
Sea dan Alaska duduk di ruang tamu apartemen Alaska, suasana tenang dan hangat memenuhi ruangan. Mereka saling menatap dengan penuh keakraban, sambil menghirup aroma kopi yang harum dari cangkir di tangan mereka.
Alaska duduk di samping Sea dengan perasaan campur aduk. Dia ingin tahu bagaimana Sea merespons penemuan bahwa dia memiliki seorang kembaran yang telah lama hilang.
"Sea, aku ingin bertanya padamu, bagaimana perasaanmu ketika kamu mengetahui bahwa kamu memiliki seorang kembaran?" tanya Alaska dengan hati-hati.
Sea menatap Alaska dengan tatapan penuh keheranan. "Itu benar-benar mengejutkan, Alaska. Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku memiliki kembaran. Awalnya, aku merasa bingung dan tidak percaya. Tetapi seiring berjalannya waktu, aku merasa campuran emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata."
__ADS_1
Alaska mengangguk memahami. "Aku bisa membayangkan betapa mengejutkannya penemuan ini bagimu. Apakah kamu merasa senang atau cemas dengan kemungkinan memiliki kembaran?"
Sea menyentuh dagunya, memikirkan pertanyaan itu sejenak. "Sejujurnya, Alaska, ada perasaan campur aduk di dalam diriku. Aku senang mengetahui bahwa aku tidak sendirian dan memiliki seorang kembaran yang peduli padaku. Namun, ada juga kecemasan dan kekhawatiran tentang apa yang bisa terjadi selanjutnya. Aku tidak tahu apa yang harus aku harapkan atau bagaimana aku harus merespons situasi ini."
Alaska meletakkan tangannya di atas tangan Sea dengan penuh kelembutan. "Aku mengerti perasaanmu, Sea. Ini adalah situasi yang luar biasa dan tidak mudah. Tetapi aku ada di sini untukmu, dan kita akan menjalani perjalanan ini bersama-sama. Kita akan mendukung satu sama lain dan mencari jalan untuk memahami dan menerima kenyataan ini."
Alaska merangkul Sea dengan erat, memberikan kehangatan dan kepastian. Mereka berdua tahu bahwa perjalanan ini akan penuh dengan tantangan dan emosi yang kompleks, tetapi mereka yakin bahwa cinta dan kebersamaan mereka akan menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi segala hal.
__ADS_1
***
Sea menatap Alaska dengan tulus, ekspresinya penuh dengan kepastian dan tekad. "Alaska, aku ingin kamu tahu bahwa aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kita telah melewati begitu banyak bersama, dan hubungan kita tidak bisa diukur dengan kata-kata. Kamu adalah bagian penting dalam hidupku, dan aku berjanji untuk selalu berada di sampingmu, baik dalam suka maupun duka."
Alaska tersenyum, tanggapannya penuh dengan kelegaan dan kebahagiaan. "Terima kasih, Sea. Mendengar janjimu membuatku merasa aman dan dicintai. Kita telah membentuk ikatan yang kuat, dan aku tahu bahwa kita dapat menghadapi segala rintangan bersama-sama. Kehadiranmu di sini adalah anugerah bagi hidupku, dan aku berjanji untuk selalu mendukungmu dan menjaga kita bersama."
Mereka saling memandang, saling mengerti bahwa janji mereka adalah sesuatu yang tak tergoyahkan. Tidak ada lagi keraguan atau kecemasan, hanya kepercayaan dan ketulusan yang mengalir di antara mereka. Bersama-sama, mereka akan melanjutkan perjalanan hidup mereka dengan keberanian dan cinta yang tak terbatas.
__ADS_1
Kedua saudara itu merasakan kehangatan dan kekuatan dalam ikatan mereka yang tak tergoyahkan. Mereka tahu bahwa janji itu adalah janji sejati, tak terpengaruh oleh waktu atau keadaan. Bersama, mereka akan melanjutkan perjalanan hidup dengan keyakinan dan keberanian, saling menguatkan dan menginspirasi satu sama lain setiap hari.