
Sampai di sekolah fira sudah dikejutkan oleh informasi yang diterima oleh putri
"Lo kok ngasihnya g nanya gue dulu"ucap fira marah - marah
"Ya, gue reflek aja kasih nomor lo sama tu senior"
"Duh, lo kayak g tau aja senior cewek disini, bisa dimakan gue deketin para temen - temen cowoknya, aish.. apa lagi dia"teriak fira frustasi
"Tapi kan dia yang minta ra, bukan lo. Coba aja lagi, bisa jadikan lo sama dia bener - bener jadian dan lo g jomblo lagi"ucap putri membuat fira terdiam
"Gue balek ke kelas"ucap fira cuek
-----------
"Ra,, stt...ra.. rara..."bisik gavi
"Sejak kapan nama gue rara haa?"
"Idih, mak mak marahnya keluar, takut gue mah"ucap gavi menutup mukannya dengan buku
"Terserah lo"ucap fira sambil merebahkan kepalanya
"St..stt.. ra.. ra.."ganggu gavi lagi
"Ap..lo ngapain duduk disebelah gue"ucap fira kaget dan tak terima
"Ila mana?"ucap fira mencari keberadaan ila yang ternyata lagi ngobrol sama putra
"Lo ada masalah apa sih? Dari kemaren gue didiamin terus, kagak enak tauuu"rajuk gavi
"Gue lagi males ngapa"in, gue g mood"
"Ntar pulang bareng gue ya?" Ajak gavi
"Lagi?"ucap fira jutek
"Lagi"ucap gavi mengulang
"G, gue udah ada yang jemput"
"Yang kemaren ya?"ucap gavi lemah
"Kan tau lo, trus muka lo kenapa jadi gitu? cemburu ya?"ucap fira langsung
"Ogah"ucap gavi lalu beralih menatap guru didepannya
-----------
"jadi apa yang bikin adik kesayangan gue jadi g mood hari ini?"ucap ori sambil memeluk guling fira
"lo mau gue jujur atau kagak?"
"tergantung lo sih, kalau lo bohong yang bakalan kenak imbasnya kan lo durhaka sama kakak"
"yelah, gue cerita. tadi itu temen gue ngasih nomor hp gue ke senior, boro - boro gue kenal sama dia. gue liat mukannya aja baru 1 kali. ntar gue malah diserbu senior cewek yang rese. lo kayak g tau sekolah gue aja sih. seniorisasinya tinggi banget"ucap fira manyun
"emang kenapa sampai lo g mau tu cowok tau nomor lo?"
__ADS_1
"bukan masalah sama cowoknya sih, tapi teman - temannya itu lo. mulutnya itu kagak bisa dijaga maaass"ucap fira mulai malas, bicara dengan ori sama saja dengan bicara tampa arah. g jelas
"lo coba aja dulu, mana tau g ada senior yang marah sama lo kan, lagian untung aja ada yang mau tau nomor hp lo, kalau kagak gimana?"ucap ori mulai jail
"lo ngetawain gue g laku ya?"ucap fira kesal
"nah, lo tau kan"ucap ori lalu berlari meninggalkan kamar fira
"LO SAMA AJA SEMUANYAA, AAAAAAA"
"Firaaa...! jangan teriak ada tamu"teriak mama dari bawah
"mampus lo"ucap dion sambil melewati kamar fira, dengan cepat fira mengambil bonekannya dan menutupkannya kemuka ....
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA........
"lega"uca fira sambil tersenyum tipis, namun sesuatu bergetar dari sakunnya, hp
Drrt... drt...
1 pesan masuk +628xxxxxxxxxx
+628xxxxxxxxxx : "hai dek"
fira : "?"
+628xxxxxxxxxx : "ini gue senior lo"
fira : "siapa?"
+628xxxxxxxxxx : "yang lo perhatiin saat main basket kemaren, teman lo nunjuk - nunjuk ke gue"
+628xxxxxxxxxx : besok ketemuan yuk, besok gue main basket lagi. tunggu aja ditempat kemaren. okey?
fira : "g janji"
+628xxxxxxxxxx : "see you AFIRA ASLLA"
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ....."teriak fira frustasi
"Fira kamu kenapa, ada tamu dibawah, sopan sedikit kenapa"ucap mama marah
"ampun ma, ampun fira lagi setreesss"ucap fira membuat mamanya mendelik kesal lalu meningglkan fira
------------
sebenarnya fira tak ingin duduk disini, karena semua mata tertuju padanya, terutama mata para seniornya. beberapa menit kemudian seseorang berlari kearah fira, membuat fira kalang kabut
ganteng, putih, tinggi, senyumnya.. duhhh.. perfect batinnya
"hai"ucap seseorang tersebut sambil mengacak rambut fira, apa - apaan ini
"ha--hai"ucap fira gugup
"g usah gugup kayak gitu"ucapnya membuat fira kembali normal
"eh.."
__ADS_1
"oya, kenalin gue Raxello Race, lo bisa manggi gue axel atau xello, terserah lo deh"
"hm, gu-- gu"
"lo Afira Aslla kan?"tebaknya
"hm, ya"
"g usah kaku kali, sama gue seniorisasi g berlaku, tenang aja. teman - teman gue juga pada gitu santai aja. Oya, kemaren gue mintak nomor lo ke putri, kebetulan putri itu adek temen gue. katanya lo marah - marah ya sama putri karna dia ngasih nomor lo sembarangan. terutama sama gue?"
"itu, hmm.."
"haha, lo kalau lagi gugup lucu ya"ucap xello gemas
"g ah, gue g gugup"ucap fira lantang
"hehehe, bentar lagi masuk tu, lo masuk gih sana. makasih udah nemenin gue main basket ya. sering - sering liatin gue biar gue semangat. oke?"
"hm, ya"ucap fira lalu meninggalkan xello yang tersenyum menang
setibannya dikelas....
"cieeeee,,, yang duduk berdua sama seniorr. cieeee"
"sstt... diem napa laa"
"lah, emang kenapa? takut kedengeran sama siapa?"ucap ila celingak - celinguk
"g enak aja didengar sama orang lain"ucap fira lalu diam - diam tersenyum, ternyata xello lumayan juga
"halah, malah senyum - senyum lo"ucap ila geleng - geleng kepala
"asllaaaaaa"pekik seseorang
"gaviiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..... jangan panggil gue gituan"ucap fira kesal sekaligus kaget
"kenapa?"ucap gavi polos
"lo kalau di panggil pradipta gimana ha?"
"hm...biasa aja"ucap gavi tersenyum menang
"pradiptaaaaaaaaa jelekkk"teriak fira
"eh, tumulut jaga, nama bokap gue lo bawa - bawa"ucap gavi kaget sekaligus kesal
"sama begok, nama papa gue tu asla jadi jangan panggil itu, yang lain aja"ucap fira langsung membuat gavi tertawa
"kenapa lo ketawa ha?"
"kagak lucu aja liat muka lo yang kayak gitu, haahhaah"tawanya lagi
"awas lo ya"
"kalian berdua kapan akurnya, kalau jodoh dan punya anak banyak baru tau rasa"
"G MUNGKIN"ucap gavi dan fira serentak
__ADS_1