
Alaska merasa bahwa langkah pertama untuk memecahkan misteri di balik foto itu adalah dengan mempertemukan Sea dengan orang yang ada di dalamnya. Dengan hati-hati, dia mengatur pertemuan di tempat yang nyaman dan aman.
Ketika mereka bertemu, Alaska melihat betapa terkejutnya Sea saat melihat orang itu. Mereka berdua tampak seperti salinan yang sempurna satu sama lain. Dari wajah hingga tahi lalat di pipi, kemiripan mereka begitu mencolok.
"Sea, saya ingin kamu bertemu dengan seseorang yang mungkin memiliki keterkaitan denganmu," kata Alaska dengan hati-hati. "Ini adalah orang yang ada dalam foto yang saya terima."
Sea menatap orang di depannya dengan campuran kebingungan dan kekaguman. Dia terlihat kagum dengan kemiripan mereka yang luar biasa. Tidak ada yang bisa diucapkan dalam momen itu, hanya ekspresi keheranan dan keajaiban yang terpancar dari wajahnya.
"Maksudku, ini luar biasa," gumam Sea dengan suara terkejut. "Aku tidak pernah membayangkan bahwa ada seseorang yang begitu mirip denganku. Apa ini artinya, Alaska?"
__ADS_1
Alaska memandang Sea dengan penuh keraguan. Pertanyaan itu sama persis yang berkecamuk di benaknya. Namun, dia tidak memiliki jawaban yang pasti. "Aku tidak tahu, Sea," ucapnya dengan jujur. "Tapi ini mungkin mengindikasikan bahwa kamu memiliki keterkaitan dengan orang ini. Kita harus mencari tahu lebih lanjut, bersama-sama."
Mereka berdua merasa terperangah oleh kemungkinan hubungan ini. Namun, dalam kekaguman mereka yang saling memantul, mereka juga merasa semakin kuat untuk mengungkap kebenaran di balik misteri ini. Dalam pertemuan itu, Alaska dan Sea memutuskan untuk menjelajahi jejak masa lalu Sea dengan harapan menemukan jawaban yang mereka cari.
Dengan keyakinan dan semangat yang membara, mereka berdua bersiap untuk melangkah maju, menyatukan kekuatan mereka dan menghadapi apa pun yang akan mereka temui dalam perjalanan ini.
Orang yang sangat mirip dengan Sea, yang sekarang dikenal sebagai kembarannya yang telah lama menghilang, duduk bersama dengan Alaska dan Sea. Suasana tegang memenuhi ruangan, dan mata mereka penuh dengan campuran antara kebingungan dan harapan.
Sea dan Alaska saling bertatapan, mencoba menyerap informasi yang tak terduga ini. Mereka tidak bisa menyangkal kekuatan kemiripan di antara mereka, yang menguatkan perkataan orang itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini mungkin terjadi? Bagaimana bisa aku tidak tahu tentang kembaranku yang hilang?" Sea bertanya dengan suara gemetar.
Orang itu tersenyum lembut. "Kami berdua terpisah ketika kami masih bayi. Ada beberapa kejadian yang membuat kami terpisah dan kami tumbuh dewasa dalam lingkungan yang berbeda. Saya juga berusaha mencari jejakmu, tetapi nasib mempertemukan kita pada saat yang tepat."
Alaska merasa emosinya terombang-ambing di antara kegembiraan dan kebingungan. "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana kita dapat memverifikasi semua ini?"
Orang itu mengangguk. "Saya memahaminya. Kita perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti untuk memverifikasi klaim ini. Namun, jika ini benar-benar kebenaran, kita memiliki kesempatan langka untuk memulihkan hubungan keluarga yang telah lama hilang."
Sea merasa hatinya terasa hangat dengan harapan dan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut tentang keluarganya yang telah hilang. "Saya bersedia untuk menjalani proses ini, untuk menemukan kebenaran tentang asal-usulku dan untuk membangun kembali ikatan keluarga yang mungkin telah terputus selama ini."
__ADS_1
Alaska memberikan dukungan penuh kepada Sea. "Kami akan melakukannya bersama, Sea. Kami akan menjalani perjalanan ini bersama-sama dan mencari jawaban yang kita butuhkan. Tidak peduli apa yang terjadi, kita akan berada di sampingmu."
Dalam pertemuan itu, ketiganya menguatkan tekad mereka untuk mengungkap misteri dan membangun kembali ikatan keluarga yang telah lama hilang. Dengan keyakinan dan semangat yang baru, mereka memulai perjalanan mereka menuju kebenaran, siap menghadapi segala tantangan dan rintangan yang mungkin muncul di hadapan mereka.