
Setelah tiba di rumah sakit, Alaska segera mendapatkan perawatan yang diperlukan dari tim medis yang sigap. Dokter yang merawatnya memberikan perhatian ekstra pada keadaannya yang rapuh. Di tengah kesadarannya yang semakin terbatas, Alaska menatap dokter dengan tulus dan berbisik, "Tolong, jangan beri tahu siapa pun bahwa aku berada di sini. Aku tidak ingin membuat orang lain khawatir atau terbebani."
Dokter, dengan rasa pengertian dan kepedulian, menanggapi permintaan Alaska dengan bijaksana. Dia memberikan jaminan bahwa kerahasiaan akan tetap terjaga. "Aku mengerti, Alaska. Privasimu akan dijaga dengan sungguh-sungguh. Prioritas kami adalah kesembuhanmu dan kenyamananmu di sini," kata dokter dengan lembut.
Alaska merasakan kelegaan di dalam hatinya, mengetahui bahwa keinginannya untuk melindungi orang-orang terdekatnya dari kekhawatiran telah didengar dan dihormati. Meskipun kesadarannya semakin pudar, tekadnya untuk menyelesaikan segala hal yang belum terselesaikan masih berapi-api di dalam dirinya.
Dengan tenaga yang tersisa, Alaska melanjutkan perjuangannya untuk sembuh, untuk mengejar ketulusan dan kebahagiaan yang belum ia capai. Ia percaya bahwa kekuatan cintanya akan membimbingnya melalui perjalanan yang penuh tantangan ini. Dalam kesendirian ruang perawatan rumah sakit, Alaska memandang langit-langit dengan tekad yang tak tergoyahkan. Dia tahu bahwa perjalanan ini belum berakhir, dan dia berharap, ketika waktu yang tepat tiba, dia akan dapat bersatu kembali dengan orang-orang yang dicintainya dan melanjutkan hidup dengan penuh makna.
***
__ADS_1
Ketika kabar tentang serangan yang dialami Alaska mencapai telinga keluarga Alaska, kepanikan dan kekhawatiran segera melanda mereka. Dalam keadaan tergesa-gesa, mereka bergegas menuju rumah sakit tempat Alaska dirawat. Hatihati dan kegelisahan tampak jelas di wajah mereka saat mereka melintasi lorong rumah sakit yang penuh dengan suara langkah cepat dan bunyi mesin medis.
Sampai di ruang perawatan Alaska, keluarga Alaska melihat kondisi yang memprihatinkan. Mereka melihat Alaska terbaring lemah di tempat tidur, wajahnya pucat dan tubuhnya tampak rapuh. Ibu Alaska menahan tangisnya, sedangkan ayahnya mencoba menenangkan diri untuk tetap kuat di depan anaknya yang terluka.
"Sudahkah ada kabar dari dokter? Bagaimana keadaan Alaska?" tanya ibu dengan suara gemetar kepada salah seorang perawat.
Perawat itu menjawab dengan penuh kehati-hatian, "Dokter masih merawatnya. Namun, kondisinya cukup serius dan dia masih dalam tahap pemulihan. Kami akan memberi tahu Anda secepatnya tentang perkembangannya."
Dalam ketidakpastian dan kegelapan yang menyelimuti mereka, keluarga Alaska berharap dengan sungguh-sungguh bahwa Alaska akan pulih sepenuhnya dan dapat melanjutkan hidup dengan kebahagiaan dan keberanian yang sejati. Mereka bersumpah untuk tidak pernah meninggalkan Alaska sendirian dalam perjuangannya.
__ADS_1
Di ruang tunggu rumah sakit, keluarga Alaska duduk bersama dalam keheningan yang tegang. Wajah mereka penuh kekhawatiran dan ketakutan yang sulit disembunyikan. Ayah Alaska menggenggam erat tangan ibu Alaska, mencoba memberikan sedikit kekuatan dan dukungan.
"Ibu, apa yang sebenarnya terjadi pada Alaska?" tanya kakak Alaska dengan suara lirih, matanya penuh dengan kecemasan.
Ibu Alaska menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab dengan suara gemetar, "Kita tidak tahu pasti, Nak. Tapi yang jelas, Alaska telah mengalami sesuatu yang sangat buruk. Kita harus tetap bersatu dan berdoa agar dia bisa pulih."
Kakak Alaska, dengan tatapan penuh kekhawatiran, menambahkan, "Kita harus menguatkan hati dan mempercayai tim medis untuk merawatnya dengan sebaik-baiknya. Yuk, kita semua bersama-sama berdoa untuk kesembuhan Alaska."
Mereka memegang tangan satu sama lain dan memulai doa bersama, memohon perlindungan dan kesembuhan bagi Alaska. Dalam doa mereka, mereka juga mengucapkan rasa syukur atas kehadiran satu sama lain dan berharap Alaska bisa segera pulih dan kembali kepada mereka.
__ADS_1
Waktu terasa berjalan sangat lambat di ruang tunggu tersebut. Setiap detik terasa seperti sebuah ujian yang berat bagi keluarga Alaska. Mereka saling memberi kekuatan dan harapan satu sama lain, berjanji untuk tetap kuat dan sabar di tengah ketidakpastian yang mereka hadapi.
Dalam hati yang gelisah, mereka mengulangi janji untuk selalu berada di samping Alaska, tak peduli seberapa berat jalan yang harus mereka lalui. Mereka bersumpah untuk melindungi dan menyayangi Alaska sebaik mungkin, berharap bahwa kegelapan yang menyelimuti saat ini akan segera terang kembali, dan Alaska akan kembali kepada mereka dengan senyuman dan kehangatan yang selalu ia berikan.