Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.

Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.
9. PSK 02_07. Persalinan.


__ADS_3

Anggota Sanchiseong memasuki ruang bersalin istana. Lima orang berpakaian serba putih tersebut, masing - masing membawa nampan. Nampan tersebut berisi berbagai peralatan untuk bersalin.


Di dalam kamar bersalin, nampak Permaisuri Maya berbaring di ranjang. Dia di kelilingi oleh para petugas sanchiseong. Di bagian bawah dekat kakinya, kepala Sanchiseong Seol Mae bertugas. Anggota Sanchiseong lainnya mengelilingi Yang Mulia Permaisuri.


So Hwa dengan kikuk masuk ke dalam ruang bersalin tersebut. So Hwa berdiri disamping Permaisuri Maya. Seol Mae bertugas mempimpin para anggota Sanchiseong, dalam persalinan kali ini.


"Jangan khawatir Yang Mulia... So Hwa ada di sini, aku akan melakukan yang terbaik." Celoteh So Hwa. Dengan kikuk, So Hwa menyemangati Permaisuri.


"Apa kamu mau menggantikanku disini, kenapa kamu ribut sekali?!" Permaisuri Maya berkeringat.


Melihat Permaisuri berkeringat, seorang Sanchiseong segera mengelap keringatnya dengan sapu tangan.


"Tidak, bukan itu... Saya hanya..." So Hwa gemetar.


Ucapan So Hwa terpotong oleh jeritan Permaisuri Maya. Terlihat wajah panik So Hwa melihat Permaisuri Maya kesakitan.


Satu orang anggota Sanchiseong segera menyelap keringat dan seorang lagi mengambil sapu tangan, untuk digigit Permaisuri Maya.


"Yang Mulia Permaisuri apa anda baik - baik saja." So Hwa panik.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sementara itu, di kediaman Lady Mi Shil.


Lady Mi Shil sedang bersiap memainkan musik. Dia menggunakan gelas - gelas kaca di isi dengan air, dengan garputala sebagai alat pemukulnya.


Berulang kali Lady Mi Shil mencoba menyetel irama nada pada gelas gelas tersebut, tetapi selalu gagal.


Dia membuang sedikit air dalam gelas, lalu dicoba menyetel nada, tapi gagal lagi. hal ini berulang sampai beberapa kali.


"Eochul Ssangseng Seonggol Namjin... Eochul Ssangseng Seonggol Namjin... Eochul Ssangseng Seonggol Namjin..." Lady Mi Shil mencoba menyetel nada, tetapi pikirannya entah kemana, sambil bergumam.


Tentu saja karena pikiran Lady Mi Shil terbagi, sulit baginya menemukan nada yang tepat.


"Nunim". Mi Saeng tiba tiba masuk ruangan tersebut dengan kesal.


Tapi seakan tidak peduli Lady Mi Shil tetap memainkan gelas itu lagi. Dan terulang lagi dengan nada yang tidak pas..


"Sepertinya hari ini memang sangat tidak menyenangkan, Permaisuri sudah memasuki ruang persalinan." Mi Saeng berucap.


Namun lagi - lagi diacuhkan oleh Lady Mi Shil. Lady Mi Shil memukul gelas tersebut dengan garputala, namun lagi lagi nada yang kurang selaras yang terdengar...


"Hwarang sedang menyiapkan upacara.... dan kau masih ingin memainkan musik, jadi apa kamu ingin merayakan hal ini?!" Dengan panik Mi Saeng menyebut lagi.


Mi Saeng semakin kesal dengan Lady Mi Shil. Sekali lagi, Lady Mi Shil bersikap acuh pada Mi Saeng dan memukul gelas itu lagi. lagi.


"Ck ck ck." Lalu dengan kesal Mi Saeng langsung meraih gelas itu membuang sedikit airnya dan ditaruh kembali ke tempat semula.


Lady Mi Shil tersenyum, langsung memukul gelas tersebut. Ajaib nada irama gelas tersebut langsung teresonansi. Nada yang indah mengalun melalui gelas gelas tersebut.


"Kamu harus menyusun rencana kita secepatnya..." Mi Saeng yang kesal berkata.


"Diam, kumpulkan semuanya, dan juga siapkan seluruh pasukan, sekarang..." Mi Shil memotong kata kata Mi Saeng.


"Pasukan, pasukan." Mi Saeng bergumam.


"Baiklah." Mi Saeng berteriak, sambil tertawa bergegas keluar ruangan.


Lady Mi Shil berdiri mematung, mengambil garputala dikedua tangannya, lalu mulailah konser... irama irama yang indah mulai terdengar...

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Pada waktu yang sama. Di kamar bersalin.


Permaisuri Maya berkeringat, dia benar benar berjuang untuk bayinya.


"Yang Mulia, Yang Mulia." So Hwa terlihat panik.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di tempat Mi Saeng.


Setelah mendapat perintah dari Lady Mi Shil, Mi Saeng membawa pasukannya bersiap, menuju ruang bersalin kuil suci istana. Mengepungnya dari seluruh penjuru.


🌹🌹🌹🌹🌹


Kediaman Lady Mi Shil.


Lady Mi Shil masih bermain dengan musiknya. Sambil mencerna kejadian kejadian yang baru saja terjadi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di saat bersamaan, di ruang tunggu istana.


Yang mulia Raja Jinpyeong gelisah menunggu kelahiran putranya, beliau mondar - mandir, duduk berdiri lagi, jalan lagi, duduk lagi berdiri lagi.... tangannya merem@s - rem@s bajunya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Beralih di ruang bersalin istana, di waktu yang sama.


So Hwa yang mendapat tugas mendampingi Permaisuri, bukannya tenang, malah heboh sendiri. So Hwa berteriak teriak panik di samping Yang Mulia Ratu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di tempat Mi Saeng.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di ruang bersalin istana.


Terlihat So Hwa yang panik sendiri.


"Yang Mulia, dorong dorong" Seol Mae.. memberi semangat ke pada Baginda Permaisuri.


🌹🌹🌹🌹🌹


Kediaman Lady Mi Shil, masih di waktu yang bersamaan.


Lady Mi Shil masih bermain dengan musik nya, tidak sengaja tangannya menyegol gelas dan jatuh pecah.


Dia berhenti, tertegun... lalu samar samar terdengar suara tangis bayi..


🌹🌹🌹🌹🌹


Di halaman ruang bersalin, tempat para tentara berkumpul.


Bersamaan dengan pecahnya gelas Lady Mi Shil, suara tangisan bayi terdengar...


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Di ruang tunggu kerajaan.


Raja Jinpyeong langsung berdiri begitu, mendengar tangis bayi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di ruang bersalin istana.


So Hwa yang panik menjadi tenang setelah mendengar tangis bayi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Beberapa waktu berlalu..


Yang Mulia Permaisuri merasa bahagia setelah melihat bayinya.. Bayi tersebut segera diserahkan oleh kepala sanchiseong Seol Mae, kepada Yang Mulia Permaisuri.


🌹🌹🌹🌹🌹


Kembali ke ruang pribadi Lady Mi Shil.


Lady Mi Shil tertegun, wajah nya berubah memerah menahan marah. samar samar terdengar suara tangis bayi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di ruang bersalin istana.


Seol Mae menggendong bayi tersebut melewati kepala Pendeta Seo Ri, kemudian diserahkan kepada Yang Mulia Raja.


"Yang Mulia ini adalah tuan putri." Seol Mae menyerahkan bayi kepada Baginda Raja.


Senyum Bahagia terpancar dari wajah Baginda Raja Jinpyeong.


"Aku yakin sekali sebelumnya, dia adalah pangeran tapi ternyata dia adalah tuan putri, maafkan aku Yang Mulia." Permaisuri Maya meminta maaf.


"Saya sungguh sungguh minta maaf." Tambah Permaisuri.


"Jangan berkata seperti itu. Bukankah anak ini membuat kita bersama lagi?!" Raja Jinpyeong berkata dengan penuh kasih.


Raja Jinpyeong memandang putrinya sekali lagi, dan mencium pipinya dengan gemas.


"Tapi Yang Mulia." Permaisuri berkata.


"Sayang." Potong Raja sambil menatap wajah Permaisurinya.


Raja kemudian berbalik memandang ke arah anggota Sanchiseong kerajaan. Kemudian berkata.


"Kalian semua keluarlah, tinggalkan kami berdua." Yang Mulia Raja memerintahkan mereka,


"Iya Yang Mulia." Kepala pendeta Seo Ri menjawab.


Dia memimpin semua anggota sancheseong memberi hormat kepada Raja. Seol Mae, terlihat merasa keberatan meninggalkan ruangan tersebut. Namun karena itu adalah perintah Baginda Raja, dengan berat hati terpaksa meninggalkan ruangan tersebut.


Seo Ri memimpin anggota sanchiseong meninggalkan ruang bersalin. Mereka memberi hormat sekali lagi kepada Baginda Raja dan Permaisuri, kemudian melangkah keluar dari ruang bersalin tersebut.


Setelah sampai di luar ruangan tersebut kepala pendeta Seo Ri memberikan tanda kepada kepala sanchiseong Seol Mae dengan anggukan kepala.


bersambung..


🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥗🥗

__ADS_1



__ADS_2