
Alaska melintasi trotoar dengan hati yang berdebar, menikmati perjalanan di tengah keramaian kota. Tiba-tiba, ada kejadian yang tak terduga. Seseorang yang terburu-buru menabraknya dengan keras, hingga membuatnya terhuyung sejenak. Namun, sebelum Alaska sempat menegur orang itu, orang tersebut sudah menghilang dengan cepat dari pandangannya.
Alaska merasa bingung dan terkejut oleh kejadian tersebut. Namun, ketika dia ingin memanggil orang tersebut, matanya tertuju pada sebuah surat yang tergeletak di dekatnya. Dia mengambil surat tersebut dan membacanya dengan hati yang berdegup kencang.
Surat itu berisi kata-kata yang membuat Alaska terkejut dan takjub sekaligus. Di dalamnya tertulis, "Alaska, maaf atas kejadian tadi. Aku harus segera pergi, tetapi aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Aku telah mengamatimu dari kejauhan dan aku tahu bahwa kamu memiliki keistimewaan yang luar biasa. Aku berharap kita bisa bertemu suatu saat dan berbicara lebih lanjut tentang itu."
Alaska merasa campur aduk. Siapa sebenarnya orang itu dan apa yang dimaksud dengan keistimewaan yang dimilikinya? Rasa ingin tahu dan keingintahuan membakar di dalam dirinya. Dia memegang surat tersebut dengan erat, merenungkan langkah berikutnya yang harus diambil.
Dengan perasaan penuh antusiasme dan rasa ingin tahu yang tinggi, Alaska memutuskan untuk mengejar petunjuk ini dan mencari tahu lebih lanjut tentang orang misterius itu. Dia siap untuk menjalani petualangan baru yang akan mengungkap rahasia dan misteri yang mengelilingi dirinya. Dengan hati yang penuh semangat, Alaska melangkah maju, siap untuk menghadapi apa pun yang akan dia temui di perjalanan ini.
Alaska dan Sea tiba di apartemen, masih terkejut dengan kejadian sebelumnya di trotoar. Mereka duduk di ruang tamu, dan Alaska membuka surat yang ditemukan tadi. Dia membacanya dengan perasaan campur aduk, dan ekspresinya berubah menjadi serius.
__ADS_1
"Sea, kamu harus mendengarkan ini," kata Alaska, suaranya bergetar sedikit. "Surat ini mengungkapkan bahwa kamu adalah anak dari seseorang. Seseorang yang merasa perlu memberitahuku tentang hal ini dan ingin bertemu dengan kita."
Sea menatap Alaska dengan tatapan bingung dan terkejut. "Aku... anak seseorang? Bagaimana itu mungkin? Kenapa aku tidak pernah tahu tentang ini sebelumnya?"
Alaska mengangguk, mencoba menenangkan Sea. "Aku juga terkejut, Sea. Tapi kita harus tetap tenang dan berusaha mencari tahu kebenarannya. Surat ini menyatakan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengan kita untuk membicarakan lebih lanjut tentang hubunganmu dengan mereka."
Sea menggenggam tangannya sendiri, mencoba menenangkan diri. "Aku merasa campur aduk, Alaska. Tapi aku juga merasa penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak tentang asal-usulku. Apakah kamu bersedia mendampingiku dalam perjalanan ini?"
Sea merasa lega mendapatkan dukungan dari Alaska. Dia tahu bahwa perjalanan ini mungkin akan menghadirkan tantangan dan emosi yang kompleks, tetapi dengan Alaska di sisinya, dia merasa lebih kuat. Mereka berjanji satu sama lain untuk menjalani petualangan ini dengan penuh keyakinan dan saling mendukung, berusaha menemukan kebenaran dan menghadapi masa depan dengan keberanian.
Sea duduk di tepi tempat tidurnya, terpaku oleh surat-surat yang baru saja dibaca Alaska. Matanya terus terarah pada kata-kata yang tertera di dalam surat tersebut. Perasaan campur aduk menghantuinya, dan keraguan mulai merayap di dalam dirinya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana mungkin aku memiliki keluarga?" gumam Sea dengan suara lirih. "Aku selalu merasa sendiri, tanpa tahu siapa orang-orang di luar sana yang mungkin menjadi bagian hidupku."
Alaska duduk di samping Sea, merasakan kekhawatiran yang melingkupi sahabatnya. Dia menggenggam tangan Sea dengan penuh kasih sayang. "Sea, aku bisa memahami perasaanmu. Tetapi kadang-kadang kehidupan bisa memberikan kejutan yang tak terduga. Mungkin ada bagian dari dirimu yang selama ini belum terungkap, dan surat-surat ini bisa menjadi kunci untuk membuka pintu itu."
Sea menatap Alaska dengan raut wajah yang penuh keraguan. "Tapi bagaimana jika ini hanya lelucon atau kesalahpahaman? Bagaimana jika aku terlalu berharap dan akhirnya hanya merasa kecewa?"
Alaska tersenyum lembut, memahami keraguan yang dirasakan Sea. "Sea, aku tidak bisa memberikan kepastian tentang apa yang ada di balik surat-surat ini. Tetapi apa yang kita bisa lakukan adalah memberikan kesempatan untuk mengeksplorasinya, untuk menemukan jawaban yang mungkin tersembunyi di sana. Kita berdua bisa menjalani perjalanan ini bersama-sama, saling mendukung dan melangkah maju dengan keberanian."
Sea menggigit bibirnya, masih meragukan segala hal yang baru dia dengar. Namun, dalam ketidakpastian itu, dia merasakan sentuhan kehangatan dan cinta dari Alaska. Dia merasa bahwa memiliki teman sejati seperti Alaska adalah anugerah yang tak ternilai harganya.
Dengan hati yang sedikit terbuka untuk kemungkinan yang tak terduga, Sea menghela nafas dalam-dalam. "Baiklah, Alaska. Aku akan mencoba untuk mempercayainya. Aku akan menjalani perjalanan ini bersamamu, dengan harapan bahwa kita bisa menemukan kebenaran tentang asal-usulku."
__ADS_1
Alaska tersenyum lebar, merasa bersyukur bahwa Sea bersedia membuka hatinya sedikit demi sedikit. Mereka berdua merasa teguh dalam tekad untuk mengeksplorasi keberadaan keluarga Sea, dengan harapan bahwa perjalanan itu akan membawa mereka ke tempat yang penuh cahaya dan pemahaman yang mendalam.