Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.

Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.
10. PSK 02_08. Bintang Gaeyang. (bintang ke 6 rasi bintang orion).


__ADS_3

Di bilik ruang bersalin kuil suci istana. Permaisuri besandar di tepi ranjang. Yang Mulia Raja berjalan mendekat, tangannya menggendong tuan putri. Yang Mulia Raja membaringakan putri kecilnya disamping Permaisuri.


Dengan tersenyum lembut, Yang Mulia Permaisuri, mengelus wajah putri kecilnya, kemudian turun di dada tuan putri. Yang Mulia Raja tersenyum, tangan kanannya diturunkan di atas tangan Permaisuri kemudian merem@snya, di dada tuan putri kecil.


"Permaisuri, kamu luar biasa... aku bangga padamu... sungguh aku bangga padamu." Yang Mulia Raja tersenyum, menatap Permaisuri.


Permaisuri memandang Raja, kemudian menatap tubuhnya yang penuh keringat. Permaisuri mengatur napas untuk memulihkan tenaganya setelah melahirkan.


Tiba tiba So Hwa muncul. Dengan sifatnya yang ceroboh sedikit kikuk dan setengah konyol So Hwa berlutut kepada Baginda Raja.


"Yang Mulia,... Yang Mulia... apa anda melihatnya...?!" So Hwa muncul dengan tiba tiba.


"Ohh ohh, kenapa kamu bersembunyi," Raja Jinpyeong menatap So Hwa. Kemudian So Hwa bangun dari berlututnya.


"Tidak seperti itu... saya mencoba menyemangati Yang Mulia Permaisuri." So Hwa menggerak gerakan badannya, kemudian menjawab pertanyaan Raja.


"Tapi saya kehilangan semangat, saya mencoba menenangkan diri." So Hwa menarik napas, membuat gerakan tangan di depan dada, memberikan semangat dengan mengepalkan tangan.


"Yang Mulia apa anda melihatnya," So hwa bertanya, melanjutkan ucapannya.


"Melihat apa," Raja Jinpyeong menjawab sambil memperhatikan putri kecilnya.


"Bayi itu Yang Mulia, telinganya... iyakan itu luar biasa, dia memiliki sama persis seperti anda, benar benar sangat cantik." So Hwa memperjelas maksudnya kepada Baginda Raja.


"Benarkah seperti aku," Raja jinpyeong tersenyum bahagia, kemudian melihat tanda lahir berbentuk bulan sabit di belakang telinga kiri putrinya. Raja Jinpyeong kemudian tertawa.


"Bukankah aku selalu mencuci rambut anda Yang Mulia, dan tanda lahir itu benar benar sama dengan milik anda." So Hwa tersenyum dan bertepuk tangan kegirangan.


"Sayangku benarkah... benarkah seperti itu... benarkah yang dikatakan So Hwa." Raja tersenyum, menoleh pada Permaisuri dan bertanya.


"Iya benar Yang Mulia...." Yang Mulia Permaisuri mengangguk dan tersenyum. Kemudian Mengelus pipi, dan telinga kiri putri kecilnya, kemudian mengusap tanda lahir tersebut.


Mereka berdua berpandangan penuh kasih, kemudian bersama memandang ke arah tuan putri kecil dan tersenyum. Tiba tiba Permaisuri, memegang perutnya dan mengeluh kesakitan.


"Ada apa... kenapa sayangku... sayang...." Yang Mulia Raja terkejut, melihat istrinya kesakitan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di luar bilik bersalin kuil suci istana.


Ketua Sanchiceong istana Seol Mae, menyelinap dan mengedap endap mendekati pintu bilik ruang bersalin.


Seol Mae mendekatkan telinganya di pintu bilik, ternyata Seol Mae mencuri dengar pembicaraan di dalam bilik bersalin kuil suci istana.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di dalam bilik bersalin kuil suci istana.


Permaisuri yang menahan sakit, mulai mengeluh dan menjerit pelan.


"Ah... ah..." Permaisuri menahan sakit.


Raja Jinpyeong duduk di samping Permaisuri yang kesakitan, dengan sigap Raja Jinpyeong mengelap keringat istrinya. Dengan sedikit kikuk So Hwa mendekati mereka.


"Aku melihat kepala mau keluar." So Hwa melihat bagian bawah Permaisuri. So Hwa tertegun, gemetar.


"Yang Mulia... Yang Mulia, saya melihat kepala," So Hwa mengatakannya kepada Raja Jinpyeong.


"Apa kamu bilang, kep... kepala, kamu melihat kepala," Raja Jinpyeong terkejut, sedangkan di sampingnya Permaiauri, masih mengeluh menahan sakit.


"Ada bayi lagi,.. mereka kembar," Dengan gemetar So Hwa menjawab Baginda Raja.


"Apa." Yang Mulia Raja dan Permaisuri terkejut.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di luar ruangan bilik bersalin.


Seol Mae yang menempelkan telinganya di pintu ruangan pun terkejut. Dia berbalik dan menutup mulutnya dengan tangan. Dia menatap ke arah pintu, sekali lagi kemudian berlari meninggalkan ruangan tersebut.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di ruang kepala pendeta.


Seo Ri sedang duduk bersila menatap ke arah halaman kuil. Tidak berapa lama, kepala Sanchiceong menghadap dengan wajah gelisah.


"Pendeta agung,.. pendeta agung..." Dengan napas terengah engah, dia membungkukan badannya memberi hormat.


"Lalu?" Seo Ri mengangkat wajahnya ke arah Seol Mae


"Mereka kembar. Aku benar benar merasakan 2 jantung, itu pasti anak yang lain." Dengan panik Seol Mae menjawab.


"Mungkin saja ini adalah yin ganda, yin* ganda..." Seo Ri meremas tangannya.


[*2 yin, 2 awan, 2 putri, (kebalikan dari yang).]


"Yang Mulia akan kembali melahirkan, setelah kelahiran yang pertama... dan itu berarti kelahiran anak ke dua." Seol Mae meneruskan perkataan Seo Ri.

__ADS_1


"Segera kembali ke ruang bersalin dan amati perkembangannya." Seo Ri berkata pada Seol Mae.


"Baik." Seol Mae menjawab dan segera bangkit menuju ruang bersalin.


Kemudian Seo Ri bangkit dan berjalan....


🌹🌹🌹🌹🌹


Dalam ruang bersalin istana.


Permaisuri Maya menjerit kesakitan. Raja Jinpyeong memegang bahu Permaisuri dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya memeluk tuan putri kecil.


"Sayang... sayang... kamu baik baik saja?! sayang." Raja berucap pada Permaisuri.


So Hwa bagaimana bayinya?!" Raja bertanya pada So Hwa.


"Yang Mulia aku akan segera memanggil tabib." So Hwa yang bergegas bangkit menuju pintu.


"Kunci pintunya." Raja Jinpyeong memberi instruksi kepada So Hwa yang hampir mencapai pintu.


So Hwa terdiam kemudian berbalik.


"Iya, tapi Yang Mulia kita harus memanggil tabib, tapi kenapa harus mengunci pintu." So Hwa kebingungan dengan instruksi Baginda Raja


"Tutup pintu dan kunci, ini perintah, sekarang." Raja Jinpyeong berteriak marah.


Dengan gemetar, So Hwa segera membalikan tubuh menuju pintu dan menguncinya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di kediaman Mi Shil.


Mi shil sedang mengadakan pertemuan dengan para pengikutnya. Seol Won, Se Jong, Seo Ri, dan Mi Saeng.


Seperti biasa mereka duduk mengelilingi meja, dan Mi Shil memimpin pertemuan itu.


"Apa yang kamu katakan!? kembar." Seol Won terkejut mendengar perkataan Seo Ri.


"Iya kembar," Seo Ri mengangguk ke arah Seol Won.


"Lebih lagi nanti akan jadi putri kembar." Imbuh Seo Ri, memperjelas secara detil keadaannya.


"Putri kembar." Mi Saeng berucap dengan terkejut. Mulutnya terbuka lebar.


"Sayangku jika seperti ini adanya," Se Jong tersenyum kegirangan.


"Yeah, tentu saja," Mi Saeng bertepuk tangan.


"Eochul Ssangseng. Seonggol Namjin." Mi Saeng melanjutan ucapannya.


"Jika Raja memiliki anak kembar, garis keturunan suci akan berakhir, itu artinya garis keturunan Yang Mulia akan berakhir?!" Mi Saeng tertawa kemudian menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Siapa yang membuat ramalan ini terjadi?!" Mi Saeng tertawa terpingkal.


"Yang Mulia Permaisuri akan tamat." Seol Won berkata pelan penuh penekanan.


Mereka yang ada di ruangan itu tertawa serempak. Kemudian Seju Mi Shil memberi perintahkan.


"Mulai saat ini dan seterusnya, kita harus menyusun rencana dengan rapi, kita harus bergerak secara hati hati, diam diam dan semuanya harus tepat dan cepat." Perintah Mi Shil.


"Kami menunggu perintahmu," Seol Won meminta petunjuk, kemudian menundukan kepala tanda bersiap.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di ruang bersalin istana.


Raja Jinpyeong dengan tegas memberi perintah kepada So Hwa.


"Kamu harus menolong bayi ini. Sayangku kamu tahu kenapa aku melakukan ini ?!" Raja memandang Permaisuri Maya, kemudian memberi perintah kepada So Hwa.


So Hwa terkejut demikian pula Permaisuri Maya. Permaisuri menangis.


"Kamu tahu apa yang terjadi jika Raja mempunyai anak kembar, iya kan." Raja melanjutkan perkataanya.


Yang Mulia Permaisuri mengalami kontraksi langaung mengambil sapu tangan untuk digigit, menyimpal mulutnya.


"Apa yang kamu lakukan, cepat tolong dia," Baginda Raja memberi perintah kepada So Hwa.


"Hukum saya Yang Mulia, saya tidak tahu tentang kelahiran dan bayi, saya tidak tahu kenapa saya berani berbohong?!" So Hwa gemetar sambil bersujud.


"Kamu tahu artinya anak kembar." Raja marah kepada So Hwa.


"Iya saya tahu." So Hwa menjawab dan masih bersujud.


"Kamu ingin anak anak ku mati dibunuh, dan Ratu diasingkan, berhenti mengeluh dan bantu dia." Baginda Raja, memohon sambil menjelaskan kepada So Hwa.


So Hwa segera bangkit dari posisi menyembah.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Di kediaman Mi Shil.


"Semua orang harus diberitahu, jika Raja memiliki anak kembar." Lady Mi Shil memberi perintah.


"Tentu saja." Mereka serempak, menjawab komando dari Mi Shil.


"Beritahu semua Hwarang yang berada di lapangan upacara untuk berkumpul di kuil." Mi Shil memberi petunjukpada Se Jong.


"Baik." Se Jong menjawab sambil menganggukan kepala.


"Yang Mulia mungkin mencoba menyembunyikan kebenaran untuk menghindari ramalan ini, dengan membawanya keluar istana. Kerahkan semua pasukan untuk, mengepung kuil dan menjaga semua jalan keluar. Jika ingin membawa keluar salah satu bayi, dia akan menyuruh seseorang, awasi semua pengikut Yang Mulia. Terutama Moon Noh, Seol Won Rang aku mempercayakan gukseon kepadamu." Perintah Mi Shil pada Seol Won.


"Aku akan segera menjalankan perintahmu." Seol Won menganggukan kepala.


"Tuanku bawalah Hwarang dan kendalikan mereka." Mi Shil memberi petunjuk kepada Se Jong.


"Akan kulakukan." Se Jong menjawab dengan menganggukan kepala.


"Pendeta agung amati siapa saja yang keluar masik kuil." Perintah Mi Shil pada Seo Ri.


"Baik." Seo Ri menjawab kemudian bergegas menuju kuil.


"Nunim, dan apa yang harus aku lakukan?!" Mi Saeng bertanya kepada Mi Shil.


"Kamu harus bersiap. Kita harus segera memberi selamat kepada Yang Mulia atas kejadian yang tak terduga ini." Mi Shil menjawab pertanyaan Mi Saeng.


"A... a... ahh, tentu saja, kita harus." Mi Saeng menepukan tangan, sambil tersenyum licik.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di ruang bersalin.


Dengan dibantu oleh So Hwa, Permaisuri menjalani proses kelahiran.


"So Hwa,... apa yang dia lakukan... bagaimana keadaannya." Raja bertanya sambil mengelap keringat Permaisuri.


"Dorong Yang Mulia, Dorong.... Dorong." Dengan panik gemetaran So Hwa mengitip bagian bawah Permaisuri.


Permaisuri mendorong sekuat tenaga.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di halaman Ruang berlatih Hwarang kerajaan.


Gukseon Moon Noh mengawasi para Hwarang yang mulai berkumpul. Kemudian Gukseon menatap ke arah langit malam.


Terlihat bintang ke 6 (dari rasi 7 bintang utara / rasi bintang orion ) bersinar sangat terang.


Gukseon teringat mandat yang diterimanya.


"Ketika suatu hari nanti, 7 bintang (rasi bintang utara / rasi bintang orion) akan menjadi 8. Seseorang yang mampu menandingi Mi Shil akan muncul!?" Moon Noh bergumam sendirian.


"Bintang ke 6, bintang ke 6 itu... tidak mungkin, keturunan Raja akan lahir!?" Moon Noh berpikir sambil melihat keadaan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di bilik bersalin istana.


Permaisuri memegang seutas tali pegangan dan menggigit sapu tangan.


"Sayangku bertahanlah sebentar lagi." Raja duduk disampingnya, mengelap keringat di dahi.


"Yang Mulia, Yang Mulia, dia keluar," So Hwa gemetar campur panik.


Permaisuri mengeluarkan tenaga terakhirnya kemudian pingsan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di langit.


Bintang ke 6. (dari 7 rasi bintang utara / rasi bintang orion ) bersinar sangat terang, kemudian terpecah menjadi 2...


Bersamaan dengan itu terdengar tangis bayi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Dalam bilik bersalin istana.


So Hwa mengambil bayi yang baru dilahirkan, tersenyum lega. Raja Jinpyeong menangis sambil tertawa. Permaisuri memandang ke arah Raja, kemudian ke arah So Hwa.....


bersambung


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_1


__ADS_2