Persembunyian Tuan Muda Pewaris Tahta

Persembunyian Tuan Muda Pewaris Tahta
Ulah keluarga Alaska


__ADS_3

Di ruang keluarga, suasana tegang terasa semakin mencekam. Andre, dengan pandangan penuh amarah, berdiri di tengah-tengah mereka.


"Kalian semua harus tahu betapa kejamnya keluarga Sea telah memperlakukan Alaska!" ucap Andre dengan suara bergetar, niat balas dendam jelas terpancar dari matanya.


Ayah Alaska, dengan wajah serius, mencoba menenangkan situasi. "Andre, aku memahami rasa marahmu. Namun, balas dendam tidak akan membawa keadilan atau kebaikan apa pun. Kita harus tetap tenang dan bijaksana dalam menghadapi situasi ini."


Ibu Alaska menambahkan, "Putra kami telah mengalami penderitaan yang tak terbayangkan. Namun, bukan dengan kekerasan atau balas dendam kita akan memperbaiki segalanya. Kita harus menjaga kedamaian dan menyerahkan segala hal ini kepada hukum dan keadilan."


Adik Alaska yang berada di samping Andre juga ikut berbicara, "Andre, aku tahu betapa sakit hatimu melihat apa yang terjadi pada Alaska. Tetapi bukan dengan kekerasan kita akan mencapai perdamaian. Mari kita fokus pada kesembuhan Alaska dan membiarkan hukum menyelesaikan sisa permasalahan ini."

__ADS_1


Andre terdiam sejenak, melihat keluarga Alaska yang penuh kearifan dan kebijaksanaan. Meskipun amarahnya masih terasa membara, dia akhirnya mengalah dan menundukkan kepalanya.


"Aku mendengar kalian," ucap Andre dengan suara lembut, "Aku akan mencoba menenangkan diri dan menghormati keputusan kalian. Tetapi, mereka tidak boleh luput dari konsekuensi perbuatannya. Alaska harus mendapatkan keadilan yang pantas."


Keluarga Alaska saling pandang, merasa lega bahwa Andre setidaknya tidak akan melangkah ke jalur kekerasan. Mereka berjanji untuk mendukung satu sama lain dalam menghadapi semua ini, dan berharap bahwa dengan ketenangan dan kebijaksanaan, mereka dapat mencari keadilan untuk Alaska tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip yang mereka pegang.


***


"Oh, Alaska sayang, bagaimana kamu?" tanya Mama Alaska dengan suara lembut, matanya penuh kekhawatiran.

__ADS_1


Alaska mengangkat sedikit kepalanya, wajahnya terlihat lelah namun tersenyum saat melihat kedatangan keluarganya. "Mama, Papa, adik-adikku... Aku baik-baik saja," ucapnya dengan suara pelan.


Ayah Alaska duduk di sisi tempat tidur dan membelai rambut Alaska dengan penuh kasih sayang. "Kami sangat khawatir padamu, nak. Kita semua di sini untukmu, dan kita akan mendukungmu sepenuhnya."


Adik Alaska dengan mata berlinang air mata berjalan mendekati kakaknya dan memegang tangan Alaska dengan lembut. "Kak, aku minta maaf atas semua yang terjadi padamu. Aku janji, kita akan menjaga dan melindungimu dengan sepenuh hati."


Mama Alaska mencium kening Alaska dengan penuh cinta. "Anakku, kamu tidak sendirian. Kami akan bersama-sama menghadapi semua ini dan mencari keadilan untukmu. Tetaplah kuat, sayang."


Alaska merasakan kehangatan dan kasih sayang dari keluarganya. Meskipun tubuhnya lemah, semangatnya tumbuh lebih kuat dengan kehadiran mereka. Ia mengerti bahwa keluarganya akan berada di sisinya, mendukungnya melalui setiap langkah proses penyembuhan dan perjuangan hukum yang akan datang.

__ADS_1


Mereka semua bersumpah untuk tidak pernah meninggalkan Alaska sendirian, dan mereka berharap dengan cinta dan dukungan mereka, Alaska dapat pulih dan menghadapi masa depan dengan penuh harapan.


__ADS_2