Pesona Sang Pemilik Sistem

Pesona Sang Pemilik Sistem
Chapter:35


__ADS_3

Beberapa tahun sebelumnya.


Arvin masih menduduki bangku smp. Tidak seperti sekarang, pada saat itu dirinya masih anak yang disukai oleh kesuraman. Hidupnya tampak selalu menyendiri, di pojok kelas, sambil tertunduk lesu di setiap saatnya.


Namun, tak lama kemudian dia merasakan sesuatu memaksa keluar dari bawah sana. Dengan segera dia pergi untuk kencing di toilet. Ketika sedang berlari, tak sengaja ia menabrak seseorang.


Karena merasa tidak tega, dia membantu wanita itu untuk kembali bangkit dan meminta maaf. Terlihat, wajah wanita yang ditabrak olehnya tertutup oleh rambut kusutnya. Sejenak Arvin berpikir jika wanita itu sama aneh dengan dirinya.


Dia tersenyum bahagia ketika mengetahui ada seseorang yang mirip seperti nya. Seketika, saat itu juga dia merasa tak perlu pergi ke toilet karena rasa kebelet nya telah menghilang. Perasaan itu diganti oleh perasaan ingin berteman dengan wanita di depannya.


Setelah memberanikan diri untuk berbicara, dia akhirnya mengetahui nama wanita di depannya, yaitu Rena Aprilia. Sungguh nama yang bagus menurut nya. Setelah itu, dia mulai melakukan pendekatan hingga berakhir dengan rasa cinta yang membuat hubungan mereka menjadi lebih spesial.


Tetapi, hubungan itu harus terputus karena jarak. Setelah hampir naik kelas, Rena berpamitan kepada Arvin untuk pindah keluar kota. Tentu saja itu menyakitkan baginya, mencoba untuk tetap tegar, dia tersenyum atas kepergian cinta pertamanya.


Itu merupakan perpisahan yang menyakitkan, apalagi ketika Arvin tidak memiliki ponsel untuk berkomunikasi bersama Rena. Jika saja dia memiliki ponsel, mungkin cintanya tidak akan berakhir dengan mudah.


Waktu berlalu begitu cepat, dan kini mereka dipertemukan kembali dengan sosok yang berbeda. Arvin yang suram telah menghilang, begitu pula dengan Rena yang pemalu. Semua itu telah terhapus oleh waktu dan pengalaman hidup.


"Tidak terasa waktu sudah berlalu begitu banyak, ya?" Ucap Arvin sambil menatap Rena ketika mereka sedang menunggu makanan yang dipesan.


"Y-ya, aku juga merasa begitu…" Lirih Rena sambil sesekali melirik Arvin dengan perasaan bahagia, terutama ketika menyadari jika Arvin semakin tampan dimatanya.


Ketika bell istirahat sudah berbunyi, Arvin yang merasa lapar pergi menuju kantin, dan tanpa diduga ternyata Rena juga berpikir demikian. Dengan begitu mereka berdua bisa dipertemukan di kantin sekolah, dan berakhir dengan makan siang bersama.

__ADS_1


Meski begitu, Arvin masih merasa sakit hati ketika tidak sengaja melihat sosok wanita yang dicintainya sedang makan siang bersama dengan Tomi. Pria yang telah menjadi musuh bagi Arvin.


Ketika sedang berjalan menuju kantin, dia bisa melihat Sintia sedang berjalan bersama Tomi menuju tempat yang sama dengan Arvin. Namun, mereka memilih duduk di kursi pojokan sambil menyantap makanan yang tampaknya buatan dari Sintia. Pasalnya Arvin melihat Sintia membuka kotak bekal yang di keluarkan dari tas miliknya.


Walaupun merasa sakit hati, Arvin tetap mencoba tenang dengan memaksakan senyumannya yang pahit. Karena tidak ingin melihat penampakan itu lebih lama lagi, Arvin berjalan menuju kursi yang berjarak lebih jauh dari tempat mereka.


Tetapi secara mengejutkan, ternyata tempat duduk yang Arvin tuju sudah terdapat sosok Rena sedang duduk di kursi satunya. Tentu saja itu bukan sebuah kesialan bagi Arvin yang justru merasa bahagia dengannya.


Tanpa disadari oleh Arvin, ternyata sejak awal Sintia sudah melihat keberadaannya. Hanya saja dia mencoba untuk pura-pura tidak peduli, karena mulai saat ini dirinya sudah tidak memiliki hubungan dengan Arvin. Walaupun itu juga sesuatu yang tidak diinginkan oleh Sintia.


Tak lama setelah perbincangan tersebut, pesanan mereka telah tiba. Arvin dan Rena menerimanya, dan sebelum mereka memakannya, Arvin membuka percakapan yang mengarah terhadap kehidupan pribadi.


"Sekarang kamu sedang sibuk dengan apa?" Tanya Arvin sambil mengaduk-aduk makanannya.


Arvin menghentikan tangannya dengan mata melebar, perlahan dia menatap Rena yang masih tertunduk. Dia meletakkan sendok nya, kemudian memegang tangan Rena dengan tatapan ingin tahu.


"Tolong jadikan aku murid mu, guru!"


"... A-apa!?"


Rena terkejut, dia ingin segera melepaskan pegangan Arvin, namun sayangnya itu tidak bisa. Dengan pasrah dia mendengarkan penjelasan dari Arvin yang ingin membangun karir nya menjadi streamer dan dia ingin melakukan kolaborasi dengan Rena untuk memancing viewers.


Dengan begitu, Rena mengangguk kecil. Tetapi di dalam hatinya dia sangat bahagia, wujud kecilnya melompat-lompat di dalam hati. Tanpa diketahui oleh mereka bahwa momen tersebut sedang dilihat oleh Sintia yang menaruh rasa cemburu terhadap Rena.

__ADS_1


Melihat Maria yang menempel pada Arvin saja sudah membuatnya kesal, dan sekarang bertambah satu lagi. Tetapi ketika menyadari jika hubungannya dengan Arvin telah berakhir, dia tertunduk mengabaikan Tomi yang merasa bingung dengan sikapnya.


Menyadari jika dibalik sikap tunangannya itu karena Arvin, Tomi mengerutkan alisnya melihat Arvin yang terlihat bahagia dengan teman sebayanya. Namun tak lama kemudian dia tersenyum ketika melihat Maria sedang memeluk Arvin sambil membentak Rena yang tak bersalah.


'Hee… karena kau masih mencari masalah denganku, maka tidak masalah bukan jika aku melakukan pembalasan?' Tomi merencanakan sesuatu sambil melihat Maria, seolah dirinya mengetahui tentang perasaan Maria kepada Arvin.


***


Arvin sedang berada di ruangan pribadinya dengan Rena sedang duduk di sampingnya sambil menatap kagum peralatan Arvin yang dia ketahui harganya.


'Ini semua begitu mahal dan canggih! Aku tak percaya kenyataan jika aku sedang berada di dekat mereka!?' Rena tak bisa menutup kekagumannya, sampai-sampai membuat Arvin menyadari ekspresi kagumnya.


Tak lama kemudian Rena mengalihkan pandangannya ke arah Arvin, "Apa ini semua milikmu!? Bagaimana kamu bisa memilikinya? Bagaimana kamu bisa memilikinya?" Tanyanya penuh antusias.


"Ahaha, itu tak perlu dipikirkan. Aku baru saja membelinya…" Arvin mencoba tetap tenang sambil tersenyum canggung.


Rasanya Rena ingin menanyakan lebih tentang itu, tetapi dirinya merasa tak enak jika harus melakukannya kepada Arvin yang telah lama tidak bertemu dengannya. Setelah itu mereka kembali fokus, kemudian Rena membuka ponselnya dan mengumumkan tentang kolaborasi mereka.


Perlu waktu singkat hingga kolom komentar postingan pengumuman berhasil dipenuhi oleh jutaan orang yang cukup penasaran dengan sosok Arvin. Dengan begitu, mereka berdua langsung memulai streaming dengan semangat.


Rena langsung melakukan intro dan permintaan maaf karena live streamingnya saat ini tidak akan membahas makanan, tempat liburan, dan juga barang-barang mewahnya. Karena saat ini, Rena akan bermain game bersama dengan Arvin yang sudah siap sambil melambaikan tangannya.


Tetapi para penonton langsung kecewa, sekaligus semakin penasaran dengan sosok Arvin yang sedang menutupi identitasnya. Mereka kecewa karena Rena telah menipu mereka yang berkata akan melakukan kolaborasi dengan pria tampan. Tetapi di sisi lain mereka juga penasaran dengan sosok Arvin yang sedang memakai topeng disertai jaket kerah panjang yang memiliki warna sama-sama hitam.

__ADS_1


Itu semua karena Arvin tidak ingin mengumbar kan identitasnya sebelum subscriber nya mencapai lebih dari dua juta. Dia berencana untuk melakukan kejutan terhadap penggemarnya sekaligus kepada keluarga Sintia, dan itu juga tak luput dari kepercayaan diri Arvin yang menaruh keyakinan jika subscriber nya akan meningkat pesat dengan cara seperti ini.


__ADS_2