Persembunyian Tuan Muda Pewaris Tahta

Persembunyian Tuan Muda Pewaris Tahta
Pergi ke taman


__ADS_3

"Sea," panggil Alaska dengan lembut sambil menatap mata Sea penuh perhatian. "Aku punya ide bagus untuk kita berdua. Bagaimana kalau kita pergi ke taman? Aku pikir itu bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk menghilangkan trauma dan kekhawatiranmu setelah beberapa hari di rumah keluarga barumu."


Sea menatap Alaska dengan ekspresi campur aduk di wajahnya, namun Alaska melanjutkan dengan penuh kehangatan, "Aku ingin kamu tahu bahwa aku di sini untukmu, Sea. Aku mengerti bahwa perubahan ini mungkin sulit bagimu, tapi aku berjanji akan selalu mendukungmu dan membuatmu merasa aman."


Sea memandang Alaska, dan perlahan-lahan senyum tipis muncul di bibirnya. "Benarkah, Alaska? Kamu akan tetap bersamaku?"


Alaska tersenyum lembut, mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Sea dengan lembut. "Ya, Sea. Aku akan selalu bersamamu. Kita akan menghadapi segala hal bersama-sama dan menciptakan momen-momen indah dalam hidup kita. Mari kita lupakan masa lalu yang menyakitkan dan memulai petualangan baru yang penuh kebahagiaan."


Sea merasakan kehangatan dalam genggaman tangan Alaska. Dia merasa dihargai dan didengarkan dengan sejati. Dalam tatapan mereka, terdapat kepercayaan dan keyakinan bahwa mereka bisa melewati segala rintangan bersama.

__ADS_1


Dengan senyuman cerah di wajahnya, Sea menjawab, "Terima kasih, Alaska. Aku ingin mencoba pergi ke taman bersamamu. Aku percaya bahwa bersamamu, aku bisa menghilangkan trauma dan memulai lembaran baru dalam hidupku."


Alaska tersenyum lebih lebar, merasa lega bahwa Sea menerima ajakannya. Mereka saling menguatkan dan melangkah bersama ke taman, siap menjalani petualangan yang menghilangkan trauma dan merangkul masa depan yang cerah.


Alaska tiba-tiba merasa tegang saat melihat keluarga Sea memasuki area taman. Pandangannya bertemu dengan pandangan Mama Sea, dan dalam sekejap, kekhawatiran memenuhi pikirannya. Dia merasakan detak jantungnya mempercepat, takut dengan kemungkinan pertemuan yang tidak diharapkan ini.


Keluarga Sea terkejut dengan sikap tegas Alaska. "Siapa kamu untuk menghalangi kami? Kami adalah keluarga Sea," kata salah satu anggota keluarga dengan nada tertegun.


Alaska menatap mereka dengan mantap, matanya penuh dengan tekad. "Aku mungkin bukan keluarga Sea, tapi aku adalah seseorang yang mencintai dan peduli dengan Sea. Aku akan melindunginya dengan segala yang aku punya. Kamu tidak bisa membawa dia pergi begitu saja."

__ADS_1


Mama Sea mendekati Alaska, wajahnya mencerminkan kegelisahan dan kebingungan. "Kenapa kamu melarang kami, Alaska? Kami hanya ingin melindungi Sea dan membawanya pulang bersama keluarga."


Alaska menarik nafas dalam-dalam, mencoba menjelaskan dengan bijaksana. "Saya mengerti bahwa Anda ingin melindungi Sea, tapi dia juga memiliki haknya untuk membuat keputusan sendiri. Dia tidak boleh dipaksa atau dibawa pergi tanpa persetujuannya. Mari kita dengarkan apa yang Sea inginkan dan berbicara dengan baik-baik tentang solusi yang terbaik untuknya."


Tatapan Alaska dan mama Sea saling bertemu dalam keheningan sejenak. Akhirnya, mama Sea mengangguk dengan berat hati. "Baiklah, Alaska. Aku mendengarmu. Kita akan duduk bersama dan berbicara dengan Sea. Kami ingin yang terbaik untuknya, itu yang penting."


Alaska merasa lega melihat respons mama Sea yang terbuka untuk berkomunikasi. Dia tahu bahwa ini adalah awal dari proses pemahaman dan penyelesaian yang adil untuk Sea. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan tetap menjadi pelindung dan penopang bagi Sea, memastikan bahwa keputusannya dihormati dan dipertimbangkan dengan baik.


Dalam keheningan yang mengikuti percakapan ini, Alaska merasakan harapannya membara. Dia siap melibatkan dirinya dalam proses tersebut, untuk membantu Sea menemukan kebahagiaan dan kebebasan yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2