
Andre baru saja pulang dari acara yang dihadirinya. Saat ia memasuki rumah, ia langsung merasakan kehampaan. Tidak ada tanda-tanda kehadiran adiknya, yang biasanya selalu berada di dekat pintu menyambutnya. Rasa khawatir segera menyelimuti pikiran Andre. Ia berjalan cepat ke kamar adiknya dan mencarinya di setiap sudut rumah, namun tak ada tanda-tanda keberadaannya.
Hatinya berdegup kencang, berusaha menenangkan diri dan berpikir dengan jernih. Andre memutuskan untuk mencari tahu ke mana adiknya pergi dan apa yang terjadi. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan berhenti mencari hingga adiknya ditemukan dengan selamat.
Andre duduk di ruang kontrol keamanan rumah, menatap layar monitor yang menampilkan rekaman CCTV. Hatinya dipenuhi kemarahan dan kekecewaan saat melihat adegan Alaska kabur melalui pintu belakang. Rasa frustrasi memuncak saat ia menyadari bahwa para penjaga yang bertugas telah gagal menghentikan kepergian adiknya. Ia memukul meja dengan kekuatan penuh, mengeluarkan kekesalan yang meluap dari dalam dirinya.
"Anda semua tidak melakukan pekerjaan dengan baik!" seru Andre dengan suara lantang, pandangannya tajam menatap para penjaga yang berdiri di sekelilingnya. "Bagaimana mungkin dia bisa kabur begitu saja dari hadapanmu semua?"
Para penjaga terlihat cemas dan tidak berdaya di hadapan kemarahan Andre. Mereka berusaha memberikan penjelasan dan meminta maaf atas kegagalan mereka. Namun, Andre tak bisa lagi mendengar alasan atau penjelasan apapun. Ia tahu bahwa saat ini yang terpenting adalah menemukan Alaska dan memastikan keamanannya.
__ADS_1
"Jangan sia-siakan waktu berbicara! Mulai sekarang, cari dia! Temukan Alaska dan bawa dia kembali ke sini dengan selamat!" tegas Andre, suaranya penuh otoritas dan ketegasan.
Para penjaga mengangguk dengan serius, menyadari betapa pentingnya misi ini. Mereka segera bergerak, menyiapkan strategi pencarian untuk menemukan Alaska dan membawanya pulang. Andre duduk kembali di kursinya, merasa bersalah dan khawatir. Ia berdoa agar adiknya segera ditemukan dan keadaannya baik-baik saja.
Andre mencoba menelepon Alaska dengan cepat, namun tak ada respons dari pihak lain. Suaranya mulai terdengar frustrasi saat ia berbicara di dalam telepon.
"Alaska! Mengapa kau tidak mengangkat teleponku?" pekik Ande dengan suara yang penuh kekesalan. "Aku sudah mencari keberadaanmu dan khawatir, dan kau tidak merespons panggilanku? Apa yang kau pikirkan?"
"Dia harus ada di suatu tempat," gumam Andre dengan nada yang penuh kekhawatiran. "Aku harus menemukannya sebelum apa pun terjadi."
__ADS_1
Dengan langkah yang cepat, Andre meninggalkan ruangan dan melangkah menuju kendaraannya. Dalam hatinya, tekad kuat tumbuh untuk menemukan Alaska dan membawa adiknya kembali ke dalam pelukan keluarga yang khawatir.
Andre merasa terombang-ambing antara kewajiban keluarganya dan rasa takut akan kemungkinan buruk yang menimpa Alaska. Meskipun dirinya penuh dengan kekhawatiran, ada bagian dalam hatinya yang menggerakkan keputusan untuk tidak memberitahu keluarganya tentang kepergian Alaska.
Dalam pikirannya, Andre merasa bahwa melibatkan keluarga dalam masalah ini hanya akan menimbulkan kepanikan dan kekacauan yang lebih besar. Ia tahu bahwa keadaan bisa menjadi lebih buruk jika orang-orang terdekatnya mengetahui tentang kaburnya Alaska. Selain itu, Andre merasa bahwa ia harus menangani situasi ini sendiri sebelum melibatkan orang lain.
Dengan tekad yang bulat, Andre berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mencari Alaska dengan segenap upaya yang ia miliki. Ia tidak ingin membebani keluarganya dengan kekhawatiran tambahan, dan ia percaya bahwa ia bisa menyelesaikan masalah ini tanpa campur tangan mereka.
Dalam diam, Andre mengumpulkan semua keberanian dan tekad yang ia miliki. Ia memutuskan untuk menjaga rahasia ini untuk sementara waktu, sambil berusaha menemukan keberadaan Alaska dengan harapan dapat membawa adiknya pulang dengan selamat.
__ADS_1
Tinggalkanlah Andre dengan perasaan campur aduk, terpenuhi dengan kekhawatiran dan keberanian yang tumbuh di dalam dirinya. Ia mengetahui bahwa perjalanan ini akan sulit dan penuh tantangan, namun ia siap untuk melakukannya demi keselamatan dan kebahagiaan Alaska.