
Alaska merasa hatinya berdesir bahagia saat akhirnya bisa bertemu dengan Sea setelah menghilang begitu lama. Ekspresi lega terpancar dari wajahnya saat mereka saling menatap.
"Sea, aku sangat merindukanmu," ucap Alaska dengan suara yang bergetar. "Aku ingin meminta maaf karena tiba-tiba menghilang tanpa kabar selama ini. Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir atau terluka."
Sea melepaskan senyum hangat, wajahnya penuh dengan pengertian. Dia mengulurkan tangannya dan memegang tangan Alaska dengan lembut.
"Alaska, aku tahu bahwa ada alasan di balik semua ini," kata Sea dengan lembut. "Aku tidak marah padamu. Yang penting sekarang adalah kita bertemu kembali. Kita bisa melalui masa sulit ini bersama-sama."
Air mata haru mengalir di pipi Alaska. Dia merasa beruntung memiliki teman sejati seperti Sea yang memahami dan menerima dirinya sepenuh hati.
"Terima kasih, Sea," bisik Alaska dengan suara terisak. "Kamu adalah teman sejati yang selalu ada untukku. Aku bersyukur bisa memilikimu di sampingku."
Sea mengangguk dan menarik Alaska ke dalam pelukan hangat. Mereka berdua merasakan kekuatan persahabatan mereka yang tak tergantikan. Di saat itulah Alaska merasa, tidak peduli seberapa gelap dan sulitnya masa lalu, dia tidak sendirian. Dia tahu bahwa bersama dengan Sea, dia akan bisa melangkah maju dengan penuh keyakinan.
Alaska menatap Sea dengan mata penuh kekhawatiran. Dia merasa penting untuk membagikan beban ini kepada temannya yang setia.
__ADS_1
"Sea, aku harus memberitahumu sesuatu yang sangat serius," ujar Alaska dengan suara terdengar serius. "Keluargaku, mereka mengintai kediamanmu. Mereka ingin menemukan dan membawaku kembali ke rumah."
Sea terkejut mendengar kabar itu, matanya memancarkan rasa khawatir. "Alaska, apa yang harus kita lakukan?" tanyanya dengan nada cemas.
Alaska menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Aku merasa tidak aman di rumah ini. Aku ingin pergi, Sea. Aku ingin melarikan diri dari cengkeraman keluargaku yang menghimpitku. Aku membutuhkan tempat yang aman, dan aku tahu aku bisa percaya padamu."
Sea menggenggam tangan Alaska erat-erat. "Kamu tahu, Alaska, aku akan selalu ada untukmu. Kita akan mencari tempat perlindungan yang aman untukmu, jauh dari pengawasan keluargamu. Kita akan kabur bersama dan memulai kehidupan baru yang bebas dan damai."
Air mata haru membasahi pipi Alaska. Dia merasa lega mengetahui bahwa Sea mendukung keputusannya dan bersedia membantunya melarikan diri. Bersama-sama, mereka akan menghadapi tantangan dan memperjuangkan kebebasan yang mereka inginkan.
Sea tersenyum lembut, memeluk Alaska dengan penuh kehangatan. "Kita akan melakukannya, Alaska. Kita akan berjuang bersama dan menciptakan masa depan yang kita impikan. Percayalah padaku."
Dalam pelukan itu, Alaska merasakan kekuatan dan keyakinan baru. Bersama Sea, dia tahu bahwa takdirnya akan berubah dan petualangan baru akan dimulai.
Sea dan Alaska merasa detak jantung mereka semakin cepat saat mereka berdiri di depan pintu rumah Sea yang akan mereka tinggalkan. Di dalam rumah, terdengar suara riuh keluarga Alaska yang sedang mencari Alaska dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Dengan perasaan berat, kita harus melakukannya, Sea," kata Alaska dengan suara terhela. "Keluargaku semakin dekat, dan jika mereka menemukanmu di sini, mereka akan tahu kita berdua telah melarikan diri."
Sea menganggukkan kepala, matanya penuh tekad. "Kita tidak punya waktu lagi. Ayo, Alaska. Kita harus pergi sekarang sebelum mereka menemukanmu."
Alaska mengambil napas dalam-dalam, memegang erat tangan Sea. Dengan hati yang berdebar kencang, mereka melangkah keluar dari pintu dan berlari menuju kendaraan yang menunggu di depan rumah.
Di dalam mobil, Sea memulai mesin dengan cepat. "Ayo, Alaska! Kita harus secepat mungkin. Aku akan membawamu ke tempat yang aman, jauh dari jangkauan keluargamu."
Alaska melihat ke belakang, melihat rumah yang semakin menjauh. Ada perasaan campur aduk di dalam hatinya - rasa sedih meninggalkan rumah yang pernah ia panggil "rumah", namun juga ada kelegaan dan kebebasan yang meluap dalam dirinya.
"Makasih, Sea," ucap Alaska dengan suara lirih. "Aku tahu ini tidak mudah, tapi bersamamu, aku merasa lebih kuat. Aku tidak akan pernah melupakan bantuanmu."
Sea tersenyum, tangan mereka saling berpegangan erat di atas kemudi. "Kita akan melewati ini bersama, Alaska. Kita akan menciptakan kehidupan baru yang bebas dan bahagia, tanpa bayang-bayang keluargamu. Percayalah padaku."
Dalam perjalanan mereka yang penuh tantangan, Alaska dan Sea berjanji untuk saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Dalam kegelapan malam yang melingkupi mereka, mereka merasa harapan dan kebebasan berdesir di dalam diri mereka. Mereka melaju menuju masa depan yang belum terukir, siap menghadapi apa pun yang akan datang.
__ADS_1