
" Eh Rey, lo kayaknya makan ucapan lo sendiri deh" ujar Bagas.
"Maksud lo!?" tanya Rangga yg heran dengan pertanyaan Bagas.
"Ya kan lo tau sendiri, kalau lo itu ngedeketin si Calya cuman main-main" jelas Bagas
"Bener juga ucapan lo, Ahhh kenapa gue kayak gini sih... malah terjebak di permainan gue sendiri" keluh Rey, yg geram dengan dirinya sendiri.
"ppfffhh hahaha... itu yg dinamakan senjata makan tuan hahaha" ledek Rangga yang terus menggoda Rey. yang membuat Rey semakin jengkel padanya.
"Gausah ketawa lo!! uap mulut lo bau amis" kesal Rey.
"Ye... enak aja lo katain uap gue bau amis. segini wanginya" elak Rangga sembari mencium uap mulutnya sendiri.
"Wangi apaan lo!! wangi menyan hahaha" lanjut Bagas.
"hahhahah" mereka pun tertawa bersama.
Mereka bertiga tak henti-hentinya mengobrol yg disela oleh candaan dan julidan dari masing-masing.
.
.
.
Pagi harinya, Calya bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan beberapa hal yg perlu ia siapkan di pagi hari.
"Selamat pagi bu " sapa Calya pada Maya yg sedang duduk diruang keluarga.
"Pagi sayang. kamu sudah sarapan nak?" tanya Maya yg melihat anaknya itu sudah rapih.
"Belum. makanya, Al kesini untuk jemput ibu sarapan bareng Al" senyum Calya.
"Kamu ini" Maya dan Calya pun pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama.
Setelah sarapan, Calya berpamitan pada Maya yg ingin pergi sekolah sekaligus ia izin untuk bekerja sepulang sekolah pulang nanti. maka dari itu, Calya sudah membawa baju ganti untuknya bekerja nanti.
"Bu, Al pamit sekolah ya bu. dan juga Al akan pulang sangat sore karena Al harus bekerja"
"Iya nak, kamu hati-hatilah dan jangan lupa kamu harus makan tepat waktu" nasihat Maya pada Calya.
"Iya bu. Ah iya, bu di sekolah akan diadakan perkemahan selama tiga hari. tapi Al ragu untuk mengikuti kegiatan itu" ucap Calya yg teringat pada perkemahan itu.
"Kenapa kamu harus ragu nak? jika itu menyangkut belajarmu, tidak apa-apa
kamu ikut lah"
"Aku ragu, jika arus meninggalkan ibu selama tiga hari" lirih Calya.
"Hei, ibu ini sudah besar, kamu tidak usah khawatir. ibu bisa menjaga diri sendiri" Maya memberi dukungan pada Calya.
__ADS_1
"Tapi penyakit ibu..." belum sempat Caya melanjutkan ucapannya, Maya sudah menyela nya.
"Tidak apa-apa. ibu bisa mengatasinya dan juga, penyakit ibu ini sudah agak mendingan bukan. jadi, pergilah berkemah."
"Terimakasih bu..." Calya yg mendengar ucapan Maya, ia sangat terharu dibuatnya. dan ia pun langsung memeluknya sambil terisak haru.
"Yasudah, kamu pergilah sekolah nanti kamu telat lagi" ujar Maya disela-sela pelukan mereka.
"Iya bu. Al pamit yah" pamit Calya sambil mengusap air matanya.
"Maafkanlah ibumu yg tidak berguna ini! ibumu yg tidak bisa apa-apa, sehingga kamu bekerja di saat kamu masih sekolah nak" isak sedih Maya yang begitu tak kuasa menahan kesedihannya. ketika melihat sang anak banting tulang untuk menghidupi kebutuhan mereka. dan yg paling sedihnya, Calya harus bekerja disaat ia masih menginjak 17th dan masih sekolah.
Sedangkan di dikediaman Rey, ia memakan sarapannya seorang diri. karena papahnya sudah berangkat dari pagi-pagi sekali. sedangkan ibunya, ia masih di rumah neneknya Rey. karena neneknya masih sakit sehingga Ranty yg mengurusnya.
"Permisi tuan, diluar ada seorang perempuan yang ingin menemui tuan" ucap bi Ijah pada Rey yg sedang memakan sarapannya.
"Siapa bi?" tanya heran Rey.
"Setahu bibi, itu perempuan anak dari teman tuan Hendra" jelasnya.
"Apa Vina!?" mendengar penjelasan dari bi Ijah, Rey pun segara bergegas menemui perempuan yg dimaksud bi Ijah.
Benar saja, perempuan itu Vina yang sedang duduk di sofa tamu.
"Hai Rey" sapa Vina
"Lo ngapain kesini!?" jutek Rey.
"APA!! berangkat sekolah bersama!?" sontak saja Rey kaget dengan ucapan Vina.
"Iya, karena hari ini aku satu sekolah dengan mu. dan sekarang, aku ingin ikut bersamamu kesekolah. karena hari ini aku pertama sekolah. jadi, aku ingin bersamamu." jelas Vina dengan sumringahnya.
"Eh, ngapain lo harus ikut sama gue! dateng aja kali kesekolah. dan nanti juga lo bakal dikasih petunjuk sama pak kepala sekolah disana" elak Rey karena ia tak mau jika Vina bersama dengannya.
"ko' kamu gitu sih Rey... inikan perintahnya papah kamu" melas Vina
Mendengar kata 'Papah' tiba-tiba saja Rey terkejut.
"Apa!! papah?" tanya Rey
"Iya, papah kamu yg suruh aku ikut bersamamu berangkat sekolah bersama."
Dengan terpaksa, Rey pun mengikuti Vina untuk bersama dengannya berangkat sekolah.
"Hah... baiklah ayo" Rey dengan pasrah dan jalan mendahului Vina.
"Yess..." Sumringah Vina karena ia berhasil membujuk Rey agar dirinya bisa ikut dengannya.
Setibanya disekolah, Calya pun langsung bergegas ke kelasnya dan duduk di kursi dan sudah ada Cindy disana.
"Pagi Al" sapa Cindy dengan senyumnya
__ADS_1
"Pagi juga Cin " balas sapa Calya dengan senyumnya.
"Eh Al... lo udah persiapkan kebutuhan buat perkemahan besok?"
"Belum Cin"
"Yaudah, abis pulang sekolah gue bantuin lo deh buat persiapan nanti besok"
"Kan gue kerja dulu Cin sepulang sekolah ini"
" Iya juga yah hehehe... gue lupa. yaudah sepulang sekolah deh. dan gue juga mau ikut bantu-bantu lo kerja ditempat tante Mirna" tawar Cindy.
"Benarkah Cin??" ujar Calya dengan senang ketika mendengar ucapan Cindy.
"Iya bener... masa gue bohong sih"
Ditengah-tengah perbincangan Calya dan Cindy, tiba-tiba saja Terdengar suara riuh didepan.
"Ada apaan tuh Al" tanya heran Cindy sambil celingak-celinguk kedepan. yg terhalang banyak siswa-siswi yg bergerumung.
"Lo tanya ke gue! gue aja gak tau"
"heheh iya juga yah. yaudah yuk Al kita liat kedepan gue penasaran nih" Cindy pun menarik Calya untuk melihat ada apa sebenarnya yg terjadi sehingga siswa-siswi riuh tak karuan.
"Eh... gue gak mau cin. aduhh" elak Calya, tetapi terus ditarik kedepan oleh Cindy.
Mereka berdua pun menerobos orang-orang disana. dan ketika mereka berhasil menerobosnya, seketika mereka terdiam melihat kejadian yg mengakibatkan semua orang riuh.
"Al, gue gak salah liat kan!?" ucap Cindy yg tak percaya yg dilihat nya itu benar atau tidak.
ketika Cindy bertanya seperti itu pada Calya, ia tak menjawab pertanyaan Cindy. malah ia juga terpaku melihatnya.
Ya, yg mereka lihat itu ialah sosok sepasang yg sempat meriuh kan satu sekolah dan saat pesta waktu itu. siapa lagi kalau bukan Rey dan Vina yg baru saja mereka turun dari mobil.
"Dasar playboy cap kaki badak!!!" lirih Calya dalam hati dan langsung meninggalkan Cindy yg masih berada disana.
Rey tak sengaja melihat Calya menatapnya dan langsung pergi begitu saja. itu membuat Rey kesal dengan Vina karena, kenapa Vina harus ikut dengannya.
"Shitt sial!!" kesal Rey dalam hati dan langsung melangkahkan kakinya menuju kelas, tanpa memperdulikan sekelilingnya.
Calya terus berjalan sehingga dirinya sampai disebuah taman sekolah dan duduk disana. sambil termenung memikirkan kejadian tadi.
" Kenapa hati gue sakit yah ketika ngeliat kak Rey sama kak Vina" gumam Calya yg bingung dengan perasaan nya.
"Ahhh gak bener nih." kesal Calya.
.
.
.
__ADS_1