
Alaska perlahan-lahan membuka mata, merasakan kebingungan dan kelelahan yang melanda tubuhnya. Saat ia melihat sekeliling, terkejut dengan keadaan kamarnya yang sepi dan sunyi. Hanya ada dirinya sendiri di sana, tidak ada tanda-tanda kehadiran orang lain.
Dia meraba kepalanya yang terasa berat, mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Namun, ingatannya terasa kabur dan memudar. Apakah ini mimpi? Atau mungkin dia sedang mengalami sesuatu yang tidak bisa dijelaskan?
Alaska merasa kehampaan yang dalam mengisi dadanya. Dia menggelengkan kepala, mencoba menyingkirkan rasa takjub dan kebingungannya. Dia harus menghadapi kenyataan dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Alaska merasakan kekuatan dalam dirinya tumbuh saat dia memandangi pintu depan yang tertutup rapat. Keinginan untuk melarikan diri semakin kuat, dan dia tahu bahwa dia harus mengambil tindakan. Hatinya dipenuhi dengan ketidakamanan dan kecurigaan terhadap apa yang terjadi di rumah itu.
Dalam kegelapan yang menyelimuti kamarnya, Alaska mengumpulkan keberanian dan membulatkan tekadnya. Dia merasa tidak lagi bisa tinggal di tempat yang tidak aman, di tengah misteri yang terus menghantuinya. Dia harus mencari kebebasan dan kebenaran di luar sana.
__ADS_1
Dengan gerakan hati-hati, Alaska melangkah mendekati jendela. Dia merasakan angin sejuk malam yang menyapu wajahnya, memberinya semangat baru. Hatinya berdegup kencang, tetapi dia tahu dia harus berani melangkah.
Alaska memanjat keluar jendela dengan hati yang berdebar. Dia mengabaikan kekhawatirannya tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Satu-satunya pikiran yang mengemuka dalam pikirannya adalah keinginan yang membara untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan membebaskan dirinya dari kungkungan yang mengekangnya.
Menghilang ke dalam malam yang gelap, Alaska melangkah dengan langkah mantap dan penuh harapan. Dia memutuskan untuk mengikuti intuisinya, mengikuti nalurinya yang mengatakan bahwa kebebasan dan kebenaran menanti di luar sana. Dalam keputusan itu, Alaska menemukan keberanian yang baru dan tekad yang tak tergoyahkan untuk memulai perjalanan menuju kehidupan yang baru.
Alaska merasa hatinya berdegup kencang saat melihat Andre, kakaknya, berdiri di depan pintu. Ekspresi Andre terlihat serius, dan Alaska tahu bahwa dia datang dengan tujuan tertentu. Rencananya untuk kabur dari rumah terasa hancur seketika.
"Bang," gumam Alaska dengan suara gemetar, "Aku tidak bisa lagi bertahan di rumah ini. Setiap hari, aku merasa tertekan dan hancur oleh keadaan yang menyelimuti kita. Aku merasa seperti terperangkap dalam penjara yang tak terlihat, dan aku tidak lagi bisa berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja."
__ADS_1
Andre menatap Alaska dengan kekhawatiran yang jelas terpancar dari matanya. Dia merasakan keputusasaan dan keputusasaan yang terpancar dari kata-kata saudara perempuannya. Dia menyadari betapa beratnya beban yang Alaska pikul selama ini.
Alaska melanjutkan dengan suara yang bergetar, "Aku tahu ini bukanlah keputusan yang mudah, tetapi aku merasa bahwa aku harus mencari kebebasan dan kehidupan yang lebih baik di luar sana. Aku butuh waktu untuk menemukan diriku sendiri dan menyembuhkan luka-luka yang selama ini terpendam."
Andre mencoba memahami perasaan Alaska, meskipun hatinya terasa hancur mendengarnya. Dia ingin melindungi adiknya, tetapi pada saat yang sama, dia tidak bisa mengabaikan panggilan kebebasan yang begitu kuat yang dirasakan Alaska.
"Dengarkan, Alaska," kata Andre dengan lembut, "Aku mengerti betapa sulitnya situasi ini bagimu. Aku akan selalu mendukungmu dalam apa pun keputusan yang kauambil. Aku ingin melihatmu bahagia dan menemukan kedamaian yang kau cari. Kita akan mencari jalan keluar bersama, dan aku akan ada di sampingmu."
Alaska menghela nafas lega mendengar kata-kata dukungan dari Andre. Dia merasa sedikit lebih kuat dan siap untuk menghadapi perjalanan yang menanti di depannya.
__ADS_1
"Aku nggak bisa, bang," gumam Alaska sambil menangis pelan. "Terima kasih sudah mendengarkanku dan tetap bersamaku. Aku berharap kita bisa menemukan kebahagiaan yang hilang dan menemukan jalan kita masing-masing."
Andre menarik Alaska ke dalam dekapannya dengan penuh kasih sayang. Mereka berdua merasakan kekuatan keluarga yang tidak tergantikan, siap untuk menghadapi masa depan yang tak terduga, tetapi mereka tahu bahwa selama mereka bersama, mereka akan bisa melewati segalanya.