berbisik ke ela



"Dia kakak lo ion, emang kayak gini tugas lo. Nenangin dia"ucap ela tersenyum



"Lo kalau nikah sama gue jangan setegang itu ya"ucap dion membuat pipi ela memerah



"Woi bocah lo bilang apa sama adek gue sampe tu muka merah"ucap elo sambil menyikut dion



"Ada deh, masa depan ini"ucap dion jahil namun dia mendapat cubitan dari ela dan elo karena dia berada ditengah mereka berdua



Setelah gavi mengucapkan janji sakral didepan papa fira, semua orangpun mengatakan kata



SAH...



dan saat itu dunia akan menjadi milik mereka berdua.


Fira menyalami gavi, dan gavi mencium kening fira.


Ada beberapa kerabat yang menangis menyaksikan acara akad nikah mereka, salah satunya ori.


Ya, dia begitu terharu kerena perjuangan adiknya terbalas. Dan tugasnya mejaga fira selesai sudah. Dan dia akan kehilangan adiknya, dalam artian adiknya telah memiliki pelindung lain.



Setelah bersalaman dengan orang tua, firapun berjalan mendekat ke ori.


Fira bersimpuh didepan kaki ori, membuat ori dan yang menyaksikan terkagetkaget



"Abang. Hiks.."tangis firapun pecah



"Makasih udah jaga gue selama ini, makasih karna slalu ada untuk gue, makasih karna slalu sabar ngadapin gue dan dion. Maafin gue selalu bikin lo repot, bikin lo marah, kadang gue juga sering ngecewain lo. Maafin gue bang, gue bakal berubah jadi yang baik. Dan makasih lo udah percaya sama gavi, dan nyerahin tugas lo buat jagain gue ke gavi. Lo emang abang yang luar biasa bang, dan gue g tau harus ngebalas gimana"ucap fira lirih diakhir kalimat



"Woi, ini bukan acara melow melow trus lo masuk tv ra, bangun deh"ucap ori, mau tak mau fira berdiri



"Untung yang makeupin lo cindy, kalo g ini udah luntur ra"ucap ori namun dihiraukan fira, karena dia telah jatuh dipelukan ori



"Stt.. jangan nangis dihari kebahagiaan lo dek. Gue sayang sama lo. Dan gue beruntung punya adik kayak kalian berdua"ucap ori seraya memanggil dion dan dionpun mendekat



"Meskipun lo udah ada bang gavi, gue tetap adek lo kak, dan bang ori abang lo, abang dan adek g akan pernah berhenti buat lindungi dan jaga lo kak"ucap dion membuat fira makin menangis


Sekarang jumlah orang yang menagis haru bertambah banyak, membuat gavi tersenyum dan berkata



"Lo g pernah berubah la"



-----------



Setelah resepsi penikahan yang berlangsung hampir satu hari, fira dan gavi pun bisa berisirahat dan merasakan empuknya kasur.


Mereka berdua terlentang diatas kasur masih dengan menggunakan pakaian resepsi



"Gue g nyangka satu angkatan bakalan datang"ucap gavi



"Dan gue g percaya mantan lo, mantan gue bakalan datang"ucap fira menambahkan



"Capek?"tanya gavi



"Hum, baju ini berat gav. Dan badan gue pada lengket semua. Dan gue lapar"ucap fira frustasi



gavipun berdiri dan mendekat kearah fira, menjulurkan satu tangannya. mau tak mau fira menggapai tangan gavi dan duduk ditepi ranjang


__ADS_1


"sini gue bantuin buka riasan dikepala lo, pasti g bisa dibuka sendiri"ucap gavi lalu melepas satu - satu riasan dikepala fira, sedangkan fira hanya diam dengan perlakuan gavi, menit kemudian gavi kembali angkat bicara



"ra, udah selesai. mandi gih resletingnya udah gue bantuin buka juga. lo mandi duluan biar gue yang masak buat lo oke"ucap gavi, dan fira hanya mengangguk dan berjalan ke arah kamara mandi.



bukannya langsung mandi, fira malah duduk dulantai kamar mandi, berfikir kenapa gavi memperlakukannya seperti ini, apalagi gavi ingin memasak untuknya. fira berfikir keras apa yang terjadi dan akhirnya fira mencap dirinya orang terbodoh yang pernah ada. dia lupa kalau sekarang dia sudah berstatus istrinya gavi. bukan sahabat lagi, ternyata rasa canggung itu adalah ini. fira langsung berdiri dan secepat kilat mandi. karena gara - gara waktu berfikir yang lama membuat hawa kamar mandi jadi dingin.



selesai mandi, fira bergegas ke dapur untuk melihat gavi, namun yang ditemukan fira adalah mie yang berserakan.



"ga"panggil fira



"eh, udah selesai ra. itu.. minya.. duh.. gimana ya...mienya tumpah ra"ucap gavi lesu, ingin rasannya fira tertawa sekarang, namun karena melihat wajah lesu gavi, fira malah menyimpannya



"hei, gpp gav. kita bisa bikin lagi"ucap fira lembut dan tentunya membantu gavi membersihkan mie yang tumpah tadi



"mienya cuma satu ra, g ada bahan dikulkas selain telur aja"ucap gavi menambahkan



"hey.."panggil fira sambil mengusap pipi gavi lembuat



"lo lupa kalau gue ini koki terhebat yang pernah lo temuin? apapun bisa gue masak gav. sekarang lo mandi, biar gue yang masak buat lo ya"ucap fira lembut dihadiahi anggukan oleh gavi, gavipun meninggalkan fira sendirian didapur



"gimana caranya gue mau ngelepas lo gav, lo begitu berarti buat gue"ucap fira pelan



beberapa menit kemudian gavi telah selesai mandi, dia memang sengaja cepat - cepat mandi karena ingin melihat fira memasak. lihatlah, sekarang fira sedang memasak dengan riang, ada nyanyian kecil keluar dari mulut fira. gavipun mendekat ke fira dan memeluknya dari belakang



"hey, masak apa ay?"tanya gavi



"nasi goreng telur pake kecap ga, gpp kan?"tanya fira sedikit ragu



"gpp kali ra, dari pada gue masak cuma bisa bikin dapur kotor"ucap gavi membenarkan



"kapan - kapan lo gue ajarin masak deh gav"ucap fira



"jangan bikin cake ya, bikin sambal kek"jelas gavi



"iaiai, gue masih ingat kok lo ngerusak mixer gue gav"ucap fira sambil tertawa kecil. mengingat gavi pernah merusakan mixer fira, karena dia menggunakannya dengan tidak hati - hati dan akhirnya terhempas ke lantai



"ya kan udah gue ganti sama yang lebih canggih"ucap gavi sendu



"iaia, mixer pemberian lo canggih"ucap fira tertawa lagi



"ra, gue siapin meja sama minum dulu ya buat kita, gue tunggu dimeja makan aja"ucap gavi dan fira hanya mengangguk



setelah nasi goreng bikinan fira selesai, dia melangkah menuju gavi yang sudah duduk manis, ala anak tk yang akan diberi makan. manis sekali



"hoaa, gue makan yak ra. baunya enak"ucap gavi dan fira hanya mengangguk



makin lama suapan gavi makin cepat, fira sedikit bingung apa yang terjadi pada gavi



"hey, makannya pelan - pelan"ucap fira



"ra, ini enak banget. lo emang koki terbaik didunia ra"ucap gavi semangat namun masih sibuk dengan makanannya, karna nasi goreng gavi sudah habis dia berjalan mendekati fira sambil membawa sendoknya



"bagi ra"ucap gavi seperti anak kecil, membuat fira tertawa keras




setelah selesai makan bersama dan gavi membantu fira mencuci piring, sekarang mereka berdua telah bisa beristirahat kembali didalam kamar



"ra..."



"ga.."



"lo duluan deh ra"ucap gavi



"gue lupa lo udah jadi suami gue tadi, maaf ya"ucap fira pelan



"hehhe, gpp kali ra. guepun juga, g kebayang aja sekarang ada yang masakin gue dan ada yang nunggu gue pulang"ucap gavi membalikan badannya ke arah fira, mau tak mau firapun membalikan badannya ke arah gavi



"gue masih g percaya gav"ucap fira frustasi, lebaynya keluar



"hum,sini deh"ucap gavi menarik fira dalam pelukannya



"kita belajar sama - sama ya, buat bikin diri kita percaya kalau kita sekarang udah suami istri"ucap gavi



"tapi kita masih tetap sahabatan kan gav?"



"sahabat hidup ra"ucap gavi mengecup puncak kepala fira



"ra"ucap gavi lembut



"hum.."gumam fira



"lo udah ngantuk ya?"



"kenapa ga"tanya fira menatap gavi, membuat gavi jadi salah tingkah



"itu, hm..."



"apa?"tanya fira lagi



"malam pertamanya gimana?"tanya gavi pelan dan malu-malu tentunya, membuat fira kaget, dan membuat wajahnua memerah dalam hitungan detik



"Kyaaaaaaaaaaaaa"jerit fira



"kenapa ra?"ucap gavi



"astaga gav, gue bilang apa gue loadingnya lama. seharusnya ini malam pertama kita kan? gue belum luluran gav. astaga gimana donk"ucap fira paniak sambil mondar mandir, membuat gavi tertawa, lalu berdiri menenangkan istrinya, istrinya? hoaaa


Fira memang istrinya saat ini



"hey, liat gue"ucap gavi menatap fira, membuat fira berhenti bergerak



"kalau lo g siap gpp ra, gue disini masih stay nungguin lo untuk siap"ucap gavi hangat



"tapi gav"ucap fira ragu



"gue bakal ngelakuin sebaik mungkin ra, gue g bakal bikin lo sakit"ucap gavi pelan, membuat fira mengangguk

__ADS_1



"now, or --"



"now"ucap fira lantang, dengan segera gavi mengangkat fira ketas kasur. dan terjadilah malam pertama mereka (author masih kecil)



----------



Ini sudah jam 1 siang, dan mereka berdua masih stay diatas kasur


Fira terus memperhatikan wajah gavi, tak menyangka dia sekarang adalah milik gavi seutuhnya, semyum tipis terukir dibibir fira



"Hay.."ucap gavi serak seraya bangun tidur



"Udah jam 1, bangun yuk. Orang pada nungguin kita pasti"ucap fira lembut sambil mengusap rambut gavi



"G ah, kita disini aja ra"ucap gavi memeluk fira



"Lo g lapar? Mau dimasakin apa?"



"Emang bisa berdiri?"tanya gavi



"Lah emang kenapa? Gue bisa berdiri kok. Kan kaki gue g kenapa - kenapa"



"Coba gih"Ucap gavi jail



"Oke, cuma ber-- aw.. gaviii"ucap fira hampir jatuh namun ditahan gavi



"Sakit?"tanya gavi



"Banget gav"ucap fira serak ingin menangis



"Hey, jangan nangis"ucap gavi membawa fira kembali keatas kasur, menyelimuti fira dan memeluknya kembali



"Kita istirahat bentar lagi ya, masih sakit kan?"tanya gavi



"Hu, maaf gav ngerepotin"



"Hey, lo istri gue ra. Gue mesti stay disamping lo lagian kan ini kerjaan gue.hehe.."ucap gavi mengecup bibir fira sekilas



"Udah enakan?"



"Hum, berada dipelukanlo slalu bikin gue nyaman gav"ucap fira makin menenggelamkan kepalanya ke dada gavi



"Gue sayang sama lo gav"



"Apa lagi gue ra, ini waktu yang gue tunggu-tunggu. Nikah sama cewek sok kepdan, tapi lo benar waktu itu, gue tertarik sama lo. Lo cuek, ceplas ceplos dan g jaim. Gue suka"ucap gavi mencolek hidung fira



"Gav, kayaknya gue g bisa tidur lagi deh, gue mau mandi, ini udah siang dan gue laper"ucap fira dan perutnya langsung berbunyi



"Kan, gue g boong"ucap fira malu-malu



"Oke, mandinya gue temenin yak"ucap gavi



"G, g.. malu gue mah"ucap fira menutup badannya



"Astaga ra, jadi kemaren malam itu kita ngapain?, kok malunya sekarang"ucap gavi



"Apaan sih, buruan gendong ke kamar mandi"ucap fira dengan muka merah



Setelah selesai mandi, keduanya turun kebawah, dimeja makan sudah tersedia makanan sangat banyak. Membuat fira dan gavi bingung lalu mendekat



"Ada catatannya tu gav"tunjuk fira



"SELAMAT MAKAN, DAN BIKIN KEPONAKAN YANG BANYAK BUAT GUE - DION"ucap gavi keras



"Apaan sih dia"ucap fira lalu duduk dan memakan makanan yang ada diikuti gavi



"Mau punya anak berapa la?"tanya gavi, membuat fira tersedak



"Apaan sih gav, baru nikah kemaren udah mikirin anak"ucap fira ngambek



"Becanda kali ra, bisa jadi lo mau bikin kesebelasan kan"



"O...gah"ucap fira sambil terus makan, masakan dion rasanya beda tipis dengan masakan fira, bagaimana dion bisa masak, karena diajarkan oleh fira, mulai dari mencicipi makanan sampai masak sendiri



"Ra, besok kita g tinggal disini lagi ya, gue udah nyiapin rumah untuk kita bareng anakanak"ucap gavi, saat ini mereka sedang diruang keluarga



"Sejak kapan lo punya duit buat beli rumah?"tanya fira meremehkan



"Gue dari dulu udah sering nabung tau"bela gavi



"Buat gue pasti"



"Buat siapa lagi coba"ucap gavi merangkul fira,tiba - tiba ada suara dehemman



"Ehem..."



"Jangan hiraukan sayang"ucap gavi



"Astaga bang, adik ipar lo datang ni"ucap dion tak terima karena diacuhkan



"itu ada suara apa ya?"tanya fira



"Astaga kak, adek kece lo ini. Lo abaikan begitu saja. Saat bang gavi g ada yang lo peluk peluk itu gue, aishhh gue diabaikan"ucap dion merajuk lalu berjalan kearah dapur



"Bang, adek adek lo ngungsi kemana?"tanya dion sambil membawa minum



"Noh, disebelah"ucap gavi santai membuat dion tercengang



"jangan bilang lo g tau, tetangga sebelah itu sepupu gue"ucap gavi menyelidiki



"Ogah, g tau. Yaudah gue kesebelah ya, ada janji sama adek lo"ucap dion lalu meninggalkan gavi dan fira



"Motor pasti"ucap gavi dan fira serentak kemudian tertawa



__ADS_1


__ADS_2