
Audi berkunjung ke apartemen Alaska dengan harapan bisa bertemu dengannya. Namun, kebetulan Alaska tidak berada di rumah saat itu. Yang ada hanya Sea, yang menyambut kedatangan Audi dengan ramah.
"Apa kabar, Audi? Maaf, Alaska tidak ada di rumah sekarang," ujar Sea dengan penuh kebaikan hati. "Namun, kamu bisa masuk dan menunggu jika kamu mau."
Audi menarik nafas lega. "Terima kasih, Sea. Aku punya sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Alaska. Bisakah kita duduk sejenak dan berbicara?"
Sea mengangguk dan mengarahkan Audi ke ruang tamu apartemen. Mereka berdua duduk di sofa, menciptakan suasana yang nyaman dan akrab. Audi dengan hati-hati mulai membuka pembicaraan.
"Sea, aku ingin bicara denganmu tentang Alaska. Kamu tahu, aku melihat betapa pentingnya Alaska bagimu, dan aku merasa bahwa kamu seharusnya tinggal bersamanya di sini," ucap Audi dengan serius.
__ADS_1
Sea menatap Audi dengan keheranan. "Tinggal bersamanya di sini? Apa maksudmu?"
Audi menjelaskan, "Alaska adalah saudaramu, dan aku melihat betapa kalian berdua saling menyayangi. Kamu tidak perlu tinggal sendirian atau merasa terpisah. Aku ingin menawarkanmu kesempatan untuk tinggal di rumah kami. Aku yakin Alaska juga akan setuju dengan ini."
Sea terdiam sejenak, membiarkan kata-kata Audi meresap ke dalam pikirannya. Meskipun terkejut, ia merasa terharu dengan kebaikan dan perhatian Audi. Setelah beberapa saat, Sea memberikan senyuman tulus.
"Audi, terima kasih atas tawaranmu. Aku sangat menghargainya. Memang benar, Alaska sangat penting bagiku, dan aku merasa beruntung memiliki saudara seperti dia. Aku akan mempertimbangkan tawaranmu dengan serius. Namun, sekarang, aku masih ingin berbicara langsung dengan Alaska tentang hal ini."
Dua sahabat itu berbicara dengan penuh pengertian dan kesepakatan. Meskipun ada kejutan dan pertimbangan yang harus dilakukan, mereka berdua tahu bahwa yang terpenting adalah kebahagiaan dan kesejahteraan Sea. Bersama-sama, mereka akan menemukan solusi terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan Sea, sambil tetap mempertahankan hubungan yang kuat dan saling mendukung di antara mereka.
__ADS_1
***
Sea duduk di kamarnya dengan perasaan cemas yang menghantuinya. Dia merasa takut untuk mengatakan kepada Alaska bahwa Audi telah datang ke apartemen. Sea tahu betapa Alaska sangat protektif terhadap privasi dan ruang pribadinya. Namun, dia juga sadar bahwa tidak ada yang bisa disembunyikan dalam hubungan mereka yang erat.
Dengan hati yang berdebar, Sea memutuskan bahwa dia harus jujur dengan Alaska. Dia tahu pentingnya transparansi dan kepercayaan dalam hubungan mereka. Sea berharap bahwa Alaska akan mengerti dan menghargai keberanian yang dia tunjukkan dengan berbagi informasi ini.
Namun, rasa cemas tetap ada dalam diri Sea. Dia merasa takut akan reaksi Alaska dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi hubungan mereka. Sea berusaha untuk memikirkan cara terbaik untuk menghadapinya dan berharap bahwa Alaska akan menerima kehadiran Audi dengan terbuka.
Dengan perasaan campuran antara takut dan harapan, Sea memutuskan bahwa dia harus menghadapi situasi ini dengan kepala tegak. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berbicara dengan jujur kepada Alaska dan siap menghadapi konsekuensinya. Sea tahu bahwa kejujuran adalah dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang sehat, dan dia tidak ingin menyembunyikan apa pun dari Alaska.
__ADS_1
Dengan nafas dalam-dalam, Sea keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu, di mana Alaska sedang duduk. Dia berharap dengan segala hati bahwa mereka dapat melewati momen ini dengan pemahaman dan dukungan satu sama lain, memperkuat ikatan mereka yang telah tumbuh begitu kuat.