Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 17


__ADS_3

"Gue bakal kuliah disana, lo gimana?"



"Gue g tau ra, semua papa yang ngurus, gue mah cuma bisa nurut"



"Yaudah, lo bakal pergi liburan habis ini kan? Jangan lupain gue ya ga"



"Gue g bakal lupai lo la, jaga diri baik - baik ya. Disaat gue jauh dari lo. Ingat lo punya bang ori dan dion yang slalu jaga lo"



"Hm, ya gav. Jangan lupain gue. Gue g suka dengan suasana sekarang. Gue ngerasa kalau lo bakal pergi jauh dari gue"



"Stt.. gue cuma liburan ra, its oke"ucap gavi mengelus pipi fira pelan



"Hiks..maaf ga"ucap fira lalu masuk dalam pelukan gavi



"Jangan nangis, gue g bakalan kemana - mana. Gue slalu ada disini"ucap gavi menunjuk hati fira



"Makasih.."ucap fira sambil menangis terisak



"Masuk gih, udah malam juga. Keluarga lo pasti nungguin. Gue g mau dicincang sama abang lo"



"Hm, hati - hati ga.. gue sayang sama lo"



"Dan lo tau gimana prasaan gue ke lo"ucap gavi lalu pergi meninggalkan fira



"Dia akhir - akhir ini g pernah balas ucapan gue"ucap fira ke ori. Dia tau ori sedang memperhatikannya dari tadi



"Dan lo mesti sabar, ingat dia masih punya pacar. Mengumbar kata sayang dan cinta sembarangan bakalan bahaya dan itu malah bikin lo sakit"



"yaudahlah bg, gue masuk dulu"ucap fira akhirnya menyerah, dia mesti ekstra sabar sekarang menghadapi gavi, dia juga paham dengan perasaan gavi dan dia sangat mengerti menjadi seorang Agavian sangatlah susah



"jangan galau - galau mulu, besok kita jalan - jalan sama bang ori, siapin barang lo sana"ucap dion



"kemana?"



"masuk hutan"



"masuk hutan?"tanya fira langsung ke ori, karena kebetulan ori lewat



"ia, bareng temen kampus. dan cindy minta lo diajak"



"oh, boleh deh, perlu bawa apa aja ni?"



"jacket, sarung tangan sama masker yang paling penting banget buat lo dek"



"ia, ge g mau meluk lo kalau kedinginan ntar"ucap dion langsng



"yee, ngarep lo"ucap fira mendorong badan dion dan masuk kekamarnya



"liburan sekarang bakalan terasa panjang, tanpa gavi dan tanpa ila tentunya"Lirih fira



---------



"Ra, buruan.. udah pada nunggu lo"



"Eh, ia ni gue mau turun"teriak fira tak kalah kencang



"Lo mau ikut dimobil siapa? Gue atau cindy"tawar ori



"Sama gue aja ya ra"ucap cindy semangat, mau g mau fira harus nurut



"Lo sama gue aja, didalam mobil abang lo ada lyli"



"Ha? Kak lyli ikutan?"



"Ia, dan lo tau ngajak dia itu susah banget. Abang lo hampir ditonjok sama abangnya si lily karna brani ajakin adeknya jalan"



"Wah, parah banget tu"ucap fira mulai serius



"Gue punya rencana"ucap cindy sambil tersenyum



"Gue juga"ucap fira tak kalah tersenyum



"Hei, kita yang cowok ada disini, apa rencana kalian"ucap erik membuat fira dan cindy tertawa



"R A H A S I A"ucap fira dan cindy tertawa



"Gue paling anti kalau cewek cewek udah ngumpul. Ganasnya minta ampun"Ucap erik ngeri



"Dan lo mesti hati - hati karna kakak gue g seperti yang lo kira bang"ucap dion menambahkan



"Hey, sejak kapan lo ada dimobil ini"tanya fira



"Lo kira gue bakal ganggu abang ha?, ogah. Emangnya lo"tunjuk dion



"Aiash, lo"ucap fira geram



"Udah deh brantemnya"ucap cindy melerai



----------



Ori Pov's



"Sial, ini semua pasti rencana cindy dan erik. Dion dan fira pake acara bantuin pula"ucap ori dalam hati



"Kenapa ri, kok lo kringetan"suara lembut lily mulai keluar



"Eh, itu..anu..hm.."



"G usah gugup gitu sama gue ri, gue santai aja orangnya mah"ucapan lily membuat ori mengehela nafas lega



"Tapi abang gue yang g pernah santai, lo diapain kemaren sama dia?"tanya lily lagi



"Itu..."



Flashback on


"Misi bang gue mau cari bang lio ada?"



"Oh, lio ada tuh didalem. Lo anak baru ya?"



"Eh, ia bang"



"Masuk aja, lio ada didalem" dengan langkah gontai gue masuk tu kedalam kelas



"Wow, liat siapa yang datang"



"Mampus ini pasti yang namanya lio"batin gue berbicara



"Sini lo"teriak lio manggil gue, sumpah tu muka serem banget



"Jadi, lo orion asllar itu ya? Cowok yang ngejar adek gue dan brani ngajak dia jalan?"ucap lio membuat gue sedikit kaget, bagaimana dia tau

__ADS_1



"Lo pasti mikir dari mana gue tau kan? Apasih yang g gue tau disini"ucap lio bangga dan kemudian berdiri didepan gue



"Apa sih yang lo banggain sampai lo bisa ngajak adek gue? Lo yakin bakalan bisa jaga dia? Gue liat tampang lo lumayanlah. Tapi apa lo brani lawan gue dulu?"



"Lawan? Buat apa gue lawan lo bg? Buat bisa dapetin adek lo?, itu bukan cara gue bang. Kalau lo g ngizinin gue ajaK dia gpp. Tandanya lo sayang sama adek lo karna g ngelepas dia sama sembarang orang.. Gue juga punya adek cewek kali bg"ucap gue bijak, tapi beneran lo gue g bakal ngasih fira ke gavi kalau dia g serius sama adek gue



"Cih, lo. Lo ngajarin gue?"marah lio dan mengangkat tangannya dan mau nonjok gue



"Lo g bakalan takut adek lo bakal marah lagi sama lo karna nonjok orang tanpa sebab?"ucap gue sukses membuat lio menurunkan kepalan tangannya



"Oke, bawa dia pulang dengan selamat. Kalau sampai luka. Lo gue bunuh"ucap lio pergi meninggalkan kelas dengan sok coolnya



"Hosh.."ucap gue lega



"Beruntung lo diizinin bawa adeknya, kita aja cuma becandain adeknya doank malah ditabok"ucap antek antek lio



"Gue beruntung"jawab gue apa adanya



"Tapi lo g kenapa kenapa kan?"tanya lily sedikit khawatir



"G lah, toh gue g bikin masalah sama dia, oya kok dia over banget sama lo. Gue g gitu kali ke fira"



"Gue kembar, dan kembaran gue udah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sebenernya bukan kelalaian bang lio. Kita aja yang nekat buat berenang jauh. Tapi dia ngerasa bersalah banget. Dan mulai detik itu dia janji sama ortu buat jaga gue 24 jam"ucap lily lemas



"Ma..maaf..bukan maksud gue"



"Gpp kok, santai aja kali. Lagian lo mesti tau kenapa abang gue kayak gitu. Jadi sabar aja ya"



"Okelah, gue janji bakal jagain lo kok"ucap ori semangat



"Gue pegang janji lo"



"Kita jadian ni?"tanya ori tanpa basa basi



"Jadian?"ucap lily kaget



"Ia, lo kan udah percaya sama gue buat jagain lo"



"Hahahha, lo lucu yaa...okeoke.. lo bujuk abang gue lagi gih sana"ucap lily sambil ketawa



"Itu mah gampang"ucap ori bangga dan senang tentunya karna secara tidak langsung lily mau menerimanya



"Oya, yang dua tadi itu adek lo ya?"tanya lily



"Ia, yang cewek fira baru tamat sma dianya, yang cowok dion, mau naik kls 3 sma. Kenapa?"tanya ori



"Keliatan banget lo sayang sama mereka ya?"



"Hehe, jelas banget ya?"ucap ori sedikit malu



"Jelas banget dari cara lo bantuin adek lo, ngacak rambutnya dia, marahin dia. Dari tatapan lo ke mereka. Lo abang yang baik ri "ucap lily panjang lebar



"Belum, gue belum bisa jadi abang yang baik buat mereka. Gue hampir kegilangan fira 1 tahun lalu karna dia kecelakaan. Dan gue g ada disamping dia saat itu. Dan dion, gue kadang lebih sering becandain dia dari pada ngibur dia kalau lagi ada masalah"ucap ori sedikit lesu, mengingat dia tak pernah menjadi abang yang sempurna untuk fira dan dion



"Hush.. kok jadi melow gini sih. Bahas yang lain aja kalau gitu, seperti..."ucap lily menggantung



"Seperti apa?"tanya ori yang mulai curiga



"Sejak kapan lo suka sama gue"




"Sejak kapan ya"ucap gue pura - pura bingung



"Ah, g asyik lo"



"Udah lama gue suka sama lo ly, tapi brani deketin lo baru sekarang"



"Kenapa?"



"Abang lo ganas, belum siap mental gue. Apalagi kalau g dinasehati sama cindy dan fira pasti gue g maju - maju"ucap gue jujur



"Oh, abang lagi abang lagi"ucap lyli lesu



"Gpp santai aja, oya bentar lagi kita kayaknya sampe deh"ucapan gue membua lily menatap kiri kanan



"Hoaaa, ada kebun tehnya juga ya disini"



"Lo baru kesini?"



"Ia, gue kan dikurung dirumah terus sama abang"



"udah galaunya kita, kita disini buat senang - senang oke, yuk sekarang turun"ajak ori semangat



"huaaaa, bang lo pasti sering kesini kan? sama siapa lo kesini?dan ngapain aja lo disini? lo tau dari mana tempat sebagus ini bang?"ucap fira semangat berapi - api



"udah cerewetnya dek? g malu diliatin orang"tunjuk gavi kearah lily dan teman - temannya



"kagak abang, urat malu gue udah putus beberapa tahun yang lalu. so sekarang kita ngapain dulu ni?"tanya fira antusias



"lo sama dion ngeluarin semua barang yang ada dimobil, ntar cindy dan lily yang nyusun. gue dan erik bakal masang tenda dan nyalain api unggunnya"



"hoaaa, api unggun"ucap fira antusias



"oke, sekarang lets go"ucap ori semangat diikuti yang lain, sepertinya sekarang adalah hari yang sangat panjang untuk mereka



beberapa jam setelah persiapan



"tenda udah kepasang, api unggun tinggal dinyalain apinya aja, peralatan masak pun sudah tersedia dengan rapi. dan yang terakhir? hm..."ucap ori pura - pura perpikir



"apaan bang?"ucap ori antusias



"dion, lo tau kan apa yang harus lo lakuin?"tanya ori sambil merilik fira



"oke deh bang, kak sini deh"ajak dion ke fira



"apaan?"ucap fira bertanya



"nih, jacket lo dan sarung tangan. jangan lupa shalnya dipakein. jangan buat ngiket gue lagi. sebelumnya jangan lupa badan lo dikasing minyak kayu putih dulu biar angeet. disini dingin kalo malam kak"ucap dion panjang lebar, dan fira pun menurut. dia tak bisa terkena dingin karena kalau kena dingin dia g bisa nafas sama sekali



"thanks ya ion"ucap fira lalu dionpun pergi meninggalkan fira didalam tenda



"dek.."panggil seseorang,dan saat fira mengankat kepalanya ternyata itu lily



"eh, kak. masuk aja sini"ajak fira



"bisa masangnya?"tanya lily



"bisa sih kak, tapi rada - rada susah gitu buka baju sambil duduk gini"


__ADS_1


"sini, kakak bantuin ya"ucap lily tanpa persetujuan fira, sedangkan fira hanya diam



"makasih ya kak"ucap fira tulus



"sama - sama dek, oya gue Lilyan San"ucap lily memperkenalkan dirinya



"dan gue fira kakak, Afira Aslla"ucap fira mengenalkan dirinya



"sepertinya kita bakalan berteman dekat nantinya"ucap lily membuat fira mengerutkan keningnya dan kemudian tersenyum karna tau maksud dari ucapan lily



"oke kakak, gue bakal bantu lo. bukan, lebih tepatnya bantu abang gue"ucap fira semangat



"yuk keluar, kasihan cindy kerja sendiri"ucap lily menggandeng tangan fira keluar, wow tangannya lembut banget coy, batin fira berbicara



------------



"bang, buruan ayamnya. lapar ini akunyaaaaa"ucap fira tak sabar, begitu juga dengan dion



"hua, kalau ayah tau anaknya g makan pasti lo dimarahin bang"ucap dion menggebu - gebu



"hei, nih makan ini dulu. maaf cuma ada satu"ucap lily sambil memberikan roti keju ke fira



"hoaa, makasih banget ya kaka"ucap fira semangat lalu membuka bungkus kue tersebut dan membaginya menjadi 3 bagian



"kok dibagi kak"ucap dion bertanya, namun dihiraukan fira. dia berdiri dan berjalan ke arah lily



"kak, meskipun sedikit bagi dua sama abang ya"ucap fira lalu berjalan ke erik



"bang, nih kasih kak cindy, jangan dimakan sendirian lo"ucap fira sambil tersenyum ke erik, dia tau banget kalau erik masalah makanan pelit ke cindy, karna cindy yang cerita



"nah, ini buat lo dek"ucap fira menyerahkan potongan kue ke didit



"gue g mau, lo aja yang makan gih"ucap dion memasukkan kue tadi kedalam mulut fira



"yaudah, nih buat lo"ucap fira memaksa kue yang dipegangnya mssuk kedalam mulut dion, hal hasil mereka makan berdua



"adik lo lucu ri"ucap lily lembut sambil menyodorkan kue yang diberi fira tadi



"kuenya buat lo aja, gue belum lapar kok. lagian gue tau lo udah kelaparan dari tadi sama noh kayak fira, pake sembunyi - sembunyi segala. lo kira gue g tau seluk beluk lo gimana"



"apaan sih ri"



"serius gue, udah tiga tahun gue merhatiin lo bukan waktu yang sebentar ly"ucap ori lembut



"pertahanin gue"ucap lily membuat ori menghentikan aktifitasnya



"maksud lo?"



"pertahanin gue dan bikin abang gue rela ngelepas gue sama lo. dan.."



"dan?"lanjut ori



"bukan lo aja yang merhatiin gue selama 3 tahun, gue juga ri"ucap lily lalu pergi meninggalkan ori dan berjalan kearah fira dan dion



"wow, ternyata cinta sang pangeran g bertepuk sebelah tangan ya"goda erik



"apaan sih lo, urus noh cewek lo sana"ucap ori malu



"ciee, pake malu segala lo sama gue ri, kayak anak abg lagi kasmaran aja lo"ucap erik membuat muka ori merah padam, dia benar - benar malu dan bahagia sekarang



-----------



"so, lo mau tidur dimana?"tanya ori ke fira



"hm.. sama kak cindy dan kak lily aja deh bang"



"yakin?"ucap ori memastikan



"yakin gue mah, tapi ntar kalau gue kenapa - kenapa gue ketempat lo ya"ucap fira serius



"okelah, kalau gue g kebangun lo bisa bangunin dion, kalau g erik"



"lo gila apa, erik?"



"mereka semua udah tau kali lo g bisa kenak dingin, dan tenangnya kalau dipeluk doang. gue yakin cindy sama lily g bakalan bisa bikin badan lo anget. kalau g gue, ya dion atau erik"ucap ori panjang lebar



"njeh - njeh mas, udara mulai dingin. gue kedalem dulu ya mas"ucap fira lalu berlari kecil dan masuk kedalam tenda



"lama kali dek, ngapain aja sama ori"tanya lily



"cie, kakak cemburu ya?"



"sepertinya ia ra, dari tadi nanya ori mulu"ucap cindy sedikit jengkel karena dari tdi lily tak kuncung henti bercerita tentaang ori



"ah, udah deh mendingan kita tidur yuk udah malam. besok kita bakalan jalan - jalan di kebun teh seharian penuh"ucap lily lalu menutup badanya dengan selimut, dia ngelak permisa



-----------



jam sudah menunjukan pukul setengah 1 malam, cuacapun semakin dingin, tiba - tiba fira terbangun karna ada seseorang yang menyentuh kakinya.



"stt.. ini gue kak? lo aman?"tanya dion sambil berbisik. sedangkan fira hanya diam dan geleng - geleng



"geser dikit biar gue bisa masuk kedalem"ucap dion, lalu fira menggeser badannya dan dion tiduran disampingnya



"ma .. mak.. makasih ion"ucap fira terbata dan memeluk dion kuat



"kan gue adek yang baik, so pasti gue bakal lindungi lo kak"ucap dion membuat fira tersenyum dan kembali tidur



keesokan paginya



"ra.. ra bangun dion g ada didalam tenda"ucap ori sambil teriak - teriak



"apaan sih bang"ucap dion dengan suara seraknya



"gue disini.."tambahnya



"astaga dion, lo ngapain tidur sama 3 cewek didalam tenda, lo ngapain aja woi. ingat umur lo masih sebesar jagung"ucap erik frustasi



BUUKK...!



"loh, kok aku dilempar sayang"ucap erik ke cindy



"kita itu g ngapa - ngapain, kamu asal nuduh aja. noh dion angetin fira tadi malem. sedangkan kalian tidur molor sambil pelukan. abang macam apa kalian"bentak cindy



"lo kumat lagi dek?"tanya ori



"hampir, untung ada dion"ucap fira tulus



"so, kita mau ngapain pagi ini?"tanya ori semangat


__ADS_1


"JALAN - JALAN"ucap mereka serentak :)


__ADS_2