Persahabatan Ku Menjadi Cinta

Persahabatan Ku Menjadi Cinta
Cerita 16


__ADS_3

"Apaan sih gav, kayak gitu didepan mereka"ucap fira sedari tadi tak henti - henti memarahi gavi, yang dimarahi hanya ketawa tak jelas



"Kita makan apa sekarang la, gue yakin nasi tadi g lo makan kan?"ucap gavi membuat fira diam



"Kenapa g lo makan?"



"Ada ikannya"cicit fira



"Lo kayak g tau gue aja, kan kita bisa tukeran fira, gue dapet ayam. Joe juga dapat daging. Setidaknya kita bisa tukeran. Lo itu magh ra, makan telat dikit aja bisa berabe"erang gavi, dan kemudian memberhentikan motornya didepan rumah makan



"Nasi goreng 2, nasi putih hangat pake garam 1, es teh manisnya 1 yang anget, trus alpukatnya 1"ucap gavi, sedangkan fira hanya diam



"Kenapa diam?"tanya gavi



"Jangan marah"lirih fira



"Yaampun ra, gue g marah sama lo sumpah, gue g mau aja lo sakit sambil megangin perut lagi. Lo tau sendirikan gimana ori marah sama gue waktu gue bawa lo pulang dalam keadaan mengenaskan. Dia nonjok gue tau"ucap gavi dengan nada tinggi



"Ya maaf ga"ucap fira lirih



"Lo ini ya, tau gue marah manggilnya aga, coba kalau marah balek ke gue manggilnya gavi lagi"ucap gavi mengacak rambut fira



"Yaudah, makan gih. Makan nasi putihnya dulu"Ucap gavi, sedangkan fira hanya diam



"Kenapa diam ra"



"Gav..".



"Hm.."



"Lo percaya g"



"Percaya gue la"



"Percaya apa coba"ucap fira



"Jodoh itu g bakalan kemana"ucap gavi membuat fira menganga, bagaimana tidak. Apa yang ingin dia sampaikan sudah ketauan gavi dahulu



"Ko lo..."



"Lo mudah gue tebak la"ucap gavi tersenyum



"ih, lo tau aja, malu gue tau"ucap fira



"masak sama gue lo malu sih la.oya habis ini lo mau lanjut kemana?"tanya gavi



"belum tau sih, lo sendiri?''tanya fira balik



"gue juga belum tau la"



"setidaknya kalau kita jauhan lo mesti hubungi gue 24 jam ya"ucap fira dihadiahi anggukan oleh gavi



"makan gih, buruan. besok lo harus bangun pagi tau. lo pake kebaya besok kan?"



"Ia, wah gue lupa smsin temanya bang ori, duh.. buruan gih ga, kita pulang"ucap fira sambil memakan makanannya dengan cepat



"Santai aja kali la, g usah kayak orang lapar gitu makannya, udah dihubungi tu sama bang ori"



"Lo tau dari mana?"



"Tadi bg ori nelfon gue, dia bilang jangan sampai malam pulangnya, soalnya lo bakal dimake up pagi - pagi buta"



"Serius?"ucap fira



"Ia kali nyet"



"yaudah kalau gitu gue makannya pelan - pelan aja ya ga"ucap fira sambil makan dengan kecepatan normal



"no, lo harus makan cepat, habis ini kita pulang. Lo mau gue dibunuh trus dicincang sama abng lo? Ogah gue mah"ucap gavi merajuk



"iaia, bawel aja lo, kapan mau siap gue makannya kalau gini"ucap fira meletakan sendoknya



"AFFIRA, cepat makannya, lelet banget sih"



"masloohh"cibir fira



----------



"la, besok gue jemput atau gimana?"tanya gavi saat sampai didepan rumah fira



"g usah deh, kayaknya bakal bareng keluarga. Lo g bawa keluarga lo?"tanya fira



"kagak tau gue, siapa yang datang aja besok, yaudah gue pamit dulu ya"ucap gavi sambil mengacak rambut fira



"kebiasaan gav"



"maaf, yadah see you. Dandan yang cantik oke"goda gavi



"iaia, bawel buruan pulang lo"usir fira.



Setelah kepergian gavi, fira kembali membuang nafas



"sampai kapan perasaan ini mesti gue tahan gav"ucapnya pelan



"WOI, LO MAU DILUAR AJA ATAU MASUK, PINTUNYA MAU GUE TUTUP"teriak ori dari arah pintu rumah



"apaan sih bang"ucap fira kesal



"kebiasaan kalau habis diantar gavi ngelamun trus ngomong sendiri. Apa sih yang lo pikirin sampe segitunya?"tanya ori penasaran



"status gue sama gavi itu sebenarnya apaan sih?"



"STM?"tanya fira lagi



"sahabat tapi mesra gitu?"ucap dion tiba - tiba



"mungkin"ucap fira sambil mengangguk



"lo tenang aja dek, jalani aja seperti air mengalir. Siapa tau lo sama dia dimasa depan bakalan jadi keluarga kan, ahhaa"ucap ori sambil tertawa



"lo ngeledek gue ya bang? Gue sumpahin kak lilynya tambah g demen sama lo"



"ia gue nge---"



"nge?"tanya dion



"aaaaa, lo tau dari mana sama lily ha?"ucap ori sambil mendekati fira



"ada deh, yuk dek keatas"ucap fira sambil menarik tangan dion yang masih bingung



"lily siapa kak?"

__ADS_1



"pacar tak kesampaian abang lo"ucap fira sambil tertawa



"gue juga donk?"ucap dion sedih



"ahhaah, kalau lo mah kurang action aja, masak kalah sama si elo - elo itu"ucap fira membuat dion sedikit jengkel



"semau lo lah kak"



"FIRA, LO TUNGGU GUE DIKAMAR. GUE BUTUH KEJELASAN DARI LO"teriak ori dari bawah



"KEJELASAN APA BANG? KITA PUTUS"ucap fira sambil menutup pintunya dan tertawa terbahk - bahak



-------------



"dek, bangun gih kak cindy udah dibawah noh"ucap ori dari luar



"dek, lo denger gue g sih"ucap ori lagi sambil mengetuk - ngetuk kamar fira



"apaan sih bang, gue masih ngantuk. Dan ini masih jam setengah 6 bang"ucap fira dari dalam kamar



"woii, lo sekarang wisuda tau, buruan bangun"teriak ori lagi



"hm, ri biar gue aja yang masuk kedalam gimana? Lo temenin erik aja dibawah"ucap cindy a.k.a pacar sahabat ori



"oh, yaudah masuk aja lo sana, kalau perlu siram pake air sana"



"ehhe, g boleh gitu lo sama adek"



"dia itu kerbau banget cin, yaudah masuk gih. Gue mau ngomong sama erik dulu. Yang cantik ya adek gue"ucap ori mantap



"sipp bos"ucap cindy lalu hormat ke ori



Cklek



"wah, bener - bener kerbau adek lo ri"gumam cindy, bagaimna tidak. Saat cindy masuk kedalam kamar fira, alarm yang dia pasang sama sekali tak terdengar



"dek, bangun gih"ucap cindy menggoyakan badan fira



"huuu, bang ori nakal"ucap fira masih tak sadarkan diri



"dek, ayo bangun. Katanya mau di make upin"ucap cindy semangat



"eh, ..."ucap dion tiba - tiba karena melihat ada orang dikamar kakaknya



"lo siapa?"tanya dion curiga



"eh, itu gue temenya ori mau makeupin fira"



"kak cindy?"tanya dion was - was



"ia dek"ucap cindy sambil tersenyum



"lagi ngapain kak? Mau dibantuin?"tawar dion karena melihat fira yang tak kunjung bangun



"boleh"ucap cindy lalu berdiri



"perhatiin ya kak, kayak gini cara bangunin kak fira"ucap dion sambi mengamil ancang - ancang


1,,


2,,


3,,


BURKK...



"aissshhh, diooonnn.. awas badan lo beraat"



"haha, bangun kan kak"ucap dion bangga



"makasih ya dek"ucap cindy



"siapa sih"ucap fira lalu bangun drai tidurnya



"yaampun, kakak. Kakak kak cindy itu kan? Temannya abang? OMG, kenapa gue baru dibangunin sekarang? Gue mandi dulu ya kak"ucap fira bergegas ke kamar mandi



"itu kakak lo dek?"tanya cindy ke dion



"haha, ya. Itu kakak gue yang aneh"ucap dion ke cindy lalu pamit dan turun kebawah



------



"lo g perlu didandanin dek, lo udah cantik"puji cindy



"ah, kakak bisa aja"



"punya pacar dek?"



"hahah, kagak kak"ucap fira sedikit tersenyum



"lah, kok belum, mau kakak kenalin ke teman kaka g? Lumayan lo ganteng - ganteng kayak abang kamu"



"ogahlah kak, gue masih nunggu seseorang"



"hayo, lo nungguin siapa?"



"sahabat guelah kak"ucap fira pelan



"sahabat? Sahabat jadi cinta dek?"tanya cindy tak percaya



"hmm.. ia kak, besok deh kalau kita foto berdua gue kirimin ke lo fotonya kak, hehe"



"trus kenapa g jadian aja?"tanya cindy langsung



"dianya punya pacar kak, kasihan banget gue yak"ucap fira sedih



"kagaklah dek, selagi perasaan lo kebales sama dia, dia g jauhin lo dan dia slalu ada buat lo. Selama apapun dia pacaran sama pacarnya sekarang dia pasti bisa jadi milik lo kok. Kalau takdir berpihak ke lo ya"ucap cindy panjang lebar



"gitu ya kak?"tanya fira



"ia dek, jadi sabar aja ya, jangan menyerah oke"



"oke, oya kak, kakak kenal sama kak lily?"



"lily?"ulang cindy



"ia, teman kampus abng"



"lilyana bukan?"



"g tau sih kak, pokoknya tu orang cantik, rambutnya sebahu trus kadang sering dijepit gitu. Rada tomboy sih, tapi cantik"



"ia, itu lilyana dek, kenapa emang?"


__ADS_1


"pacarnya abang bukan?"



"kok lo nanya gitu?"tanya cindy mulai bingung



"gue mah sering merhatiin abang mata - matain tu orang. Kayaknya abang suka deh sama tu kakak, siapa tadi namanya? Lilyana bukan?"



"ia, cih.. udah tau gue abang lo suka sama dia. Dianya aja yang g brani deketin lily"



"kenapa kak?"tanya fira hati - hati



"abangnya preman kampus dek, Elioera San namanya"



"apa? Apa? Siapa namnaya? Oleovera?"



"Lio dek, lio panggilannya"ucap cindy gemas dengan fira



"hm, gitu ya. Gue jadi tambah curiga nih kak, sama tu cewek yang disuka abang"



"udah, ntar aja kita sambung ceritannya, nih.. udah siap. Gimana?"tanya cindy sambil tersenyum karena puas dengan


hasil make upannya



"HoOOAAAA...."ucap fira kagum akan dirinya sendiri



"ini putri keraton atau gue kak?"tanya fira antusias



"lo dek, lo cantik. Baju kebaya lo pas banget ditubuh lo. Pasti ini pilihan adek lo kan?"



"kok kakak tau?"



"ori banyak cerita tentang adik - adiknya kegue"ucap cindy sambil membetulkan anak rambut fira



"lo perfect dek, sahabat lo pasti g bakalan berpaling dari lo"



"apaan sih kak, ayuk buran bantuin turun kak"ucap fira malu - malu



"hiaaaayyyyyyyyy..... kakak gue bang.. naujubilaahhh cantik banget. Kayak putri meraton"ucap dion semangat



"putri keraton dion"ucap erik membetulkan



"Apaan sih rib- - DEK? INI LO?"ucap ori dengan nada tinggi



"ia, dan g usah lebay liatin gue"



"SUMPAH KITA G LEBAY KAK, LO CANTIK BANGET. PANDAI BANGET PACAR LO BANG NGUBAH GADIS BURUK RUPA KAYAK KAKAK GUE"ucap dion sambil menggoyakan badan erik, sedangkan fira hanya menatap dion dengan sinins



"udah, sekarang kita pergi ni?"tanya ori



"ayah bunda g jadi ikut ya?"tanya fira sedih



"kan ada gue sama dion dek, yaudah yuk ntar luntur make upnya"ucap ori menggandeng tangan fira



"oya, lo berdua mau ikut atau langsung pulang"tanya dion ke erik



"lo bilang makasih dulu kek sama pacar gue"ucap erik sinis



"ehhee, lo kayak g tau gue aja. Makasih ya cin, ntar gue transfer kerekening lo aja ya"



"eh, g usah ri, gue ikhlas kok. Lagian fira udah kayak adek gue sendiri. Lo tau kan gue pengen banget punya adek cewek tapi yang keluar malah cowok"ucap cindy lesu



"benerean ni?"



"ia"ucap cindy mantap



"eh, jangan. Lo transfer ke gue aja"ucap erik nyolot, namun tak didengar ori



---------



"busett, ini beneran lo ra?"ucap ila lebay



"iyaa bebh"ucap fira sedikit lebay



"abang sama adek lo mana?"tanya ila sambil mencari keberadaan dion dan ori



"diblakang mereka mah, yuk kedalam. Gue pengen nyobain kursi nomor 3 gue"ucap fira sedikit lemah. Bagaimana tidak, dia mendapat posisi ke - 3 disekolah dengan selisih nilai 0,04 dengan posisi ke - 2. Benar - benar kalah dekat.



"oya, cari siapa lo, gavi?"ucap ila langsung



"eh, g kok"ucap fira ragu



"halaaahh, lo itu bisa ditebak ra, noh gavi diblakang lo. Pake jas dan dasi biru. Senada sama kebaya lo"tunjuk ila ke belakang, sontak fira langsung melihat gavi



Mata itu..


Mata yang slalu memancarkan kehangatan..


Penuh perhatian dan kepedulian..


Tak pernah memandang tinggi atau rendahnya seseorang..


Mata itu..


Saksi dari pertemuan kita..


Keserasian warnanya membuat kedua pemilik slalu saling mengingat, walau mereka berjauhan...



"lo cantik, dan gue suka"bisik gavi pelan, sedangkan fira hanya diam membisu



"duduk gih, bentar lagi acara mulai, lo bakal ngasih pidato kan? Mewakili kita semua?"tanya gavi pelan, sedangkan fira mengangguk dan kembali tidur



"lo sihir apa fira ha, tu anak diam kayak patung"ucap joe, sedangkan gavi hanya tertawa



"dia salah tingkah"ucap gavi lirih



"tapi lo suka kan?"tanya joe lagi



"sangat"ucap gavi mantap



Setelah pembagian ijazah, inilah saat yang ditunggu - tunggu oleh semuanya, sebentar lagi akan diumumkan siapa siswa berprestasi tahun ini. Siapa lagi kalau bukan AFIRA ASLLA, cewek sederhana dengan sejuta prestasi. Saat namanya dipanggi kedepan, seluruh ruangan dipenuhi tepuk tangan, dan siulan dari gavi, membuat fira jadi kaku melangkah.



"kepada orang tua AFIRA atau wali harap kedepan mendampingi anak kita"kata mc, dengan gaya sok coolnya dion dan ori berjalan kearah fira, seluruh mata tertuju kearah dua insan tersebut



"Aish, kayaknya gue salah bawa orang deh"lirih fira membuat kedua saudaranya tersenyum dan membuat seluruh teman cewek fira menjerit histeris, apalagi putri. Aisshh Setelah sesi kata sambutan dan pemberian hadiah untuk pemuncak saatnya PHOTO TIME



"sebenarnya yang wisuda itu gue apa lo berdua haaaa"marah fira karena sedari tadi dia hanya berfoto sedikit dengan teman - temannya, selebihnya malah foto dengan dion dan ori



"udah, cewek cantik g boleh marah, ntar make upnya rusak"ucap gavi mencolek dagu fira



"apaan sih, lo ka juga foto sama mereka"ucap fira tak terima



"sekarang foto sama gue ya? Disana"tunjuk gavi kearah taman



"berdua?"



"ia sayang"ucap gavi membuat fira diam



"duh, jangan sekarang donk kakunya la, ntar g jadi foto lo"ucap gavi membuat fira kembali sadar


__ADS_1


"apaan sih, buran"ucap fira menarik gavi, sedangkan gavi hanya tertawa. Begitu juga dengan ori dan dion yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua


__ADS_2