
"Lo mau sampai kapan didalam sana laaa"ucap gavi kesal
"hu, g bisa gav"ucap fira lesu
"yaudah gpp kali la"ucap gavi menenangkan
"tapi gue g suka caranya, kemaren bilang penuh yang keterima cuma 8 orang, nah sekarang dengan santainya tu guru masang dimading yang keterima 15 orang, g kesal gimana gue coba"ucap fira berapi - api
"trus kebuang kemana lo?"
"pekanbaru"ucap fira lesu lalu meninggalkan gavi, dia benar - benar kesal dan sedih sekarang. Bagaimana tidak kesal, saat dia ingin memilih tempat magang sama dengan gavi, si guru malah bilang sudah penuh. Nah besoknya waktu di umumin siapa aja yang magang disana ternyata ada 15 orang, berarti ada 7 orang tambahan. Dan guru gila itu g masukin namanya dan nelantarin fira di pekanbaru. Sedangkan sedihnya, tentu saja fira dan gavi akan berpisah selama 2 bulan
"ra, tungguin gue napa"ucap gavi sambil mengejar fira
"udah lah gav, lo senang kan g ada yang bakal marah - marah sama lo selama dua bulan ni, g ada yang ngekorin lo lagi"ucap fira jutek
"loh, kok lo ngomong gitu sih"ucap gavi bingung dan sedikit jengkel
"karna lo g ngajak gue buat sama"ucap fira lalu meninggalkan gavi begitu saja
"laaaaa..."teriak gavi yang diyakini masih terdengar oleh fira
"gue g tau lo bakal mau bareng sama gue la"ucap gavi lirih kemudian dengan cepat mengejar fira, dia baru ingat kalau fira tadi kesekolah bersamanya dan hujan telah turun tanpa henti
dari gerbang sekolah gavi bisa melihat fira denga jelas, perempuan itu sedang menggigil karena kedinginan. Gavi berlari dan mendekati fira
"maafin gue ya la"ucap gavi sambil memeluk fira dari belakang
"apa - apaan sih gav"ucap fira mendorong gavi dengan kuat, sontak membuat gavi kaget dengan perlakuan fira
"lo kalau katauan cewek lo bakalan brabe gav, udahlah jangan urusin gue lagi"ucap fira lirih, sebentar lagi air matanya pasti akan jatuh
"lo kenapa kayak gini la?"ucap gavi sambil menggenggam tangan fira
"liat gue la"ucap gavi pelan
"gue mohon liat gue"ucap gavi sambil mengangkat kepala fira yang sedari tadi menunduk
"gue..hiks..hiks..."tangis fira pecah
"stt.. jangan nangis la. Dan maafin gue"ucap gavi sambil mengelus - elus punggung fira untuk menengkannya
"lo janji bakalan hubungi gue terus kan?"uca fira disela sesegukannya
"pasti, gue g bakal lupa absen tiap hari"
"gav, gue boleh nanya?"
"hm.."ucap gavi
"lo g takut ketauan cewek lo kita dekat kayak gini?"ucap fira langsung
"kitakan g ada hubungan apa - apa ra, dia tau kita hanya sebatas sahabatan dan g lebih. Dia percaya itu"ucapan gavi lolos untuk membuat fira jatuh untuk yang kesekian kalinnya
"antar gue pulang gav"ucap fira lirih
"tapi masih hujan la"
"nanggung"ucap fira lalu dihadiahi anggukan dari gavi, dan basah - basahlah mereka sampai dirumah
-----------
"maaa, bang ori sama dion disini aja temenin fira yaaaa"ucap fira merajuk
"kamu ada - ada aja ra"ucap mama
"huaa, masak aku tinggal sendirian disini. Pekanbaru padang itu kan jauh ma, 8 jam. Ntar fira kenapa - kenapa gimana?"
"kamu kan ada ibu kos ra"ucap papa
benar saja, hari ini fira telah sampai dipekanbaru, setelah perpisahannya dengan gavi kemaren sore yang dimana fira diberikan sebuah coklat putih yang isi didalamnya adalah coklat rasa strawberi membuat fira tersenyum tidak jelas
__ADS_1
"woi, mikirin gavi mulu, magang yang rajin disini"ucap ori
"sering - sering kesini ya bang, ajak dion juga"ucap fira
"liat ntar aja ya, kalau gitu kita balik lagi, jaga kesehatan, kalau kenapa - kenapa langsung hubungi gue dan gue bakal kesini secepat mungkin"ucap ori serius, dan fira sangat menyukai ini
"ia bang, oya jagain dion buat gue ya"ucap fira lalu anggukan dari ori
"byee, ma pa, bang.. bye ayang dion"ucap fira melambaikan tangannya
----------
1 bulan
hubungan gavi dan fira sekarang sedikit memudar dikarenakan kedua belah pihak sedang sibuk - sibuknya magang dan mengurus banyak hal. bukan saling melupakan hanya saja, tak ada waktu untuk menghubungi. palingan hanya sekali - seklai dan itu semua hanya sebentar
namun bukan fira namanya yang menyadari perubahan gavi akhir - akhir ini, dia sangat tau apa yang terjadi pada sahabatnya saat ini. pacarnya, alias Tyla Devita telah mengetahui bagaimana hubungan kami yang diam - diam terjalin dibelakangnya. fira tau bagaimana marah dan cemburunya Tyla saat mengetahui semuannya, bahkan mereka sempat bertengkar besar karena ini. Dari mana fira tau? dari joe tentunya.
ntah apa yang terjadi dengan fira, dia punya fikiran untuk menelfon Tyla dan menjelaskan semuanya. Apa yang terjadi sebenarnya tidak seperti yang dia bayangkan, dan gavi tidak selingkuh dibelakangnya. Dengan keberanian tinggi, firapun menekan tombol hijau dan menghubungi tyla, pacar gavi
"hallo"ucap seseorang diseberang sana, fira yakin ini tyla
"ini no hpnya tyla?"ucap fira semanis mungkin
"ia ini siapa ya?"ucapnya tyla tak kalah manis
"gue fira, sahabat gavi"ucap fira membuat suara diseberang sana lama untuk menjawab
"oh, i .. iya fira ya. ada apa?"
"ini masalah gavi"ucap fira langsung
"ada apa ya?"
"gue g ada hubungan apa - apa sama gavi, kita cuma hanya sebatas sahabat. Terserah lo mau mikir ada hubungan apa gue sama gavi, yang pasti gue bukan selingkuhan dia. Gue dekat sama dia karena banyak kegiatan, tugas maupun acara yang menuntut gue buat slalu bersama dia. Jadi gue mohon sama lo jangan diamin gavi dan jangan marah sama gavi. Kalaupun lo mau marah lo harus marah sama gue"
"ia, gpp kok gue ngerti"ucap tyla dengan nada yang sedikit berubah tentunya
"baiklah, gue bakalan baikan sama dia. Lagian gue percaya kok gavi g ada hubungan apa - apa sama lo"
"syukurlah, telfonnya gUe tutup ya"ucap fira langsung menutup telfonya dan bernafas lega
Selanjutnya fira langsung menelfon gavi dengan perasaan yang karuan tentunya
"hallo"suara ini, fira sangat merindukannya
"gue habis telfonan sama tyla"
"loh, kok.."
"gue g mau jadi perusak hubungan orang, gue udah jelasin ke tyla kalau kita g ada apa - apa dan cuma sebatas sahabatan"
"La.."
"jangan potong gue ngomong agavi"ucap fira tegas
"gue g mau liat lo kena marah dan brantem terus sama tyla, gue yakin tyla kayak gini ke lo karna dia sayang sama lo. Seharusnya gue g usah masuk dalam kehidupan lo gav. Makin dekat gue sama lo rasa nyaman dan sayang gue ke elo makin besar. Gue harus jauhin lo mulai sekarang, dan rasanya kita g bisa dekat kayak dulu lagi, gue sadar diri gav"ucap fira dengan suara bergetar
"terserah lo, dan lakuin apa yang lo mau. gue g ada nyuruh lo buat telfon tyla. Hal hasil lo sendiri yang bakalan sakit"
"ya, gue terima itu semua. semoga lo berdua aman - aman aja, baikan dan langgeng"ucap fira lalu mematikan hpnya dan melemparkannya ke kasur
"AAAAAAAAAAAA.......gue benci sama lo gaviii"teriak fira histeris
S
ambil menangis kencang
--------
"arghh.."geram gavi keras
__ADS_1
"siapa yang nelfon"ucap joe
"fira"
"kenapa? apa dia bikin ulah lagi?"tanya reren
"ya, dan lebih parahnya ini berhubungan dengan tyla"
"wow, menarik. Apa yang terjadi gav?"tanya joe sedikit tertarik
"fira ngubungin tyla dan kasih tau tyla kalau dia sama gue cuma sebatas sahabat"
"fira nelfon cewek lo?"ucap reren kaget
"ya, dan setelah itu fira nelfon gue dan ngakhirin bersahabatn kita"
"itu lebih baik"ucap joe cepat
"ya, itu lebih baik gav"tambah reren
"tapi.."
"tapi lo g bisa jauh dari dia, apalagi harus kehilangan dia"ucap joe menambahkan, sedangkan gavi hanya mengangguk pasrah
"setidaknya lo g perlu mengakhiri, karna fira yang mengakhirinya sendiri. Sekarang lo sama tyla, bukan fira, dan jangan sampai ada hati yang tersakiti lagi karna sikap bodoh lo ini. Membagi perasaan lo untuk dua orang cewek yang sebenarnya dia adalah pacar asli lo dan sahabat lo sendiri"ucap joe lagi
"dan satu lagi"tambah joe
"apa?"
"jangan bagi rasa sayang lo lagi ke fira, karna lo sekarang ada tyla. Dan gue tau hubungan lo berdua udah dibilang g baru lagi"ucap joe , sedangkan gavi hanya mengangguk mengerti. Benar kata joe, dia harus menghentikan semua ini, dia tak ingin ada yang tersakiti, baik itu fira maupun tyla pacarnya sendiri
------------
"hiks.. hiks..."ucap fira dari ujung sana
"kenapa dek?"ucap ori
"lo bis .. sa ke sini sekarang?"ucap fira terisak
"gue disini kok, disamping lo"ucap ori membuat fira melirik hpnya
"lo dimana bang?"tanya fira lagi
"gue disamping lo sayang"ucap ori sambil terkekeh karena melihat kebingungan fira
"lo lodingnya lama kali"
"dion?"ucap fira kaget tak percaya. Sekarang abang dan adiknya sedang berada diambang pintu kontrakan
"hai sista"ucap ori dan dion berbarengan
"huaaaaaaa"ucap fira berlari lalu langsung memeluk keduanya
"dasar cengeng"ucap dion mengusap kepala fira
"kalian dengar?"ucap fira bertanya
"ya, kita dengar dari awal hingga akhir. Berani ya lo nelfon ceweknya gavi, g takut?"ucap ori bertanya
"yang gue takutin udah terjadi sekarang, gue kehilangan gavi gue"ucap fira menunduk
"stoopp, gue jauh - jauh kesini bukan mau liat lo melow - melow gini ya. gue mau makan martabak yang lo bilang kemaren + sama gorengannya"ucap dion menghibur fira sontak mata fira terbuka lebar dan kembali ceria
"oke, tunggu bentar gue ganti baju"ucap fira berlari kedalam sedangkan ori dan dion hanya geleng - geleng kepala
"sepertinya hanya kita berdua yang bisa bikin dia kayak anak kecil gini"ucap ori
"gue setuju"ucap dion mantap
__ADS_1