Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps25 ( Bersikap Lembut )


__ADS_3

Di arah kejauhan, Rey melihat Adit memegang pundak Calya. perasaan nya kini sangat kesal dan marah, melihat itu semua ia mengepalkan kedua tangannya sehingga terlihat urat-urat tangan nya menonjol. Rey yang tak tahan melihat nya, ia langsung menghampiri Mereka.


..................................


"Lepaskan tangan kotor mu itu dari pundaknya" Ucap Rey menghempaskan tangan Adit dengan kasar dari pundak Calya.


Mereka bertiga terkejut dengan kedatangan Rey secara tiba-tiba, bahkan terlihat marah.


"Apa-apaan lo!?" Geram Adit yang tak terima dengan perlakuan Rey.


Adit langsung berdiri di ikuti oleh Calya dan Cindy. Mereka berhadapan dengan Rey yang terlihat dari raut wajahnya sangat emosi. Mereka semua sangat heran dengannya, kenapa Rey tiba-tiba datang langsung mencari keributan.


"Lo ngapain pegang-pegang pacar orang ..." Sengit Rey dengan melantangkan suara kerasnya sehingga semua orang memperhatikan mereka bahkan para osis dan pembina pun ikut melihat kejadian itu.


"HAH!?" Teriak kompak Adit, Calya dan Cindy.


"Eh kecebong... Lo jangan asal yah kalo ngomong. Kata siapa Calya punya pacar!!" Ucap Adit tak kalah sengit nya.


"Heh, tanya aja sama Calya kalo lo gak percaya sama gue. Iya kan Al, kalo kamu itu..." Gantung Rey.


Mendengar arahan dari pembicaraan Rey, Calya mulai sadar dengan itu. Ia langsung menyela ucapan Rey, sehingga tak membuatnya semakin kisruh dan menggemparkan semua orang. Bisa bahaya jika mereka tahu kalo ia pacar nya Rey, walaupun itu hanya sandiwara saja.


"Kalo aku itu udah punya pacar" Lanjut Calya dengan senyum paksanya.


Semua orang terkejut dengan pengakuan Calya, terutama Cindy dan Adit.


"Apa lo bilang Al, Lo punya pacar? kenapa lo gak bilang sama gue kalo lo itu punya pacar?" Ujar Cindy.


"Siapa pacar lo Al? jangan-jangan benar, kalo... " Tanya gantung Adit.


"Ya tentulah pacar Calya itu, orang yang tertampan dan terkeren sedunia siapa lagi kalo bukan...."


"Justine Bieber... Ya, itu pacar gue hehe" Sela Calya yang membuat semua orang tercengang dengan ucapannya.


"Pffhhh... Hahahaha... Apa lo bilang? Justine Bieber? hahaha ngayal lo berlebihan Al..."


Semua orang tertawa dengan ucapan Calya dan Cindy. Terkecuali Rey yang mengerti dengan tingkah Calya seolah-olah ia menyembunyikan hubungan nya dengan dirinya. Rey terlihat sangat emosi, Calya melihat kearah Rey dan menyadari hal itu.


"Kenapa? lo masih mau ngakuin kalo Calya itu pacar lo? haha... Mimpi lo!!" Ujar Adit.


Rey hanya mengepalkan kedua tangannya saja, mendengar ledekan dari Adit. Ia berusaha menahan rasa kesalnya.


"Mati gue... Kak Rey marah besar sama gue. Tapi itu lebih baik daripada dia memberitahukan hubungan kita walaupun itu hanya sandiwara saja." Lirih Calya dalam hati.

__ADS_1


Akhirnya, semua orang membubarkan diri dan melanjutkan aktifitas mereka. Calya pun berpamitan pada Cindy dan Adit untuk pergi ketendanya, Cindy tidak ikut karena dirinya masih dalam penanganan kesehatannya. Jadi, ia tetap berada di tenda PMR.


"Cin, Dit, gue ketenda dulu yah" Ucap Calya yang dibalas anggukan mereka berdua.


Sedangkan Rey masih mematung di tempatnya, ia masih bergumam di benaknya. Bisa-bisanya ia dipermalukan oleh seorang wanita, lebih tepatnya oleh wanita yang dicintainya. Calya melangkah melewati Rey begitu saja, sehingga menambah Rey kesal.


Calya memasuki tenda, dan membaringkan tubuhnya. Ia memikirkan kejadian tadi.


"Kenapa kak Rey gak ngejar gue yah, ketika gue pergi gitu aja. Apalagi ia gak marah sama ucapan gue." Gumam Calya.


"Eh ngapain gue mikirin itu sih? kan seharusnya gue bersyukur kalo kak Rey gak ngejar gue dan gak marah. Ahh otak gue rusak nih"


Calya memukul-mukul kepalanya pelan memikirkan hal yang tiba-tiba saja ada dibenaknya. Ia merasa sedikit bimbang dengan perasaannya saat ini.


"Apa benar yah, apa yang dikatakan kak Rey waktu di dalam hutan tadi? bahwa kak Rey Cinta sama gue?" Gumamnya kembali dan menampilkan senyumnya ketika mengingat kembali kejadian waktu Rey mengutarakan perasaannya.


"Ah... Gue gak harus terhasut oleh ucapannya. Mungkin aja kak Rey hanya becanda waktu itu."


Calya melelap kan matanya dan tertidur. Didalam tenda, ia ditemani oleh Tia dan Rani.


Disitu sisi, Rey sedang berbaring di tendanya ia masih menggerutu atas kejadian tadi. Ia harus bersabar kali ini demi mendapatkan hati Calya. Ia akan perlahan-lahan akan mendapatkan hatinya.


"Huft, gue harus sabar demi tujuan gue. Dengan sikap gue yang lembut padanya, mungkin saja ia bisa luluh" Sumringah Rey memikirkan Calya.


................................


Semua orang tengah sibuk dengan kegiatan paginya, yang telah berbagi tugas dengan kelompoknya masing-masing. Terutama Calya yang kini ia kebagian memasak sarapan pagi, Mie instan yang ia masak untuk sarapan pagi mereka.


Calya yang sedang sibuk dengan kegiatannya, ia dikaget kan oleh Rey.


"Selamat pagi Al." Sapa Rey dengan lembut dan menampilkan senyumnya.


"Ada apa dengannya? kenapa kak Rey tiba-tiba bersikap lembut seperti ini?" lirih heran Calya dalam hati.


"Kanapa tidak menjawab sapaan ku?"


Calya semakin heran dengan tingkah Rey ketika ia berbicara formal padanya. Ia menatapnya dengan heran, sehingga Rey tersenyum padanya.


"Hei!!! ada yang salah?" Ucap Rey dengan menjentikan jarinya menyadarkan Calya dari bengongnya.


Calya terperanjat kaget dengan jentikan jari Rey. Calya menempelkan tangannya kearah kening Rey, memastikan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Lo sakit yah?" tanya heran Calya yang masih memegang kening Rey.

__ADS_1


Rey meraih tangan Calya, dan mengenggamnya. Rey menatap lekat Calya begitu pun sebaliknya. Entah apa yang membuat Calya nyaman dengan genggaman Rey dan menatap balik Rey.


"Ahh, maaf" ucap Rey yang melepaskan genggaman Calya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Calya mengernyitkan keningnya, karena tak biasanya Rey bersikap sangat lembut padanya.


"Apa dia habis kepentok sesuatu? sehingga kepalanya terluka dan otaknya sedikit eror?" Gumamnya dalam hati.


PLETAK...


Rey menyentil kening Calya untuk menyadarkan kembali dirinya.


"Aduh... Sakit tahu" Keluh Calya mengusap-usap keningnya.


"Lo kenapa bengong lagi? noh mie lo kematengan."


Seketika itu Calya ripuh sendiri melihat Mie nya yang sudah terlalu matang. Calya ingin mengangkat panci yang berisi mie itu dengan tidak hati-hati dan tidak memakai alas untuk memegang pancinya, sehingga Calya mengeluh kesakitan. Melihat itu, Rey segera mengambil tangan Calya yang memerah dan meniupnya dengan pelan.


Deg... Deg...


Jantung Calya berdegub kencang melihat Rey meniup tangannya, dan ia sangat dekat sekali dengan Rey.


"Kenapa dengan jantungku?" Lirih Calya dalam hati sambil memegang dadanya.


"Ikut gue" Rey menuntun Calya.


"Eh, Kemana?"


"Ke tenda kesehatan"


Setelah sampai di tenda PMR atau kesehatan, Rey mendudukan Calya dan memakaikan salep ke luka bakarnya.


"Te... Terimakasih" Ucap Calya gugup setelah di olesi salep oleh Rey.


"Sama-sama" Jawab Rey dengan senyum manisnya, sehingga Calya terpana dibuatnya.


"Kenapa jantungku semakin berdegub kencang yah ketika aku melihat perilaku lembut kak Rey. Apalagi... Oh my god, senyumnya manis sekali" Gumamnya dalam hati yang masih melihat kearah Rey.


Rey menyadari tatapan Calya.


" Hey... Bengong lagi. Kenapa? lo udah mulai suka yah sama gue?" ucap Pede Rey.


Mendengar ucapan Rey, Calya menetralkan kembali sikapnya.

__ADS_1


"Kepedean banget sih lo" Calya bangkit dari duduknya dan melangkah pergi kembali ketendanya.


"Al, gue akan berusaha mendapatkan hati lo... Dengan sikap gue lembut sama lo, gue yakin lo akan luluh" Gumam Rey.


__ADS_2