Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.

Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.
25. PSK 04_05. Persaingan 2 Whonhwa.


__ADS_3

Di tempat latihan Hwarang Seorabol.


Beberapa Hwarang muda memulai bermain tepok bulu angsa. permainan menendang bola mirip sepak bola, bedanya bolanya terbuat dari bulu angsa( mirip kok permainan badminton, namun bagian kepala berbentuk lingkaran datar sebesar bola kasti). Dan bola tidak diperbolehkan jatuh ke tanah.


Permainan ini membutuhkan sedikitnya dua belas orang pemain yang berdiri melingkar, permainan ini adalah perpaduan permainan individu dan tim, setiap pemain berjuang untuk dirinya sendiri dalam mengumpulkan poin, dan juga poin kemenangan untuk tim. Setiap tim terdiri dari tiga orang Hwarang.


Permainan ini dipimpin oleh seorang wasit dan tiga orang pemberi nilai. Hari ini adalah festifal Dano dan permainan tepok bulu segera di mulai.


Seorang Hwarang senior memimpin pertandingan dengan melempar bulu angsa sebagai tanda di mulainya permainan.


Di lapangan sebelahnya, beberapa Hwarang yunior berlatih beladiri tangan kosong, Di lapangan sebelahnya lagi Hwarang yunior di latih menggunakan busur panah. Ada juga kelompok yang berlatih berkuda dan berlatih pedang.


Putri Cheonmyeong tersenyum di balik cadarnya, menyaksikan permainan tepok bulu yang berlangsung seru. Putri Cheonmyeong duduk di kursi khusus Whonhwa kerajaan. Di Hwarang hanya ada 2 pemimpin wanita Hwarang. Untuk periode sekarang ini dipegang Lady Mi Shil dan Putri Cheonmyeong.


Hanya dengan teknik tinggi di padu ilmu kanuragan yang mumpuni, Hwarang dapat menendang ke atas bola bulu ayam / angsa yang beratnya sekitar 1½kg tersebut.


Disamping di nilai dengan poin untuk menentukan kemampuan individu Hwarang. Poin untuk tim diperoleh apabila bola bulu masuk ke gawang atau membuat gol ke gawang.


Gawang tepok bulu ayam / angsa terbuat dari kotak kecil sekitar 50cm kubik, dengan lubang diameter lingkaran tengah sekitar 20cm, dipasang setinggi 2 meter dari atas tanah.


Sorak sorai tim pemenang menggema ketika tim ketiga berhasil membuat gol pada gawang tim pertama. Jadi setiap permainan tepok bulu angsa, minimal terdapat 4 gawang.


Tetap saja sebagai dasar permainan tepok bulu ayam / angsa adalah kemampuan bela diri.


Di saat yang sama anggota Hwarang dari resimen Il Wyol Seong Do ( matahari dan bulan ) sedang berlatih bersama dengan anggota Hwarang Yi Hwa jeong Do (Bunga Persik).


Anggota Resimen Il Wyol Seong Do berlatih ilmu tangan kosong, menyerang anggota resimen Yi Hwa Jeong Do yang berlatih menggunakan perisai.


Lady Mi Shil berjalan mengunjungi tempat latihan Hwarang. Terlihat Mi Saeng, Se Jong, dan Seol Won mendampingi Lady Mi Shil.


Melihat Whonhwa mengunjungi mereka, tanpa dikomando para Hwarang meninggalkan latihan mereka, dan segera berjajar di sisi kiri kanan jalan yang di lalui Lady Mi Shil.


Lady Mi Shil berhenti di tengah Hwarang yang berhadapan berlutut, di sisi kiri dan kanan jalan Lady Mi Shil. Lady Mi Shil tersenyum, dengan penuh wibawa Lady Mi Shil memandang mereka.


"Tidak perlu memperhatikanku, silahkan lanjutkan." Lady Mi Shil tersenyum, sambil kedua tangannya direntangkan ke arah Hwarang di kedua sisinya, memberi isyarat agar mereka berdiri.

__ADS_1


"Baik, Wonhwanim*!" Sambil mengganggukan kepala khas Hwarang, mereka menjawab salam dari Lady Mi Shil. Namun masih berlutut menunggu Lady Mi Shil meninggalkan tempat tersebut.


[*Wonhwa, adalah Ketua wanita Hwarang]


Lady Mi Shil dan rombongan melanjutkan perjalanan, tibalah mereka di lapangan utama. Di lapangan utama itulah permainan tepok bulu sedang di laksanakan.


Lady Mi Shil berjalan mendekat. Serentak Hwarang yunior yang sedang bermain, segera membentuk barisan dari kiri ke kanan di depan rombongan Lady MiShil.


"Beri hormat!" Seorang Hwarang yunior memberi aba aba, kepada hwarang yunior lainnya.


Serentak seluruh Hwarang yunior berlutut dengan tangan kanan menggenggam di silangkan di dada ke arah bahu kiri.


"Permainan ini sangat penting untuk meningkatkan tekhnik menendang kalian. Lakukan dengan baik." Penuh wibawa Lady Mi Shil berkata lembut kepada para Hwarang yunior.


"Siap, Wonhwanim!" Serentak seluruh Hwarang yunior menjawab perkataan Lady Mi Shil.


Lady Mi Shil segera melanjutkan perjalanannya. Para Hwarang yunior membubarkan barisan memberi jalan kepada Lady Mi Shil.


Lady Mi Shil dan rombongan berjalan menuju ke kursi kehormatan, di mimbar utama sebelah tempat latihan Hwarang. Putri Cheonmyeong yang berada di situ berdiri menyambut kedatangan Lady Mishil, dan memberi hormat.


Lady Mi Shil menggangguk menyapa tuan putri Cheonmyeong yang berdiri memberi salam kepadanya. Lady Mi Shil menuju tempat duduk di samping kanan putri Cheonmyeong.


"Anda mempersiapkan Upacara dengan teliti... Meskipun ini pertama kalinya anda menjadi supervisor, aku kagum." Lady Mi Shil berdiri di depan tempat duduknya menatap putri Cheonmyeong sambil tersenyum.


"Aku hanya mengikuti saran yang kamu berikan." Putri Cheonmyeong berdiri di depan tempat duduknya dan tersenyum sambil memandang ke arah Lady Mi Shil.


"Kalau begitu mari kita duduk. Mempersiapkan upacara ini dan semua kejadi yang baru terjadi di istana... Pasti sangat sulit." Lady Mi Shil duduk ditempatnya di ikuti putri Cheonmyeong.


Rombongan Lady Mi Shil yang berpisah tadi, berkumpul dan duduk di kursi belakang samping kanan tempat duduk Lady Mi Shil.


"Apa?! Apa..." Putri Cheonmyeong menoleh ke kanan, menatap ke arah Lady Mishil, tempat duduk mereka ajak berjauhan karena dibatasi singgasana Raja diantara tempat duduk mereka.


"Seharusnya anda terlahir sebagai Pria, Yang Mulia Putri. Anda akan mampu memimpin Negara kita ini." Lady Mi Shil dengan tenang berkata, padangan matanya menatap Hwarang yunior yang bermain tepok bulu angsa di depannya.


"Apa yang ingin kamu katakan?" Putri Cheonmyeong terkejut mendengar pembicaraan Lady Mi Shil, secara reflek menengok ke kanan ke arah Lady Mi Shil.

__ADS_1


"Karena itu, apakah anda mencoba untuk menjadi Ibu Suri?" Lady Mi Shil tersenyum dan melanjutkan perkataannya dengan penuh percaya diri.


"Seju!" Putri Cheonmyeong melembutkan suaranya, sambil memandang ke arah Lady Mi Shil.


Seol Won, Se Jong, dan Mi Saeng yang duduk di kursi belakang, terkejut dengan perkataan Lady Mi Shil, serentak mereka memandang ke arah Lady Mi Shil.


"Yang Mulia mengatakan akan menjadikan Yongsu sebagai putra mahkota Lalu... Bukankah anda akan menjadi Ibu Suri di masa depan?" Lady Mi Shil berbicara perlahan, dia mulai mempermainkan perasaan dan pikiran putri Cheonmyeong.


"Aku tidak mengetahui hal ini. Aku baru mendengarnya sekarang." Putri Cheonmyeong berkata penuh perasaan sambil memandang Lady Mi Shil.


"Pertama kalinya..." Lady Mi Shil berkata pelan sambil menarik napas, melirik ke arah putri Cheonmyeong yang mulai terpancing mengikuti permainannya.


"Aku akan berbicara dengan Yang Mulia." Putri Cheonmyeong mengalihkan pandangannya ke depan, ke arah Hwarang yunior yang bermain tepok bulu angsa.


"Kenapa anda bisa sangat menakutkan, Yang Mulia. mengatur cara keji seperti ini dengan senyuman di wajah anda." Lady Mi Shil menatap putri Cheonmyeong, permainan kata kata yang memainkan trik kotor, mulai mempengaruhi pikiran putri Cheonmyeong.


"Seju..." Putri Cheonmyeong berkata lembut tapi penuh emosi.


"Apakah anda sudah memperkirakan hari yang menguntungkan ini? Ahh! Ataukah anda mencoba untuk mengatur Hwarang?" Lady Mi Shil berkata dengan tenang memainkan triknya lagi.


"Seju! Aku... Tidak tahu apapun tentang hal itu. Aku hanya... mencoba melakukannya dengan tulus." Putri Cheonmyeong memandang kepada Lady Mi Shil di balik cadarnya, suara putri Cheonmyeong bergetar, terasa gemetar.


"Tulus?! Itu bukan urusanku. Sebut saja ketulusan, sebagai alasan anda... Tapi apa yang akan berubah?! Apa yang bisa anda ubah?!" Lady Mi Shil menarik napas, sesekali tersenyum sinis di sela - sela perkataannya, tanpa memandang ke arah putri Cheonmyeong.


"Seju!" Putri Cheonmyeong berteriak kesal, tubuhnya gemetar.


"Apakah Yang Mulia putri ingin menyaingi keagungan Mishil, dengan segala cara? Ikutilah diri anda sendiri. Seperti Mishil mengikuti dirinya." Lady Mi Shil mengejek putri Cheonmyeong, mereka beradu pandang. Dia berkata tegas menusuk hati.


Tampak ketiga pengikut Mi Shil, Mi Saeng, Sejong dan Seol Won memandang mereka, Mi Saeng tersenyum melihat paras putri Cheonmyeong yang gemetar ketakutan.


Lady Mi Shil membuang muka dari tuan putri Cheonmyeong ke arah Hwarang di lapangan.


Bersambung.


__ADS_1


__ADS_2