
Gukseon Moon Noh bergegas memacu kudanya dengan kecepatan tinggi. Di belakangnya, Seol Won memimpin pasukan mengejarnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di selasar menuju ruang aula raja.
"Yang Mulia akan menyembunyikan salah satu bayi untuk menghindari ramalan, aku tahu itu pasti Moon Noh. Gerakan seluruh pasukan, jangan biarkan Moon Noh atau siapapun pergi meninggalkan istana." Mi Shil memberi instruksi kepada Mi Saeng.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dalam bilik bersalin kuil suci istana.
"Jangan." Yang Mulia Permaisuri menangis.
"Berikan." Yang Mulia Raja. Dia mengambil paksa putri ke 2 nya dari pelukan istrinya. Kemudian menyelimutinya dengan kain tirai sutra pentunup ranjang.
"Maafkan, maafkan kami putri kecilku... maafkan." Raja memeluk putri kecilnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di luar kuil suci istana.
Guk seon memaksa masuk ke dalam kuil suci istana. Kuil istana tersebut dijaga ketat orang orang orang Mi Shil. Ketika sampai pintu terluar kuil suci istana, Moon Noh bergegas mendobrak pintu yang dijaga 2 pengawal tersebut.
Terjadi dorong mendorong antara Gukseon dan 2 pengawal tersebut. Gukseon Moon Noh menarik napas, menggunakan sedikit tenaga dalam. Dengan sedikit hentakan, 2 orang pengawal itu terlempar oleh dorongan tangan Gukseon Moon Noh.
Gukseon Moon Noh langsung masuk kedalam halaman kuil suci istana, ternyata satu pasukan tentara dan Hwarang bawahan lady Mi Shil sudah bersiap mengepungnya.
Tentu saja mereka bukan lawan sepadan bagi Gukseon Moon Noh. Dengan sedikit tenaga dalam dan ilmu meringan tubuh tingkat tinggi, mereka dibuat pontang panting oleh jurus jurus tangan kosong Gukseon Moon Noh.
Tak berapa lama mereka terlempar ke segala arah oleh hentakan tenaga dalam Gukseon Moon Noh.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di dalam bilik bersalin kuil suci istana.
"Pergi. Bawa pergi selamatkan dia." Yang Mulia Raja memberi amanah kepada So Hwa.
"Kemana." So Hwa menjawab amanah yang diberikan kepadanya, penuh keraguan.
"Kemana saja, keluar dari istana. Cepat pergi." Raja berkata sambil mendorong So Hwa.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di Kuil suci istana.
Gukseon Moon Noh memasuki ruang utama kuil suci istana. Dua orang pendeta pria mencoba menghalau Gukseon Moon Noh dengan pedangnya. Gukseon Moon Noh berlari menyongsong sambil menghidar dengan satu hentakan dua pendeta itu terlempar kesamping.
Gukseon Moon Noh bergegas berlari menuju ruang bilik bersalin, sembilan sanchiseong berusaha menghalangi. Satu tarikan napas Gukseon Moon Noh membuat mereka kocar kacir. Tanpa peduli Gukseon Moon Noh berlalu secepatnya.
"Anda tidak diperkenankan masuk." Di selasar dekat pintu masuk bilik bersalin, Gukseon dihadang Seol Mae. Seol Mae merentangkan tangan melarang Gukseon Moon Noh masuk.
Tanpa menjawab Gukseon Moon Noh menarik tangan Seol Mae, melemparkannya ke arah Sanchiseong lainnya. Gukseon Moon Noh berlari secepatnya, dan menutup pintu selasar.
Para pengawal yang mengejar Gukseon. Tapi terlambat, Gukseon sudah mengunci pintu selasar dari dalam.
"Buka pintu, atau kami dobrak." Hwarang menggertak. Mereka mencoba mendobrak pintu selasar yang besar. Tapi semua itu sia sia. Bersama para sanchiseong dan pengawal, akhirnya mereka keluar kuil suci menuju halaman.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di dalam bilik bersalin.
"Tidak... So Hwa, jangan.. Yang Mulia jangan lakukan itu." Yang Mulia Permaisuri berucap sambil menangis.
Yang Mulia Raja mendorong So Hwa yang sedang menggendong putri ke 2 raja menuju pintu keluar. Belum sampai di pintu mereka dikejutkan dengan suara pintu bilik di gedor dari luar.
"Dok.. dok.. dok..." Suara pintu digedor.
Yang Mulia Raja dan So Hwa terbengong.
__ADS_1
"Dok .. dok... dok.." Suara pintu digedor lagi.
Dengan segera Yang Mulia Raja berlari menuju pintu.
"Siapa di luar." Yang Mulia Raja berkata dengan lantang.
"Yang Mulia, ini saya Gukseon Moon Noh." Gukseon Moon Noh menjawab dari balik pintu.
"Gukseon Moon Noh," Raja kembali bertanya memastikan.
"Iya, Yang Mulia.. saya Gukseon Moon Noh." Gukseon Moon Noh menjawab dengan tenang.
Yang Mulia bergegas ke arah pintu dan membukanya. Setelah pintu terbuka, tampak Gukseon di balik pintu.
"Yang Mulia." Gukseon Moon Noh membungkuk memberi hormat.
"Gukseon." Yang Mulia Raja berucap lirih, wajah yang semula tegang kembali tenang.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di halaman kuil istana.
Seol Mae, Sanchiseong dan semua pengawal baru saja keluar dari kuil istana. Dengan wajah cemas terlihat mereka menunggu seseorang. Mereka pergi meninggalkan kuil istana.
Baru sampai setengah halaman, Seol Won tiba di kuil istana memimpin pasukannya.
"Apa Gukseon datang kemari ? dimana dia ? Seol Won bertanya pada Seol Mae. Seol Mae menunduk memberi hormat.
"Gukseon menerobos masuk, bertarung dengan penjaga dan kami terlempar keluar." Seol Mae, menjawab menjawab pertanyaan saudara laki lakinya itu.
Seol Won kemudian memandang para prajuritnya, menarik napas hendak memberi perintah. Namun ketika hendak melangkah, Gukseon Moon Noh terlihat keluar kuil menggendong seorang bayi.
Gukseon Moon Noh berhenti melihat ke arah prajurit bersenjata lengkap, kemudian memandang ke arah Seol Won. Seol Won terkejut melihat Gukseon menggendong bayi, kemudian mereka saling menatap. Gukseon melirik ke bayinya dan mengeratkan gendongannya.
"Hentikan Gukseon." Seol Won memberi komando kepada para prajuritnya.
"Siap." Pasukan menjawab serentak, kemudian mereka mencabut senjata siap menyerang Gukseon.
"Aku tidak ingin membunuh kalian, kalian adalah prajurit shilla. Ingat aku adalah Gukseon kalian" Gukseon berteriak mengingatkan pasukan.
[Gukseon \= sekelas Jendral]
Namun para prajurit itu tidak mempedulikan teriakan Gukseon dan maju menyerang. Terjadilah pertarungan sengit antara Gukseon dan Para tentara.
Walaupun lebih dari seratus tentara, mereka bukanlah lawan seimbang Gukseon, namun karena tidak mau melukai mereka, akhirnya Gukseon terdesak.
Gukseon terpaksa membuang cambuk dan mengaitkan kakinya mengambil tongkat. Dengan tongkat di tangan, hampir seluruh prajurit di buat pingsan oleh Gukseon Moon Noh.
Mengetahui itu Seol Won marah dan mecabut pedangnya. Seol Won berlari menerjang ke arah Gukseon. Mengetahui itu Gukseon berlari kedepan, membuang tongkat dan menyambut serangan Seol Won.
Saat berhadapan, Seol Won menyerang leher Gukseon. Gukseon merunduk dan terus berlari. Ternyata itu semua trik Gukseon untuk menghindar, bila tanpa meringankan tubuh yang tinggi mustahil dapat menghidari cepatnya sabetan pedang Seol Won.
Setelah berlari agak jauh, tepat di bawah gapura. Gukseon memutar tubuh menghadap para prajurit yang sebagian besar pingsan. Seolah mengejek, Gukseon tersenyum. Kemudian berlari keluar.
Seol Won memerintahkan seluruh pasukan yang tersisa mengejar Gukseon Mooh Noh.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di ruang aula raja.
Para Hwarang, Bangsawan, Menteri sudah berkumpul, mereka berkumpul untuk memberikan ucapan selamat kepada Yang Mulia Raja atas kelahiran Tuan Putri.
Para Hwarang akan melakukan pertunjukan seni di aula raja tersebut.
Tidak berapa lama, Mi Shil di dampingi Chil Sook dan para danyang tiba di ruang aula raja tersebut. Mi Shil tersenyum kearah semua yang hadir di ruang tersebut.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di Regol paling luar istana, Gerbang terluar istana Seorabol.
__ADS_1
Pasukan tentara telah bersiaga di depan gerbang. Dipimpin oleh Mi Saeng, mereka mempersiapkan dan berjaga apabila ada siapapun yang keluar masuk istana.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di ruang aula raja.
Mi Shil memasuki ruang aula raja, Mi Shil disambut semua yang hadir di ruang tersebut.
Dengan tenang Mi Shil berjalan dan memeriksa barisan para Hwarang yang hendak melakukan pertunjukan.
Kemudian Seol Mae, memasuki ruangan dan memberi hormat kepada Mi Shil.
"Umumkan kedatanganku." Mi Shil, berucap lirih kepada Seol Mae.
"Tapi." Seol Mae menjawab ragu, dia ingin melaporkan kejadian di bilik bersalin kuil suci istana.
"Umumkan... apa yang kamu tunggu... aku disini untuk memberikan selamat atas kelahiran bayi suci ini... umumkan." Mi Shil berbicara pelan penuh penekanan.
"Yang Mulia telah tiba." Pengawal pribadi Baginda Raja berteriak memotong ucapan Mi Shil.
Semua yang hadir dalam riang aula raja berdiri berjajar membentuk barisan menghadap panggung mimbar kehormatan.
Semua yang hadir menunduk memberi penghormatan. Pintu mimbar terbuka, tidak berapa lama Yang Mulia Raja hadir. Yang Mulia menggendong Tuan Putri dampingi dua orang kasim. Yang Mulia Raja naik ke atas mimbar.
"Hidup Yang Mulia Raja." pengawal berteriak memberi aba aba.
"Hidup Yang Mulia Raja." Semua yang hadir mengelu elukang Yang Mulia.
"Hidup Yang Mulia Putri." Pengawal memberi komando.
"Hidup Yang Mulia Putri." Semua yang hadir mengikuti komando Pengawal.
"Hidup Yang Mulia Raja." Pengawal berteriak kembali.
"Hidup Yang Mulia Raja." Semua yang hadir mengikutinya.
Raja mengangkat tinggi tinggi putrinya.
"Inilah putri kerajaan kita, putri bangsa kita, putri shilla putri Cheonmyong." Yang Mulia Raja bertitah, tangannya bergetar mengangkat putrinya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Diantara kuil suci istana dan pintu gerbang terluar istana.
Gukseon berkuda meninggalkan kuil suci istana. Dengan cepat meninggalkan seluruh pengejarnya, memasuki gerbang terluar istana. Gukseon terkejut melihat prajurit yang telah bersiap menyambutnya.
Gukseon terjebak, di belakang pasukan Seol Won bergerak mendekat dan di depan pasukan Mi Saeng menunggu di depan. Dengan cepat Gukseon di kepung pasukan dari segala penjuru.
Menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi dan didukung tenaga dalam nya, Gukseon terbang kesana kemari menghajar para prajurit yang mengepungnya.
Gukseon terbang ke arah pintu gerbang, naik ke atas menara kakinya menendang seluruh obor yang terletak diatas pintu gerbang. Obor obor berjatuhan dan membakar bagian bawah gerbang tersebut.
Para prajurit di buat kocar kacir dengan kemampuan Gukseon. Seol Won geram melihat kemapuan Gukseon, dengan marah diraihnya busur dan anak panah. Dibidiklah Gukseon.
Gukseon dengan lincah menghajar para prajurit yang mendekatinya. Tangan kirinya tetap menggendong bayi tuan putri yang kedua. tiba tiba sebuah anak panah melesat kearah bayi yang di gendong nya.
Seol Won dengan kesal membidik kearah dada Gukseon, karena Gukseon selalu bergerak dia kesulitan membidiknya. Lalu akhirnya dia lepaskan panah tersebut.
Gukseon terkejut, gendongannya terlempar ke udara. Mi Saeng yang sedari tadi diam, terkejut melihat bayi di gendongan Gukseon terlepas..
Bayi itu terbang, dan terjatuh kebawah, setelah mencapai tanah terus mengelinding, sehingga kain penutupnya terlepas sampai seluruhnya.
Gukseon yang menyadari hal itu segera pergi diam diam ditengah keterkejutan seluruh pasukan, yang terbengong. Hingga ketika mereka sadar Gukseon telah pergi dari tempat itu.
"Ternyata Gukseon menipu kita." Mi Saeng mengumpat kesal.
"Ternyata itu hanya guling yang dibalut kain." Seol Won berseru marah.
"Dimana Gukseon, tangkap Dia." Mi Saeng yang baru menyadari Gukseon Moon Noh telah menghilang dari tempat itu..
__ADS_1
bersambung.