
Keluarga Sea memasuki ruang tamu rumah Andre dengan raut wajah yang serius. Mereka duduk bersama di sekeliling meja, dihadapkan pada Andre yang tampak tegang. Ibunda Sea, dengan suara penuh kekhawatiran, mulai bicara.
"Andre, kami datang ke sini untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kami mengetahui bahwa Alaska telah membawa Sea pergi tanpa izin dan membawa dia ke tempat yang tidak kami ketahui," ujar Ibunda Sea dengan suara gemetar.
Andre menunduk, merasa penuh tanggung jawab atas situasi ini. "Saya minta maaf, Nyonya, saya tidak bermaksud melanggar kepercayaan Anda. Namun, Alaska memiliki alasan yang kuat untuk melindungi Sea. Dia adalah sahabat Sea yang setia, dan dia merasa bahwa Sea tidak aman di lingkungan keluarganya yang baru."
Ayah Sea memperhatikan Andre dengan pandangan tajam. "Tapi mengapa Anda tidak menghubungi kami sebelumnya? Mengapa Anda memilih untuk melakukan ini secara sembunyi-sembunyi?"
Andre menarik nafas dalam-dalam, mencoba menjelaskan situasi dengan jujur. "Saya khawatir bahwa jika saya menghubungi Anda, mereka akan segera menghalangi rencana kami. Saya ingin Sea memiliki kesempatan untuk menemukan kebebasan dan kebahagiaan yang sejati. Dan saya berharap, dengan waktu, Anda bisa melihat bahwa niat kami baik."
__ADS_1
Ibunda Sea mengusap air mata yang mengalir di pipinya. "Kami sangat khawatir dan merasa tidak berdaya, Andre. Kami mencintai Sea, dan kami hanya ingin yang terbaik baginya. Kami mohon, berikan kami kesempatan untuk memahami lebih dalam mengenai situasi ini."
Andre mengangguk, menunjukkan keberpihakannya pada keluarga Sea. "Saya siap menjelaskan semuanya, memberikan bukti dan menjawab pertanyaan Anda sejelas mungkin. Tapi yang terpenting, harap percayalah bahwa Alaska tidak pernah bermaksud melukai Sea. Dia hanya ingin melindungi dan membantu Sea menemukan kebahagiaan yang sejati."
Keluarga Sea dan Andre melanjutkan percakapan dengan penuh empati dan kejujuran. Semua pihak berusaha mencari pemahaman dan jalan keluar terbaik untuk Sea. Meskipun mungkin masih ada ketegangan dan ketidakpercayaan, mereka berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan kebaikan hati dan memprioritaskan Sea di atas segalanya.
***
"Dari mana kamu mendapatkan ide gila ini?" tanya Andre dengan suara terkejut. "Aku tidak pernah membayangkan kamu akan membawa seseorang pulang tanpa memberi tahu siapa pun."
__ADS_1
Alaska menatap kakaknya dengan penuh keyakinan. "Bang Andre, aku hanya mencoba melindungi Sea. Aku merasa bertanggung jawab atas keamanannya, dan dia butuh tempat berlindung. Aku tahu kita tidak selalu setuju tentang segala hal, tapi aku harap kamu bisa memahami niatku."
Andre merenung sejenak, mencoba mencerna semua yang telah terjadi. Dia mengenal Alaska dengan baik, dan meskipun ada pertentangan antara mereka, dia tahu adiknya tidak akan bertindak sembrono tanpa alasan yang kuat.
"Aku masih terkejut dengan keputusanmu, Alaska. Tapi jika kamu yakin bahwa ini adalah yang terbaik untuk Sea, maka aku akan mendukungmu," ucap Andre akhirnya, mencoba menunjukkan dukungannya kepada adiknya.
Alaska tersenyum lega mendengar kata-kata itu. "Terima kasih, Bang Andre. Aku tahu ini tidak mudah bagimu untuk menerima keputusanku. Aku berharap kita bisa bekerja sama untuk memberikan Sea lingkungan yang aman dan bahagia."
Andre mengangguk, merasakan keinginan yang sama untuk melindungi dan menyayangi Sea. Meskipun ada perbedaan pendapat di antara mereka, mereka berdua memahami bahwa Sea adalah seseorang yang berharga dan layak mendapatkan kasih sayang keluarga.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan percakapan, membahas langkah-langkah selanjutnya dan cara terbaik untuk mendukung Sea dalam perjalanan hidupnya. Meskipun mungkin masih ada tantangan dan ketidakpastian di depan, mereka berdua berkomitmen untuk bekerja sama dan menjaga Sea dengan penuh cinta dan perhatian.