Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.

Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.
5. PSK 02_03. Sidang Terbuka.


__ADS_3

Keesokan harinya, Sidang Agung Istana digelar. Berbeda dari biasanya sidang kali ini diadakan secara terbuka, dan bisa di hadiri oleh oleh seluruh lapisan masyarakat.


Raja Jinpyeong didampingi Menteri Misaeng, menuju tempat sidang terbuka.


"Adalah suatu kehormatan hamba diberi kesempatan... menemani anda di sini dan menyaksikan Rapat Dewan Terbuka ini, Yang Mulia." Misaeng berucap kepada Raja Jinpyeong.


Sang Raja memandang marah ke arah Mi Saeng namun tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya. Satu persatu anggota sidang dewan terbuka mulai tiba di tempat yang telah ditentukan.


"Semua orang pasti akan merasakan hal yang sama?! Siapa yang tidak ingin terikat pernikahan dengan keluarga Raja?!" Mi Saeng menjelaskan.


Raja menatapnya tanpa berbicara.


"Jika semua gagal, mundurlah." Mi Saeng melanjutkan.


"Saya sendiri akan memilih siasat ke-36*." Mi Saeng tersenyum.


[*Zou Wei Shang (ahli filsafat) mengajarkan seni dari bertempur.]


"Adik perempuanku mungkin bisa, tapi aku tidak bisa biarkan dia melakukannya sendirian. Bahkan di hari tua, hingga mahkota dan Yang Mulia menerimanya, dia tidak akan pernah berhenti." Mi Saeng tersenyum licik.


"Tutup saja mata anda, dan pikirkan cara lain untuk mendapat putra mahkota di tempat tidur. Jika anda melakukannya. Aku akan menceritakan kepada anda banyak cerita menarik." Mi Saeng melirik Mi Shil yang duduk di kursi sidang terbuka.


Raja Jinpyeong benar benar marah, tapi semarah apapun dia tidak bisa melakukan apa apa. Dia hanya memandang penuh rasa kesal pada Mi Saeng yang berani menghinanya.


"Itu adalah rasa yang paling menakjubkan." Mi Saeng berucap lagi.


Mi Saeng tertawa keras kemudian memandang Raja yang menahan marah dan kesal itu.


"Baiklah baiklah." Mi Saeng berkata, sambil tetap tertawa mengejek.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Suasana di sidang dewan bangsawan sangat tenang. Para anggota Dewan, para Menteri, para undangan dan para Bangsawan sudah terlihat memenuhi ruang sidang terbuka.


Sidang Dewan Bangsawan dan penasehat Raja pun dimulai. Ada sepuluh anggota Bangsawan utama, mereka duduk mengitari meja, dan membentuk lingkaran.


Diantara para anggota Dewan tersebut, Eul Jae Dae deung, termasuk di dalamnya. Dialah satu satunya pendukung Yang Mulia. Tujuh dari sepuluh anggota Dewan tersebut adalah pendukung Lady Mi Shil. Dua dari sepuluh anggota Dewan adalah kelompok netral.


Pendukung Lady Mi Shil bertujuan menjadikan Lady Mi Shil sebagai Permaisuri Raja Jinpyeong, menggantikan Permaisuri Maya yang telah menghilang sejak kericuhan dalam kudeta menurunkan Raja Jinji.

__ADS_1


"Sepertinya Yang Mulia terlambat." Salah satu dari mereka berucap.


"Bagaimana jika dia tidak ikut?" Bangsawan Noribu sambil tersenyum licik.


"Ini adalah sidang dewan terbuka. Jadi sangat sulit bagi Yang Mulia untuk tidak menghadiri acara ini." Menteri Se Jong tertawa menimpali.


"Membawa Permaisuri baru di sisi Yang Mulia nampaknya sangat melelahkan." Bangsawan Noribu tersenyum.


"Aku setuju." Mereka bersembilan tertawa, Eul Jae Dae deung hanya diam menatap mereka.


("Dari awal, ini adalah rencana mereka, menggulingkan permaisuri Maya dan mengangkat Lady Mi Shil menjadi permaisuri..") Batin Eul Jae Dae deung.


"Yang Mulia telah hadir!" Teriak pengawal mengumumkan kedatangan Raja Jinpyeong.


Raja Jinpyeong memasuki ruang sidang terbuka dikawal menteri Mi Saeng. Yang mulia Raja dikawal kurang lebih dua belas pengawal, dan enam orang dayang.


Semua yang hadir di ruang sidang berdiri, membuka jalan baginda Raja. Misaeng memisahkan diri bergabung dengan Lady Mi shil dan Seol Won Rang yang tiba.


Mi Shil memandang Mi Saeng penuh arti, Mi Saeng paham maksud Mi Shil manganggukan kepala sambil tersenyum.


Raja Jinpyeong duduk di kursi kehormatan. Di ikuti Lady Mi Shil dan anggota sidang lainnya. Dengan wajah kesal Raja Jinpyeong melirik kearah Mi Shil dan sekutunya.


"Buka tirai." Pengawal berteriak.


Tirai putih penutup ruang sidang, mulai dibuka. Sepuluh anggota dewan sidang utama berdiri mengelilingi meja bundar.


Mereka memberi hormat kepada Raja Jinpyeong dengan menundukan kepala.


"Kami akan memulai Rapat Dewan, Yang Mulia." Bangsawan Noribu mewakili anggota sidang, meminta ijin Yang Mulia Raja.


Serempak setelah Raja Jinpyeong menganggukan kepala tanda setuju, sepuluh anggota sidang itu duduk di kursinya masing masing.


"Mishil *Gungju... Telah melayani kerajaan sejak masa Raja Jinheung yang agung. Menurut tradisi Kerajaan surgawi ini. Seharusnya Putri Mishil telah mengabdikan dirinya untuk urusan agama." Eul Jae Dae deung memulai percakapan sidang.


*[Gungju: bisa diartikan Permaisuri]


"Setelah meninggalnya Yang Mulia?! Tapi dia berkata ingin dinobatkan menjadi Permaisuri yang baru.. hal ini bisa dikatakan sebagai penghinaan terhadap tradisi kita." Eul Jae Dae deung melanjutkan perkataannya.


"Namun, setelah wafatnya yang mulia. Putri Mi Shil berhasil menstabilkan urusan internal dan diplomatik negara." Perdana Menteri Se Jong melirik Bangsawan Noribu.

__ADS_1


"Mengakhiri hiruk-pikuk sosial yang melanda negara, dia memang melakukannya. Belum lagi fakta bahwa Almarhum Yang Mulia menyatakan dirinya." Bangsawan Noribu menambahkan.


"Ketua Hwarang wanita dan pemegang stempel kerajaan, sebagai Wonhwa dan Seju, masa depan Shilla berada di tangannya." Bangsawan Noribu melanjutkan.


Seol Won dan lady Mi shil tersenyum penuh kemenangan menanti jalannya sidang. Sedangkan Raja Muda Jinpyeong secara serius memperhatikan jalannya sidang terbuka ini.


"Apakah dia tidak pantas melanjutkan usaha Raja terdahulu? dia juga melayani kerajaan." Menteri Se Jong melanjutkan perkataan Bangsawan Noribu, sambil tersenyum.


"Dia mengetahui banyak hal lebih dari semuanya." Menteri Kim Huljik berbicara.


"Dan pantas berada di sisi Raja?! sebagai Permaisuri." Bangsawan Noribu melanjutkan.


"Saya percaya dia memiliki kebajikan untuk mewakili kita sebagai Ibu Negara. Belum lagi fakta... ini adalah masalah yang telah disepakati oleh Yang Mulia.." Bangsawan Noribu tersenyum licik.


"Benar." Perdana Menteri Se Jong membenarkan.


"Ini juga adalah permintaan Yang Mulia." Menteri Se Jong menambahkan.


Raja Jinpyeong sangat gelisah, sudah jelas dia masuk perangkap Lady Mi Shil. Wajahnya berkeringat, ketegangan tampak di tingkah lakunya.


Sedangkan Lady Mi Shil yang menyadari perubahan Raja Jinpyeong hanya tersenyum dan terus memperhatikan Raja Muda itu.


Mereka beradu pandang, Raja Jinpyeong membuang muka, Lady Mi Shil tetap tersenyum, senyum penuh kemenangan.


Bangsawan Noribu, sebagai pemimpin sidang mengambil palu kayu dan mengetukan pada papan bambu. Kemudian mengumumkan kepada seluruh hadirin, keputusan akhir diadakan melalui pengambilan suara.


"Karena Rapat ini cukup rumit. Bawa papan Voting." Bangsawan Noribu berucap.


Kemudian masuklah sepuluh orang dayang, masing masing dayang membawa kotak kayu berisi 2 potong kayu berbentuk lencana, bertuliskan setuju dan tidak setuju.


[NB : Pada jaman ini belum ada istilah Ratu.


Ratu dan Permaisuri berbeda. Ratu adalah Raja perempuan. Sedangkan Permaisuri adalah istri dari Raja.]


bersambung


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


ikuti Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild), Gusku Suamiku (Robb Maafkan Aku Menikung Cinta MU) dan Legenda Ponorogo (The Legend of Reyog City)..

__ADS_1





__ADS_2