
"Humm..huum,huum.."
"Biasa aja kali kak ekspresinya"ucap dion
"Ia, biasa aja la"ucap gavi menambahkan
"Gue nyampe sini juga heran, kenapa tu ps bisa nyangkut di kamar gue, kirain g dipake lagi. Ternyata jadi tempat main ya kamar gue sama lo sekarang"ucap fira berapi- api
"Udah, kakak liatin aja kita main, dan jangan berisik"ucap dion membuat fira kesal dan kembali melanjutkan aktifitasnya, membaca novel
Setelah larut malam, gavi dan dion menghentikan permainannya
"Kayaknya gue g bisa ngalaihin lo deh bang"ucap dion lemah
"Haha,ia donk gue gitu lo"
"Yaudah gue kekamar yak"ucap dion
"Lah gue?"tunjuk gavi ke badannya
"Angketin kakak gue ke atas kasur napa, kasihan tu tidur dilantai"ucap dion menunjuk fira yang sudah tertidur dilantai dengan nyenyak
"Tap--"ucap gavi terputus karna dion telah menghilang duluan
Gavipun mengangkat fira ke atas kasur dan menyelimutinnya
"Tidur aja lo tetep manis la"ucap gavi sambil mengelus kepala fira
"Gaa..."panggil fira pelan, dia sedang mengigau
"Jangan pergi"ucap fira lagi, satu tetes air matanya turun
"Sstt.. la, gue disini dan gue g pergi"ucap gavi menggenggam tangan fira kuat.
Kantukpun tiba - tiba menyerang gavi
"Skali-skali tidur sama lo gpp kan la, gue g macam-macam kok"ucap gavi lalu berbaring disebelah fira, berusaha melepaskan genggaman tangan fira dan memeluknya. Nyaman
"Gue sayang sama lo la, tunggu gue ya"ucap gavi mempererat pelukan dan mencium kening fira lembut, penuh dengan kasih sayang dan kemudian tertidur
-------
Pagi hari...
"Pagi la..."ucap gavi serak sehabis bangun tidur
"Huum.."ucap fira sambil melakukan peregangan pada badannya
"Lo kalau tidur imut yak, kayak bayi"ucap gavi sedikit tertawa
"Ia donk, gue dalam keadaan apapun tet.. te.. tet.."
"Tet.. tet.. tet..?"ulang gavi
"Hoaaaa.... lo ngapain dikamar gue, huaaa lo dikasur gue. Kita tadi malam ngapain? Huaa, keluar g, keluar g.. gavi..."ucap fira brutal sambil memukul gavi dengan bantal
"Duh, duh.. maaf.. habisnya gue ngantuk, mau pulang takut kenapa - kenapa dijalan"
"Lo kan bisa tidur tempat dion"
"Gimana mau tidur tempat dion, semalaman lo g mau lepas tangan gue"
"Maksudunya"ucap fira bingung.
"Lo itu megang tangan gue, erat-erat, ngigo manggil-manggil nama gue, mana tega gue ninggalin lo. lagian gue g apa-apain lo kok. Gue g bakalan macan-macam sama lo kok"ucap gavi terhenti
"Untuk sekarang"ucap gavi meninggalkan fira yang masih bengong
Dan kemudian dia tersadar
"Gaviiiiii, maksud lo apaa haa???"ucap fira baru conect, sedangkan gavi hanya tertawa terbahak - bahak
"kenapa bang? tidur nyenyak kah?"tanya dion jahil
"menurut lo? pinjam kamar mandi yak, mau mandi gue"ucap gavi dihadiahi anggukan oleh dion
"ion, ada apaan sih ribut -ribut"tanya ori keluar dari kamarnya
"oh, itu kak fira sama bang gavi brantem"
"gavi? gavi teman smanya itu? udah balek dia?"tanya ori bingung
"udah tidur bareng juga kale sama kak fira"ucap dion jahil
"tidur bareng? maksud lo apa?"tanya ori dengan nada yang tinggi
"abang tanya aja deh sama mereka berdua aku mah g ikut - ikut"ucap dion tertawa jahil lalu bergegas kebawah
"mampus lo kak"ucap dion dalam hati
-----------
disinilah gavi dan fira berada sekarang, diruang keluarga dan didepan ori yang mukanya menakutkan minta ampun
"eh bang, lama g ketemu yak. pas ketemu udah jadi bapak - bapak aja"ucap gavi mencairkan suasana
"gue lagi g becanda gavi"ucap ori tegas
"abang apaan sih, kita g ngapa - ngapain kok"ucap fira membela diri
"beneran bang kita g ngapa - ngapain, cuma pegangan tangan sama pelukan, adaw"ucap gavi jujur namun malah dapat cubitan dari fira
"lo jujur banget"bisik fira
"kalian berdua pagi - pagi sudah bikin masalah, tidur bareng apalagi"
"tapi gue g ngapa - ngapain adek lo kok bang, serius"ucap gavi sambil mengankat kedua tangannya dan jarinnya membentuk huruf V
"Ia, sekarang g ngapa - ngapain, tapi nanti? ah, sudahlah kalian udah dewasa"ucap ori memegang kepalanya yang tidak sakit
"lah, cuman itu bang marahnya?"tanya dion g terima
"IOONNN"geram gavi dan fira berbarengan
"haahha, becanda kali kak, bang. sebenernya kemaren malam itu bang gavi mau tidur dikamar gue. tapi karna kak fira tidur di lantai gue nyuruh bang gavi angkat kak fira, lah taunya tuh kak fira malah ngigo, megang tangan bang gavi. mau g mau bang gavi harus tidur dong disamping kakak, udah malam juga"ucap dion panjang lebar dihadiahi anggukan oleh fira, gavi dan ori
"tungu - tungu.."ucap gavi
"ada yang mengganjal"ucap fira membenarkan
"LO NGINTIP KITAAA?"teriak gavi dan fira berbarengan
"yoi donk"ucap dion bangga namun beberapa detik kemudian dia mendapatkan cubitan dan glitikan dari gavi dan fira
"awas lo ya, gue sebarin foto lo ke ela"ucap fira sinis
"lah, jangaaaann"rengek dion, namun dihiraukan fira karena dia berjalan ke dapur
"ehm, apa kabar lo gav?"tanya ori
"seperti yang lo liat, lebih baik dari sebelumnya"
"kapan nyampe? dan kerjaan lo disana gimana?"
"kemaren gue nyampe dan langsung ke skolah, gue naik jabatan"ucap gavi lirih diakhir kalimat
"berarti lo bakal pergi lagi?"
"cuma setahun"ucap gavi cepat
"jangan bikin kecewa adek gue lagi, dia terlalu lama sendiri. gue yakin dia tiap hari nungguin kabar dari lo, lo pulang kapan dan gimana keadaan lo disana"
"gue tau, temen gue ada yang kerja bareng fira, tapi fira aja yang g tau. gue denger dari dia fira sering ngelamun kalau jam istirahat, makannya gue pulang sekarang. karna gue dapat kabar kalau fira berhenti kerja"
"ya, terlalu lama dia disana bisa bikin dia stres"ucap ori
"gue janji bakal memperbaiki semuannya"ucap gavi mantap
"jangan sakiti dia lagi"ucap ori, dan gavi hannya mengangguk
"ayo lihat, siapa yang datang nak"ucap lily sambil menggendong adilo
"wow, ini anak lo bang, mirip lo banget"ucap gavi mendekat dan menggendong adilo
"lo udah cocok gav, gendong anak"
"ia donk"ucap gavi tersenyum sambil bermain dengan dilo
"jangan nakal kayak om gavi nak"ucap lily
"ahah, nakal dikit gpp kan kak"ucap gavi tersenyum lalu membawa dilo ke fira dan dion
__ADS_1
"hoaaaa, liloo aucha udah cakep, sini sama aucha sayang"ucap fira mengambil alih dilo
"yah, kan gue yang gendong duluan la"ucap gavi cemberut
"ini kan keponaan gue"
"lah, kan juga bakal jadi keponakan gue juga"ucap gavi
"lah?"ucap fira kaget
"kan gue sahabat lo, keponakan lo keponakan gue juga kan?"ucap gavi dan fira hanya mengangguk. sedangkan ori dan dion hanya tersenyum dan mengangguk
------------
"so kita mau kemana ni?"tanya gavi
"kita ke toko bentar gpp kan?"tanya fira
"boleh boleh"ucap gavi bersemangat
"g boleh gratis, harus bayar"ucap fira membuat gavi cemberut
"yaahhh, kok gitu sih"ucap gavi tak terima
"gue aja yang punya toko bayar makan, apalagi lo"ucap fira sedangkan gavi hanya angguk - angguk g terima
sesampai ditoko, fira langsung bergegas ke dapur
"pelan - pelan la, g usah lari - lari"ucap gavi berteriak
"ehhhehe, ia masuk aja dulu gav, pesen aja kuenya"teriak fira, sedangkan gavi hanya geleng - geleng kepala g ada yang berubah
beberapa menit kemudian fira menghampiri gavi
"maaf ya gav, kelamaan didapur"
"resep baru kah?"tanya gavi
"hum, g sih cuman ada yang perlu diperbaiki aja didapu, kayaknya penuh banget tu dapur"ucap fira lemas
"capek yak?"tanya gavi lagi
"g sih, lagian kan emang tugas aku, oya habis ini kita kemana?"tanya fira
"gue belum pulang kerumah ni"ucap gavi membuat fira sedikit bingung
"pulang kerumah maksud gue, dari kemaren adek- adek tanyain gue terus, kerumah yuk"ajak gavi
"gue? kerumah lo?"tunjuk fira ke dirinya
"ia, kenapa? lo belum pernah kerumah gue sama skali kan? udah delapan tahun lo, palingan lewat depan doank"ucap gavi sambil tertawa
"ogah, ogah g mau gue mah"ucap fira dengan ekspresi takut
"iih, gitu banget lo sama rumah gue, apa yang lo takutin sih"
"ntar gue ditannya yang g g sama keluarga lo"tanya fira
"g bakalah, lagian mereka juga udah tau sama lo kan, yuk"ajak gavi menarik fira
"gavi, gavi.. g mau g mau"ucap fira mererengek namun mulutnya malah dibekap gavi
"gue culik skali - skali gpp kan la"ucap gavi tersenyum jahil, sedangkan fira hanya pasrah masuk kedalam mobil
didalam mobil fira tak henti - hentinya melirik kaca
"udah la, udah lo udah cantik"ucap gav sambil tertawa
"apaan sih, gue grogi tau"sungut fira
"lah, emanga mau ngapain? pake grogi segala"ucap gavi sukses membuat fira diam
"yelah, yelah. awas kalau ntar lo bikin malu gue didepan orang tua lo, gue gigit lo"ucap fira ganas
"apaan sih, yuk turun. santai aja kali"ucap gavi menenangkan
"iaia, huuhh"ucap fira sambil menarik nafas
"abaaaang"teriak seseorang dari dalam sana
"ish abang gue mah udah 17 tahun tau"ucap putri tak terima,gue tau namanya karna gavi pernah cerita tentang adik dan keluarganya
"yaudah, mana yang lain?"tanya gavi
"ada didalem, eh itu siapa bang?"tanya putri, merasa dirinya ditunjuk fira pun memperkenalkan diri
"hay, gue fira, temen smanya gavi"ucap fira sambil mengancungkan tangannya
"oya, gue putri adek kesayangan bang gavi"ucap putri membalas acuan tangan fira
"yaudah ayo masuk"ajak putri ramah, fiuhh
"wah - wah coba kita lihat siapa yang g pulang - pulang dan nyampe rumah langsung bawa cewek, tumben"tanya seseorang yang memegang adonan ditangannya
"apaan sih ma"ucap gavi mendekat kearah wanita yang dipanggilnya ma dan mencium pipinya
"masih inget alamat rumah kamu"tanya wanita itu lagi
"mama apaan sih, ya masih lah. oya yang lain mana?"tanya gavi
"kangen sama gue lo?"ucap seseorang yang menuruni anak tangga
"kagak, gue g kangen sama lo"ucap gavi santai
"ih, abang apaan sih lo"ucap cewek itu merajuk lalu memeluk abangnya
"aman?"tanya gavi
"aman boss"ucap cewek itu hormat dan kemudian melirik ke arah fira
"siapa bang?"tanya cewek itu lagi
"astaga, gue hanpir lupa sama lo la"ucap gavi pura - pura panik
"basi lo"sungut fira
"ma, mel kenalin ini teman gavi waktu sma"ucap gavi memperkenalkan fira
"siang tante, saya afira, bisa dipanggil fira"ucap fira sopan,sedangkan gavi hanya tertawa terbahak - bahak
"apaan sih lo gav"ucap fira marah
"eh, maaf tante"ucap fira kembali tenang
"ahhaa, biasa aja kali la, g usah kaku gitu sama keluarga gue"ucap gavi menenangkan
"ehhe, iaia"ucap fira tersenyum
"yaudah ma, aku keatas dulu. titip fira ya"ucap gavi membuat fira kelabakan
"lah, gav.. gav gue kok.. aishh"ucap fira kembali tersenyum ramah ke mama gavi, sedangkan kedua adiknya mengekori gavi ke kamar
"kamu bisa masak?"tanya mama gavi ramah
"eh, bisa tan"ucap fira semangat
"Bikin kue bisa?"tanya mama gavi lagi
"hehehe, bisa banget tan, aku suka masak. apalagi bikin kue"ucap fira
"yaudah, bantu tante bikin kue gih, tu anak berdua kagak bisa masak kue"ucap mama gavi sedikit kesal
"hehe, kan bisa belajar tan, ntar fira ajarin mereka bikin kue deh"ucap fira menawarkan
"yaya, mudah - mudahan kamu g nyerah ya, adik - adik gavi itu bandelnya minta ampun, apalagi tu si meliani. kamu lihat kan gayanya gimana? duh bikin pusing"ucap mama gavi
"itumah masalah gampang tan, eheh.. meskipun aku g punya adek cewek tapi aku punya kakak kok, dan aku banyak belajar dari dia gimana cara ngurus adek cewek,hehe yaudah tan, aku bantu yang mana"
"kamu lanjutin aja ya, tante mau kesebelah dulu"
"lah, kok akunya ditinggal"ucap fira lesu
"katanya bisa masak kue kan? yaudah tante kasih ke kamu ja ya"ucap mama gavi lalu meninggalkan fira
"aish, tapi gpp lah, bagi gue ini bukan masalah yang besar"ucap fira kemudian sambil berkutat dengan alat dapur
__ADS_1
beberapa menit kemudian putri den meliani menghampiri fira yang tengah sibuk dengan alat dapurnya, fira benar - benar tidak menyadari bahawa kedua orang itu memperhatikannya
"kakak pacarnya bang gavi ya?"tanya putri
"g kok cuma sahabat"jawab fira masih asyik dengan pekerjaannya
"udah kenal lama ya sama abn
Abang?"tanya melianai
"kurang lebih delapan tahun, kenapa?"tanya fira masih sibuk
"kakak suka ya sama abang?"tanya putri
"lebih dari suka"jawab fira lagi, masih serius namun tiba - tiba berhenti karena ada yang ganjil
"eh? kalian berdua sejak kapan disini?"tanya fira heran
"duh, aneh deh masak bang gavi ngajak orang yang beginian sih kerumah"ucap melani
"kakak itu udah jawab pertanyaan kita dari tadi, kakak itu sahabat abng, kenal abang udah hampir 8 tahun dan kakak suka sama abng, malahan lebih"ucap putri
"ha? gue bilang gitu?"ucap fira bingung
"yaelah kak, kemana aja"ucap melani lalu duduk diatas meja makan
"cewek g baik duduk dimeja mel, g baik"ucap fira
"lah, mama aja g larang. masak kakak yang tamu ngelarang"ucap melani g terima
"turun atau kakak yang nurunin"ucap fira datar membuat melani turun
"bagus, mendingan kalian bantu kakak ngias ni kue"ucap fira membuat melani dan putri mendekat dan membantu fira menghias kue
"kakak suka bikin kue?"tanya putri
"g suka lagi, malahan ini hobby kakak, sehari itu g bikin kue gimana gitu rasanya"
"ajarin donk kak"ucap putri semangat
"boleh kok, main aja kerumah ntar kakak ajarin dirumah alat sama bahannya banyak"ucap fira semangat
"lo ikut g ntar kerumah kak fira"tanya putri ke meliani
"liat dulu lah, gue sibuk"ucap meliani
"dirumah gue ada cowok ganteng lo, ada anak kecil juga"ucap fira membuat meliani melirik ke arah fira
"anak kecil? yang bener?"tanya meliani
"makanya main kerumah, dan liat ada anak kecil atau g"ucap fira tersenyum jahil
"okeoke, ntr kalau ada waktu gue kesana sama putri"ucap meliani
"ehm.."ucap seseorang dari arah punggung fira
"sibuk banget cewek - cewek"ucap gavi
"emang lo, ninggalin gue sendiri disini. kan udah gue bilang tadi jangan tinggalin gue, gue kan baru disini"sungut fira
"lah, lo kan cuma dirumah gue la bukan ditengah hutan"
"tapi kan ini baru pertama gue kerumah lo, lagian gue mana bisa langsung sksd sama keluarga lo"
"ih, buktinya lo kan g kenapa - kenapa gue tinggal la, jangan marah donk"
"g ta ah, ngambek gue sama lo"ucap fira ngambek lalu membawa kuenya kearah ruang keluarga
"parah bang, menakutkan cewek lo"ucap meliani lalu mengikuti fira
"gue suka dia"ucap putri lalu mengikuti meliani dari belakang
------------
"assalamualaikum"ucap suara bariton dari arah luar
"waalaikumsallam"ucap semuanya termasuk fira
"wah, ada tamu . siapa ya?"tanya papa gavi, fira tau karena ada fotonya diruang keluarga
"saya fira om, teman smanya gavi"ucap fira ramah
"oh, temen toh"ucap pap gavi melirik kearah gavi yang mulai salah tingkah
"beneran teman kok pa, sahabat deh. jangan liatin aku kayak gitu"ucap gavi merajuk
"lah siabang kalau malu mah malu - maluin"ucap putri
"so, karna papa udah pulang gimana kalau kita makan kue buatan fira"ucap mama gavi semangat
"wah, ada kue ya. jadi nunggu saya datang ni?"tanya papa fira
"ayolah pa, ma keburu dimakan semut kuenya"ucap putri semangat
"ia, sabaran dikit nak"ucap mama gavi dan fira hanya tersenyum. saat semua orang telah mendapatkan potongan kue buatan fira dan memakannya fira angkat bicara
"tan, om gimana kuenya?"ucap fira hati - hati, sedangkan yang ditannya malah diam, begitu juga dengan putri dan meliani. fira pun melirik kearah gavi, sedangkan gavi hanya mengangkat kedua bahunnya
"ini kok rasanya mirip kue langganan mama ya"ucap mama gavi
"ia, beneran mirip ma"ucap papa gavi menambahkan
"kamu yakin kamu yang bikin ra?"tanya mama gavi lagi
"ia ma, kak fira yang bikin toh aku sama kak meliani yang bantu hias kuenya"ucap putri membela fira
"emang mama langganan kue dimana?"tanya gavi
"Orlydo cake"ucap mama fira
"lo tau orlydo cake la?"tanya gavi, sedangkan yang ditanya malah senyum senyum
"kok kamu ketawa fira"tanya papa gavi bingung
"orlydo cake itu, ori lily dilo om tan"
"maksudnya?"tanya mama dan papa gavi berbarengan
"astaga, gue bener bener g tau toko yang itu la"ucap gavi tersenyum dan menggaruk kepalannya yang tak gatal
"duh, apaan sih g jelas tau"ucap meliani mulai bingung
"duh, gimana mau bilang ya AGALAA Resto, Asla Cake, Aflaa Cake, D'on Cake, Agalove Cake, Orlydo Cake dan yang lainnya itu tu punyanya fira ma, pa, dek"ucap gavi memperjelas
"D'on cake? itu punya lo kak?"tanya meliani
"ehhe, ia sering makan disana ya?"tanya fira
"ya jelas lah, itu tempat makan favorit gue"ucap meliani semangat
"tunggu - tunggu, abang nyebut Agalaa Resto ya?"tanya putri
"kenapa emang?"
"hoaaaaa,,, benerkan itu fotonya abang, gue kira itu buka lo bang yang ada difoto"ucap putri bersemangat menceritakan
"cake bersahabat"ucap fira
"hoaa, ia cake bersahabat menu andalan disana, hoaaaa kak ajarin aku bikin kue ya, yayaya"ucap putri semangat
"its okey, itu mah gampang"ucap fira tersenyum ramah
setelah bercerita banyak dengan keluarga gavi, firapun minta izin untuk pulang, karena sudah jam 10 malam
"hoa, kakak tidur disini aja"ajak putri
"lah, jangan sekarng belum mintak izin sama abang soalnya, besok deh kakak kesini lagi"ucap fira dan putri hanya mengangguk
"om, tante saya pamit. makasih ya atas waktunya"ucap fira ramah
"sering - sering datang kesini ya ra, bikin kue lagi buat kita"ucap mama gavi
"anterin fira sampai rumah dengan selamat ya gav"pesan pap gavi
"pasti pa, yaudah gavi brangkat dulu ya"ucap gavi lalu menarik fira kearah mobil
"huaa, legaaa"ucap fira mengusap dadanya
"apaan sih lebay"ucap gavi lalu mengelus kepala fira
__ADS_1