
"Astagaaa ela buncit"teriak fira dari atas
"Sayang suaranya dikecilin dikit"terang gavi dari arah dapur
"Ada apa kak?"ucap ela polos
"Lo apain anak gue ha? Buncit"teriak fira garang
"Aku dandanin kak, cantik bukan?"tanya ela dengan kepolosannya
"DION..anak gue tolong lo liat"teriak fira membuat dion mau tak mau keluar dari kamarnya dan menghampiri fira, pasti ela bikin ulah lagi, semenjak kehamilannya, ela makin sering berkunjung kerumah fira dan gavi.
Ya, setahun setelah fira melahirkan,dion dan ela menikah. Dan 6 bulan yang lalu ela positif hamil. Diikuti dengan kak lily yang sekarang hamil 8 bulan. Lengkap sudah para bumil.
"Astaga ela, kamu apain lagi si ian? Itu muka dicoret coret kayak badut gimana emaknya g marah"ucap dion sambil menggendong ian
"Oom dut,hihi"ucap ian sambil bertepuk tangan
"Bukan om yang badut ian, kamu sayang"ucap dion sambil membersihkan muka ian
"Ntar tante makeupin lagi ya sayang, oke?"ucap ela
"Oke nte"ucap ian semangat lalu tertawa sambil bertepuk tangan
"G ada lagi ian, muka kamu ntar kenapa - kenapa. Itu buat orang dewasa"
"unda serem"ucap ian membuat fira menghela nafas, ian sering mengatakan fira serem karna itu ajaran dari dion dan ela. Krna fira suka marah - marah
Namanya Fiviana Alfa Pralla, keluarga sering memanggilnya dengan ian, bukan fivi atau ana.
Kenapa ian? Karena ela ingin memanggilnya seperti itu, fira dan gavi setuju saja, karena nama ian juga enak didengar dan diucapkan
oh ya, ngomong - ngomong bumil yang satu ini, ngidamnya ketemu ian mulu, kadang ian dibawa jalan, dikasih mainan, dibeliin baju frozen. Pokoknya si ian berasa anak ela bukan anak fira.
Nah bumil satunya lagi,alias kak lily, ngidamnya lebih parah. Ngidamnya meluk elo sampai tidur. Kadang membuat bang ori naik darah karna tingkah laku istrinya yang berlebihan. Sedikit dimarahi, lily akan pulang dan mengadu pada abangnya.
Tapi itu udah berhenti 2 bulan yang lalu.hihi
"Ian, sini mandi dulu"ucap fira mengambil alih ian dari ion
"Yahyah.."ucap ian memanggil gavi
"Ada apa nak gadis ayah, kita mandi?"tanya gavi sambil mencium pipi ian, sedangkan ian hanya tersenyum dan malu malu
"Digodain dikit aja langsung malu, noh giginya nampak"ucap fira gemas lalu mencium ian dan menggelitik kecil ian
"Geli nda, geli.."ucap ian sambil tertawa kecil, membuat gavi geleng geleng kepala dan mengikuti fira dan ian ke kamar mandi
Lengkap sudah kebahagiaan mereka
Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 dini hari, mata gavi dan fira masih terbuka lebar
"Gav, aku masih g percaya"
"Hei, udah punya anak gini masih g percaya?"ucap gavi, ini lagi yang dibahas
"Kamu tau kan? Gimana g mungkinnya kita dulu, trus tiba tiba kamu datang dan ajak aku nikah?"ucap fira
"Hei, ini udah aku rencanain dari dulu dulunya, so kamu harus percaya sayang, ian adalah salah satu bukti real hubungan kita"terang gavi
"Tapi, aku masih ngerasa kita ini masih berstatus sahabat gav"ucap fira lesu
"Nah, itu yang aku mau ra. Kita akan terus sahabatan ra. Sampai kapanpun. Ini yang dinamakan sahabat sejati ra. Hey, lihat aku ra"ucap gavi mengarahkan pandangan fira kearahnya
"Aku, sayang sama kamu udah lama dan itu tanpa sepengetahuan kamu ra. Aku kerja demi ngebahagiain kamu. Kamu prioritas aku sekarang, kamu istri dan bunda untuk anak - anak aku nanti ra. Jadi apapun status kita g masalah buat aku, asalkan kamu slalu ada untuk aku ra, dan tetap menjadi afira yang menjengkelkan dan cerewet"ucap gavi tertawa kecil lalu memeluk fira
"Aku sayang sama kamu gav, aku g bakal nyianyiain kesempatan ini, aku bakal jadi istri dan bunda yang baik untuk anak anak kamu, anak kita gav"ucap fira mempererat pelukannya pada gavi
"Tidur gav"ucap fira serak
"Yaudah yuk, kasih adek untuk ian"ucap gavi dan dihadiahi cubitan oleh fira
__ADS_1
"ASTAGA GAVI, ANAK BARU UMUR SATU TAHUN 6 BULAN UDAH MAU NAMBAH, OGAH. BIKIN AJA SAMA KUCING SANA. IAN MASIH BUTUH PERHATIAN"ucap fira lalu masuk kedalam selimut
"Jiah, ngambek"ucap gavi lalu ikut masuk kedalam selimut
----------
beberapa tahun kemudian
"Please deh ian, lo bisa mintak antar sama al atau el ke sekolah, jangan gue mulu",ucap dilo garang
"Ogah, lo tau mereka berdua playboy mesum, ogah gue deket deket mereka lagi"ucap ian juga garang
"Kalau g sama xello aja"ucap dilo memberi opsi baru
"Buset dah, anak kerjaan taruhan mulu, dikit-dikit gue dipanggil ke uks buat ngobatin dia. Apasalahnya sih lo yang anter gue bang"ucap ian merajuk
"No, atau lo sama fano aja sana, naik speda"ucap dilo lalu meninggalkan ian yang masih marah
"Bunda, bunda liat sendiri kan bang dilo? Numpang makan disini tapi g mau anterin aku ke skolah"sungut ian
"Ingat umur. Malu sama adek - adek"ucap fira
"Jiah, bunda adek - adek mulu"ucap ian lalu meninggalkan rumah
"Pergi sama siapa ian?"teriak fira dari dalam
"Curut play boy, siapa lagi bun"ucap ian lalu kembali kedalam karena dia lupa pamit ke fira
"Hati - hati, jangan gangguin el atau al nyetir"pesan fira, dihadiahi anggukan dari ian
Disepanjang jalan menuju rumah al , fira tak henti hentinya mengoceh tentang kejahatan dan ketegaan dilo pada dirinya
"g mau lagi abang?"tanya el sambil mengikuti fira kerumah al
"G"ucap fira singkat
Dan berjalan cepat kearah rumah al, karena al sudah menunggu
"Buruan, pasti brantem dulu sama abang. Makannya lama"ucap al
"Pasti"ucap ian lalu masuk kedalam mobil diikuti el
"Xello udah otw dia"ucap el langsung
"Oh, yaudah langsung ke skolah aja. Itu anak taruhan lagi pasti"ucap ian lalu menyuap bekalnya dan menyuapkan juga untuk al, ini rutinitas ian dipagi hari, menyuapi al
Sesampai disekolah, seperti biasa dua curut ini pasti tebar pesona ke cewek cewek alay dulu, baru masuk deh kedalam kelas, sedangkan xello. Brantem dulu baru masuk kelas.
Ian sebagai yang tua hanya bisa geleng geleng kepala dan tarik nafas kuat kuat
"Gila, xello menang taruhan lagi"ucap tania a.k.a sahabat ian
"Anak sabuk hitam dilawan"ucap ian lalu mengeluarkan novelnya, belum sempat ian membaca. Novelnya sudah direbut nela a.k.a musuh berat ian, tukang bully
"Balikin g"ucap ian pelan
"Cih, sok berkuasa banget lo disini. Mentang - mentang lo ada penjaga lo seenaknya santai santai bak ratu disekolah ini"
"Maksud lo apa?"
"Lo g ngerti apa? Gue jijik liat lo sama adek - adek lo itu tau"ucap nela lalu merobek novel kepunyaan ian
"Lo tau itu novel pemberian siapa?"ucap ian dengan geram
"Halah, novel murahan. Gue bisa beliin lo ini 100 buah kalau lo mau"ucap nela lalu menginjak - injak novel ian
"Lo"geram ian lalu mengangkat krah baju nela
"Lo mau apa ha?, orang lemah kayak lo bisa apa ha?"ejek nela, membuat ian mengepalkan tangannya dan siap untuk dilayangkan
__ADS_1
"Kak"ucap seseorang, mau tidak mau semua melirik kearah sumber suara
"Xello"ucap ian lalu melepas cepat krah baju nela yang ada ditangannyaa
"Cih, pahlawannya datang. Ternyata lo g brani lawan gue, dasar lem--aw.."pekik nela
"Lo jangan pernah main - main dengan kakak gue, dia bukan lemah. Bahkan dia lebih banyak masukin orang kerumah sakit dari pada gue. Dia sabuk hitam. Sama kayak gue"bisik xello membuat nela tegang dan sepersekian detik kembali normal. Lalu meninggalkan ian dan xello, serta beberapa orang yang mendengarnya
"Untung gue datang, kalau g kelepasan lo kak"ucap xello lalu mengambil novel ian yang telah robek
"Itu aan yang kasih,gue bilang apa ntar sama dia"ucap ian lirih
"Habis ini pulang sama gue ya, kita beli yang baru"ucap xello menghibur ian. Ian hanyya bisa mengangguk pasrah. Hampir saja
-------
"Abang.."teriak elo keras
"Apaan? Berisik tau"ucap xello, adiknya yang satu ini sangat berisik
"Dari mana?"tanya elo kepo
"Noh, dari toko buku bareng kak ian, udah makan lo?"tanya xello
"Udah, bareng rion tadi di tempat bunda"ucap elo
"Jiah. Gue belum makan nih. Masakin gue mi goreng napa"ucap xello memasang wajah memelas
"Preman banci tu emang kayak lo bang"ucap elo lalu duduk disamping xello
"Buruan napa lo"ucap xello memaksa elo membuatkannya mi
"Permishiiiiiii, adhaaa orhaang dih ruuhh maaahhh?"teriak fano dengan alay
"Berisik woi"ucap xello
"Kebiasaan, ada apa no?"tanya elo
"Nih, dari mama. Migoreng sama sayur capcay"ucap fano memberikan rantang ke elo
"Yang itu buat siapa?"tanya xello
"Buat yang lain, oya makan dirumah bunda aja yok bang, rame sana"ucap fano, elo dan xello pun menyetujuinnya.
---------
"Yo, xell gimana taruhan tadi?"tanya al
"Pasti menanglah"ucap ian bangga
"Kak gue denger lo tadi hampir lepas kendali ya"tanya el
"Hohh"ucap fira lemah
"Kenapa kak?"tanya aan
"Hum, novel yang lo kasih dirobek sama iblis alay, maafin gue ya aan"ucap ian sedih
"Ehm.."
"Abang? sejak kapan disana?"ucap rion kaget
"Dari tadi, oya ian. Maafin gue g bisa antar lo tadi pagi. Gue bener-bener nyesel, tadi pagi gue jemput teman gue. Ternyata dia udah dijemput cowok lain. Nyesal banget gue ninggalin lo ian"ucap dilo lirih
"Santai aja, tapi kasihan banget lo ya"ucap ian tertawa
"Makanya, kalian semua punya saudara cewek satu satunya mesti dijaga. Jangan ditinggalin atau dibully mulu"lanjut fira
__ADS_1
"Ia tuan putri"ucap mereka serentak