
Alaska memasuki rumahnya dengan hati yang berat setelah beberapa waktu yang melelahkan mencari Sea. Dia merasa terbebani oleh rasa cemas dan kehilangan yang telah menghantuinya selama berhari-hari. Melihat papanya duduk di ruang tamu, Alaska dengan langkah lesu mendekat dan duduk di dekatnya.
"Ayah, aku butuh bantuanmu," ucap Alaska dengan suara serak. "Sea menghilang, dan aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku telah mencarinya ke mana-mana, tetapi tidak ada jejaknya. Aku merasa hancur, Ayah. Tolong, apakah kamu bisa membantu mencarinya?"
Papanya menatap Alaska dengan tatapan penuh keprihatinan dan simpati. Dia menggenggam tangan Alaska dengan lembut dan berkata, "Tentu, Nak. Kamu tahu bahwa kami selalu berada di sini untukmu. Aku akan melakukan segala yang aku bisa untuk membantu mencari Sea. Kita akan bekerja sama dalam mencarinya."
Alaska merasa sedikit lega mendengar kata-kata tersebut. Dia merasakan dukungan dan kekuatan dari ayahnya yang selalu ada di sisinya. Mereka duduk bersama, membicarakan langkah-langkah yang harus diambil untuk mencari Sea. Papanya memberikan saran dan membagikan ide-ide yang mungkin membantu dalam upaya pencarian.
Alaska merasa terharu dengan kepedulian ayahnya dan bersyukur memiliki seseorang yang dapat dia andalkan dalam saat-saat sulit seperti ini. Dia tahu bahwa dengan bantuan papanya, mereka memiliki peluang lebih besar untuk menemukan Sea.
__ADS_1
"Makasih, Ayah," ucap Alaska dengan tulus. "Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpa kamu di sini. Kita akan menemukan Sea, aku yakin itu. Kita hanya perlu tetap bersatu dan tak pernah menyerah."
Papanya tersenyum penuh kasih, meyakinkan Alaska bahwa mereka akan melalui ini bersama. Mereka berjanji untuk saling mendukung dan bekerja keras dalam upaya mencari Sea yang sangat mereka cintai.
Dalam kebersamaan dan tekad yang kuat, Alaska dan papanya mengumpulkan kekuatan mereka untuk memulai pencarian yang mungkin menjadi tantangan, tetapi mereka bersama-sama siap menghadapinya. Mereka percaya bahwa di balik setiap rintangan, Sea akan kembali kepada mereka dengan selamat, mengakhiri rasa kehilangan yang menyayat hati dan menggantikannya dengan kegembiraan yang tak terkira.
***
"Mama, aku khawatir dengan Sea," ucap Alaska dengan hati yang berat. "Saat aku tiba di apartemen tadi, ia tidak ada di sana. Semua barang-barangnya masih lengkap, tetapi ia tak ada tanda-tanda. Aku benar-benar takut jika sesuatu terjadi padanya."
__ADS_1
Ibu Alaska mendekat dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Ia bisa merasakan kecemasan yang membayangi Alaska, dan hatinya juga dipenuhi dengan kegelisahan yang sama. Dengan suara lembut dan penuh kepedulian, ibu Alaska memberikan dukungan dan pemahaman.
"Sayang, kita akan mencarinya," kata ibu dengan suara lembut. "Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan Sea dan memastikan bahwa ia dalam keadaan aman. Jangan khawatir, kita akan melakukan segalanya untuknya."
Meskipun masih penuh kekhawatiran, Alaska merasa terbantu oleh kata-kata ibunya. Ia tahu bahwa ia tidak sendiri dalam pencarian Sea. Dalam kebersamaan mereka, mereka akan menemukan kekuatan untuk menghadapi situasi ini dengan penuh keberanian.
"Makasih, Mama," ucap Alaska dengan suara yang tulus. "Aku bersyukur memiliki kamu di sini bersamaku. Kita akan menemukan Sea dan membawanya kembali kepada kita. Aku yakin itu."
Ibu Alaska menatapnya dengan penuh keyakinan. "Benar, Nak. Bersama-sama, kita akan melewati ini. Kita akan mendukung satu sama lain dan tidak berhenti mencari hingga kita menemukannya. Sea adalah bagian dari keluarga kita, dan kita tidak akan membiarkannya sendirian."
__ADS_1
Dengan keberanian yang baru ditemukan, Alaska dan ibunya berpegangan tangan dan berjanji untuk saling mendukung dalam upaya mencari Sea yang tercinta. Mereka tahu bahwa perjalanan ini mungkin akan sulit, tetapi dengan cinta dan tekad yang tak tergoyahkan, mereka siap menghadapinya. Dalam doa-doa mereka, mereka memohon agar Sea ditemukan dengan selamat dan segera kembali kepada mereka.