Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.

Pertarungan Si Kembar The King'S Wasted Princess.
3. PSK. 02_01. Penculikan Ratu Maya.


__ADS_3

"Tepat sebelum meninggal, Yang Mulia me - merintahkan padaku. untuk mengumumkan yang menjadi pewaris Takhtanya...bukanlah putra keduanya, Geumnyun, Tapi anak dari Pangeran Dongnyun, Cucu Raja Jinheung, Pangeran Baekjeong." Lady Mi Shil berbicara lantang membacakan wasiat terakhir Raja Jeunhung di depan singgasana ruang sidang istana.


Pangeran Geumnyun yang bergelar Raja Jinji, mejadi raja dan berkuasa selama 4 tahun itu lemas seketika, Dia merasa kecewa dan marah.


Tubuhnya bergetar, lemas kemudian terduduk di singgasananya. Dia di khianati Istrinya sendiri, lady Mi shil yang telah memberikannya seorang putra.


Semua yang hadir di istana terkejut, terutama Pangeran Baek Jeong dan pelayan So Hwa yang sudah mengetahui rencana Mi Shil. Para menteri yang hadir juga saling berpandangan satu sama lain. Salah satu menteri yang melihat Pangeran Baek Jeong bersembunyi di balik altar singgasana, langsung bergegas manarik tangan Pangeran itu.


"Kami berkumpul untuk penguasa dan raja kami!" Menteri Noribu berteriak sambil mengangkat tangan kanan Pangeran Baek Jeong.


Serempak seluruh orang yang hadir di istana tersebut duduk bersimpuh sambil mengelu - elukan Pangeran Baek Jeong.


"Yang Mulia, Yang Mulia, Yang Mulia, Yang Mulia." Ucap mereka serempak.


🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇


So Hwa mencari cara agar Baek Jeong dapat meninggalkan istana, untuk mencari Maya. Dia menemukan lubang di dinding istana, sebagai jalan rahasia keluar masuk istana.


"Ehh... Bagaimana mungkin?! lubangnya terlalu kecil!" Ucap So Hwa menyadari lubang dinding yang lebih kecil dari perkiraannya.


"Cepatlah, lakukan saja." Pangeran Baek Jeong bicara agak keras mengagetkan So Hwa.


"Baiklah." So Hwa menggangukan kepalanya.


"Maafkan aku." Pangeran Baek Jeong minta maaf pada So Hwa.


"Putri Mishil ingin menikahi lelaki seperti Anda yang lebih muda 16 tahun dari dia." So Hwa memandang Baginda Raja.


"Dan nekat menyakiti Putri Maya?!" So Hwa takut Mi Shil akan menikahi Baek Jeong, ini sangat tidak adil buat Maya.


"Dia bisa lebih buruk dari itu, Ehh... tidak akan." Pangeran Baek Jeong berkata pada So Hwa.


"Cepatlah, Dia akan segera kembali ke istana." Pangeran Baek Jeong melihat tandu dan di jaga orang, para pengawal putri Mi Shil.


"Mi Shil itu licik sekali seperti ular dan kalajengking." Berkata Pangeran Baek Jeong kepada So Hwa.


🌼🌺💐🌸💮🏵🌹


Lady Maya masih ditahan oleh pasukan Hwa Rang. Dia ditahan dalam kereta kuda, dan seorang pengawal menodongkan pisau belati di lehernya.


Mereka adalah bawahan dari Seol Won Rang yang merencanakan pembunuhan kepada Permaisuri Maya.


💐🌸💮🏵🌹🥀🌺🌻🌼🌷

__ADS_1


Mi Shil menyajikan teh untuk suaminya (Se Jong) dan mengatakan dia akan segera menjadi Permaisuri Baek Jeong (ini cewe benar2 deh..).


"Sekarang aku akan menjadi Permaisuri dari Yang Mulia Pangeran Baekjeong. Apakah anda tidak sakit hati, melihatku berhubungan dengan pria lain?" Mi Shil tersenyum manja kepada Se Jong.


Se Jong tahu bahwa tak ada seorang priapun, yang mampu mengambil dan menaklukkan hati Mi Shil.


"Yang Mulia Jinheung berkata padaku, Tidak ada seorang pun yang bisa memiliki Putri Mishil, untuk dirinya sendirinya. Aku hanya menyesal tidak dilahirkan sebagai seorang Raja atau Seonggol*." Se Jong membenci dirinya sendiri.


[*seonggol \= kasta tertinggi dalam urutan penerus tahta.]


"Seolwon Rang telah datang, Seju. Yang Mulia Pangeran Baekjeong telah menghilang." Seol Won Rang melapor pada Mi Shil.


"Lalu Maya?!" Mi Shil bertanya kepada Seol Won.


"Kami sudah mengurusnya. Dapat dipastikan kematiannya menunggu waktu." Seol Won menjawab pertanyaan Lady Mi Shil.


"Segera temukan Baek Jeong. Jika kita tidak memiliki Baek Jeong, tidak ada satupun Dewan Bangsawan atau Hwarang yang akan mendukung kita." Mi Shil memberi perintah bahwa Baek Jeong harus ditemukan.


"Baik lah." Jawab Seol Won Rang.


🌺🌺🌺🌺🌺


Pangeran Baek Jeong yang berhasil keluar istana, segera pergi sejauh mungkin. Setelah mendapatkan seekor kuda, Dia memacu secepatnya.


"Maya, selamatlah, kamu harus selamat, kumohon." Gumam Baek Jeong.


Moon noh berjalan menyusuri sungai, tanpa sengaja dia melihat tandu yang mencurigakan dikawal beberapa pengawal ditengah malam.


"Mana mungkin tengah malam begini ada yang bepergian menggunakan tandu." Gunam Gukseon.


Dia pun mengikuti tandu tersebut. Benar, ternyata itu adalah tandu yang mengurung lady Maya.


"Itu Munno, Gukseon Munno, Tidak ada cara lain! Bunuh dia." Salah satu dari pengawal menunjukan jari, langsung diikuti rekan rekannya mecabut pedang.


"Kalian mengarahkan pedang padaku, meskipun kalian tahu aku adalah Gukseon kalian?!" Moon noh berucap penuh ketenangan.


Terjadilah pertarungan yang tidak seimbang. Walaupun dikeroyok dengan pedang, tetap saja mereka bukanlan tandingan Moon noh yang cuma menggunakan tali sebagai senjatanya.


"Diamlah disana, bahkan bila jumlah kalian ratusan, apa kalian pikir sanggup menandingi keagungan Gukseon." Gukseon Moon noh mendekati tandu yang menahan Lady Maya.


Gukseon Moon noh berusaha menyelamat kan Maya. Tetapi Maya dibawa keluar dengan pisau di leher.


"Berhenti, jatuhkan pedangmu, jatuhkan sekarang, atau aku akan potong lehernya." Ancam pengawal yang sejak tadi menjaga Lady Maya dengan pedang dihunuskan dilehernya.

__ADS_1


Gukseon Moon Noh harus berhenti atau Maya akan dibunuh. Gukseon Moon Noh tidak bisa berbuat apa apa kecuali melempar pedangnya ke tanah.


🌾🌾🌾🌾🌾


Pangeran Baek Jeong terus memacu kudanya dengan cepat, dia ingin segera menemukan lady Maya istri tercintanya. Namun ditengah perjalanan Pangeran Baek Jeong dihadang oleh Seol Won Rang.


"Yang Mulia, anda ingin kemana." Seol Won rang memerintahkan prajurit menghalangi jalan Pangeran Baek Jeong.


"Mencari Maya, aku harus membawa Maya kembali ke istana." Teriak Pangeran Baek Jeong.


"Aku akan mencarinya, untuk anda, Kami bertanggung jawab atas keselamatan anda." Jawab Seol Won rang meraih kendali kuda Pangeran Baek Jeong.


Dan Pangeran Baek Jeong dibawa paksa kembali ke istana.


🌷🌷🌷🌷🌷


Maya dan Moon Noh ditangkap, akan dilempar ke laut dan ditenggelamkan. Para pengawal mengikatkan batu pemberat pada tubuh mereka.


"Inilah Gukseon kita, Gukseon yang akan menjadi mayat di neraka." Kepala pengawal mengejek Moon Noh, sambil tertawa.


"Yang Mulia Permaisuri, anda tidak apa apa." Moon Noh berucap kepada lady Maya.


"Kita akan berjumpa di neraka." Lady Maya menyumpah kepada para pengawal yang mengikatnya, tanpa menjawab pertanyaan Moon Noh.


Keduanya didorong terjatuh ke laut, Moon Noh pingsan, kepalanya terbentur batu dan Maya berusaha untuk melepaskan diri. Dia merasakan nafasnya mulai berakhir, namun disaat saat genting itulah terjadi.........


🌹🌹🌹🌹🌹


Pangeran Baek Jeong dibawa kembali ke istana dengan kawalan satu pasukan khusus bawahan Seol Won Rang. Jadi mulai saat ini dia hanya sebagai Raja boneka.


🌸🌸🌸🌸🌸


Di lain tempat, satu demi satu, Seol Won Rang membantai semua pengawal yang terlibat dalam penculikan Maya. Tak terkecuali kepala pengawal yang setia kepada Seol Won Rang ikut menjadi korban.


Mi Shil yang menyaksikan langsung, tersenyum lebar merasa sangat puas. Mi Shil mengangkat Baek Jeong menjadi Raja Jinpyeong dan membuat Jinpyeong sebagai Raja bonekanya.


Mi Shil mengajukan usul pernikahan karena Maya telah menghilang selama 6 bulan. Kerajaan tidak boleh tanpa seorang Permaisuri.


Raja Jinpyeong mengatakan ia tidak memiliki pendapat dan meninggalkan ruangan.


**bersambung.


🍒🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


ikuti Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild), Gusku Suamuiku (Robb Maafkan Aku Menikung Cinta MU) dan Legenda Ponorogo** (The Legend of Reyog City).



__ADS_2