
#DI CAFE XXX
Sesampainya di cafe, Calya menunggu Rey di salah satu meja pengunjung.
"Mana sih... Si cowok gila itu, gak nongol-nongol dari tadi!! awas aja kalo dia bohongin gue! Bakal gue buldosher tu muka ampe rata!!" Ucap Calya dengan kesal.
Bagaimana tidak kesal, Calya menunggu Rey dari 30menit yang lalu, tetapi Rey belum datang.
Tringg... Tringg... Tringg...
Telpon Calya pun berdering
"Hallo bu, ada apa?"
"........."
"APA!! oke bu Al bakal pulang sekarang"
setelah menerima panggilan dari ibunya, Calya pun meninggalkan cafe itu.
tak selang beberapa lama setelah Calya pergi, Rey pun akhirnya datang.
"Hufh, segala mobil mogok lagi! tu mobil emang yah gak bisa di ajak kompromi... Gak tau apa malam ini, malam penting huh" ujar rey dengan kesal sambil memaki-maki mobilnya itu yg sempat mogok di jalan.
"Mending gue cepet-cepet deh temuin si Calya sebelum dia pergi" Rey pun segara bergegas mencari Calya.
"Mana sih si Calya dari tadi gue cariin di setiap penjuru cafe, gak ada batang idungnya"
"Udah ah mending gue pesen duluan aja, mungkin dia belum dateng kali" ucap Rey sambil menduduki meja di salah satu cafe itu.
"permisi" ujar Rey kepada pelayan.
"iya, ada yg saya bantu?" ujar sang pelayan
"gue mau pesen minuman, jus Black Berry "
"baik saya akan segera kembali" ucap pelayan sambil meninggalkan Rey.
#CALYA
Sesampainya di rumah Calya pun segara menghampiri ibunya yg sedang menangis diruang keluarga.
#FLASHBACK ON
Tringg..Tring..tring
Telpon Calya berdering
"Hallo bu, ada apa?"
"Al ayah kamu Al... hiks hiks ayah kamu kecelakaan" ujar sang ibu disebrang telpon sambil terisak.
"APA!! ok bu, Al akan segera pulang"
#Flashback off
__ADS_1
"Buu... Ayah kenapa bu?" Khawatir Calya.
"Al, ayah kamu kecelakaan hiks hiks ta... Tadi di berita katanya pesawat yang ayah kamu tumpangin itu jatuh ke dasar laut"
"A... Ayah! gak bu, pasti beritanya bohong i... itu pasti bukan pesawatnya ayah bu pasti bukan hiks... hiks... "
Selang beberapa menit kemudian, telpon Calya pun berdering.
Tringg... Tringg... Tring
Terdengar suara telpon milik Calya yang berdering.
"Iya, Hallo"
"Hallo selamat malam, apa benar ini dengan keluarga bapak Bayu Iskandar?"
"Iya benar saya anaknya, ada apa ya?"
"Saya dari pihak Basarnas ingin memberitahukan bahwa jasad dari Bapak Bayu Iskandar telah ditemukan dan telah kami evakuasi ke rumah sakit xxx, dimohon untuk keluarganya bisa datang kerumah sakit tersebut Terimakasih"
BRUUKK..
Ketika mendengar kabar dari Basarnas, sontak saja Calya sangat terkejut. Calya terkulai lemas kebawah dan menjatuhkan telponnya.
"Nak, ada apa? siapa tadi yg telpon" ujar Maya dengan nada khawatir
"Bu... ayah bu... hiks... hiks" Calya pun tak kuasa menahan tangisnya dia pun memeluk Maya.
"Ayah kenapa sayang? Ayah tidak apa-apa kan?"
"A... APA! Gak ini gak mungkin" seketika Maya pun syok dengan apa yg dia dengar dari putrinya itu dan langsung pingsan.
"IBUU BANGUN BU! IBUUU" Calya pun sangat panik dengan keadaan ibunya yg pingsan itu, segara Calya memanggil tetangganya untuk meminta bantuan.
"Pak... Pak karim, bu Imah tolong ibu, pak... Bu" ucap Calya sambil terisak memanggil salah satu tetangganya itu.
"ibu kamu kenapa Al" ujar bu Imah tetangganya Calya, dengan raut khawatir.
"ibu pingsan bu Imah hiks... hiks"
"Yaudah kamu tenang yah, biar bapak bawa ibu kamu kerumah sakit pakai mobil bapak" ujar pak Karim.
#DIRUMAH SAKIT
Calya tak henti-hentinya menangis sambil menunggu sang ibu yg sedang ditangani oleh dokter. Hatinya berkecamuk tak karuan dia memikirkan kedua orang tuanya.
Selang beberapa menit, Dokter pun keluar. Dengan sigap, ia menghampiri Dokter.
"Dok bagaimana keadaan ibu saya?"
"Ibu anda baik-baik saja... Hanya saja tadi gula darahnya naik dan juga terlihat sangat syok, mungkin itu pemicu kenapa ibu anda bisa pingsan. Tetapi tenang saja, ibu anda tidak apa-apa"
"Terima Kasih dok, apa saya boleh menjenguk ibu saya?"
"Silahkan, saya permisi dulu"
__ADS_1
"Calya, bu Imah sama pak Karim pamit dulu yah, semoga ibu kamu cepat pulih dan juga diberi ketabahan atas kepergian ayah kamu yah"
"Iya bu Imah, pak Karim terima kasih udah bantu Calya"
"sama-sama, yaudah bapak sama bu Imah permisi dulu yqh" ujar pak Karim
"iya pak"
setelah itu calya pun memasuki ruangan ibunya.
"ibu... " lirih Calya sambil mendudukan diri disamping ibunya.
"Al, ayah kamu dimana?"
"Bu kita gak boleh kayak gini, kita harus ikhlasin ayah ya bu... hiks hiks" Ucap Calya yang menyemangati ibunya. Padahal, dirinya juga tak kuasa dengan semua ini. Tetapi ia kuatkan demi ibunya.
"Hiks... Hiks... kamu benar nak, kita harus ikhlaskan kepergian ayah mu hiks"
"Yasudah bu, Al mau jemput jenazah ayah dulu dirumah sakit xxx, ibu istirahat dulu yah disini"
"Nggk Al, ibu juga ikut"
"Ibu, ibukan masih lemah. ibu istirahat aja yah biar al yg urusin" lirih al dengan menahan rasa sedihnya
"baiklah"
"Al pamit yh"
#REY
Disatu sisi, seorang pria sedang gusar tak karuan dengan memain-mainkan gelas yg kosong itu, siapa lagi kalau bukan Rey yg sedang menunggu kedatangan Calya sedari tadi..
"SIAL!! gue udah satu jam lebih nunggu si calya kenapa gak nongol-nongol sih. Dan juga bodohnya guee kenapa waktu itu gak gue minta no telponnya yh aahhh be*o nya guee"
"awas aja lo Calya!! bakal gue kasih pelajaran lo, karna udah mempermainkan seorang Rey Mahendra Saputra" lirih Rey
Setelah itu, Rey pun meninggalkan cafe.
Setibanya Al dirumah sakit untuk menjemput jenazah sang ayah, disitulah Al sangat tak kuat menahan rasa tangisnya. Air matanya selalu berderai dia mengingat-ingat semasa dia dan ayahnya dulu, betapa sayangnya dia terhadap ayahnya.
Sesampainya Calya diruangan jenazah.
"permisi pak, saya anak dari bapak Bayu Iskandar saya ingin menanyakan... yang mana jasad ayah saya" ucap Calya dengan suara bergetar menahan rasa pilu.
"Oh anda yah, mari saya tunjukan" kata seorang Basarnas disitu.
Calya mengikutinya dengan hati yang berkecamuk, dia berdoa semoga saja itu bukan ayahnya. Saat penutup kainnya terbuka, Calya sangat syok dibuatnya sehingga dia terhuyung kebelakang dengan seluruh badan bergetar.
"AYAAHHH, HIKS... HIKS... AYAH KENAPA!? KENAPA AYAH TINGGALIN AL SAMA IBU KENAPA YAH... KENAPAA!! HIKS... HIKS" Calya pun tak henti-hentinya berteriak dan menangis sambil sesegukan.
Orang-orang disekitarnya pun ikut merasakan kesedihan Calya. Setelah itu Calya pun membawa jenazah sang ayah kerumahnya sekitar jam 22:00 WIB.
#**PEMAKAMAN
08:00 WIB**
__ADS_1
Semua orang sudah pergi meninggalkan tempat pemakamam tetapi tidak dengan Calya dan Maya mereka masih berada dipemakaman dan juga ada Cindy yang sedang menenangkan sahabatnya itu. Cindy pun sangat terkejut ketika Calya mengabarkan berita ini. Untung saja hari ini, hari libur sehingga Cindy bisa menemani sahabatnya Calya.