
Sepulang bekerja, Calya pun membawa ibunya pergi kedokter. Hal yang paling mengejutkannya, bahwa ibunya niagnosa mempunyai penyakit Tuberculosis (TBC).
"Dok apakah itu benar bahwa ibu saya mempunyai penyakit seperti itu?" tanya Calya pada sang dokter.
"Itu benar, ibu anda terkena TBC. Oleh karena itu jagalah kebersihan dilingkungan sekitar, serta jagalah keseimbangan hidup sehari-harinya... supaya penyakit ini tidak semakin parah" jelas Dokter.
"Dok bukankah penyakit ini bisa menular?" tanya Maya.
"Benar bu, jadi ibu harus menjaga kebersihan sehingga penyakitnya tidak penyebar" jawab Dokter.
"Apakah ibu saya bisa disembuhkan dok?" tanya Calya pada dokter dengan raut khawatir.
"Kemungkinan kecil, karena penyakit yang ibu derita sudah parah. maka dari itu saya sarankan rajin-rajin lah mengikuti temoterafi tiap minggunya, ini berguna untuk mencegah penyebarannya supaya tidak terlalu parah "
Mendengar penuturan dari dokter, Calya dan Maya terkejut dibuatnya. terutama Calya, ia sampai meneteskan air matanya karena ia tak kuasa menahannya.
"Baiklah dok terima kasih... kami akan kembali lagi minggu depan" pamit Calya sambil beranjak dari duduknya, begitu pun dengan Maya.
.
.
.
Sesampainya di rumah, Calya mengantarkan ibunya ke kamar terlebih dahulu.
"Ibu istirahat lah..."
"Nak, menjauhlah dari ibu, penyakit ini menular ibu takut nanti kamu...." belum sempat Maya berbicara, Calya langsung menyela nya.
"Tidak ibu, jangan berkata seperti itu... ibu dengar yang dikatakan dokter tadi, katanya jika kita menjaga kebersihan, itu tidak akan menular. jadi ibu jangan menyuruh Al menjauhi ibu" ucap Calya dengan sendu yang dibalas senyuman oleh ibunya.
"Yasudah, aku ke kamar ya bu..." pamit Calya.
"Iya nak, beristirahat lah" jawab Maya.
Calya pun pergi ke kamarnya, ia mandi terlebih dahulu. setelah itu ia rebahkan tubuhnya ke kasur.
"Ahh melelahkan... Aku bingung sekali saat ini, disatu sisi aku harus terus bekerja untuk membiayai kehidupanku dan Ibu. Dan disatu sisi lagi, aku harus belajar demi cita-cita ku sebagai pengusaha. Bagaimana aku harus membagi ini semua... " Gumam Calya memikirkan masa depannya kelak. Ia memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa bimbang dihatinya.
Ketika ia memejamkan matanya, tiba-tiba saja di benaknya terlintas bayangan Rey. Calya sangat terkejut karena hal itu.
"Astaga... kenapa gue mikirin kak Rey sihh!? Ahh gak beres nih otak gue..."
Calya teringat kejadian saat pesta itu, entah kenapa hatinya berdegub kencang saat Rey menatapnya.
"Plis Calya... lo jangan terpengaruh oleh kak Rey, lo jangan jatuh hati sama dia " tegas Calya kepada dirinya.
Malam ini Calya tidak bisa tidur, ia selalu memikirkan Rey, walaupun itu tak di inginkan olehnya tetapi hatinya bertolak belakang dengan dirinya.
Hingga pukul 03:00 WIB, Calya baru bisa tidur sehingga...
.
.
.
.
__ADS_1
tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu kamar Calya.
ya, yang mengetuk pintu kamarnya itu Maya, ia sangat heran kenapa Calya tidak keluar-luar dari kamarnya, padahal ini sudah jam 06:30
"Al... Calya... Uhuk nak bangun " teriak Maya disela-sela batuknya.
"Hmmm" yang hanya deheman khas bangun tidur.
"Apa kamu tidak ingin berangkat sekolah? " tanya maya.
"Mau bu" jawab Calya yang masih menutupkan matanya
"Ini sudah jam 06:30 Calya... kalau kamu ingin sekolah cepet bangun" tegas Maya
Mendengar ucapan ibunya, mata Calya terbelalak dibuatnya.
"APAA!!!" Teriak Calya yang langsung beranjak pergi kekamar mandi dan langsung kembali mengganti pakaiannya dengan tergesa-gesa
Melihat tindakan anaknya itu, Maya hanya menggeleng-geleng kan kepalanya saja
"Bu... Al pamit dulu yah " Ucapnya dengan tergesa-gesa.
"kamu tidak sarapan dulu?"
"Tidak bu... Al sudah telaatt" teriaknya sambil berlari kearah motornya.
Sesampainya di sekolah, Gerbang hampir ditutup dengan sesegera mungkin Calya berlari .
"Pakk... tunggu jangan ditutup dulu " ucapnya kepada Satpam.
"Loh nak Calya? tumben nak Calya hari ini telat " ucap satpam yang sudah mengenal Calya dan langsung dibukakannya pintu gerbang.
BRUUKK
"Aduhh" rintih Calya saat berlari menabrak seseorang.
"Maaf" ujar seseorang itu sambil mengulurkan tangannya.
Ketika Calya membalas uluran nya dan menengok ke arah seseorang yang menabraknya tadi, Calya sangat terkejut melihat orang itu.
"ADIT!!!"
"Eh kamu Al... Hai kita ketemu lagi " jawabnya dengan sambil sambil menampilkan senyuman itu.
"Lo ngapain disini? " tanya Calya bingung.
"Sekolah" jawab santai Adit.
"Hahh!? sekolah? bukannya, lo bukan dari sekolah ini terus? "
"Gue murid baru disini dan gue pindahan"
"Oh... Astaga gue baru inget, kalau gue mau masuk kelas... Dit gue duluan yah udah telat nih byee" Calya berlari kembali meninggalkan Adit yang masih berdiri mematung.
Adit hanya menggeleng kan kepalanya karena menurutnya tingkah Cahya sangat lucu.
"Lo unik Al... gue makin suka sama lo " Lirih Adit dan langsung melangkahkan kakinya menuju ruang kepsek.
__ADS_1
Ketika Calya sampai di kelasnya, untungnya saja belum ada guru yg masuk. Dan ia pun langsung duduk disamping Cindy
"Weleh-weleh tuan putri baru dateng... kenapa? abis liat bola lagi!? " tanya Cindy
"Bukan" jawab singkat Calya yang masih terengah-engah.
"Terus!?"
"Gue gak bisa tidur semalem, ya beginilah jadinya."
"Oh... dikira gue lo liat bola lagi. Eh tunggu-tunggu gue kan lagi kesel sama lo Al, dan gak mau ngomong sama lo... Uhh " ucap Cindy yang langsung memalingkan wajahnya ketika ia ingat jika dirinya sedang sebal dengan Calya. karena apa? karena Cindy kesal sewaktu di pesta itu.
FLASHBACK ON
Saat di pesta malam itu, Cindy mencari-cari sosok Calya. ia bingung kemana sahabatnya itu pergi. ia pun tak henti-hentinya menanyakan keberadaan Calya kepada teman-teman di sekitarnya yang barang kali mereka melihatnya, tetapi usahanya nihil teman-temannya pun tak melihat sosok Calya. Lalu ia pun menelpon Calya berulang-ulang kali tetapi tidak di aktif-aktif, Cindy menjadi gusar dibuatnya.
"Sayang, apa Calya sudah ketemu? " tanya Tio, ia juga mencari keberadaan Calya.
"Hah tidak sama sekali " jawab Cindy dengan helaan
"Apa kita memcarinya saja lewat CCTV? kan pastinya di sekitar sini banyak CCTV yg terpasang" Saran Tio
"Ah iya juga yah... Unchh kamu emang pintar, gak heran aku sangat mencintai kamu " ucap Cindy dengan suara gemasnya dan langsung memeluk Tio.
"Aku juga sangat mencintai kamu" jawab Tio sambil mengusap-usap pucuk kepala Cindy.
"Udah yuk... kita keruang CCTV " ajak Cindy.
Mereka pun pergi keruang CCTV tersebut, ketika melihat-lihat semua isi dari CCTV itu. mereka tetap tidak menemukan Calya.
lalu dengan inisiatif, mereka meminta petugas untuk meminta rekaman dari CCTV dan benar saja mereka melihat sosok Calya yang berada di taman seorang diri.
Lalu mereka juga melihat adegan ketika Calya sedang bersama Rey, hingga ketika mereka ribut dengan Vina dan langsung pergi dari area pesta.
Melihat rekaman CCTV itu seketika darah Cindy naik karena marah. Cindy yang sedari tadi mengkhawatirkan sahabatnya itu, ia mengira bahwa Calya meninggalkan dirinya dan pergi bersama Rey dengan mesranya.
"Dasar si Calya, berani-beraninya dia pergi gitu aja sama kak Rey. gak tau apa gue disini sibuk nyariin dia huh, awas aja lo Al gue bakal diemin lo nanti " Sebal Cindy.
FLASHBACK OF
"Hah!? " mendengar penuturan dari Cindy, Calya sangat bingung.
"Hah lo bilang... Eh Al lo tau gak, gue tuh nyariin lo tau gak pas di pesta itu. gue khawatir sama lo, takutnya lo kenapa-napa, ehh lo malah enak-enakan beruduaan sama kak Rey Huh. " ucap Cindy dengan kesal, sehingga ia lupa bahwa dirinya ingin mendiamkan Calya tapi nyatanya mulutnya tidak bisa diam.
"Pfffhh hahaha"
"Kok, lo ketawa sih... Bukannya minta maaf apa gitu, ini malah diketawain" kesal Cindy yang mendengar tawa dari Calya.
"Lo lucu Cin... katanya lo mau diemin gue, tapi nyatanya lo nyerocos mulu tu mulut udah kayak gak ada remnya hahaha "
"Ahh sial lo Al "
"Cup... Cup... Cup... Jangan marah dong Cindy ku, oke-oke gue minta maaf karna waktu di pesta gue pulang gak pamitan ama lo " jelas Calya.
"Gak! gue gak bakal maafin lo..."
"Beneran nih? yaudah kalau lo gak mau maafin gue... berarti gue gak jadi teraktir baso buat lo, ahh duit gue aman " godanya.
Mendengar kata teraktir, Cindy langsung menoleh pada Calya
__ADS_1
"Beneran lo mau teraktir baso buat gue!? yaudah gue mau maafin lo hehehe "
"Giliran makan aja lo cepet dasar'