Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps 01(Awal)


__ADS_3

Terik matahari sudah muncul menggantikan malam. Terlihat disana seorang gadis masih terlelap dengan selimut kesayangannya.


"Callyaaaa bangunn ini sudah jam berapa?


kalo kamu tidak mau bangun, ibu akan jual motor butut kamu itu!!" Teriak sang ibu, ya dia adalah ibunya Calya yaitu Maya Maharani.


"Eehhh jangan dong ibuku yang cantik... iya-iya Al bangun" ucap Calya yang langsung beranjak bangun ketika sang ibu tiba-tiba membawa-bawa motor kesayangannya itu. Sebenarnya Calya orang yang sangat penyayang, apalagi terhadap keluarganya dan sahabatnya. Calya mempunyai sahabat tetapi dia hanya mempunyai satu, yaitu Cindy.


Sesudah siap-siap dengan ritual paginya itu, Calya pun turun kemeja makan menyusul kedua orang tuanya. Calya merupakan anak tunggal, tak heran jika kedua orang tuanya sangat menjaga dan menyayangi dia.


"Bu, Ayah, Al mau langsung berangkat sekolah aja ya... ini udah siang" ucapnya dengan terburu-buru.


"Yasudah, jangan lupa pulang sekolah harus langsung pulang kerumah jangan keluyuran" ucap Bayu ayahnya Calya.


"Siap laksanakan! yasudah bu, yah, Al pamit dulu yah" Pamit Calya mencium tangan kedua orang tuanya itu.


Calya pun menaiki motor vespa butut kesayangannya itu menuju kesekolah.


#**DISEKOLAH


Dikelas XI IPA**2****


Sesampainya dikelas, Calya langsung duduk di samping sahabatnya itu sambil menidurkan kepalanya di atas meja.


"Heh Al, tumben banget lo telat biasanya lo nyubuh di sekolah" Ujar Cindy sahabatnya itu yang kebingungan dengan Al, karena biasanya Calya selalu datang pagi. Tapi tidak nyubuh juga sih.


"Gue tuh kesiangan Cin gara-gara gue begadang semalem liat bola" lirih Calya sambil menegakan kembali tubuhnya.


"Lo sih bola pake ditonton, bola tuh dimainin bukan di tonton... Aneh lo ya Al" kata Cindy dengan polosnya berkata seperti itu kepada Calya.


PLETAK!!


"Heh Cin, lo punya otak tuh dipake napa... yang gue mksd itu Nonton filmnya nya!! tau gak F.I.L.M.!!" Calya dengan penekanan kata film.


"Duh kening gue yang paling mulus kenapa lo sentil sih! kan sakit ogeb" kata Cindy sambil mengusap-usapkan keningnya.


Calya tak seperti wanita-wanita pada umumnya yang hoby berdandan, ber belanja dan lain-lainnya. Ia sangat tomboy dikalangan para wanita, jadi tak heran jika ia mempunyai hoby seperti seorang pria. Walaupun tomboy, tetapi Calya terlihat seperti wanita pada umumnya, ia sangat feminim jika dilihat dari penampilannya.


Tak selang beberapa lama bel masuk pun berbunyi, yang melerai keributan mereka berdua.


Sesudah pelajaran selesai, mereka berdua pergi kekantin untuk mengisi perutnya.


"Al ke kantin yuk gue laper nih"


"Yuk cin gue juga laper nih dari pagi gue belum sarapan"


Mereka pun kekantin.


#kantin


Disaat Cindy dan Calya sedang menikmati makanannya, seketika itu kantin pun sangat riuh karena kedatangan seseorang. ya siapa lagi kalau bukan pria terpopuler yaitu Rey.


"Eh Al itukan kak Rey, sama siapa tuh kayaknya pacar barunya deh"


"Gatau tuh gak penting juga"


"Eh Al, lo gak mikir apa setiap gue liat ya, kak Rey itu selalu ganti-ganti pacar"


"Kan lo juga tau kalo dia itu si playboy cap kaki badak" lirih Calya dengan malas.


"Gede dong hahaha" Cindy terbahak-bahak mendengar penuturan Calya.

__ADS_1


Calya sangat benci dengan Rey karena dia selalu membuat masalah dengannya. Maka tak heran jika bertemu dengannya dia sangat cuek dan agak sinis terhadap Rey.


"Hai Al, gue boleh duduk gak disini soalnya udah penuh banget gak ada meja kosong nih" ucap Rey dengan penuh harapan.


"Yaudah gausah makan dikantin kalo gak ada lahan buat lo makan! gue gak sudi duduk ama lo" Sinis Calya.


"Heh, liat aja Al gue bakal buat lo tunduk sama gue dan buat lo jatuh cinta sama gue" ucap Rey dalam hati.


"Kok lo gitu sih sama gue Al, kan gue cuman numpang duduk doang" lirih Rey dengan sedikit memelas.


Ditengah-tengah perdebatan mereka, tiba-tiba saja pacar Rey menyela.


"Heh lo gausah belagu deh jadi orang... Ini kan tempat umum jadi lo gak berhak buat usir kita!" Ucap Mina pacar dari Rey yang tiba-tiba memotong pembicaraan mereka.


"Hah terserah lo deh mau ngomong apa, gue udah gak selera makan. Yuk Cin kita ke kelas, males gue di sini. " ucap Calya yang langsung beranjak dari duduknya.


"Lah Al, gue kan belum selesai makannya"


"Udah nanti pulang gue teraktir baso deh"


"Beneran!? Yaudah ayo deh" ucap Cindy dengan semangat.


Cindy dan Calya meninggalkan kantin, sedangkan Rey dan Mina terdiam melongo.


Melihat Calya yang pergi begitu saja, Rey menjadi geram melihatnya. Dengan mengepalkan tangannya menahan amarah dan langsung berkata.


"Kita Putus!!"


"Hah! sayang kamu becanda kan? kenapa kamu berkata seperti itu?" Mina sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Rey sekaligus menahan malu karena mereka masih di kantin dan banyak sekali yang melihat itu dan mereka pun tidak akan meninggalkan moment seru ini menurut mereka.


Tetapi beda dengan Rey, dia seakan sudah terbiasa menjadi pusat perhatian seperti itu.


Dan Rey langsung pergi meninggalkan Mina yang masih mematung karena menunggu jawaban dari Rey.


#FLASHBACK ON


Calya sebenarnya pindah sekolah, dia berasal dari Bandung dan sekarang pindah ke jakarta bersama kedua orangtuanya.


"Ibu, Ayah, Calya gak mau pindah sekolah yahh Calya maunya tetap di Bandung" ucap Calya yang sedang memprotes kedua orang tuanya.


"Nggk boleh, kamu harus tetap pindah" Bantah sang ayah.


"Sayang kamu turutin kata ayah yah, ini juga demi kebaikan kamu nanti kalo kamu di Bandung siapa yang jagain kamu di sana? Nenek kan udah gak ada, jadi kamu harus pindah yah disini sama ibu dan ayah" Lerai Maya pada Calya.


"Huufth baiklah Al akan pindah, tapi dengan satu syarat Al harus pergi kesekolah membawa motor vespa kesayangan Al si pink"


"Baiklah terserah kamu saja" Pasrah Bayu


Bayu pun mengizinkan anaknya itu, mau bagaimanapun juga ia harus pindah.


Disekolah SMAN NUSA BANGSA


Sesampainya disekolah, Calya sempat kebingungan mencari-cari kelasnya karena ia melihat sekolahnya itu sangat luas.


"Hadeuh... Mana ni sekolah gede banget lagi gimana gue mau cari kelas nya kalo gini" keluh Calya.


"Apa gue nanya aja ya?"


Setelah itu Calya bertanya dengan orang-otang disitu. ya walaupun Calya malas bertanya dengan orang-orang disitu.


"Eh lo, gue mau tanya dimana yah ruang kelas XI IPA2?" tanya nya pada seorang siswa.

__ADS_1


Sebenarnya Calya sudah mengetahui kelasnya karena ayahnya sudah terlebih dahulu mendaftarkannya dan menanyakan kelas putrinya itu.


"Heh situ lagi nanya apa lagi labrak gue sih? jutek banget nanya nya" ucap salah satu siswa yang tadi sempat ditanya oleh Calya.


"Gue mau nanya doang, lagian ngapain juga gue labrak-labrak lo! kenal juga kagak"


"Dan gue emang udah kayak gini jutek, udah lah dimana kelasnya?" ucap Calya yang menahan rasa jengkelnya


"S**abar-sabar... U**ntung ini cewek cakep, kalo kagak udah gue tendang kali dah" ucap umpatan Bagas di dalam hati.


Sedangkan teman disebelah Bagas itu yang tak lain Rey, ia hanya tersenyum melihat wanita yang didepannya ini. menurut Rey ini sangat menarik baru kali ini dia melihat seorang wanita yang super duper jutek dan cuek.


"Menarik" ucap Rey dalam hati


"Kalian tau gak sih ruangannya?" kesal Calya.


"Yaudah biar gue anter lo aja ayo!" ajak Rey kepada Calya.


"Itu sih maunya lo Rey, liat yang bening dikit aja lo sikat" ejek Bagas sahabat Rey, yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Rey tetapi senyuman itu mempunyai arti tersendiri sehingga Bagas merinding dibuatnya.


"Dari tadi kek "


Selama diperjalanan, Rey tak henti-henti nya menatap Calya. sehingga Calya merasa risih dibuatnya.


"Heh, lo kenapa sih liatin gue mulu dari tadi! liat noh kedepan nabrak tiang baru lo rasa!" Kesal Calya.


"Gak, baru kali ini aja gue liat cewek cantik dan jutek plus cuek kayak lo"


"Hih..." Delik Calya yang semakin mempercepat jalannya karena risih dengan tingkah Rey.


"Oh ya gue belum tau nama lo, nama lo siapa? kenalin gue Rey" ucap Rey sembari memberhentikan jalan mereka.


"Gak penting! udahlah gue pengen cepet-cepet ke kelas nih! tunjukin dimana kelasnya!"


"Gak! gue gak akan kasih tau lo, sebelum lo kasih tau siapa nama lo" Rey memegang tangan Calya untuk mencegahnya.


"Heh, lepasin gak tangan gue! gak sopan banget si lo pegang-pegang tangan gue!" Bentak Calya dan pada saat itu banyak sekali siswa-siswa yang memperhatikan mereka.


"Oke fine, tapi gue gak akan nyerah gitu aja, gue bakal cari tau nama lo" kekehan Rey.


"Terserah lo deh mau ngomong apaan" Ujar Calya sambil pergi meninggalkan Rey.


"Huh liat aja nanti" lirih Rey dalam hati


Setelah itu, akhirnya Calya pun menemukan kelasnya dia diantar oleh guru yang lewat.


"Hufft sial banget sih gue hari ini ketemu sama cowok gila itu" keluh Calya dalam hati.


..............


Cahya duduk di salah satu kursi kosong, tetapi sebelah nya ada seorang siswi.


"Hai nama gue Cindy, nama lo siapa?" kata Cindy sambil mengulurkan tangannya yang waktu itu teman sebangkunya


"Calya panggil aja Al" ucap Calya dengan membalas uluran Cindy


Sejak saat itu mereka pun menjadi sahabat, dan sejak saat itu juga Rey terus mengejar Calya dan Rey berniat ingin mendapatkan hatinya Calya.


#FLASHBACK OFF


#Mohon maaf jika Novel nya agak sedikit tidak menyambung hehe...

__ADS_1


#Mohon untuk like, coment, vote, and rate5😊


__ADS_2