Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps19 ( Keributan )


__ADS_3

Ketika Calya sedang bengong memikirkan kejadian yang dilihatnya tadi, tiba-tiba saja seseorang menyodorkan minuman kearahnya.


"Nih" ujar seseorang itu sambil menyodorkan minuman berupa botol.


"Ehh" kaget Calya


"Nih diminum dulu, siapa tau pikiran lo bisa lebih segar"


"Adit?" ucap Calya sembari mengambil botol minuman dari Adit.


"Lo kenapa duduk sendirian disini, sambil bengong lagi. Ada masalah?"


"Emm...nggak ko' " canggung Calya, dan lalu meminum minuman yang diberikan Adit tadi.


"Bener? tapi kalo lo ada masalah, gapapa kali cerita aja sama gue"


"Iya dit, terimakasih yah" Calya pun menolehkan pandangannya ke arah Adit.


"Terimakasih untuk apa?" tanya Adit


"emm nggak deh hehehe"


"Gak jelas lo" ujar Adit, lalu memcubit pipi Calya. Tetapi tidak terlalu keras.


"Aduhh ko' lo cubit pipi gue sih" cemberut Calya


"Lo gemesin" Jawab Adit dengan di susul oleh tawaan mereka. yang membuat iri semua orang tak terkecuali seseorang yang melihat mereka dengan geram menahan emosinya.


"Rey, bukankah itu pacar kamu?" tanya Vina yang berada disamping Rey.


"Apa jangan-jangan, itu bukan pacar kamu? benarkan?" lanjut Vina dengan sedikit curiga pada hubungan Rey dan Calya.


Mendengar ucapan Vina, Rey semakin geram dan langsung menghampiri Calya dan Adit.


Ketika Rey sudah berada di hadapan Calya dan Adit, ia pun langsung menarik Calya. Melihat tindakan itu, Adit pun segera mencegahnya.


"Eh apa-apaan lo!" cegah Adit dengan memegang sebelah tangan Calya. sedangkan tangan sebelahnya lagi dipegang oleh Rey.


"Bukan urusan lo!! lepasin tangan dia!!" Bentak Rey pada Adit.

__ADS_1


Mendengar bentakan Rey pada Adit, seketika itu semua orang berkerumun. Dan terjadilah sebuah keributan.


"Ini urusan gue!!" jawab Adit yang tak mau kalah dengan Rey.


"Aduhh apa-apaan sih kalian!! lepasin dong... tangan gue jadi sakit nih..." lirih Calya ketika kedua tangannya dicekal oleh kedua pria itu.


"Ckk... urusan lo apa!! Calya bukan siapa-siapanya lo! dan dengar baik-baik, gue itu pacarnya Calya... dan lo gak usah ikut campur!!"


Mendengar perkataan Rey sontak saja semuanya terkejut, Tak terkecuali Adit. Suasana pun menjadi semakin riuh.


"DEG... duhh kenapa kak Rey ngomong kayak gitu sih... Dan kenapa juga jantung gue deg-degan kayak gini. Ahhh kacau" lirih Cahya dalam hati.


"Gue gak percaya! cepet lo lepasin tangan Calya" ucap Adit


"Yaudah, kalo lo gak percaya coba aja tanya sama Calya" Rey pun langsung menarik Calya dengan kencang, sehingga Adit melepaskan Calya. Dan sekarang Calya berada di pelukan Rey.


"Apa itu benar Al?" tanya Adit yang berharap apa yang dikatakan oleh Rey itu tidak benar.


"I..itu... aku..." gugup Calya bingung apa yang harus ia katakan pada Adit.


"Sayang, kenapa kamu begitu gugup? apa kamu tidak mau memberitahu hubungan kita pada laki-laki ini?" ucap Rey dengan penuh penekanan, sambil mengeratkan pelukannya.


Disela-sela keributan itu, tiba-tiba saja...


"Calya..." Cindy yang sedari tadi mencari-cari Calya yang entah kemana perginya tadi, ia mencarinya kemana-mana. Sehingga ketika ia sedang mencari-cari Calya, ia pun melihat keributan dan akhirnya ia menerobos keributan itu karena penasaran apa yang telah terjadi. Dan ia terkejut ketika melihat sahabatnya itu sedang di peributkan oleh dua pria diahadapannya.


"Fiuhh untunglah ada Cindy" lirihnya dalam hati.


"Bentar yah... gue pinjem Calya dulu" ucap Cindy yang langsung menarik Calya. Tetapi, dengan sigap Rey mencegah nya.


"Tunggu, Calya gak boleh pergi sebelum jelasin hubungan kita pada laki-laki ini" ujar Rey sambil memegang tangan Calya tetapi matanya mengarah tajam pada Adit.


"Mati gue!! gimana ini!!" lirih Calya yang mengeluarkan banyak keringat dingin karena gugup.


Melihat sahabatnya itu terlihat gugup dan tidak baik-baik saja, Cindy pun mencoba untuk membawa Calya pergi dari sana dengan sebuah ide yang terbesit dikepalanya.


"A...aduhh" lirih Cindy sambil memegangi perutnya yang pura-pura sakit itu.


Melihat rintihan Cindy, Calya pun menjadi khawatir.

__ADS_1


"Lo kenapa Cin?" tanya Calya dengan khawatir .


"Duhh Al... kayaknya penyakit perut gue kambuh lagi deh" lirih Cindy yang masih dengan sakit pura-pura nya.


"Hah? penyakit perut?" bingung Calya.


"Masa lo lupa sih Al... ini, Perut gue mencret Al...aduh anter gue ke UKS yuk" ujar Cindy sambil menarik pelan Calya


"Tunggu!! ini alasan lo doang kan Cin? cuman mau bawa Calya pergi!! dan lagi, kalo lo benaran sakit mencret... kenapa lo ke UKS bukan ke wc!?" ucap Rey.


" Aduhh Al... jelasin deh sama kak Rey, gue gak kuat nih"


"Dasar gila lo Cin... gue harus alesan apa lagi! kan bingung...Aduhh Cindy" lirihnya bingung dalam hati.


"Gi...gini kak Rey, jadi Cindy ini punya penyakit kronis yang sulit dimengerti oleh orang-orang tidak waras... dan ini harus segera di obati secepatnya. Jadi kami permisi dulu yh bye"


Calya pun langsung membawa pergi Cindy dengan tergopoh-gopoh. Sedangkan Rey, Adit dan semua orang masih terlihat bingung mendengar penjelasan dari Calya.


"Sulit dimengerti oleh orang tidak waras?" tanya bingung salahsatu orang yang menyaksikan mereka tadi.


"Berarti, kita gak waras dong kalo gak ngerti sama penyakitnya" jawab teman disampingnya.


"Ahh udah lah kita ke kelas aja yuk" lerai temannya lagi yang masih bingung dengan ucapan Calya.


Semua orang pun bubar pergi ke kelasnya masing-masing. Tapi tidak dengan dua orang yang tak lain Rey dan Adit yang saling menatap dengan tajam, setajam silet.


"Lo!! jangan pernah deketin pacar gue!" tegas Rey pada Adit.


"Heh pacar lo!? jangan ngaku-ngaku deh lo!!" Jawab Adit dengan meremehkan Rey.


"Lo!!" Rey pun geram dan langsung mencengkram kerah Adit.


"Apa!!! lo marah, karena Calya tidak mengakui sebagai pacar lo!?"


Mendengar perkataan itu, Rey pun sangat geram dan langsung meninju pipi Adit dengan keras, sampai Adit tersungkur dibuatnya. Adit tidak terima dengan pukulan itu, ia pun membalas pukulan dari Rey. Disitulah mereka saling adu jotos.


Ditengah-tengah keributan mereka, tiba-tiba saja seorang guru melerainya dan memarahi tindakan mereka berdua.


"KALIAN!! ikut saya keruangan" tegas seorang guru itu yang bernama pak Dedi, yang terkenal guru killer.

__ADS_1


Merekapun langsung memberhentikan perkelahian mereka, dan mengikuti pak Dedi. Dengan muka mereka yang terlihat memar-memar akibat perkalahian mereka sendiri.


__ADS_2